
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
...🍃Happy reading and keep health 🍃...
...# Back on #...
"AKU MENGAKU"
Gerak katrol berhenti,rayga diam tak berbalik saat Maxim dengan geram bergerak menendang perut penyusup bertubuh lebih kecil dari ketiga temannya yang lain.
"Dari tadi !!! coba dari tadi kau mengaku,tempat ini tak perlu dipenuhi noda darah berbau busuk kalian!! tikus sial.....!" Amuk Maxim menginjak leher pria itu bengis.
"Uhuk..am.. ampun..!!beri s...saya satu kesempatan...!" Pria itu berucap dengan nafas berat.
Maxim mendengus kesal,mengangkat kakinya dan bergerak pergi dengan senyum jenaka kembali.
"Diego..buat dia tetap hidup !" Raider berucap setelah melirik anggukan malas sang ayah.Arkansas.
Diego memilah botol berisi racunnya.
Racun yang membuat adrenalin terbakar tinggi hingga menghilangkan rasa sakit, hingga dalam taraf bahkan meski tubuh terpotong tak akan ada rasa yang berarti.
Rayga kembali duduk,meraih sapu tangan dan mengelap darah yang menciprat wajahnya juga kedua tangannya.
"Sekarang bicara!" Diego menepuk pipi pria itu,dua penyusup yang tersisa menatap teman mereka dengan tatapan rumit.
"Dia....pria baya...hahaha...dia datang bersama seorang wanita muda d-"
Bip...bip...bip....
Rayga menyorot tajam.
"GET BACK!" pria tampan itu meraung ganas .
Begitu para inti sadar,mundur dengan langkah tercepatnya.
Duarr....!!
Tubuh pria itu meledak dengan serpihan tulang,darah,daging dan seluruh organ yang tercecer.
Maxim dan Xain,Diego dan Gabriel.
Empat pria dewasa itu menatap horor,Raino menutup wajahnya dengan tubuh raider yang ia jadikan sebagai tameng.
Pria itu selamat dari hujan darah dan daging dengan raider yang harus menghela nafas tertutupi darah yang menerjang bak air hujan!.
Arkansas terkekeh,menepuk punggung Alarik yang ia jadikan sebagai penangkal bencana!.
"Hahaha...aduh ternyata orang yang mengirim para tikus ini lebih kejam dari kita! dia menanam bom kecil ditubuh orang-orangnya! begitu tertangkap dan hendak mengaku mereka langsung meledak bak sebuah balon gas! hahaha...wah,patut dicoba!" Arshenio yang sedari awal duduk sebagai penonton tertawa terbahak-bahak.
Mayor jenderal muda ini mengusap wajahnya yang sudah basah oleh darah .
Melirik dua sisanya yang masih hidup.
Keduanya telah tewas dengan mulut berbusa!.
"Hadeh...belum juga buka mulut sudah boom saja! ini ceritanya bagaimana?! breng*ek!!! pulanglah aku..mandi lebih baik bikin mual saja!" Maxim memaki emosi,pria itu melepas rompinya,berlalu dengan mulut terus memaki.
"Biarkan dulu..tenang rayga masih banyak cara kala seluruh kota ini dibawah pengawasan kita! setidaknya kita tau.. musuh kali ini bukan hanya satu pihak! sebaiknya kita pulang..sebelum itu bersihkan diri kalian dulu,bau darah akan membuat cucuku muntah! " Arkansas bangkit menghempas bagian tubuh kirinya yang terkena sebongkah daging !.
Entah bagian apa tapi baunya sangat menyengat!.
Akhirnya Rayga dan para inti kembali,membiarkan ruang interogasi markas cabang be di sterilkan terlebih dahulu oleh tim Ryuga.
__ADS_1
...# Back off #...
.........
"Nenek..anak haram itu akan menikah! kudengar calon suaminya adalah orang kaya di ibu kota! nenek kita tak biasa biarkan ini terjadi! bagaimana bisa pembunuh itu hidup enak setelah semua dosanya!"
Seorang wanita dengan pakaian glamor baru saja memasuki sebuah ruangan istirahat setelah selesai melakukan pemotretan.
Membuka sebuah majalah bisnis dan meraung penuh dendam.
" Kamu tenang...beberapa hari lagi kita akan kembali ke ibu kota! kita beri pelajaran anak haram itu! cepat selesaikan urusanmu supaya kita bisa kembali!" Seorang wanita tua,menatap majalah yang diserahkan oleh cucunya dengan wajah masam.
"Tentu saja nek..." Wanita itu tersenyum culas,anak haram itu tak boleh memiliki hidup lebih baik darinya!.
"Saniya..beraninya kau ingin lebih tinggi dariku!"
..........
Mansion terdengar ricuh oleh suara anak-anak yang terlihat berdebat dengan para ayah mereka.
Para ibu memijit pelipisnya pening melihat kelakuan anak dan suaminya itu.
"Pokoknya Rexion mau baju couple dengan baby Z! baju apa ini?!! jelek...Rex tidak sudi couple sama papi!!!" Raino mendelik,menjitak keras kening anak semata wayangnya jengkel .
"Rain juga! baju apa ini?! masa anak laki-laki bakai toksedo warnanya pink?!" Raindres membuang toksedo anak-anak itu kesal.
Raels mendelik mengelus dada sabar.
"Benar!! kenapa kita harus couple sama para ayah?! kenapa tidak couple dengan baby Z? atau mommy Line?! ini ide jelek siapa lagi?! mempermalukan harga diri kita sebagai anak laki-laki!!!" Danzuar menatap jijik satu set setelan toksedo anak-anak yang berjejer rapi dibawa oleh pekerja butik Samantha.
Pletak!!!!
"AAAAAA.....kekerasan pada anak-anak!!" Rexion dan Danzuar kontak memekik saat jemari baja tangan Victoria mendarat di kening kedua anak nakal itu.
"Jangan banyak drama boys! ini yang desain bunda cella! mau protes ? " Victoria menatap kedua anak otak kerusuhan itu geram.
Rexion juga Danzuar saling melirik kemudian memasang wajah cemberut dan berlalu pergi dibawah helaan nafas panjang kedua ibunya dan tatapan jengah kedua ayahnya.
"Nasib..nasib..punya anak tidak ada akhlak ya begini! kenapa juga Daddy bukanya mengajari attitude ini malah diajari cari memotong badan tikus! gila aku lama-lama..." Raels berucap dramatis,menghempas tubuhnya pada sofa dan menutup mata dibawah tatapan geli suaminya.
..........
"Bwabwa..."
Asline tersenyum gemas,memakaikan bedak bayi dan minyak telon pada tubuh dan wajah putrinya.
Kedua putra kembar tak identiknya, Archer dan Arez.
Entah bagaimana selalu menampilkan wajah cemberut saat ibu muda itu hendak memakaikan keduanya bedak bayi!.
Dan yah, Akhirnya hanya minyak telon dan sedikit parfum bayi yang melekat ditubuh kecil kedua pangeran Zeus itu.
"Utututu..peri mommy sudah cantik! sekarang kita tunggu Daddy pulang setelah itu kita bisa pergi ke pernikahan mama Cha dan papa Rixton! hahaha menyebut mereka mama dan papa rasanya mommy tak kuasa menahan tawa! ah..ada lagi..papa Shen juga mama Sera..lalu mami Saniya dan papi Xain! hahaha mommy tidak sangka Xain,pria berwajah tembok itu akhirnya menikah juga!"
Asline tertawa gemas.
Ibu muda berwajah cantik itu sudah selesai mempersiapkan ketiga bayi kembarnya tak identiknya.
Keduanya sudah berusia 5 bulan.
Benar, pernikahan yang seharusnya dilaksanakan beberapa bulan yang harus ditunda begitu lama karena berbagai insiden.
Dan kini, pernikahan terakhir generasi ketiga akhirnya dilaksanakan.
Tok...tok...tok....
"Line ini aku,ria! baby triplet sudah siap?" Suara Victoria terdengar riang.
__ADS_1
Asline beranjak dari kasurnya,dimana dia telah selesai mempersiapkan bayi-bayinya .
Membuka pintu.
"Kyaaaaaa.......ini kenapa gemas sekali?! jadi ingin kuhap pipi baby-nya!!" Victoria masuk dengan heboh.
Asline menggeleng geli.
Victoria dengan hati-hati menggendong baby Z yang terlihat tersenyum polos,
"Hai baby-nya mami Ria...hmm...sudah wangi...cantik...manis lagi! bayi-nya siapa sih ini?!!!" Victoria berucap riang,mengecup pipi bulat itu bertubi-tubi hingga menimbulkan rona merah pekat dikedua pipi bayi cantik Zeus itu.
"Mami sudah!! kasihan adik Rex tersiksa sama bibir lahar mami itu! kalau papi mami cium sampai bibir mami bengkak juga tidak apa..tapi jangan adikku mami cium begitu...!" Rexion masuk menerjang bak meriam kecil yang segera memukul paha sang ibu.
Victoria mendelik jengkel dan dengan ganas menyentil bibir frontal putranya itu dibawah tatapan shock asline atas ucapan akward putra Raino itu.
Victoria tertawa canggung dan dengan tak rela akhirnya membaringkan kembali bayi manis yang menampilkan senyum polosnya itu.
"Kenapa belum siap?!! mami-kan sudah siapkan toksedo kamu disamping punya papi! kenapa masih pakai kaos singlet?! mana tidak malu lagi pakai boxer sponsbob kemana-mana!" Victoria menatap putranya jengkel.
Rexion mengangkat bahu acuh,merangkak naik keatas ranjang dan berbaring santai sembari memeluk tubuh adiknya,baby Zia.
"Heh! anak ini dikasih tau malah tiduran lagi! pergi sana siap-siap!!!!" Raung Victoria gemas sendiri melihat tingkah putranya ini.
Asline yang tengah memasang dasi kupu-kupu di leher baby Arez hanya bisa menggelengkan kepalanya miris.
"Mami ini cerewet sekali.....Rex sudah bilang tidak mau pakai toksedo itu! masa Rex punya warna merah jambu terus papi putih?! kenapa bukan Rex saja yang putih papi yang pink?! harga diri mi...sebagai calon ksatria princess Zia,kemana mami buang harga diri Rexion kalau sampai suatu hari princess tau kalau kakaknya pakai toksedo seperti bencong? heh..merah jambu!" Ucapan Rexion meratap dramatis.
Victoria memijit pelipisnya pening,wanita cantik itu duduk dikursi rias asline dengan wajah nanar menatap putra tunggalnya itu.
"Bukan merah jambu, Rexion! itu pastel.....astaga bagian mana kamu lihat toksedo itu merah jambu? bencong?! kosa kata dari mana lagi itu?!!" Victoria lelah.
Lelah hati lelah fisik!.
Rexion menatap ibunya itu miris.
Victoria tak tau harus tertawa atau menangis atas tingkah laku anak laki-lakinya itu.
"Indonesia mami... bencong! itu laki-laki gemulai yang penampilannya seperti perempuan! Sudahlah mi..kalau toksedo itu tidak diganti,Rex tidak mau pergi!" Rexion semakin memeluk tubuh bayi gembul disisinya dengan kepala menyeruk keleher putih yang beraroma minyak telon khas bayi itu.
"Sudahlah ria...cari saja toksedo yang lain.. anak-anak selain Rex juga sepertinya tidak mau pakai...masih ada waktu hubungi ibu yang lain!" Asline memberi masukan.
Rexion melempar dua jempol pada ibunya yang satu itu.
"Mommy..you are my best mom!" Victoria mendelik,dan Asline hanya mampu tertawa renyah akan ucapan anak laki-laki tampan itu.
..........
Rayga menatap jam rolex ditangannya.
Satu tanganya bergerak dengan jari telunjuk mengetuk sandaran mobil.
Mobil yang dikendarai Morio itu bergerak cepat dari Z industri menuju pelabuhan,dan kini menuju mansion utama.
"Morio..berapa lama lagi?" Rayga berucap
"10 menit lagi tuan muda..." morio berucap dengan suara tegas.
Rayga baru saja selesai mengawasi pengiriman terakhir senjata api melalui pelabuhan .
Malam ini adalah pernikahan adiknya,archana.
Arshenio juga saudaranya,Xain.
Setelah urusannya rampung,rayga mempir dulu kesebuah hotel demi mempersingkatkan waktu mempersiapkan diri.Mandi dan menata gaya bersama para stylis yang ia pekerjakan. Sehingga begitu tiba dirinya bisa langsung menjemput sang istri untuk pergi bersama.
.........
__ADS_1
...... TBC ......
Hope you like it