
...Vote,like dan komentar ya 🌹...
...♣️.....♣️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♣️.....♣️...
Suasana didalam sebuah mobil terasa hening,wajah tidak enak hati sang gadis dan wajah dingin pria muda yang duduk disampingnya.
Lengan kemeja yang digulung hingga siku menampakkan lengan yang kuat dan berotot.
Namun,tidak berlebihan.
Semua terbentuk sempurna layaknya lukisan agung yang begitu mempesona.
Wajah tampan dengan tubuh atletis yang dibalut kemeja dengan rompi berwarna putih.
"Rayga....kamu marah kepadaku?" Asline berucap pelan,sangat pelan hingga seperti bisikan.
Wajah kaku pria tampan itu bertambah aneh saat ia berusaha menahan tawanya.
Bukan apa-apa,hanya saja cicitan lirih dari gadisnya terdengar seperti rengekan manja yang manis!.
Rayga menatap lurus ke depan dengan cengkraman kuat pada stir agar tidak lepas kendali dan menerjang bibir mungil itu dengan bringas.
Sialan!......
"Rayga..tolong mengertilah...aku..aku Bagaimanapun harus pulang....Manor milikmu bukanlah rumahku,jadi bagaimana aku bisa tinggal disana begitu lama? ak-"
"Menikahlah denganku!" Potong Rayga sebelum asline selesai berkata.
Berdebar.....
Kini manik keduanya bertemu.
Tidak ada candaan,tidak ada kebohongan!.
Manik grey lembut itu bergetar.
"Tidak perlu menjawab sekarang....Aku akan memberimu sebuah hadiah yang manis nanti,dan kuharap saat itu kamu akan menjawab lamaranku ini,asline.Izinkan aku menjadi tempat dirimu pulang sekarang...Biarkan manor besar milikku memiliki ratunya! Asline...aku tidak meminta,tapi aku memaksa! berfikirlah" Rayga berucap dengan menjatuhkan titah tegas tak terbatah.
Asline mematung dengan fikirkan kosong.
Cup.........
Menutup mata,gadis cantik itu meresapi kala bibir hangat itu mengecup keningnya begitu lembut dan penuh kasih.
"Turunlah dear...kita sudah sampai,kediaman tua gradian" Rayga tersenyum geli melihat wajah linglung dengan pipi lembut yang merona itu!.
Sangat menggemaskan!.
"A..i.. iya,se..selamat tinggal!!" Asline berbalik membuka pintu mobil dengan tergesa-gesa,wajahnya memanas dengan jantung yang berdegup kencang.
Ini gila!...
Tapi...
Grephhh...
"APA?" asline menutup bibirnya kaget.
__ADS_1
Sejak kapan pria itu ikut keluar dan kini berdiri dibelakangnya?.
Tapi,mengapa dirinya berteriak? Asline merutuk mulutnya sendiri.
Rayga terkekeh geli melihat ekspresi horor nan malu gadisnya.
"Sayang...bukan selamat tinggal...tapi...." Rayga mendekatkan bibirnya kearah telinga sensitif Asline,wajah Asline menegang dengan manik terbelalak.
"Sampai jumpa...." Bisik Rayga jahil,menggigit daun telinga merona imut itu dan.
Brakhhhh....
"MESUM!!!!"
Asline berlari memasuki vila,berteriak dengan wajah merona dan rasa malu luar biasa.
Sementara......
Hahahaha.....
"Oh astaga...mengapa aku memiliki boneka cantik yang begitu manis?! My cute little wife,soon!" Rayga menyerigai dalam,menutup mata menghirup jejak aroma manis dari tubuh gadisnya,calon istri masa depannya.
Sementara itu.....
Dilantai atas,sebuah jendela dengan tirai tersibak setengah.
Manik gelap wanita itu berkilat,kepalan tangannya mencengkram erat hingga buku jari memutih.
Wanita itu melihat semuanya,melihat kebahagiaan itu diatas semua penderitaan yang ia alami.
Satu tetes air mata kemarahan jatuh.
"Benar..aku harus menemui dia,pria itu....pria yang berjanji membawa asline menjauh dari hidupku! Pria yang akan mengurung Asline,jala*g itu untuk selama-lamanya!" Wanita dengan dress hitam ketat itu menyerigai,mengusap wajahnya yang basah oleh air mata.
Disisi Asline.....
Brukhhhh...
Menghempas tubuhnya diatas ranjang,berguling dengan perasaan berdebar yang begitu menyenangkan!.
"AAAAAAA.....DASAR PRIA MESUM PENGGODA!! PERGI... PERGI DARI KEPALAKU!!"Asline menjerit kesal,mengapa wajah tampan dengan senyum jahil itu tidak mau pergi dari fikiranya?.
Mengapa pria itu dan segala kelakuannya terus membayang bagai teror tak kasat mata? orangnya sudah pergi,namun banyanganya terus datang dan mengganggu!.
"Asline..kamu kembali? ini kakak" Suara berat seorang pria terdengar dari luar pintu,Itu Sagara!.
Gadis itu,bangkit dari ranjang dan merapikan sedikit rambut panjang bergelombang indahnya.
Berjalan menuju pintu dan membuka hingga terlihatlah wajah kuyu sang kakak.
"Kakak? ada apa dengan wajahmu?!" Asline tersentak begitu melihat lingkaran hitam di bawah mata kakaknya itu.
Sagara tersenyum,membelai rambut panjang asline dengan lembut.
"Masuk dulu kak,kita perlu bicara!" Asline menarik tangan Sagara ,mendudukkan tubuh sang kakak di sofa santai kamarnya.
" Kakak tunggu disini,ingat jangan kemana-mana!" Asline berucap tegas,gadis itu berbalik dan berjalan sedikit berlari keluar kamar.
Sagara menatap punggung itu yang mulai menghilang dari balik pintu.
"Kakak tau bagaimana tersiksa dirimu dengan keluarga kakak Asline......kakak bukan kakak kandungmu....kakak tidak bisa menjagamu dengan baik,kakak tidak berguna untuk menjaga berlian berharga sepertimu... Asline...kakak sudah tau segalanya,ternyata sangat menyakitkan mengetahui kita bukankah keluarga sejati.Aku bahkan malu mengakui pria itu sebagai ayahku, Asline.Andai kau bertemu dengan seseorang yang bisa menjagamu kelak,maka kakak bisa meninggalkan keluarga busuk ini dengan tenang! " Gara menengadah,menatap lampu cristal yang menghiasi atap kamar asline.Menutup mata dan tenggelam dalam kegelapan.
Ibunya telah dikhianati oleh Dante demi membawa masuk Lucinda kedalam keluarganya,ibunya mati dan selama hidupnya.Dirinya dengan bodoh menganggap Lucinda adalah ibu kandungnya dan percaya bahwa grizela adalah adiknya,meski tau selama hidupnya hatinya tak pernah menerima Lucinda dan Grizela.
Sejak awal,Sagara kecil hingga dewasa telah ditipu!
Wanita penyebab kematian sang ibu selama ini tertawa bahagia melihat kebodohannya!.
Dan pria itu,ayahnya yang begitu busuk!
Bahkan Sagara tak sudi rasanya menyebut ayah untuk pria itu lagi.
Dirinya ingin pergi meninggalkan rumah ini,namun mengingat adiknya,Asline akan sendiri menghadapi para manusia berhati licik itu,rasanya Sagara tidak sanggup.
"Kak...kak..kakak tidur?" Asline menepuk pipi Sagara perlahan.
Wajah pria tampan itu pucat,tubuhnya dingin dan jejak kelelahan menguasai seluruh auranya.
"Asline....kita pergi saja dari rumah ini ya....kakak akan membeli rumah yang lebih besar,kita bisa tinggal disana membawa kakek Hans...kakek akan memajang foto keluarga tanpa mereka disana...Asline...kita jangan tinggal disarang ular ini lagi...." Sagara membuka mata,maniknya bergetar dan memerah.
Degggg...
"Kak......" suara Asline bergetar,nafasnya tercekat,duduk disamping sang kakak dan memeluk tubuh rapuh itu erat.
Keduanya menangis dalam diam.
__ADS_1
Tangisan yang begitu menyakitkan,tanpa suara hanya derai air mata penuh kepedihan.
"Me..mereka meni.. menipuku selama...se..selama bertahun-tahun" Sagara berucap dengan nafas tercekat,kepedihan ini menyayat hatinya dengan kejam dan tanpa ampun.
Menangis....
Untuk pertama kalinya,setelah berita kematian Santanu dan keluarga pria itu.
Sagara menangis,tangisan pedih yang bahkan tidak bersuara.
Asline mengigit bibir bawahnya menahan tangis,hatinya mencelos sakit.
Sakit luar biasa,begitu menyiksa dengan perasaan hampa.
"Mereka...mereka membuat aku tidak pernah bertemu dengan ...dengan ibu kandungku sendiri asline! dia..dia membawa wanita itu masuk setelah mereka membuat ibuku tiada...mereka bermain peran dihadapanku...mereka membuatku percaya bahwa wanita itu adalah ibuku!"
Sagara tersenyum nanar,air matanya mengalir deras.
Asline menepuk punggung rapuh Sagara dengan senyum pedih.
"Mereka bahkan membuat diriku tak tau hari kematian ibuku.....mereka tak membiarkan aku berdoa untuknya! lihat...betapa bodohnya aku bukan?" Sagara tersenyum dengan senyuman yang menyimpan berjuta kepedihan.
"Kak...semua telah berlalu....sekarang kakak sudah tau semuanya,bencilah dia...benci mereka karena itu adalah hak kakak! tapi...hidup kakak masih panjang,karier kakak masih belum membentang luas....kak...inilah yang aku ingin sampaikan saat pertama kali datang setelah 13 tahun hidup dalam pelarian!Mereka jahat kak..mereka bahkan bisa melakukan apapun untuk kepuasan mereka! kita bisa pergi kak...tapi vila ini...ini peninggalan kakek dan kerja keras ayah, asline tidak bisa pergi sekarang sebelum mereka membayar kejahatan mereka!" Asline berucap dengan senyum lembut,mengusap air mata Sagara yang perlahan berhenti.
Wajah pria tampan itu kini berubah dingin tanpa emosi.
"Tapi kak... Bagaimana kakak bisa tau ini semua? " Asline bertanya sembari memberikan segelas air kepada Sagara agar lebih tenang.
Menerima gelas air dan meneguknya hingga tandas.
"Seseorang datang,hari dimana kamu tidak kembali beberapa hari yang lalu.Ada sebuah map coklat tersegel yang dikirim dengan alamat pengirim anonim,yah..semua berawal dari isi map coklat itu" Sagara menjawab pertanyaan asline, menyenderkan tubuhnya pada sofa.
Memejamkan mata.
Asline diam...
menghela nafas panjang dan ikut bersandar melepas lelah .
.........♣️.........
Diego,ilmuwan gila itu keluar dari markas.
"Kau mau kemana tergesa-gesa begitu?! Hei..Gion mengatakan kau harus membantunya dalam operasi besar malam ini!" Ryu berseru keras.Pria tampan berdarah oriental itu menatap kearah Diego dari lantai 2 pabrik markas senjata mereka.
Dengan sebuah helm sport,jaket kulit hitam juga kaca mata hitam yang terpasang sempurna ditubuhnya,Deigo berbalik menatap kelantai dua dengan senyum menjengkelkan.
"Sudahlah..katakan pada Gion,minta saja papa Gabriel menggantikan aku! aku akan mencari para kekasihku dulu!!" Diego berlalu dengan senyum jenaka,Ryu mencibir.
Kekasih apa?!.
Paling-paling pergi berburu rempah obat juga tanaman beracun di pasar gelap.
"Mau kemana kau?!" Diego yang bersiap menaiki motornya tersentak,cengkraman kuat pada bahunya membuat pria itu mendengus kesal .
"Wah... lihat presiden direktur delta Times magazine ini! datang-datang mengganggu! ENYAH!" Amuk Diego kesal.
Sungguh dia diburu waktu sekarang dan mereka ini terus menganggu dirinya.
Xain mencibir dingin.
Menatap penampilan berburu Diego .
Menggeleng miris.
"Penampilan keren hanya untuk berburu rumput! kau sungguh menggelikan brother!" Diego mendengus.
Ini lagi setan satu!.
"Wah.. sepertinya Houston Intertaiment begitu santai hingga CEO-nya sendiri sibuk menganggur dan berjalan kesana-kemari!" Diego mencibir,Maxim terkekeh kecil.
"Minggir dari motorku! kalian tau aku adalah ilmuwan sibuk! enyah...." Amuk Diego kesal.
Maxim menarik xain menyingkir.
Diego dalam mode sengol sedikit bacok!.
Brrrrmmmm..
Maxim menutup kedua telinganya,sedang xain menutup kedua matanya.
Raungan motor sport ninja itu sungguh luar biasa memekakkan telinga!.
...TBC...
Maaf El benar-benar lelah,kepala pusing kerjaan bertumpuk jadi update sedikit 😧
__ADS_1