Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
So..this is our family


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote,like dan komen...


...🥀 Happy reading and keep spirit 🥀...



Rion,pria dewasa berwajah tampan dengan garis jenaka itu menatap heran kelakuan istrinya.


"Hihihi.... sebentar lagi boneka imutku akan dibawa pulang.....ahhh!! indah sekali,mansion ini akhirnya akan kembali berwarna...nanana...hmhmhm...." Kayra berucap sembari bersenandung riang tak perduli raut wajah kebingungan suami,putra juga kedua menantunya.


"Mi..mami sehatkan? apa mami salah minum obat? mendadak gila kan ti-"


Plak...!!


"ASTAGA KENAPA MAMI MEMUKUL BIBIR NO? YA TUHAN PUNYA IBU TEGA SEKALI..." Raino memekik kaget sendiri.


Kayra mendelik sinis,wanita baya berwajah cantik meski tak lagi muda itu mendengus,dan kembali raut bahagia itu ia tampilkan tak perduli wajah horor suami juga putra dan menantunya.


Lihat,betapa cepat nyonya besar Wiguna ini berganti wajah?! sekejap berwajah bak hendak menelan orang,sekejap lagi tersenyum-senyum sendiri!.


"Psttt...papi...papi tidak meminumkan racun Diego pada mami kan?.." Raino berbisik sangsi.


Rion menggeplak kepala putra keduanya sinis.


"Mulutmu sembarang kalau bicara! mana ada papi berani...." Balas Rion tak kala berbisik, mereka.Keluarga kecil itu sudah duduk lengkap di ruang makan untuk melaksanakan makan malam,hanya tinggal menunggu Rayga dan asline turun.


Tentu saja,mansion utama ini untuk sementara tak memiliki kehadiran Arkansas sebagai kepala keluarga maupun para putra generasi ke empat karena mereka tengah menjalani masa pelatihan dasar.


"Papi....Rai! buat apa bisik-bisik?! jangan jadi generasi lambe turah bisa?" Victoria berujap jengah akan kelakuan ajaib ayah mertua serta suaminya itu.


Raider menggeleng miris,pria itu sementara menunggu makan malam rampung terhidang,tablet ditanganya terus ia gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan kantor yang tertunda.


Sementara,raels sendiri sibuk membantu para koki menghidangkan masakan malam ini.


Rion mengelus dada sabar,menantu keduanya ini benar-benar duplikat istirnya dalam membuat kata-kata kejam!.


Masa dirinya yang tampan paripurna ini disama ratakan dengan para penyebar gosip itu?.


"Ria..kalau bicara suka bikin papi depresi ya..." Ucap Rion jengkel,wajah dengan senyum paksa itu benar-benar membuat Victoria miris.


Betapa kuatnya mental ibu mertuanya akan suami juga putra pemeran drama ini!.


"Ya papi sendiri yang buat diri sendiri depresi buat apa salahkan ria coba? Pi...cukup Raino saja yang kurang sehat disini...papi janganlah.." Ucap Victoria santai menistakan sang suami.


Raino,pria itu sudah menyentuh bagian dimana jantungnya berada dengan mimik wajah teraniaya.


Jika saja para kera kecil itu ada,sudah dipastikan beberapa butir telur akan terbang kearah wajah tampan itu!.


Yah,beruntung anak-anak ajaib itu tidak ada!.


"Ria...teganya dikau wahai adindaku sayang..." Dramatis Raino hingga sesendok penuh cake berlumur keju parut mendarat di mulutnya.


Dan yah.


Victoria seketika tertawa terbahak-bahak dengan asline yang entah sejak kapan tiba dan memberi segelas air pada saudara ipar nya itu.


Dan sang pelaku?.


Kayra,kembali duduk dengan senyum lebar diwajahnya seakan tak memiliki dosa setelah hampir membuat putranya mati tersedak!.

__ADS_1


"Hah...lega...oh terima kasih line kau memang malaikat yang baik hati...tidak seperti itu..." Raino berujap sinis sembari melirik ibu juga istirnya yang sudah sibuk membalik piring bersiap makan malam.


Asline menggeleng geli,kemudian duduk diikuti Rayga yang terlihat tak berucap apa-apa.


Kayra menatap putra sulung keluarganya intens,senyumnya semakin lebar.


Rayga mendengus malas atas kelakuan salah satu ibunya ini.


Yah,Rayga tau Kayra tak sengaja mendengar ucapannya pada putri kecilnya melalui celah pintu yang memang tak tertutup rapat.


Dan inilah hasilnya,wajah menyebalkan sang ibu!.


"Mi...nanti bibirnya miring tau kalau senyum terus begitu...lebar lagi!" Ucap asline geli.


Kayra membalas dengan senyum malu,kemudian dengan wajah penuh binar meraih piring suaminya dan mulai mengambil makanan yang akan suaminya makan.


Rion tersenyum samar.


Inilah istrinya,meski kerap kali menjadikan dirinya juga putra kedua mereka sebagai bahan untuk dinistakan.Namun Kayra tak pernah lupa akan kewajiban sebagai istri juga seorang ibu!.


"Terima kasih mi..." ucap Rion sembari mengecup pipi Kayra singkat tak perduli tempat.


Yah,kursi keduanya memang bersisian.


Wajah Kayra memerah,dengan senyum bahagia wanita baya itu bahkan menggantikan posisi ketiga menantunya untuk menyiapkan makanan para putranya.


Namun saat hendak meraih piring Rayga,Kayra urung begitu melihat wajah tampan itu berubah mendung.


Yah,hanya asline yang bisa melayani Zeus!.


Bahkan ibunya sendiripun pria itu tolak!.


Sabar.....


"Lah...Son mau kemana? makananmu belum habis itu!" Rion berbicara heran.


Rayga mengendikan bahu.


"Ada urusan selamat malam..." Rayga berlalu pergi setelah mengecup kening istrinya.


Asline hanya bisa pasrah melihat bagaimana kalau suaminya itu sudah bertekad.


Sementara Kayra,wanita baya itu sudah sibuk dengan euphoria-nya sendiri.


...........


Texas.....


Arshenio,Mayjend muda itu memasuki rumah saudari kembarnya.


"BABY Z...PAPA DATANG....."


"Eh..mau buat apa kau?!" Brixton menahan tubuh arshenio yang hendak meraih tubuh mungil Zia.


Balita manis nan menggemaskan itu acuh pada keadaan dan tenggelam dalam tayangan kartun favoritnya.


"MALAM INI AKU AKAN BAWA ZIA TIDUR BERSAMAKU DAN SERA!"


"ENAK SAJA! MALAM INI ITU JADWALKU DAN CHA TIDUR BERSAMA BABY Z!"


"Aduh ipar Brixton...bukankah kalian sudah semalam? jangan curang lah.." Sera ikut membantu suaminya, arshenio menyeringai menatap remeh Brixton.

__ADS_1


"Mana bisa Sera...kalian lupa?! siapa yang tengah malam mengendap dan membawa kabur baby keluar dari kamar kami? suamimu!" Dengus Brixton menunjuk arshenio jengkel.


Arshenio sibuk menggeleng tak terima.


"SEM-"


"CTOP!! PAPA CAMA YAH LIBUT TELUS! KALTUN Z JADI HABISKAN?! POTOKNA....MALAM NI Z MAU BOBO CENDILI! NO PAPA..NO JUGA AYAH!"


Brixton dan arshenio dibuat bungkam seketika.


Wajah balita manis itu memerah dan terlihat dibuat segarang mungkin.


Yang sayangnya,bukanya seram justru membuat kedua pasangan orang tuanya ingin tertawa.


Arshenio menahan Sera yang hendak menerjang dengan ciuman mautnya.


Archana sibuk mengusap mimisan yang keluar dari hidung suaminya!.


Yah,serangan cinta memang luar biasa!.


"Tap-"


"No..z mau bobo cendili,titik ndak pakai koma!" Jari telunjuk mungil itu bergoyang ke kanan dan ke kiri.


Pasrah.


"Baiklah sayang bunda...sekarang minum susu dulu habis itu sikat gigi dan cuci kakinya ,bunda akan antar z masuk kamar right princess?" Archana berucap gemas.


"Yes unda!" Zia terkikik,membayangkan kedatangan seseorang malam ini.


Rahasia,yang berusaha dirinya simpan agar tidak ada yang tau.


Begitu archana membawa Zia, Brixton menatap sinis saudara iparnya.


"Kenapa masih disini?! pergi sana tempatku tidak menerima tamu!" Brixton mengusir kejam.


Arshenio mendengus,dan justru melenggang naik tak perduli wajah Brixton yang masam.


Arshenio menyerigai begitu menaiki tangga,lihat saja dia akan menyelinap lagi untuk bisa tidur nyenyak bersama putri kecilnya ini.


Dirinya memang bukan ayah kandung Zia kecilnya,lalu apa?.


..........


Texas....


00.00


Helikopter berwarna hitam itu mendarat sempurna disebuah landasan tak jauh dari vila keluarga sang adik.


Begitu baling helikopternya berhenti.


Sosok bermantel hitam turun diikuti sosok dengan wajah suntuk dibelakangnya.


Dan sebuah mobil Pajero hitam sudah menunggu disana.


"Tuan muda Alzeus....tuan muda ryuga?" Suara seorang pria muda menyapa.


Rayga menyerigai samar.


Dan ryuga,pria itu hanya membalas dengan menguap menahan kantuk.

__ADS_1


"Selamat datang tuan muda...tuan Nixon dan nyonya Cristal sudah menunggu anda!"


.....TBC.....


__ADS_2