Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
kupu-kupu besi


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya ❣️...



...🔱.....🔱...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🔱.....🔱...


Alarik berdiri dengan wajah tegang begitu melihat sosok pemimpin organisasi mereka keluar dari ruang eksekusi.


Rayga menatap dingin wajah pangeran muda IT itu.


"Kau...bicara!" Titah Rayganta melihat keterdiaman Alarik.


Alarik tersentak,bengkit dari sofa dan berjalan cepat menuju Rayganta dengan laptop yang menyala.


"Aku... sebaiknya kau lihat apa yang kutemukan!!" Alarik sudah berdiri bersisian dengan Rayganta yang nampak mulai menatap layar laptopnya dengan manik yang seketika menggelap.


"Aku tidak tau...sistemku belum bisa masuk lebih jauh..tapi...hotel Gradian itu aneh begitu raider telah selesai dan keluar dari sana.Kurasa.....hotel itu telah dibajak,dan tidak ada tanda-tanda kegiatan apapun disan-" Alarik melongo melihat Rayga yang tiba-tiba berbalik dan berlari cepat meraih kunci mobil juga rompi anti peluru .


"HEI.....BOS...TUNGGU DULU,JANGAN TERGESA,BOS......ASTAGA!!" Alarik meraung frustasi,Rayga berlari dengan wajah memerah serta gigi yang bergemelatuk keras.


Alarik berlari dibelakangnya,mendial cepat nomor Raino juga Ryuga,tak lupa Diego untuk berjaga-jaga.


"Apa lagi?!! aku sedang sibuk menuju pelabuhan!!"


"Kenapa Rik? aku ada rapat gladi bersih pameran automotif 15 menit lagi!"


" Aku akan melakukan otopsi,kau jangan main-main!"


Alarik mendengus mendengar suara balasan tiga orang yang ia hubungi,kakinya berlari cepat menyusul posisi Zeus yang kini telah bersiap keluar dari lobby.


"Satu perintah.No siapkan spy untuk mengawasi gedung hotel Gradian,cepat!!"


" Ryu...minta delta untuk membersihkan lokasi jika terjadi hal-hal diluar prediksi!"


"Diego,kau mungkin harus menyediakan kantung mayat lagi!"


Tuttttt...


Alarik memutus cepat kala mobil sport berwarna silver metalik itu telah keluar dari area parkir perusahaan.


"Damn it!!" Maki Alarik frustasi.


Disisi Rayganta......



Mobil berkecepatan tinggi itu segera membelah padatnya jalanan kota,Wajah pria itu terlihat dipenuhi kegelapan.


"Tunggu...tunggu aku my queen,jangan...jangan lemah,tunjukkan kau kuat dear!!" Rayga bergumam dengan manik menggelap,aura penindasan memenuhi seluruh mobil, menjilat bibirnya yang terasa kering,Rayga terkekeh bengis.


"Jangan kecewakan aku dear... seorang ratu harus memiliki hati sekuat baja demi mendampingi raja-nya!"


Jalanan seketika lenggang dengan seluruh rambu lalu lintas sepanjang jalan menuju Gradian hotel telah kacau balau.


.........🔱..........


Asline berdiri dengan nafas memburu,sudut bibirnya mengeluarkan darah akibat terkena ujung senjata pria itu.


"Sekarang katakan padaku? kau tidak berharap untuk tidak bertemu lagi denganku bukan? sungguh...aku sangat merindukan air matamu,jeritan manis dari mulut mungilmu dan darah segar dari tubuh sek*imu,Asline sayang...mendes*h dan sebut saja namaku,maka akan kupertimbangkan atas nyawamu,jangan keras kepala.Kemari dan jadilah wanitaku!" Pria itu semakin menjadi,ia melepas gesper yang melilit pinggangnya dan mengayunkan benda itu kearah tubuh indah Asline yang reflek melompat menjauh.


"Bermimpi lah!! mendes*h? pertama-tama akan kucabik-cabik tubuhmu!! dasar pembunuh!!" Asline meraung dan menerjang dengan belati tajam yang berayun penuh niat membunuh.


Pria itu bergeser cepat mengindari belati tajam yang bertujuan merobek perutnya.


Asline tak mau menbuang waktu,gadis itu berlari meraih tangan yang memegang senjata pria itu dan berputar memelintar tangan itu.


Hahahaha....


Asline mengeryit melihat tiada respon kesakitan dari pria itu atas serangan kuat dirinya.


Tertawa?.


Hingga....


Duakhhhhh...


Uhukkkk....


Asline menatap sengit wajah puas pria yang baru saja menghantam perut rampingnya dengan ujung sejahat api laras panjang yang entah sejak kapan berada disana,ditangan pria itu.


Kemana Texas Ranger miliknya? Asline terkekeh sumbang.


Asline meringsut,meringis pelan kala seluruh organ dalam yang berposisi diperutnya terasa remuk!.


Entah? rasa sakit ini terlalu menyiksa terutama akibat dirinya yang tidak sempat sarapan dan makan siang dengan benar.


PRANKKKK...


Asline melempar sebuah asbak yang menghantam tepat rahang pria itu sebelum jatuh menghantam lantai.


Pria itu rupanya sedikit tidak siaga melihat Asline yang meringkuk kesakitan.


Setelah bermenit-menit dalam pertempuran sengit hingga menghancurkan seluruh ruang kerja Jaiden,wajah keduanya nampak sangat buruk.


Mata dan sudut bibir pria itu lebam,sedang Asline sendiri.Rambut acak-acakan,wajah telah dipenuhi peluh serta lebam-lebam biru di sekujur tubuhnya yang terkena pukulannya telak pria tak berhati manusiawi itu.

__ADS_1


Pria asing itu terkekeh,menyugar rambut hitamnya dengan lirikan mata penuh arti.


Menjilat noda darah yang keluar dari luka sobek di ujung bibirnya.


"Hebat...hebat sekali!! tidak kusangka dan begitu luar biasa.....gadis kecil yang dulu hanya bisa menangisi kematian kedua orang tuanya kini begitu kuat...cepat....dan tangguh! namun sayang......."


Deg....


Asline menegang dengan tubuh membeku kala merasakan nafas hangat tiba-tiba mendarat di leher jenjangnya dari belakang.


Cepat sekali.....


Sejak kapan pria itu telah berada di belakang tubuhnya?...


Asline meremang .


"Sayang sekali...butuh waktu seribu tahun agar kau bisa mengalahkan aku....little baby!!" Bisikan serak penuh gai*ah mendarat desertai jilatan pada daun telinganya.


Asline bergetar hebat!..


Dibalik tubuh Asline,pria itu menyerigai dan dengan kejam membalik tubuh Asline dan melempar gadis itu kearah meja kerja Jaiden.


Tubuh kecil Asline ditekan kuat oleh tubuh kekar pria asing itu.


Asline tak menyerah,ditengah rasa kemenangan pria itu.


Duakhhhhh


Pria itu jatuh menghantam meja sofa,tendangan kuat diberikan Asline tepat diperut pria itu,kaki berlapis boots hitam itu menyerang dengan sekuat tenaga.


Senjata ditangan pria itu terlepas,Keduanya saling melirik Texas Ranger yang berada tepat ditengah posisi keduanya.


"Aku harus menembak lebih dulu!!' Batin Aslien yang bangkit dari posisi terlentang diatas meja menuju pistol.


Pria itu terkekeh.


DORRRRR...


"ARKHHHH!!" Asline menjerit kala sebuah peluru menembus paha kirinya.


Pria itu menembak dan bengkit cepat menendang Texas Ranger jauh dari jangkauan Asline.


Wajah Aslien mengeras,wajah cantik itu dipenuhi rasa sakit tertahan.


Darah dari pahanya merembes turun sepanjang kaki jenjangnya.


dress dengan jins formal yang dikenakan Asline telah berantakan.


Grephhh....


"ARKHHH.. LEPASKAN... LEPASKAN AKU KAU BEDEBAH!!" Asline meraung, pria berhati iblis itu menyeret tubuhnya yang telah penuh luka kearah sofa.


Brakhhhh......


Tubuh Asline terhempas disofa yang lumayan besar itu.


Nafas gadis itu memburu,mengigit bibir bawahnya menahan rasa sakit yang membakar dari luka tembak dipahanya.


DEGGGGGGGGG....


Asline terdiam, perlawanan yang ia lakukan berhenti kala ujung senjata api milik pria itu mengarah tepat di lehernya,turun dan senjata itu terus turun hingga posisi dimana jantungnya berada.


Menyerigai dingin,pria itu membungkuk meniup wajah penuh amarah dari sosok cantik Asline.


Grephhh....


"Lepaskan...bastard!!" Desis Asline menatap tajam wajah tampan penuh kepalsuan itu.


"Kau lebih suka tersiksa dari pada mendes*h dibawahku" Lanjut pria itu sensu*l.


Srakhhhhhh...


"Bajingan...akan kubunuh kalian semua!!" Raungan dingin Asline kala pakaian atasnya dirobek kasar hingga kini hanya tersisa bra soft pink yang membalut aset pribadinya.


Air matanya menetes namun sorot mata angkuh dan dingin dari gadis itu semakin tersulut.


Pria itu tertegun,menatap wajah dengan noda darah disudut bibir ranum gadis itu, pakaiannya yang telah koyak dan tatapan dingin itu.


Sudut bibir pria itu berkedut.


Gadis ini....


Memiliki kecantikan licik dan mematikan jika dilepaskan begitu saja!.


Sesaat pria itu linglung.


"Kau dan mereka...kalian akan mati tanpa jasad!!" Tekan Asline melihat keterdiaman linglung pria itu.


Pria itu tersentak sesaat,memajukan wajahnya semakin dekat.


"Mati sekalipun..aku tak keberatan jika tubuhmu bisa kumasukki dan kuhancurkan hingga kaki indahmu ini tak akan bisa berjalan lagi!!" Balas pria itu sembari membelai wajah cantik yang sudah penuh lebam oleh perbuatannya.


Lebam itu bahkan tak mampu menutupi aura menggoda dari senyum dingin yang terlihat menguji seberapa kuat pengendalian diri seorang pria!.


Pria itu menyerigai melihat model bra yang dikenakan Asline.


Takhhhhhh...


Tubuh Asline sekaku layaknya sebuah kayu.


Pria itu melepas pengait depan bra yang dirinya kenakan!.


"LEPASKAN AKU!!! BASTARD.... ASHOLE....!!" Asline meraung ,tangannya tak bisa ia gunakan menghentikan aksi bejat pria yang kini terlihat semakin mendekatkan wajahnya di aset berharga Asline .


Menyerigai licik,pria itu menatap intens dada yang ujungnya berwarna pink merekah itu.


Menjilat bibirnya sens*al.


"Cantik....dan sangat imut! beritahu aku, bagaimana jika put*ng ini berada dalam mulutku? kuhisap dengan kulu*an keras yang kasar?!! kau akan kukirim setelah bermain panas denganku,yah...untuk beberapa menit kedepan" Pria itu menyentil ujung gunung kembar Asline ditengah air mata deras yang telah gadis itu tumpahkan.


"Kau hebat dalam melawanku selama beberapa menit yang lalu...tapi sayang...kau tetap hanya seorang gadis lemah dimataku,seorang pria yang bahkan sudah membunuh dari usia 10 tahun!"


Asline terus memberontak,pria itu mengeram menahan ga*rah kala gunung yang sudah terpampang dihadapanya itu ikut bergoyang keras akibat gerakan gadis cantik itu.


Rasa sakit pada luka tembaknya seakan hilang entah kemana,kini tubuhnya gemetar oleh kemarahan atas pelecehan fatal yang dirinya terima.


Asline menggunakan kakinya,menendang punggung pria itu hingga jatuh kedepan melewati tubuhnya.


Asline menormalkan deru nafasnya,air mata gadis itu jatuh deras.


Saat ini waktu seakan berhenti.

__ADS_1


Dirinya menyadari satu hal.


Ia tak cukup kuat melawan Dante dan orang-orang yang dikirim pria itu.


Dirinya tak cukup beruntung hari ini.


"Hahahaha...sungguh macan betina yang ganas!! kaki indah itu....sudah cukup aku kecolongan dan kini akan kupotong saja !!" Pria itu tertawa dan berlari cepat dengan sebuah pisau yang keluar dari salah satu sepatunya.


"PERGILAH KE NERAKA...PRIA BAJINGAN!!" Asline meraung sebelum semua berubah hening.


Tubuhnya dipeluk hangat oleh sosok tinggi nan tegak.


Memeluk tubuhnya hingga wajah Asline tenggelam sempurna dibalik dada bidang berlapis rompi itu.


Pria itu berdiri dengan Dessert Eagle yang terarah sempurna kearah pria asing itu,menatap sosok pria yang menyerigai penuh kepuasaan dengan belati yang telah ia simpan kembali.


Berdiri dengan sorot mata dingin dan rahang mengeras.


Rayganta Alzeus telah tiba!....


Pria itu, sosoknya bagai gabungan kekejaman Lucifer,kebrutalan Hades.


Zeus,pangeran mahkota penguasa lembah Kematian!...


Seluruh tubuh pria itu bergetar,aura tiran dengan sorot mata haus darah.


Wajah tampannya membeku dan itu,sangat mengerikan dengan penindasan yang mencekik.


Asline merasakan rasa mengigil yang hebat.


Pria ini adalah bom penghancur!.


"Zergan Erdozo Simond,kau berani memasuki wilayahku,mengusik milikku!! kau.....memanggil mautmu!"


Manik tajam keduanya bertubrukan.


"Monster bertemu monster yang sebenarnya....aku...aku akankah aku mati disini?" Asline membatin lirih kala merasakan cengkeram kuat pada pinggangnya.


Zergan!


Yah,pria asing yang sudah menjadi sebab tangisan pedih Asline adalah Zergan Erdoso Simon.Pewaris dari organisasi pembunuh bayaran paling kejam di Moskow,pria itu adalah pimimpin Hell of death!.


Kumpulan para pembunuh kejam yang rela mati demi misi.


Zergan terkekeh dingin menatap wajah rival abadinya.


"Khe..khe...khe...Rayganya Alzeus Theodore Wiguna! tidak disangka sosok yang selalu mengacaukan rencanaku adalah kau!! Anda benar-benar putra mahkota Wiguna sejati rupanya!! tidak disangka....anda dan gadis cantik ini? " Zergan terkekeh penuh senyum provokasi.


Melirik sosok indah yang mengigil membelakanginya.


"Kenapa kau perduli padanya? sejak kapan tiran Wiguna ini begitu perduli pada seorang gadis? baiklah...sekarang berikan gadis cantik yang sebentar lagi menjadi wanitaku...hei...kau lihat saya bahkan telah membuka pakaiannya,sekarang biarkan saya dan dia menyelesaikan permainan panas kami" Zergan berkicau dengan gembira,menatap wajah gelap Raygan dengan senyum sarkas.


"BAJINGAN... PRIA CABUL!! SAMPAI MATIPUN AKU TAK SUDI JADI WANITAMU... BERMIMPI BEDEBAH!!" Raung Asline menolehkan wajah menatap jijik wajah tampan Zergan yang telah terditorsi dengan pekat.


Sudut bibir Rayganta berkedut,kucing liar manis ini bahkan masih bisa memaki?.


Lucu sekali....


"Sttttt...tenang dear...jangan buang tenagamu untuk menghadapi sampah itu hm....kau kuat sayang...kau gadis kuat yang bisa bertahan hingga kini,jangan menangis tutup matamu dan biarkan kegelapan menyapa..." Suara maskulin mengalun lembut hingga hati tercabik asline perlahan kembali bersinar dengan damai.


"Ray...Rayga...."Lirih Asline sebelum jatuh luruh sepenuhnya dalam dekapan sang zeus.


Grephhhh....


Rayganta mengangkat tubuh ringkih Asline ala bridal,menatap kearah dada gadis itu yang telah terekspos dengan sorot mata gelap penuh amarah.


"ZERGAN!!!......" Rayganta meraung penuh amarah, giginya bergemelatuk dan iblish Zeus itu telah bangkit,merangkak dari dasar terdalam lembah kegelapan.


Deg.....


Tubuh Zergan membeku sejenak sebelum kembali rileks dengan tatapan kembali melayang menantang.


Cairan yang disuntikkan ditubuh Asline mulai bekerja,gadis itu tidur layaknya mati.


Meletakkan tubuh Asline hati-hati dengan jantung yang seakan tercabik.


melepas mantelnya dan menyelimuti gadis itu dengan perasaan hancur.


Dirinya terlambat!...


Terlambat menolong gadisnya dari pukulan mental ini!...


"Kau akan mati Zergan....kau harus membayarnya!!"


Dengan kecepatan melebihi jaguar, Rayganta menerjang tubuh Zergan dengan hantaman keras pada wajahnya.


BUGHHHHH....


Brakhhhh....


Zergan terhempas menghantam meja sofa hingga benda itu terbalik akibat kuatnya pukulan sang Zeus.


Zergan terbatuk hebat.


Sial....


Pria licik itu melirik jendela tepat dibelakangnya terjatuh,berdiri dan melompat cepat kepembatas.


Jendela ini menuju lorong gang kecil belakang hotel.


DORRRRR......


PRANKKKK.....


Nafas Rayganta memburu,Zergan meraung suara teriakan terdengar disertai pecahan kaca.


Zeus muda itu berdiri menatap sosok Zergan yang berlari setelah melompat dan mendarat di tong sampah hotel.


"Larilah.... akan kuburu kau Zergan...akan kubuat tak ada satupun tempat kau bisa bersembunyi!!" Monolog Rayganta dingin.


Pria itu berbalik menatap sosok ratunya dengan nanar.


Biarlah Zergan lolos, prioritas utama saat ini adalah menolong gadisnya yang terluka parah .


...🔱...


...TBC...


Semua butuh proses,biarlah Asline menjadi sedikit lemah hingga male lead kita bisa menjadi tempat Asline beristirahat.


Bayangkan saja saat gadis cantik bersandar pada pria tampan 😋

__ADS_1


Komen......


__ADS_2