Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Triplet here!!


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote,like dan komen...


^^^🍃HAPPY READING AND KEEP HEALTH 🍃^^^



Asline terbaring dengan wajah dipenuhi kesakitan,tim dokter yang di pimpin oleh dokter kandungan terbaik rumah sakit Healthy Hospital,Dokter Amanda Sanches mengangguk tegas setelah pembukaan ketiga terjadi di hari kedua setelah kontraksi awal.


"Dengar saya Mrs Alzeus..anda boleh berteriak tapi jangan sampai mengigit lidah anda! Ini akan begitu sakit semua wanita akan mengalami rasa sakit ini hingga akhirnya mereka bisa dipanggil seorang ibu!"Dokter Amanda memberi dukungan kepada calon ibu muda ini.


Wanita baya itu tersenyum menenangkan.


..........


"AKHHHHH....ini semua salahmu mengapa kamu membuatku hamil?!! AKHHHHH sakit....dasar laki-laki kamu bajingan!"


Raino, Raider, Arshenio, Maxim juga Xain yang berdiri tepat didepan pintu masuk rumah sakit sembari menggandeng anak-anak nakal yang dengan berani mencoba menyusup namun akhirnya gagal itu mematung.


Tak jauh,sebuah brangkar dengan seorang wanita hamil yang didorong panik tengah memaki seorang pria yang terduga adalah suaminya.


Pria malang itu meringis pasrah atas kemarahan istrinya.


"Ughh...wanita itu mengerikan! apakah asline akan memaki big bro juga jika seperti itu?"


Arshenio meringis ngeri.


Lihatlah bagaimana pria itu menerima jambakan istrinya!.


Para pria tampan itu terus menatap kearah pasangan yang dibawa masuk cepat oleh petugas medis dibawah teriakan amarah dan kesakitan wanita itu.


Dan anak-anak laki-laki tampan yang menatap wanita itu horor.


"Apakah pria itu suami wanita itu papa?" Shino menatap Maxim dengan wajah ingin tahu yang sangat imut.


Maxim mendengus kesal.


"Tentu saja anak nakal! pria malang itu pasti suaminya..." balas Maxim sabar.


Shino dan Maiden sontak meringis horor .


"Pasti berat menjadi suami wanita galak! Memang..semua perempuan itu sangat menyusahkan..yah..terkecuali ibu dan calon adik kita! Memang para ibu terkadang menyebalkan..tapi..ya sudahlah itu derita para suami mereka..." Dengan kurang ajarnya Altair berucap dengan wajah masa bodoh.


Para inti mengusap dada sabar.


Memang kurang ajar mulut putra Alarik ini!.


"Sudahlah kita cepat kembali mami Kay menelpon katanya ketuban sudah pecah!!" Xain menyeru girang.


Anak perempuannya clan ini akan lahir!.


Sungguh betapa indah dunia!.


.........


Rayga mengangguk,memasuki ruang operasi asline.


Istrinya terbaring dengan wajah pucat dan keringat membasahi wajah dan tubuhnya.


Mengerang dengan nafas terengah-engah.


Grephhh...



Rayga menggenggam erat telapak tangan istrinya.


"Kamu kuat dear...kamu kuat..." Ucap rayga dengan senyum teduh diwajah tampan yang tersirat kelelahan itu.


"Huh... ughh..sakit sekali...hiks..rasanya tubuhku terbelah hubby....." Asline berucap dengan terisak.


Nafasnya memburu dan rayga menutup mata getir.


"Bernafas perlahan amour..cobalah tenang dan ingat ada bayi-bayi kita yang menunggu untuk bisa melihat dunia..." Asline memandang wajah suaminya.


Pria yang biasa berpenampilan tampan dan mendominasi itu kini terlihat kacau!.


"Baiklah Mr Alzeus dan Mrs Alzeus...kita mulai!!"


Amanda mengangguk pada seluruh timnya.


1.......


Asline menarik nafas dan menghembuskan dengan sekuat tenaga tetap tenang.


..........


Para inti yang menjemput anak-anak nakal mereka memasuki ruang tunggu vip lantai atas gedung rumah sakit.


"Jika bayinya lahir maka speaker yang ada diatas itu akan memberi tahu kita!" Rion menunjuk speaker disisi cctv.


Menit demi menit berlalu hingga dua jam.


Oeekkkk....


Para ayah,Arkansas dan para saudaranya mematung saat suara tangis bayi pecah dengan lantang .


"Kyaaaaaa...cucu kita lahir!!!" Kayra berdiri dan menyeru heboh memecah keheningan.


Senyum Arkansas terbit lebar,pria itu memeluk archana putrinya yang terduduk disampingnya bersama Brixton yang memangku putra Ryuga.


.........


"Engghhhh....!!!" Asline menghempas tubuhnya saat bayi pertamanya lahir.


"Mr Alzeus selamat bayi pertamanya laki-laki dengan berat 3,6! bayi ini sehat dan tak jauh dari bayi yang lahir dalam usia kandungan 9 bulan!"


Rayga menatap bayi laki-laki yang tertutupi darah itu dengan pupil mata bergetar.


"Baiklah Mrs semangat ada lagi yang ingin menyapa dunia!" Kelakar Amanda berusaha memecah suasana.

__ADS_1


Rayga menatap wajah kuyu istirnya,satu tetes air mata jatuh dari manik tajam itu.


Mengecup kening itu sayang.



...( Picture pemanis )...


"Baiklah suster Karina bersihkan bayi tampan ini lalu masukkan kedalam ruang inkubator! sisanya mari fokus kembali!"


"Tarik nafas Mrs Alzeus...1......"


.........


"Apa itu laki-laki atau perempuan?" Rion berucap sembari tersenyum begitu lebar,hingga kayra merasa ngeri takut bibir itu akan sobek!.


"Kamu itu apa-apaan coba Rion?! laki-laki atau perempuan syukuri saja!" Jessy dengan gemas menyentak kesal.


Rion merenggut,duduk bersidekap dada.


"Bayi perempuan untukku..bayi laki-laki untuk Saudaraku!" Ucap Rion dengan senyum provokasi.


Arkansas mendengus dengan tatapan sinis para inti generasi kedua!.


Raino dan para saudaranya menatap para ayah mereka sinis.


"Heh..putri kecil itu akan ku gendong pertama!" Batin Raino culas.


"Haha..peri kecil itu harus menatapku dulu sebelum kalian para pria tua..dan saudaraku..." Batin Arshenio licik.


"Ck..putri cantik harus bersama papa yang tampan...dia tak akan mau bersama pria renta seperti kalian wahai para ayahku.." Maxim membatin kurang ajar.


"Lihat wajah-wajah iblis ini...adik kecil hanya boleh bermain dengan pangerannya! yaitu aku!" Altair membatin dengan senyum manis yang dibuat-buat.


Alarik menatap putranya miris.


Dan aira yang sudah terkekeh geli tau betul apa yang sedang difikirkan putra semata wayangnya.


"Hehehe..biar kalian berebut...adik kecil itu hanya akan berlari padaku!" Rexion menyeringai penuh kebahagiaan.


Raino menatap putra tunggalnya jijik.


Dan Victoria yang entah sudah keberapa kali menghela nafas.


Tidak ayah,suami bahkan anak-anak!.


Para pria beda usia ini sungguh membuat sakit kepala!.


Oeeekkkkk.....


"HOREEE....ITU PASTI ADIK PEREMPUAN!!" Shino memekik sembari melompat dari pangkuan Brixton dan berjoget ria tanpa perduli wajah sinis para ayah juga jijik para kakeknya.


Tentu saja hanya para ibu yang tersenyum pasrah.


.........


Rayga mengecup kedua mata berair istrinya.


"Dear...dear.... Line?!!!" Rayga meraung memanggil nama istrinya.


Amanda terbelalak.


"Dokter jantung pasien melemah!!" Dokter yang bertugas mendampingi Amanda menyeru panik.


"Mr Alzeus tolong menyingkir kami harus segera bertindak!" Amanda bertitah panik.


Rayga menggeleng dengan air mata mengalir deras tanpa kata.


Bibirnya terasa kelu!.


"Cepat panggil dokter Gion lakukan kejut jantung kita tidak bisa membiarkan Mrs Alzeus tidak sadar lebih dari dua jam! " Amanda berucap getir dan salah seorang suster tanpa banyak kata langsung berlari keluar mencari dokter Gion.


"Suntikan cairan penguat Janin! jaga suhu tubuh stabil pasang nasal canula!" Tim dokter yang berisi 3 orang dokter pendamping segera bekerja cepat.


Waktu adalah gerbang antara hidup dan mati!.


..........


"APA?!!" Arkansas meraung tak percaya saat seorang suster berlari menerobos ruang tunggu.


"Tolong dokter Gion segera bergerak kita butuh alat kejut listrik!" Gion segera bangkit dan tanpa kata berlari cepat meninggalkan keluarganya yang terpaku.


"Hiks..mommy tidak apa kan? papi...say something! " Rexion menangis seketika.


Apa tadi yang diakatakan suster itu? jantung ibu cantiknya melemah?!.


Rexion memang masih balita dan dia tidak tau apa itu jantung?! tapi melihat dari reaksi Gion ayahnya! sudah pasti ini bukan hal baik!.


Naomi memeluk putra kecilnya nanar.


"Mommy kalian kuat...tidak apa-apa ada papa gion disana dan daddy Rayga..memang apa yang bisa terjadi?" Naomi menjelaskan dengan senyum teduh pada putra Victoria itu, sementara Victoria sendiri sudah menangis dipelukan Raino yang menatap kosong.


.........


Gion mengusap wajah tegangnya dengan lelah.


Setelah 5 kali kejut jantung, asline akhirnya menarik nafas dan membuka mata.


"Tenang Big bro...itu hanya kolaps sesaat! sekarang semua akan baik-bajk saja !" Gion menepuk bahu rayga yang terasa kaku.


Rayga,mengambil langkah kembali mendekat memberikan segelas air pada istrinya yang terlihat pucat.


Lemah tak berdaya!.


" Dear... bagaimana jika sesar saja?"


Hening...


Tim dokter terdiam,Gion terbelalak .


Asline menatap suaminya sayu dengan wajah tak terima.

__ADS_1


"Tidak....aku tidak mau sesar...aku akan berusaha untuk melahirkan bayi terakhir kita normal...tolong dukung saja aku hubby ...aku kesakitan namun aku tidak bisa lemah untuk bayiku..." Rayga menatap getir begitu telinganya menangkap ucapan lirih istirnya.


"Aku tau semua keluarga kita menunggu dengan semua harapan dan dukungan mereka...dan ini sangat menyakitkan aku tak pernah bisa membayangkan semua derita para ibu di dunia untuk melahirkan anak-anaknya....Engghhhh...!!!!!"


Air mata Rayga mengalir deras melihat perjuangan dan tekad istirnya.


Tim dokter terus bekerja ditengah keringat dan kejaran waktu.


"How sorrowful and difficult it..must have been for you mom" Asline membatin getir mengingat ibunya.Amrita.


"Bagus Mrs Alzeus!! saya melihat kepala bayinya...semangat bayi kecil kalian akan segera menyapa dunia..Mrs Alzeus anda melakukan dengar baik! Sekali lagi..tarik nafas dan ejan lebih kuat!!"


Aslien menjerit dengan sisa-sisa tenaga dan harapannya.


"Here!! the baby coming out.... fighting Mrs Alzeus satu lagi usaha terakhir!!!"


"Engghhhh......!!! come on baby help your mommy!!" Asline menjerit dengan kuat.


Oeekkkk......


"YES......!!!"


Gion memeluk Rayga dan tim dokter memekik kala bayi terakhir akhirnya terlahir.


"Great..congratulation kalian mendapat seorang putri!" Amanda berucap sembari tersenyum haru.


Gion mengeryit dalam.


"Dokter Amanda..mengapa suara tangisnya sangat lirih? dan..kenapa ukurannya sangat kecil?!" Gion yang keluar dari kebahagiaan segera menyadari keanehan.


Bayi ini tidak menangis sekuat dua kakaknya!.


Hanya sekali dan bayi itu tak bersuara lagi.


Amanda tersenyum maklum.


"Dokter Gion sepertinya tak perlu saja jelaskan..." Amanda tersenyum tak berdaya.


"Jadi...peri kecil kamilah yang ...."


.........


Rayga mengusap kepala istirnya dengan senyum lembut.


Ketiga bayi mereka telah ditempatkan di box bayi dengan suhu dan pencahayaan yang tepat.


Dan diruang ini hanya tersisa dirinya dan sang istri sementara seluruh keluarganya dengan semangat melihat bayi mereka di ruang inkubator!.


"Terima kasih telah berjuang dear....dua pangeran dan satu putri kecil yang manis....aku tak tau bagaimana aku bisa membalasnya ..." Rayga berucap dengan senyum tulus.


Asline tersenyum lemah.


Wanita cantik yang kini berstatus sebagai ibu muda itu meraih tangan suaminya lembut.


"Karunia Tuhan bukan hanya untukmu hubby..aku berjuang untuk kita semua... anak-anak kita pelengkap hidup kita sebagai orang tua....terima kasih telah menemaniku melewati dua hari menyakitkan dan penuh perjuangan ini..." Asline berucap dengan senyum manis menutup mata menerima kecupan lembut dikeningnya.


.........


"Sudah lahir? bagus sekali suster...kau akan menerima bayaran besar.... pantau dan jangan sampai menimbulkan kecurigaan!"


Tut...


Pria baya itu menyeringai sinis.


Didepannya duduk sepasang suami istri,seorang wanita muda dan seorang pria baya lainya.


"Mereka sudah merenggut keluarga kita...bagus juga...siapa yang menyangka musuh dari musuh adalah teman? Tunggu waktu dan kita akan bergerak!"


.........


"Hihihi...adiknya kecil ya mama?" Gyolix yang digendong sang ayah menatap kedalam tabung inkubator dan melihat sosok bayi kecil yang terbungkus kain sutra hangat berwarna merah jambu.


"Lihat...lihat...tanganya bergerak!!" Seru Rexion heboh yang menatap dari balik kaca tabung.


Arkansas memdengus!.


Kera-kera nakal ini memenuhi area inkubator cucu perempuannya!.


Kapan dia bisa melihat cucu manisnya jika kera-kera dan induk kera ini tidak menyingkir?!.


Arkansas memaki batin emosi.


Sedang para ibu sibuk mengelilingi box bayi laki-laki saat bayi perempuan sudah dikuasai suami juga para putra mereka.


Bahkan Para ayah mertua sudah pundung tak diberi jalan mendekat!.


"Ihhh..tampan-nya..!" Jihan memekik tertahan akan paras luar biasa putra sulung pasangan Railine.


"Hahaha..lihat yang ini wajahnya dominan rayga hanya mengambil warna rambut line!" Victoria tertawa menatap putra kedua asline gemas.


"Anteng ya mereka..." Archana terlihat hanyut akan pesona dua jagoan kembar itu.


"Haha..makanya dek..nikah sana cepat biar bisa punya satu yang seperti ini.." Gelak Aira yang disambut wajah merona archana dan kekehan jahil para iparnya .


"Masih bayi saja sudah tampan luar biasa..kalau dewasa bisa jadi incaran wanita ini...!" Acella tertawa gemas melihat rupa kedua putra barunya.


"Tapi..lihat garis mata pangeran pertama Railine..kenapa tajam sekali? lihat saja jika dewasa...baby ini entah akan menjadi seperti apa? Pangeran es...mungkin?! hahaha.." Acella berceletuk ria.


Para wanita muda itu segera menatap kearah kedua bayi kembar laki-laki yang memiliki aura berbeda itu.


"Sudahlah... lihat bapaknya sepeti apa?! mami takut baby tak jauh dari kata es balok berjalan! untung-untungan kalau ada sisi sifat asline meski secuil..." Daisy berucap sembari tersenyum pasrah.


Para ibu juga menantu Wiguna menatap kedua bayi tampan itu penuh arti.


Hingga...


"Tapi...Zeus..anak itu sudah punya nama belum ya untuk triplet?!"


Hening...


Semua tenggelam dalam renungan kala suara penuh tanya Tristan jatuh.

__ADS_1


.....TBC.....


__ADS_2