Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
The reason


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya 🌹...



...♣️.....♣️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♣️.....♣️...


Senyum manis yang selalu bertengger manis dibibir ranum gadis itu luntur seketika,Asline.


Gadis cantik dengan rambut panjang bergelombang itu menatap kearah empat orang yang baru saja memasuki ruangan itu dengan wajah tanpa ekspresi.


Grizela tersenyum canggung,merangkul lengan Jonathan dengan wajah seakan tak ada masalah apapun yang terjadi.


"Selamat siang kakek dan ne-"


"Siapa kakekmu? panggil kami dengan formal!" Suara dingin Ferdinan mengunci telak ucapan yang hendak keluar dari bibir berlipstik merah grizela.


Gadis itu bergetar menahan emosi yang salah ditangkap makna oleh Chintya .


"Ayah...tolong jangan terlalu kasar pada grizela,walau bagaimanapun dia adalah gadis yang akan menjadi calon cucu menantu kalian.." Chintya berusaha menekan ketakutannya dan dengan lembut menegur kedua mertuanya itu.


Hingga.


"LANCANG!!! KAU BERANI MENGINTRUPSI UCAPANKU?! INGAT CHINTYA KAU HANYA MENANTU BUKAN ANAKKU!!" Chintya tersentak ,air matanya menetes kala suara bentakan Ferdinan sukses mempermalukan dirinya ditengah calon besan bahkan para pekerja di mansion.


"Kakek..jangan marah itu tidak baik untuk kesehatan kakek,sekarang duduk dulu dan minum teh crisan ini...tenang kakek...tenanglah" Asline meraih lengan pria tua itu,menepuk tangan keriput Ferdinan dengan wajah dingin menatap kearah keluarga Dante yang berdiri mematung.


Nafas grizela tersendat,dibawah tatapan menghunus wanita tua itu,seakan seluruh niat terselubung keluarganya telah dicecar dimuka umum.


Sangat menakutkan!.


"Jonathan,apakah kalian sudah menikah atau belum ? tidaklah pantas membuat para tetua melihat keintiman yang dilakukan oleh putri tuan Dante itu padamu,jangan merusak mata kami,kakek dan nenekmu! Apa yang perempuan itu fikirkan dengan memakai baju dan bertingkah seperti itu saat ada kami disini?! duduk!!" Kata-kata sarkasme penuh kebencian tak disembunyikan oleh Retha begitu membuka mulutnya.


Wanita tua itu terus menggenggam telapak tangan halus asline,memperlihatkan pada semua orang bahwa inilah gadis yang benar-benar masuk dimatanya sebagai gadis yang benar-benar pantas!.


Senyum Lucinda berubah mengerikan.


"Nyonya tua....ada yang harus saya luruskan.Sikap putri saya tidaklah masalah, mereka... semua juga tau bahwa keduanya adalah calon suami dan istri! jadi meski bagaimana anda melihat kelakuan mereka diluar sana,saya merasa itu masihlah batas wajar" Lucinda tersenyum manis,menatap wajah dingin Retha dan Ferdinan yang terlihat menggelap.


Lucinda mengangguk oleh kedipan mata Dante dan Chintya,dirinya menarik tangan grizela dan Jonathan yang terdiam kaku.


Grizela mendekat dengan Jonathan yang menghela nafas panjang.

__ADS_1


Manik Retha menggelap begitu melihat keduanya berdiri dihadapan dirinya dan suaminya.


Grizela yang melempar senyum manis,dan Jonathan yang tersenyum simpul,meski mencintai asline,pria itu telah kecewa oleh perbuatan asline yang mengarang cerita bahwa dirinya tertembak dan,dimana fakta yang Jonathan ketahui ialah,,gadis itu berbohong demi berlibur selama dua bulan dengan pria asing!.


Asline berubah,dan Jonathan sudah tak mampu lagi menggapai gadis itu.


Lebih baik menggenggam apa yang sudah ibunya tetapkan,gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


"Apa yang membutakan matamu Jonathan? apa yang kau lakukan hingga bisa kehilangan gadis sebaik asline sebagai calon istrimu?! apakah permintaan pasangan tua ini agar asline menjadi calon cucu menantu kami terlalu sulit?!!" Kemarahan digetar suara Retha terdengar memilukan.


"Apakah kami terlalu memanjakan dirimu,memanjakan kalian hingga kalian seenaknya saja merusak keputusan kami?!!" Retha bangkit,menatap wajah keluarganya dengan nanar,maniknya berkilat penuh air mata.


Kecewa,kekecewaan yang begitu luar biasa.


"Bryan....ibu memanjakan dan memberimu semua nilai kehidupan yang benar padamu dan anak-anak kalian sedari dulu.Sekarang katakan! bagaimana kalian bisa melakukan ini pada kami? orang tua sekaligus tetua dirumah ini!! Kenapa kalian memperlakukan cucuku asline sejahat ini?!!!!" Raung Retha dengan derai air mata.


Dirinya mengingat persahabatan antara suaminya dan tuan tua gradian yang begitu eratnya dulu.


Bahkan saat mereka adalah hanya anak-anak kecil yang hidup dalam kemiskinan.


Bekerja dan berbagi makanan meski semua makanan yang mereka dapatkan tak cukup membuat perut kecil mereka kenyang.


Retha menangis mengingat gradian,kakek Asline yang bahkan rela mencuri hanya untuk memberi obat pada Ferdinan muda yang saat itu demam tinggi,terbaring disebuah bangunan tua terbengkalai dengan Retha kecil menangis disamping Ferdinan kecil.


Mereka,tuan dan nyonya tua gradian.Hubungan rumit yang mereka bangun diatas jembatan kemiskinan.


Jalan hidup di tengah perang dunia yang terjadi di tanah Eropa.


"KATAKAN?!!APA SALAH CUCU KU?! BERANINYA KALIAN MENYAKITINYA!!" Retha menatap nyalang wajah-wajah tertunduk anak serta menantunya,wajah terdiam para cucunya dan tamu yang hanya diam mematung.


"Kalian hidup nyaman dan berkecukupan diatas air mata dan darah kerja keras suamiku dan kakek Asline! Apa kalian melupakan bagaimana kakek kalian mengangkat bata demi bata untuk memberi makan anak-anaknya saat kalian kecil dulu?! Bryan......apa kau begitu bodoh hingga terus mengikuti saran dari istrimu?!!" Nafas Retha naik turun.emosi,kesedihan dan kekecewaan besar mengaburkan matanya dalam bentuk cairan panas yang jatuh dengan keras.


Asline menunduk,merasakan sesak di dada mendengar masa lalu kehidupan kelam kakeknya serta Ferdinan yang begitu luar biasa,terjalin diatas semua pengorbanan kasih sayang air mata darah.


"Kau yang paling menyakiti orang tua ini Jonathan....kau membakar jantung dan hati yang kami berikan penuh kasih padamu sedari kau kecil dulu....kakek tidak pernah membayangkan,kau bisa menghancurkan hubungan erat ini hanya dengan sedikit trik dan tipu daya! " Jonathan menunduk, mengepalkan kedua tangannya begitu hantaman besar nan telak menghancurkan hatinya.


"Kau menyembunyikan hal sebesar ini dariku? ayahmu....entah mungkin roh si tua gradian sendiri yang begitu murka,hingga dia mengirim seseorang yang begitu baik, seseorang yang menunjukkan betapa busuk keluargaku sekarang tumbuh!! jika tidak,apa orang tua ini akan tau apa yang sudah kalian lakukan pada cucuku, asline?! Apa yang cucu manis kami lakukan dengan kesendirian menghadapi orang-orang busuk seperti kalian?!!" Ferdinan benar-benar dipenuhi rasa kekecewaan,hingga bahkan untuk marah pun pria tua itu tak sanggup.


"Kakek...nenek...sudah hentikan saja..." Retha menunduk,mengelus wajah sembab Asline yang memeluk tubuh wanita tua itu dengan isakan pedih.


Pasangan tua ini,mereka menyayanginya begitu dalam,lebih dalam dari apa yang dirinya kira.


Asline menangis oleh hujan kasih sayang ini.hatinya menghangat.


"Asline...sayang...jangan menangis nak,kami janji.Ini akan berakhir dengan bahagiamu nak.Jonathan membawa calon istrinya dihadapanmu,tunangan yang mereka putuskan hubungannya begitu saja! Lalu apa yang harus kamu tangiskan lagi sayang...nenek berjanji kamu akan mendapat lebih dari dia...dia... mereka!" Retha mengusap wajah asline dengan lembut dan penuh kasih sayang,memeluk tubuh gadis itu dengan nanar.


"Nenek...apa yang kau katakan? kami tidak memutus hubungan itu begitu saja...asline menghilang begitu lama,maka dari itu bibi Chintya dan ayah saya mencoba mempertahankan hubungan ini dengan membuat saya menggantikan posisi asline,Jonathan tidak salah..." Grizela bersuara dengan wajah getir dibuat-buat.


"DIAM!" Raung Ferdinan,pria tua itu berdiri, menunjukan wajah tertegun grizela dengan manik berkilat membunuh.


"AKU TIDAK INGIN MENDENGAR PEREMPUAN SEPERTI DIRIMU BICARA! KAU ADALAH MANUSIA YANG TIDAK PUNYA OTAK DAN TIDAK PUNYA RASA MALU!!"


Semua orang terdiam membisu,grizela menggeleng lemah dihadapan pria tua yang kini berdiri menunjuk kearahnya dengan manik memerah dan nafas memburu.


"KAU TIDAK PUNYA ETIKA DAN KESOPANAN LAYAKNYA PEREMPUAN TERPELAJAR! APA YANG TERJADI DENGAN PENDIDIKAN MORAL YANG DIAJARKAN KEDUA ORANGTUAMU?! APAKAH PANTAS SAUDARI MEREBUT PRIA SAUDARINYA YANG SUDAH JELAS MEREKA TERIKAT OLEH SUMPAH?! APA KALIAN BERFIKIR MEMINTA PERSETUJUAN KAMI SEBELUM KALIAN BERANI MENYEBAR UNDANGAN?! APA KALIAN TIDAK BERFIKIR,APA YANG KALIAN LAKUKAN INI TELAH MENGHANCURKAN HUBUNGAN MASA LALU ORANG TUA INI?! JIKA SAJA GRADIAN MASIH HIDUP, AKU SENDIRI YANG AKAN MEMBUNUH KALIAN BERDUA!! MANUSIA TIDAK PUNYA OTAK!!" Ferdinan memaki,air matanya menetes dalam jurang keputusasaan.


Ferdinan berbalik,berjalan menuju Bryan putranya, menarik kerah baju pria paruh baya itu dengan manik bergetar .


"Kenapa kau menjadi pria tak punya otak seperti ini Bryan?!kenapa kau membuat orang tua ini begitu hancur? kau bersama istri licikmu juga putra bodohmu!! Jawab aku....kesalahan apa yang ayahmu ini lakukan hingga membiarkan putra bodoh seperti dirimu lahir dan begitu mudah diperalat oleh wanita penggoda itu?!!" Ferdinan menangis,pria tua itu menangis lirih menunjuk wajah pias Chintya.


Asline meraih tubuh pria tua itu dengan sedih,membuatnya duduk di sofa dengan wajah tertunduk kala air mata dari mata tuanya terus menetes.


Retha menoleh melihat putra,menantu juga cucunya.


"Apa kesalahan kami padamu Jonathan?jawablah wanita tua in?....." Retha mengusap air matanya,Grizela menatap cemas wajah lemah Jonathan.


"Mengapa kau begitu tega menghancurkan impian kami? Kami hanya ingin dua keluarga ini bersatu lewat garis darah Santanu...jawab Jonathan....katakan Jonathan...apakah keinginan kami terlalu sulit untukmu? kau yang meminta agar kami bisa menyatukan dirimu dengan asline,namun hanya karena masalah kecil kau mundur? apa kamu laki-laki?! Apa aku harus mengganti matamu agar kau mampu melihat apa yang sebenarnya telah tejadi? teganya...betapa bodohnya!!" Retha mengejek sarkas.

__ADS_1


Grizela melirik asline yang duduk tenang setelah berhasil menenangkan kemarahan Ferdinan.


"Kalian bisa melanjutkan apa yang kalian sudah putuskan,tapi....." suara tiba-tiba Ferdinan kembali terdengar dengan nada yang berbeda.


Tidak ada lagi emosi yang kompleks,hanya ada kedinginan dan keacuhan.


Wajah Chintya semakin pucat,bahkan Dante dan Lucinda tak diberi kesempatan sekalipun untuk bicara.


"Ayah...ibu...kumohon setidaknya maafkan atas semua kesalahanku dan keluargaku ini...kami benar-benar menye-"


Bryan bungkam kala tangan Ferdinan terangkat tak ingin diganggu gugat lagi.


"Lakukan apapun.....tapi ingatlah satu hal,cukup sekali kau menentangku dengan bersikeras menikahi wanita itu, Chintya.Namun....kali ini tidak ada satupun yang akan merubah keputusan diriku!" Putus Ferdinan tegas.


Manik itu berkilat dengan ketegasan yang menakutkan.


"A..apa yang tuan Ferdinan ingin katakan? to..tolong maafkan kami yang mengambil keputusan tanpa fikirkan yang matang!" Dante bersuara dengan getaran penuh antisipasi.


Apa yang direncanakan oleh pria tua itu?.


Semua menunggu dengan wajah pias.


"Kalian boleh menikah! Kau grizela bukan?" Ferdinan bertanya acuh.gadis itu mengangguk kaku.


"Kau memang akan menjadi istri dari Jonathan ,tapi bukan cucu menantu dari keluarga besarku! ingatlah satu hal,hari dimana kalian menikah akan menjadi hari di mana keluarga besar Fernandez akan mencabut kalian dari kartu keluarga! kau... Bryan dan seluruh keluargamu bukan lagi bagian dari Fernandez! akan ku panggil pulang Albert ayah Agam agar mengambil alih perusahaanku!" Ferdinan berucap dengan wajah dingin,bangkit dibantu asline menuju pintu keluar.


Duar......


Bak petir menyambar, Chintya membeku dengan wajah yang memucat ngeri.


Bryan bahkan tak mampu berkata,dirinya jatuh lemas disandarkan sofa.


Apa ia dibuang oleh orang tuanya sendiri?.


Air mata pria paruh baya itu jatuh.


Jonathan sendiri jatuh bersimpuh diatas lantai,kakinya lemas oleh keputusan telak kakeknya.


"Ayah...Bryan mohon jangan lakukan itu!" Bryan berlari dan bersimpuh memeluk kaki Ferdinan.


Retha menatap mata suaminya dengan senyum penuh arti .


Asline mengeleng,drama air mata kedua lansia ini benar-benar hebat! bahkan sampai mengungkit kembali masa lalu kedua keluarga!.


Meski asline ingin tertawa,namun kenyataan pahit kehidupan masa muda para tetua dua keluarga memang begitu menyedihkan dan penuh ikatan yang terjalin kuat.


"Putuskan cepat Bryan! Asline memang sudah kami tidak izinkan lagi bersama Jonathan,karena kenyataannya bahkan anak itu tak pantas bersama cucu sahabat kami! Menikahlah atau menikah dengan gadis lain untuk tetap kami anggap keluarga! putuskan...


Pernikahan ini berlanjut atau berhenti dengan nama Fernandez tetap kalian sandang seumur hidup!"


Ferdinan berlalu dengan senyum remeh menatap wajah pias grizela beserta kedua orang tuanya.


"Hiks...ibu Chintya,ibu tidak akan memutuskan pernikahan ini bukan?! undangan telah disebar dan akan sangat memalukan jika ibu dan Jonathan meninggalkan kami!" Grizela menangis meraih tangan Chintya dan mengguncang nya lemah.


"Pulanglah tuan Dante...kami harus menenangkan pikiran dulu" Ucapan Bryan sukses membuat otot kaki Lucinda lemas.


Dante menggangguk pasrah dan berlalu membawa putri juga istrinya kembali dulu.


"Pa...apa yang ayah katakan itu sangat tidak mungkin pa...jika kita membatalkan semua undangan yang telah menyebar,maka kita akan menjadi bahan tertawaan seluruh ibu kota!" Chintya membalik tubuh Bryan agar menatapnya.


"KAMU TIDAK DENGAR APA YANG AYAHKU KATAKAN?!! BATALKAN SAJA! AKU TIDAK INGIN SEMUA YANG KURINTIS BERALIH PADA ALBERTO,KAU TAU AKULAH YANG MEMBANTU PERUSAHAAN INI SEMAKIN BESAR,DAN AYAHKU DENGAN MUDAH INGIN MENGHAPUSKU DARI SEMUA INI?! SUDAH KUKATAKAN DULU AGAR MENUNGGU KEPASTIAN ASLINE ,BUKANNYA TERGESA-GESA MENGGANTI CALON TUNANGAN JONATHAN! KAU LIHAT APA YANG TERJADI ATAS SARANMU?!! ENYAH!!" Bryan meraung emosi,mendorong tubuh Chintya hingga jatuh terduduk menatapnya pias.


Jonathan berjalan linglung menaiki tangga dibawah tatapan mata iba Agam.


"Kau ternyata sangat licik asline! benar apa yang dikatakan grizela ternyata kau hanya ingin membalas rasa sakitmu atas pembatalan ini lewat kakekku.Aku memang mencintaimu asline...tapi kamu hanyalah gadis berhati hitam yang memojokkan kedua orang tuaku,bahkan pamanmu sendiri tidak kau lepaskan! aku menyesal mencintaimu asline!" Jonathan berlalu,memasuki kamarnya dengan mata berkilat benci.


...🍁...

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2