
...Vote,like dan komentar ya ❣️...
...✒️.....✒️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...✒️.....✒️...
Matahari mulai beranjak digantikan sang rembulan,area luar gedung rumah sakit terbesar di kota London itu nampak terang namun tidak dengan tempat dimana sosok tinggi dan gagah itu terdiam,duduk menatap langit malam dari balkon kamar pribadinya di rumah sakit.
"Daddy tidak melarangmu untuk terus bersama gadis yang sudah benar-benar kau yakini bahwa kau mencintai dia.namun,kamu masih punya tanggung jawab Rayga! perusahaan dan organisasi besar yang kakek serta ayahmu ini wariskan"
"Rayga...menjaga seseorang yang kita cintai butuh kekuasaan dan kekuatan Rayga.Dan itu tidak datang dengan sendirinya,Daddy tau kau telah berkembang melampaui harapan kami.Namun jangan lemahkan dirimu dengan berdiam diri tanpa menunaikan tanggung jawabmu"
"Meski Daddy tau raider dan raino mampu menjalankan tugas pada perusahaan dan organisasi,namun kamu tidak bisa begitu saja meninggalkan tanggung jawabmu begitu saja!!ingat Daddy peringatkan,jangan menjadi pria tak berguna dengan lalai akan tugasmu,kamu punya dua puluh anggota bayangan di setiap devisi organisasi,maka percaya pada mereka dan bila perlu kirim Raino menjadi penjaga gadis itu"
Rayganta menghela nafas berat,ingatan akan perkataan panjang sang ayah untuk pertama kalinya.
Ayahnya yang irit bicara berkata begitu panjang dan menusuk untuk pertama kalinya.
Terbayang wajah tegas pria paruh baya itu.
Sosok panutannya.
"Kurasa...aku memang salah" Rayga terkekeh dingin,menatap sosok yang berdiri disampingnya malas.
"Kau memang salah big bro, kapal besar tidak akan bergerak tanpa nahkodanya...begitupun sebuah perusahaan dan organisasi gelap seperti kita.Kami tak akan bisa berjalan tanpa perintah darimu,ingat bro...para ayah sudah pensiun dini....dan mereka tengah menonton untuk pada akhirnya akan menertawai jika sampai kita generasi muda gagal! sudahlah keram mulutku lama-lama!!" Alarik duduk berselonjor kaki dengan malas.
Rayga mendengus dingin,bangkit dan berjalan memasuki rumah sakit.
Keduanya berjalan bersisian, Rayga dengan wajah datar tanpa ekspresi dan Alarik yang menampilkan wajah jengah menahan jengkel .
Tinggggg ..
Lift membawa mereka ke lantai atas khusus keluarga Wiguna.
"Apa Asline masih tertidur?" Alarik bertanya kala melihat Diego yang baru saja keluar dari ruangan inap gadis itu,Diego mengangkat wajahnya dari berkas medis yang ia baca sambil berjalan itu.
Dokter muda itu mengangguk santai.
"Apa perkembangannya?" Rayga bertanya dengan wajah dinginnya.
"Masuk dulu kenapa ?! kalian berdua ingin sesi tanya jawab sambil berdiri diluar seperti ini?!" Diego berdecak kesal,berbalik dan kembali masuk ke ruang rawat dengan wajah masam.
Alarik terkekeh geli sedang Rayga hanya menatap dingin tanpa minat .
Rayga duduk dikursi,mengelus rambut panjang Asline dan meraih telapak tangan halus itu dengan lembut.
Gadis cantiknya masih terlelap damai setelah sadar beberapa waktu yang lalu.
Wajah tenangnya yang teduh,bibirnya yang pucat dan deru nafasnya yang terdengar lembut.
Rayganta tersenyum samar.
Alarik mendengus,dasar budak cinta!.
"Sebenarnya...ini mungkin berita kurang baik untuk didengar...namun......" Diego berucap ragu-ragu.
Jujur saja ia takut akan reaksi apa yang akan terjadi nanti.
"Katakan saja go...kau tak ingin mulutmu dijahit karena terlalu lama membuat Rayga menunggu bukan? bicara saja cepat!" Alarik berucap dengan senyum menjengkelkan diwajahnya .
Diego mendesah panjang,sial memang hidupnya.
"Lumpu-"
Bughhhh...
"Bags*t kenapa kau memukulku Rik?!!!" Raung Diego kala merasakan rahangnya kebas dan sudut bibirnya berdarah akibat pukulan tak berotak Alarik.
"Hehehe...maaf go...aku reflek..lebih baik aku yang pukul dari pada bos yang turun....bisa hancur semua tulangmu..." Dan dengan tidak berdosa-nya alarik justru terkekeh tanpa dosa sembari membantu Diego bengkit dari terjerembabnya.
"Lanjutkan ucapanmu!" Titah Rayganta jengah melihat kedua saudaranya itu.
"Kaki kiri nona Asline mungkin butuh waktu dua bulan atau kurang untuk pulih, sebenarnya bukan lumpuh total atau permanen juga...hanya saja tulang kakinya harus beradaptasi kembali untuk bisa berjalan setelah tertembak.Yah...selama terapi dia akan memakai kursi roda dulu sebagai alat bantu ,dia bisa pulang lusa dan mulai terapi rawat jalan saja" Jelas Diego sembari menerima kantung es yang diserahkan Alarik dengan senyum jahanam-nya.
Saudara tidak tau diri memang!
Rayga mengangguk samar,tidak masalah selama semua masih bisa kembali normal.
Menatap wajah cantik Asline dengan teduh.
"Kamu tenang saja dear...aku akan pastikan kamu menerima semua yang terbaik dalam pemulihan, aku berjanji kamu akan mendapat apapun keinginanmu.Tidurlah dear...dan bangun dengan semangat lagi"
Rayga mengecup sayang jemari asline yang terasa hangat,Rayga begitu tenggelam akan sosok indah bak malaikat yang tertidur lelap itu.
Seakan satu palingan saja asline akan menghilangkan dari pandangannya.
Disofa duduk Diego dan Alarik yang saling melirik dalam diam.
Alarik duduk,meneguk sekaleng bir menatap dalam sosok Rayga yang terlihat begitu menakutkan.
Iblis yang mencintai malaikat?.
Alarik menatap pada saudaranya itu dengan manik bergetar penuh kecemasan.
__ADS_1
Alarik seperti tenggelam kembali ke ingatan masa lalu.
Saat Rayga terpuruk di samping brankar Liora,ibu mereka yang telah berpulang.
Diego diam mencengkram kuat kaleng soda yang ia minum.
Mereka adalah saksi dimana Rayga mengalami kehilangan dulu,kehilangan seseorang yang begitu berarti dihidup pria itu.
"Kuharap kau cukup kuat bertahan disisi saudaraku nona,setidaknya jika kau tidak ingin terikat..jangan terluka demi kekuatan Zeus itu agar tetap stabil...jangan membuat badai kembali datang"
batin Alarik meneguk tetes terakhir bir kalengnya.
Namun,ada hal mengganjal yang telah terjadi.
Mengapa seorang Zeus yang tak pernah memberi kesempatan hidup pada musuh tiba-tiba menjadi begitu tenang?
Mengapa dia tak langsung membunuh Dante dan keluarganya?.
Bukankah lebih mudah? walau butuh kerja ekstra demi menemukan Zergan,namun itu bisa dimaklumi kala Zergan juga buka lawan yang mudah.
Tapi selama pria itu belum kembali ke Moskow,bukankah mudah membunuhnya di wilayah Eagle sendiri? aneh!.
Rayga,Alarik kenal saudaranya itu sangat baik.
Pria itu tidak suka ada yang menyentuh miliknya tanpa izin,bahkan menyakiti!.
Dia....
Tak ada satupun yang bisa bernafas lama di dunia kala menghadapi kemarahan seorang Zeus.
Zeus itu akan mengirim mereka dengan cara paling kejam yang pernah manusia lihat.
Dia tak pernah berfikir dua kali mengirim orang lain ke akhirat jika suasana hati pria itu tidak baik.
Namun kini...
Alarik melihat Rayga dengan segala fokusnya hanya tertuju untuk kesembuhan Asline tanpa mau bertindak lebih jauh pada Dante.
Rayga yang hanya diam duduk dan menatap wajah damai Asline tanpa tau kekacauan apa yang disebabkan oleh tindakannya.
Dan....
Alarik menatap pias akan kemarahan sosok Rafendra nanti jika tau perusahaan dan organisasi yang pria tua itu bangun kacau akibat ulah cucu kebanggaannya.
"Kalian bisa kembali,dan Rik...suruh Raino tinggal aku akan kembali mengurus tumpukan pekerjaan yang kutinggalkan seminggu ini" Ucap Rayganta dingin.
Alarik menarik seringainya lega.
Diego mengangguk puas.
Sadar juga Zeus itu!.
Dan ruangan jatuh kedalam keheningan lagi.
.......🔱.......
...#Flasback on#...
Hahahaha......
Suara tawa keras membahana penuh kemenangan terdengar.
Lucinda mengunyah anggur sembari bergelanjut manja di lengan dante,keduanya tertawa puas.
...Terjadi aksi penembakan dan penyerangan ,dilaporkan bahwa pemimpin baru Gradian hotel telah tertembak dan kini telah dilarikan kerumah sakit utama healthy hospital,belum diketahui apa motif dari penyerang dan kerugi-...
Klik...
"Hahahaha...itulah akibat karena berani menentang ku! sayang sekali gadis celaka itu tidak mati....entah siapa yang membawanya ke rumah sakit?! sial sekali....jika menunggu sedikit saja pasti seseorang itu akan berhasil membunuh gadis itu!! ck...tapi baguslah setidaknya dia tau pelajaran dari melawanku!!" Dante tertawa sinis,membawa telapak tangan kearah paha mulus Lucinda yang kini dengan memakai dress press body.
"Pa...tanganya!!" Lucinda menahan ******* begitu tangan Dante melesat masuk dan menusuk pusatnya.
Dante terkekeh,menunduk dan meraup bibir merah Lucinda sebelum mengeram kala melihat Grizela masuk dari luar dengan wajah tertekuk.
Lucinda merapikan dress bawahnya dan meraih tisue mengelap bibirnya yang lipstik-nya sudah rusak sana-sini.
Grizela mendengus,tau apa akan kelakuan kedua orangtuanya.
"Kenapa sayang...wajahnya muram begitu? bukankah sebentar lagi kamu akan menjadi pengantin?" Goda Lucinda pada putrinya itu.
Grizela duduk menghempas tubuh dengan kesal diatas sofa tunggal berhadapan dengan posisi duduk Dante dan Lucinda.
"Pa...ma.. bagaimana ini?!! tuan tua Fernandes akan datang dari Belgia!! dia sudah tau kabar kepulangan Asline dan dia nampak murka!! pa..ma.. bagaimana ini?!! Zela takut pada tuan tua itu!!" Grizela menghela nafas penuh kecemasan.
Deggggg...
Tubuh Dante menegang.
Ini kabar celaka.....
Siapa yang ingin berurusan dengan macan tua Fernandes itu?!.
Dante mengerut keningnya yang mendadak pening.
Yah,dia tau kabar ini akan datang suatu hari nanti dan dia harus berani mengambil resiko karena telah menipu tuan tua Fernandes itu.
"Pa.. bagaimana ini?! Tuan Fernandes itu adalah pria tua yang sulit dihadapi! keras kepala,dan dia juga sangat kolot! bagaimana jika dia menyulitkan kita?! keadaan kita belum stabil,dan tuan Bryan selaku ayah Jonathan juga masih belum berani berbicara pada tuan tua!" Lucinda ikut bersuara.
Hingga...
"Maaf tuan dan nyonya...didepan ada kiriman paket" Seorang maid datang melapor.
Dante mengeryit binggung.
"Lucinda..kau pesan barang? Grizela?" Dante bertanya pada istri juga putrinya.
Keduanya menggeleng dan Dante semakin binggung.
"Ya sudah..cepat bawa masuk!" Dante mengusir cepat dan maid itu berlalu pergi dengan diam.
"Ini tuan.." Pelayan itu meletakkan kotak diatas meja tamu,Dante mengangguk dan pelayan itu pergi.
Kotak itu sangat elegan,selain besar juga tidak ada apapun yang mengindetifikasi siapa yang mengirimnya.
Namun ada yang aneh.
Mengapa ada bau anyir begitu mereka mendekat kearah kotak tanpa nama itu.
__ADS_1
Hingga....
Tangan Grizela terulur berfikir mungkin saja itu dari Jonathan sebagai permintaan maaf karena sering kali abai pada hubungan mereka.
Antusias dan bibirnya terulas senyum lebar.
Namun....
"AAAAAA....." Grizela jatuh dengan tubuh mengigil,Lucinda melotot terkejut mendengar teriakan putrinya.
Dante bangkit dan membuka kotak dengan terburu.
Deggggg..
"BEDEBAH!!!"
Manik pria itu bergetar,tubuhnya mengigil hebat.
Sebuah kue ulang tahun dengan potongan otak manusia sebagai penghias,selain itu.
Ada sepasang bola mata yang tertancap oleh sebuah garpu!.
Hoekkkkk....
Lucinda menahan perutnya yang bergejolak.
"PENJAGA..... PENJAGA...KEMARI KALIAN!!!!" Raung Dante .
Dua orang penjaga berlari mendekat.
"SIAPA YANG MENGIRIM PAKET INI?!!!" bentak Dante pada dua pria yang saling melirik takut.
"Ka...kami tidak tau tuan,tapi dia adalah seorang pria yang menaiki motor ninja dengan pakaian serba hitam" Jelas salah satu penjaga mengingat.
"Pergi...." Sentak Dante emosi.
Dante,Lucinda dan Grizela.
Ketiganya berdiri mematung kala melihat sebuah kotak hitam yang menjadi sumber ketakutan mereka.
Tinggggg...
Dante meraih ponselnya dan membuka pesan yang masuk.
Unknown
...Apakah anda suka dengan hadiahku......
...lain kali,jangan melampaui batasanmu......
...Jangan mengusik milikku......
...- Z-...
PRANKKKK..
Lucinda dan Grizela tersentak,menatap ponsel kepala keluarga mereka yang telah hancur mengantam lantai.
"ARKHHHH... SIAPA... SIAPA BEDEBAH INI?!!" Raung Dante murka,berbalik dan pergi.
Dia harus menghubungi orang itu.
Zergan!..
...# back off#...
.......🔱.......
Pria dengan lengan kiri terbabat perban itu terkekeh kecil,menatap dua potret yang tertempel di dinding sebuah ruang kosong yang hanya berisi dua buah potret yang menempel didinding.
Mendekat dan membelai sebuah potret seorang gadis yang diambil secara diam-diam di akun sosial gadis itu.
"Hm..kamu sangat cantik sweety..aromamu,bentuk tubuhmu bahkan suaramu sangat membuatku terbakar....Asline...Asline...kau tidak boleh bersamanya.Hanya aku...hahaha..kamu harus bersamaku Asline..menjadi milikku jika bukan aku maka jangan salahkan aku jika harus membunuhmu sayang....." Pria itu mengecup potret Asline,tepat pada bibir gadis itu.
Matanya terpejam seakan apa yang tengah ia cium adalah bibir ranum gadis itu langsung.
Benar...
Zergan...
Gairah pria itu terbakar sejak menatap tubuh indah Asline saat penyerangan itu.
Hingga kini,dalam pemulihan ditemani kesunyian.
Hanya bayangan tubuh Asline saja yang terus membuatnya bersemangat.
Pria itu meraih bra soft pink yang ia tarik terakhir kali pada pertarungan sengit mereka.
Mengendusnya dan memeluk barang pribadi Asline itu dengan manik berkilat obsesi.
Dan...
Takhhhhhh..
Pria itu melempar sebuah pisau belati tepat kearah potret disamping sisi potret Asline.
"Alzeus......tidak cukup kau dan ayahmu membuat seluruh kartel ayahku harus menyingkir ke Moskow?! dan kini kau ingin mengambil milikku? hahaha..tidak ada yang bisa membuat aku melepas gadis itu...dia...DIA MILIKKU,ALZEUS....KAU DENGAR AKU!! HAHAHA!!" Teriknya dengar tawa penuh obsesi.
Pria itu,Zergan.
Melepas seluruh kaos yang menutupi tubuhnya,berbaring dengan membayangkan tubuh Asline yang meliuk mendesah panjang dibawahnya.
"Asline...Asline...kau lebih indah dari puluhan jal*ng yang sudah kucicipi...Asline...datanglah padaku sayang...aku menginginkan dirimu dipelukanku...ahhhhhh....damn it!!"
Zergan memaki kesal,bayangan ero*is wajah serta tubuh Asline benar-benar menghilangkan akal sehatnya.
Sudah seminggu lebih Zergan lost contak dengan Dante.
pria muda itu telah memutuskan,ia menginginkan asline.
Bukan karena hukum untung rugi atas kerja sama dengan Dante, namun dirinya sudah terobsesi pada gadis itu.
.......🔱.......
...TBC...
__ADS_1
share juga ya ke akun sosmed kalian biar makin ramai cuyyyy 😁