
...Vote,like dan coment ya 🌹...
...🍁...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🍁...
Keheningan yang terasa begitu berat,membawa penyesalan juga fikiran yang terombang-ambing.
Arshenio duduk dengan Sera yang berada disampingnya,bungkam tak tau harus berbicara apa.
Diluar,gadis itu boleh tak kenal takut.
Namun dihadapan keluarga juga pria ini,pria yang ternyata adalah atasan kakak keduanya.
Sera merasa kerdil,segala keberanian yang dipupuk setelah tiga tahun lamanya berteman dengan langit dan geng motor mereka sirna,Sera merasa sosok arshenio mampu membuat orang lain menunduk segan meski usianya begitu muda.
Wiguna?...
Sera sering mendengar nama dari clan itu.
Clan yang seluruh penduduk kota London tau,clan itu menduduki posisi sebagai Grand Duke.
Posisi bangsawan kedua setelah pihak royal Inggris.
Meski pendiri clan itu sendiri tak memiliki darah bangsawan murni,namun segala suksesi mereka di pasar ekonomi global terlebih Eropa,sudah cukup membuat pihak royal memberi gelar bangsawan pada mereka.
Sera ingat sebuah rumor,istri dari putri sulung tuan besar clan itu, Arkansas.Pria itu memiliki istri yang memiliki darah bangsawan Inggris sebelumnya.Keluarga Benedict!.
Jadi ini....?
Arshenio secara tak langsung tergolong bukan?.
Pantas saja dia memiliki aura agung yang begitu kuat!.
Arshenio meremat jemari tangan Sera yang terasa dingin,Ricky duduk depan pasangan itu dengan sorot mata yang begitu rumit.
Mereka hanya dihalangi sebuah meja.
Rimba duduk bersama Ares yang nampak terus menatap adik perempuan mereka dengan sorot mata menyendu.
"Alger....kulihat kau selama ini terus tinggal di barak? kau punya rumah tapi tak tau jalan pulang? perlukah kuturunkan jabatanmu? Kau tau bagaimana aku sangat menjunjung tinggi keluarga? Sera kesepian.. haruskah kubuat kalian menjadi pengangguran a-"
Arshenio menghentikan ucapan tajamnya, begitu sebuah telapak tangan yang lebih kecil dari telapak tangan yang sedikit kasar miliknya diremat kuat.
Sera menggeleng dengan senyum samar.
Arshenio berdecak kesal dan menelan kembali ucapanya.
Alger menatap Sera penuh haru,apakah kali ini datang juga moment dimana dia harus berterima kasih pada adik perempuan yang tanpa sadar selalu ia abaikan?.
Sera menatap ketiga kakaknya.
Para kakaknya, anak-anak laki-laki yang dulu selalu menemaninya bermain kala kedua orang tua mereka tenggelam dalam kesibukan.
Kini anak-anak itu telah dewasa,meniti karier masing-masing dan Sera sadar.
Bukan hak dirinya menghentikan segala laju masa depan ketiganya.
Meski tau,pada akhirnya dirinya yang tertinggal dalam sepi.
Sera menyayangi para pria itu,mereka tak pernah main tangan apa lagi mengeluarkan kata-kata kasar seperti ibunya padanya,mereka hanya acuh.
"Sera...kakak tau mungkin sudah terlambat,tapi selama ini kamu tak pernah bicara saat sesuatu hal buruk menyangkut padamu..jadi..maafkan kami karena kami juga tak bisa selalu ada,melihatmu selalu bahagia bersama teman-teman mu membuat kakak berfikir kami baik-baik saja.Jujur,jika jendral Arshen tidak bicara.Kakak tidak akan percaya.." Alger berucap sembari tersenyum nanar.
Sera menarik sudut bibirnya getir.
Yah,beginilah semua berawal.
Kesalahpahaman yang terpupuk subur sejak Aubrie menebar benih kebencian itu..
__ADS_1
Hingga....
"Jendral muda...saya merasa tersanjung atas kedatangan anda ke vila sederhana kami..." Carol menata setiap kata dengan hati-hati,namun genggaman erat dari telapak tangan Aubrie yang duduk disisinya membuatnya sadar kembali.
Seorang jendral? lalu kenapa? Sera adalah putrinya dan tugasnya mendidik gadis itu!.
"Saya adalah seorang ibu! dan sudah tugas saya menuntun jalan kembali bagi anak-anak saya yang mulai tersesat jalan.Dan Sera sudah tersesat.. tugas saya u-"
"Tersesat? Anda benar-benar berfikir bahwa gelar seorang ibu pantas disandangkan untuk wanita seperti anda?" Arshen menyentak dengan kekehan dingin.
"Mulai hari ini...Sera adalah calon istri saya! kami akan menikah dan Sera akan ikut dengan saya! " Ucap arshenio tegas.
Bak tersambar petir!.
Carol terdiam mematung dengan mata terbelalak,Aubrie menahan nafasnya dengan wajah pucat pasi.
"Sera..aku tau kamu masih sekolah,aku bisa menunggu dan pernikahan ini bukan leluconku,aku serius dengan ucapanku.Kamu bisa keluar dari vila ini kapan saja aku akan memberimu vila yang lebih besar dari ini! dimana hatimu ingin kamu bisa membeli kapan saja!" Sera menatap wajah lembut arshenio dengan pupil bergetar kosong.
Dirinya sedang dilamar? begitu saja?!.
Ricky merasakan bahagia sekaligus rasa sakit yang begitu menghantam.
Putrinya pergi? meninggalkan vila yang sudah ia bangun demi keluarganya? begitu saja?!.
Disaat Ricky dan ketiga putranya tenggelam dalam suka cita pada akhirnya.
Carol dan Aubrie saling melirik dengan wajah terdistorsi,panik menyerang.
Wajah polos Aubrie memerah dengan kilatan kebencian yang tersembunyi apik dibalik rambutnya yang tergerai menutupi wajah saat ia menunduk.
" Apa yang sebenarnya telah terjadi?! seharusnya tidak begini! harusnya gadis itu dipukuli sampai mati oleh wanita tua bodoh ini! tapi apa?! tawaran pernikahan? Dengan seorang jendral?! harusnya aku yang mendapat kemuliaan ini! mengapa jendral muda itu justru tertarik pada gadis kasar dan liar seperti Sera?!!!!" Aubrie membatin dengan raungan frustasi.
"Tuan jendral...saudaraku Sera baru berusia 16 tahun dia bahkan belum lulus high school,fikrikanlah lagi agar tidak ada penyesalan..." Aubrie berucap dengan senyum paling manis dan suara lemah lembut bak kuncup bunga yang mengandung banyak sari madu.
Carol menatap putri angkatnya bangga.
Dalam fikiran wanita itu,ia merasa Aubrie berkata seperti itu karena melihat masih panjangnya jalan masa depan Sera,dan status tuan muda ini.
Betapa pengertian,begitupun Mikhael.Pria itu semakin bangga pada kekasihnya itu .
Arshenio menatap gadis bak lotus putih itu dengan alis terangkat tidak senang.
Dan...
Wushhhh..
Srakhhh.....
AKHHHHHHHH....
Carol menjerit,Aubrie bahkan lebih histeris sementara Mikhael duduk dengan gemetar berusaha menyentuh pipi Aubrie.
Alger terbelalak menatap belati khusus yang tertancap di sandaran sofa tepat dimana Aubrie duduk.
Itu....
Buster werensky! Belati khusus buatan USA!.
"Bukankah sudah sejak awal ku beri peringatan?! jangan berbicara jika itu bukan kapasitasmu! terima hadiahku!"Arshenio berucap dengan wajah acuh tak acuh.
Carol menjerit memanggil nama Aubrie,gadis dengan wajah dipenuhi darah yang merembes keluar sepanjang wajah bagian kirinya,Aubrie sudah jatuh kehilangan kesadarannya.
Sera menatap wajah tampan nan tenang Arshenio dengan senyum geli diwajahnya.
Sejak awal,baru kali ini ia rasanya begitu bahagia atas kelakuan ajaib pria aneh ini!.
"Kenapa tersenyum? senang? kalau senang tertawalah jangan tahan!" Arshenio dengan geli menarik kedua pipi halus gadis remaja itu .
Ricky menggeleng entah harus tertawa atau menangisi sikap pria yang menyukai putrinya itu.
"Apakah aku menyuruh kalian membantu wanita itu? duduk ketempat kalian para pria Sebasta!" Arshenio bertitah kejam,Carol menggeleng dengan wajah pias.
"Tunggu apa lagi nyonya Carol...bawa putri kesayanganmu kerumah sakit atau dia akan mati kehabisan darah!" Arshenio mengusir dengan kejam tak berperasaan.
"Apakah seperti ini seorang jendral? menyalahgunakan wewenangnya untuk warga sipil?! Sera kau....gadis terkutuk! lebih baik jika aubrie-lah yang menjadi putri kandungku!" Kata-kata kejam Carol langsung menusuk telak relung hati Sera.
Arshenio mencibir.
"Sera kelinciku...apakah kamu sakit hati? terluka? katakan saja padaku, siapapun dia yang menyakitimu,bukan hanya aku.Seluruh keluargaku nanti akan mendukungmu! meski kau membunuh,kami yang akan membersihkan segala nodanya nanti..." Carol gemetar oleh kemarahan saat kata-kata jenaka penuh ejekan dari Arshenio jatuh.
Wanita itu menunjuk keduanya dengan tubuh mengigil oleh kemarahan.
"TERKUTUKLAH KAU SERA..KAU TIDAK AKAN BAHAGIA SEPERTI RASA SAKIT AUBRIE OLEH PRIA INI!!"
Carol meruang dengan nafas memburu, ekspresi wajah arshenio dingin acuh tak acuh seakan tak ada satupun kata dari Carol yang memiliki dampak untuknya.
"Kutukanmu tidak berlaku..saat tuhan bahkan mengutuk seorang ibu seperti dirimu! dan..bahagianya Sera akan datang dari tanganku...dari keluargaku...dan dari dunia yang akan dibentuk untuknya! Kau.....enyah..." Niat membunuh yang begitu besar menguar setelah kata-kata itu terucap, arshenio mengelus body Dessert Eagle yang tersimpan apik di kantung penyimpanan senjata dibalik jaketnya.
Aubrie diangkat oleh Mikhael dengan tangan gemetar,Carol mengikuti dari belakang setelah sebelumnya menatap tajam wajah tanpa ekspresi sera.
Ricky menutup mata,tak mampu berkata-kata.
Istrinya,hatinya telah lama dikuasai oleh kasih sayang untuk Aubrie.
__ADS_1
Memang benar,jika dulu Aubrie.
Bukan,tepatnya ibu kandung Aubrie tidak menolong Carol saat menjalani sebuah ajang reality show di sebuah desa dengan banyak gunung dan tebing curam.
Kini mungkin Carol sudah tak ada.
Tapi apapun alasannya,tidaklah wajar bagi seorang ibu untuk menutup sebelah mata pada tumbuh kembang anaknya!.
Dan Carol sudah melewati batas itu.
"2 tahun lagi.....setelah lulus aku akan langsung melamar Sera untuk menikah dengan ku dan saat itu tiba,aku tidak akan menerima penolakan dalam bentuk apapun!" Arshen berujar dengan senyum jenaka yang tak sesuai dengan intonasi suaranya.
Ricky dan ketiga putranya,serta Sera.
Apakah ini permintaan atau pemaksaan?!
"Tapi..."
.........
Wiguna mansion....
Seminggu sudah sejak perginya tuan dan nyonya besar Wiguna dalam liburnya.
"Sumpah mom...kay lihat sendiri arshen senyum-senyum sendiri mana bantal guling pake segala dipeluk! mending cuma peluk,ini Kay lihat itu bantal bahkan dicium-cium manja lagi!!"Seru Kayra memulai sesi Anggi terkekeh melihat ekspresi menantunya itu.
"Trulala....yang benar kamu Kay?! Masa ? impossible!!" Daisy yang duduk disampingnya sembari mengupas kulit kuaci berujar horor.
"Benar kata mami Kay ,mama Daisy ! bahkan tau tidak yang lebih horor?!" Asline yang duduk dengan sepiring buah pear potong ikut menyahut heboh.
Bergaul begitu lama dengan para ibu mertuanya sukses membuat jiwa kalem asline sedikit berganti dengan jiwa-jiwa ibu-ibu penggosip!.
Bersyukur Rayga adalah suami yang sabar hingga tak masalah saat istrinya mengikuti para ibu itu mengibah,entah tentang siapa saja,dan yang menjadi korban gibah itu hanya bisa mengelus dada sabar.
Daisy,Jessy,Samantha juga amber menggeleng penuh antusias.
Anggi sebagai penatua disana hanya mampu menggeleng kepala geli.
"MASA DI GULING ITU ADA GAMBAR SEORANG GADIS!!!"
"KYAAAAAA.....SWEET BUT PSIKO!!" Seru Samantha dengan senyum bak Tante girang.
Asline bergidik,mundur sejengkal takut akan ekspresi wajah Samantha itu.
"YAH...SEMUA SUDAH PUNYA,PUTRAKU GION KAPAN?!!!" Daisy meraung frustasi.
Kayra terbahak sembari menekan perutnya yang terasa kebas.
Hingga..
"Pstt..dia datang...dia datang!!!" Amber memberi kode saat arshenio masuk dengan wajah sumringah.
"Cie..cie....yang sudah laku....pajak jadian ya Shen...mami mintanya tidak mahal-mahal...Sniper dessert Eagle yang tipe baru saja ya!!!" Kayra berucap binar.
Memang ajaib ibu satu ini,wanita lain akan minta baju,perhiasan atau tas dan sepatu mahal.
Tapi kayra berbeda,wanita ini lebih suka mengoleksi senjata api!.
Ajaib bukan?.
Wajah arshenio bersemu merah,namun ekspresi wajahnya tetap tenang.
Inilah ekspresi terlatih seorang jendral.
Bagaimana europoria hatinya,wajahnya tetap akan terlihat biasa saja.
"Mama...mama Shen! mama mau kamu belikan selusin sutra murni saja buat persiapan busana fashion show bulan depan!" Samantha ikut menyeru tak ingin tertinggal.
"Woah..apalagi mami Shen! permintaan mami biasa saja...kamu cukup pesankan bibit pohon sakura langsung dari Jepang buat rumah kaca mami ya..." Daisy berkedip penuh harap.
"Mama juga! nah berhubung klinik hewan mami lagi kehabisan obat vaksin...kamu belikan mama ya vaksin buatan Amerika! obat mereka paten!" Jessy menatap wajah pias arshenio tak ambil pusing.
Arshenio terhuyung syok,wajah tenang pria ini hancur seketika.
Ini perampokan di siang bolong!.
Asline terkekeh berdiri dan menepuk punggung adik iparnya dengan senyum jenaka.
"Para ibu mertuaku tersayang ..sudah kasihan arshen dia saja baru pulang biarkan dia istirahat dulu..." Asline berucap sembari merapikan jaket armi sang adik iparnya.
Senyum bahagia terbit dari wajah tampan putra Arkansas itu.
Bak melihat dewa penyelamat.
"Sungguh kakak ipar..kaulah yang paling pengertian...betapa beruntungnya aku memiliki kakak i-"
"Nah kalau kakak cukup kamu belikan saja sepasang bayi panda langsung dari China ya Shen....." Dengan senyum tanpa dosa,asline berlalu duduk kembali bersama pada ibunya yang sudah tertawa renyah.
"KAU SAMA SAJA KAKAK IPAR!!! KAK RAYGA ISTRIMU MONSTER......!"
Raungan frustasi arshenio disambut gelak tawa penuh kemenangan para wanita itu.
Nasib malang .....
__ADS_1
.....TBC.....
See you next time 😘