Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
True love


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Give me Vote,like dan coment!........



...🍁...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍁...


Keheningan yang terasa menenggelamkan,pejaman mata yang dihiasi keryitan dalam serta nafas panjang yang berhembus tertahan.


Pria dengan surai pirang itu menyandarkan satu telapak tangannya pada dinding kaca, yang membatasi balkon ruang kerjanya dengan halaman istana.


"Rahasia apa? apa yang aku tidak tau? apa yang istana ini sembunyikan dariku? " Brixton bergumam dengan tatapan tajam menghunus kegelapan malam yang menaungi seluruh halaman istana.


Cahaya dari lampu-lampu taman yang menyorot terang tak membuatnya merasa kegelapan itu hilang.


"Apa yang tuan besar Wiguna dan tuan Arkansas maksud?" Brixton memutar kenop pintu kaca balkon dan melangkah keluar membiarkan angin malam menerjang tubuhnya .


"Jangan membuatku lepas kendali......"


..........


Sementara itu...


Great manor Wiguna...



Duduk dengan wajah dipenuhi keseriusan,para pria Wiguna terdiam dalam fikiran masing-masing.


Arkansas meraih cangkir ekspresso dihadapannya dan menatap wajah kedua putranya dengan intens.


Tidak terasa waktu telah berlalu begitu cepat.


"Rayga...kau adalah putra sulung keluarga ini...dimasa depan setelah kakek dan Daddy juga papi kalian tiada,seluruh keputusan ada di tanganmu.Dan kalian...raider,raino juga arsen.Tidak ada satupun yang bisa mendikte keputusanmu selama itu berhubungan dengan kebaikan clan kita.Dan kami....sudah putuskan memberi jalan pada Brixton untuk bersama Archana dan sebagai kepala keluarga,dad tidak butuh penolakan kalian." Arkansas berucap tajam saat kembar R juga arshenio terlihat tak terima.


"Kenapa seperti itu dad! kalian tidak bisa sembarangan membuat keputusan,royal dan rakyat biasa itu berbeda! bagaimana jika keselamatan archa terancam saat kita tak bisa seenaknya memasuki istana ?!" Arshenio menyeru sengit,pria itu menatap ayah juga kakeknya nanar.


"Kamu tau arshenio,kakek juga ayahmu bukan mengambil keputusan dalam sekali berfikir! kalian tau pasti bagaimana mereka?" Anggi menarik tubuh arshenio agar duduk kembali dan mencoba memberi pengertian dengan sabar pada pria muda itu.


Rayga terdiam tak berucap sementara asline disampingnya terus mengusap punggung tangan suaminya itu.


"Tidak!" Akhirnya suara rendah itu mengalun setelah terdiam sesaat.


Entah pertanyaan itu ditunjukkan pada siapa,namun dapat terlihat para pria di sana bungkam.


Hingga suara asline terdengar mengalun lembut setelah suara penuh kemarahan tertahan Rayga turun.


"Cha-cha terlihat bahagia saat berbicara tentang Brixton...senyumnya terlihat tulus dan tiada keraguan.Daddy,kakek.Kalau Line boleh bicara apakah kalian semua mau mendengar?" Asline menatap wajah-wajah para pria Wiguna terutama suaminya itu dengan sabar.


"Sure...bicaralah line,Daddy senang jika kamu mau berpendapat" Arkansas menatap menantunya itu dengan senyum simpul.


Asline mengangguk lega.


"Cinta.fase yang pangeran mahkota selama ini tunjukan pada Archana sudah terlihat jelas bahwa dia mencintai Putri keluarga ini.Tidak seharusnya kita menentang mereka begitu keras jika memang perasaan keduanya saling membalas.Tidak mudah mendapat pria yang mau berjuang keras untuk meraih seorang gadis! Kalian semua para pria juga tau bagaimana sakitnya jika cinta yang kalian dambakan akan menjadi sulit? kakek... bagaimana saat dulu kau harus melalui beberapa tahun agar bisa kembali bertemu nenek? Papi... bagaimana dulu papi harus berjuang mengeluarkan mami dari trauma masa lalunya? dan Daddy? maafkan aku jika akan menyakiti perasaan Daddy! cinta Daddy harus terkubur saat mom Liora pergi bukan? lalu Brixton! Archana ada dan berdiri sehat menanti persetujuan keluarganya! lalu kalian semua akan tega mengubur cinta yang bahkan baru saja bersemi itu? Line tau kasus kalian dan Brixton berbeda,namun jalan akhirnya akan tetap sama!" Asline menatap wajah-wajah tampan yang terlihat termenung itu.


Wanita cantik itu bahkan meremat jemari kokoh suaminya yang terasa dingin.


"Jangan biarkan Archana menjadi korban dari perasaan yang tak berestu! biarkan Archana menjalani biarkan Brixton membuktikan ucapannya! Rayga...fikiran bagaimana jika aku mati saat itu? aku akan meninggalkan dirimu-"


Rayga menutup mulut asline dengan telapak tangan yang semakin dingin,menggeleng cepat dan menatap wajah istrinya nanar.


"Don't say that!" Rayga berucap sembari memeluk tubuh asline dengan wajah kelam.


Tersenyum lembut,asline menekuk punggung tegap itu pelan.


"Tidak terbayangkan sakitnya bukan? itu karena kita terhubung oleh cinta! Jangan kandaskan cinta mereka...biarkan mereka bahagia dengan jalan Tuhan! Jangan egois sekalipun badai besar...yakin dan optimis Brixton pasti akan melindungi Archana!" Arkansas tersenyum puas,menatap interaksi putra juga menantunya dengan manik yang memanas.


Yah.....


"Baiklah....." Rayga berucap sembari memeluk semakin erat tubuh indah itu.


"Khem...sesi roman sudah dulu!! jangan buat mami menangis iri!!!!!!!" Pekikan kayra akhirnya membuat pelukan suami istri itu lepas .

__ADS_1


Asline bersemu merah dibawah deheman jengkel Rayga yang menatap sinis ibunya itu.


"Nah....sekarang waktunya dinner! raino cepat bangunan adikmu..dia sudah tidur siang sangat lama.." Anggi menghela nafas berat.


"Archana tidur sejak pukul berapa nenek?" Arshenio bertanya sembari menatap Raino yang sudah beranjak.


Pria tampan model majalah Forbes itu terlihat cukup diam tak seperti biasanya.


Bahan raider nampak seperti tidak berada ditempat.Raga ada namun jiwa entah kemana.


Kembar R itu terlihat aneh.


"Sejak pukul 2 siang tadi....setelah pulang dari kampusnya Archana nampak kelelahan!.line..coba kamu tanya adikmu itu nanti jangan sampai ada masalah!" Anggi menghela nafasnya kembali.


Asline mengangguk sambil mulai menyiapkan piring makan suaminya.


Arkansas mengernyit dalam.


Sudah tidur begitu lama?.


"Apa cha-cha sakit mom?" Arkansas bangkit dan hendak bergerak menyusul raino. Namun Anggi menahan putranya itu .


"Tidak...hanya wajahnya seperti dalam suasana hati buruk!" Jelas Anggi yang sudah memaksa Arkansas duduk dikursi meja makan.


.........


Malam semakin larut,setelah makan malam kini semua penghuni mansion Wiguna sudah memasuki kamar masing-masing.


Rayga dan asline memutuskan menginap di mansion utama.


Tok...tok...tok..


"Cha..ini kak asline,apa kakak boleh masuk?"


Asline mengetuk dari balik pintu.


"Masuk kak...Cha tidak kunci pintunya"


Sahutan dari dalam,asline tersenyum dan menekan kenop pintu .


Klik...


Pintu kamar bercat putih gading itu terbuka.


Asline masuk dan melewati lorong kecil sebelum tiba di ruang kamar tidur sang adik ipar .


Archana terduduk di kasur dengan kepala tertunduk.


"Kenapa?" Asline mengelus rambut panjang adik iparnya itu dengan senyum simpul.


Archana menatap kakak iparnya dengan wajah murung.


"Ada-apa? katakan saja pada kakak! jangan simpan apapun yang mengganggu hatimu!" Asline naik dan duduk berhadapan diatas ranjang bersama Archana yang nampak memiliki banyak kegelisahan.


"Kak...kakak tau teman Cha yang namanya Jihan? kasihan dia kak..." Archana menghela nafas panjang manik gadis itu memerah dan suaranya bergetar.


Asline mengernyit dalam dan meraih kedua tangan Archana dan merematnya.


"Baiklah kakak akan dengarkan,katakan siapa tau kita bisa membantu Jihan ?" Yah,asline tau gadis bernama Jihan itu.


Gadis itu adalah gadis penerima beasiswa berasal dari Indonesia dan untuk kepribadian gadis itu cukup tertutup dan sekali asline pernah bertemu dapat dirinya simpulkan,gadis itu .Jihan, memiliki begitu banyak beban ditengah senyum ramahnya.


"Saat itu...."


...# Flashback #...


Dua gadis remaja dengan wajah lesu itu keluar dari kelasnya,hari ini mata kuliah mereka dipenuhi kuis dadakan yang cukup menguras emosi.


"Naomi kita ke cafetaria dulu bagaimana? Aku lapar sekali....." Archana,gadis dengan sweeter rajut putih itu menatap wajah pias Naomi dengan memelas.


"Ba-"


Hingga,ucapan gadis bernama Naomi itu terhenti saat keduanya tak sengaja melihat kearah parkiran.


"Nao....itu kenapa Jihan ditarik-tarik?! sama siapa?! cepat kita tolong Erika buat bantu Jihan! orang-orang itu pasti jahat!" Archana segera berlari menarik Naomi menuju arah Erika yang sedang menarik Jihan yang tengah di seret beberapa orang pria menuju sebuah mobil sedan hitam yang terlihat cukup mahal.


"Berhenti!! lepaskan teman kami!" Archana berteriak saat Naomi sudah menarik tangan Jihan membantu Erika.


"Diam dan siapa kau?! jangan sibuk dan urus urusan kalian sendiri! jangan ikut campur!" Pria dengan kemeja hitam memaki emosi.


"Enak saja! lepaskan dulu teman Cha-cha!!" Archana meraih tongkat mini kejut listrik miliknya dan memukul dua pria yang menahan tubuh Erika.


"Arkhhhh!!!!" Kedua pria itu berteriak kaget.


Dan pria dengan kemeja hijau itu menatap kearah mobil sedan hitam dibelakangnya dengan panik.


Seseorang didalam mobil itu pasti sudah kehabisan kesabaran!.


"Jihan.minta teman-temanmu pergi atau aku akan berbuat lebih! kau tau apa yang bisa kulakukan?!"


Deggg..


Tubuh Jihan menegang,gadis yang biasa terlihat acuh pada sekitar dan tegar itu kini nampak kosong berdiri.


"Lepas...."


"Kalian dengarkan wajah para Hulk!? temanku tak ingin ikut kalian jadi le-" Archana terdiam begitu Jihan kembali berucap.


"Archana...Erika..Naomi,aku bicara pada kalian.Lepaskan tanganku!" Jihan menyentak tangannya yang digenggam oleh Erika juga Naomi.

__ADS_1


"Jihan kenapa? mereka jahat! jangan ikut mereka" Archana berucap dengan bibir bergetar,baru kali ini dirinya melihat wajah putus asa yang terbalut ketegaran yang dirinya yakin itu adalah kepalsuan.


Jihan tertekan!...


Archana menggeleng ribut.


"Siapa kalian?! mengapa kalian menyeret Jihan?!" Archana memekik emosi.


Pria berkemeja hijau itu maju dengan wajah remeh.


"Aku...aku kakak dari gadis sialan yang ingin kalian tahan itu! kenapa? kaget?! jadi menyingkir aku punya urusan dengan adikku!" Pria itu menyerigai penuh kemenangan,Jihan dibelakangnya gemetar.


Akhirnya dibawah tatapan tak puas Archana dan kedua sahabatnya,Jihan diseret kasar kedalam mobil.


Jihan menatap wajah-wajah pias ketiga sahabatnya dengan senyum samar.


Archana menggeleng dengan manik memanas.


Tapi pria itu adalah kakaknya,dan mereka tak bisa lakukan apapun untuk mencegah.


Ditambah,Jihan terlihat patuh.


Tapi...


Ada jejak keputusasan,kesedihan didalam wajah yang perlahan menghilangkan itu.


Jihan menangis!.


"Kak Max harus tau!"


...# Back off #...


"Jadi pada akhirnya Jihan dibawa oleh pria yang mengaku sebagai kakaknya? lalu mengapa Max harus tau?" Asline bertanya begitu menghapus air mata kemarahan diwajah sang adik.


"Entah? tapi beberapa waktu belakangan...Kak max meminta Cha untuk selalu memberi tau padanya apa saja yang terjadi pada Jihan..siapa yang berinteraksi dengannya dan kesulitan apa yang dialaminya! selama ini juga kak max selalu membantu Jihan dengan Cha sebagai jembatan!" Archana menjelaskan dengan lugas.


Asline terdiam,senyum wanita cantik itu terbit samar.


"Kak...sudah lima hari sejak itu Jihan tidak masuk kampus! dan kak max sudah mencari Jihan tapi masih belum tau dimana Jihan sekarang...kak line.. bagaimana jika sesuatu terjadi pada Jihan?" Archana akhirnya menangis kala pelukan asline melingkarinya.


Diam....


"Kakak akan coba bicara pada hubby...mungkin dia bisa membantu!" Asline menenangkan Archana dan membawa tubuh adik iparnya itu agar berbaring.


"Yah..kak Rayga pasti bisa membantu! cepat kembali ke kamar kakak dan bicara pada kak Rayga!" Archana berucap penuh harapan.


Asline mengangguk sambil menarik selimut untuk adik iparnya itu.


Mengatur suhu AC dan menghidupkan lampu tambler.


"Tidurlah kakak akan bicarakan masalah Jihan pada hubby..." Setelah melihat Archana mulai menutup mata,asline bangkit dan melangkah keluar.


Didepan pintu.


"Astaga! Hubby!" Asline terkejut saat sebuah lengan melingkari pinggangnya dari belakang.


"Hm...jangan teriak nanti archa bangun dan keluar..." Deep voice itu sukses membuat bulu kuduk asline berdiri.


"R...Rayga jan..enghhh...jangan begini!!" Asline terengah saat lidah basah itu menjalari lehernya.


"Right.... bagaimana?" Rayga akhirnya meraih telapak tangan asline dan berhenti bermain nakal pada istrinya itu.


"Bukan masalah archa,tapi sahabatnya.Kamu ingat gadis Indonesia bernama Jihan? there something wrong with someone,yah...kamu tau dia berkata bahwa dia adalah kakak gadis itu,tapi dia sangat kasar bahkan menyeret paksa Jihan dari area kampus! max sedang mencari keberadaan gadis itu sampai kini,sudah lima hari sejak itu!" Jelas asline sembari mengikuti langkah Rayga yang membawanya menuju taman depan mansion.


Malam ini bulan sangat terang dan cahaya bulan seakan membuat kelopak-kelopak bunga di taman itu bersinar.


Keduanya duduk disebuah bangku dengan asline yang menyandarkan diri dibahu lebar berbalut piyama hitam itu.


"Hm....masalah mencari seseorang akan bagus jika tim Beta dibawah alarik yang bekerja..namun alarik dua hari lagi sudah akan menikah,kita tak mungkin memintanya membantu,tapi jika masalah ini menjadi sebab adik juga istriku terganggu aku sendiri yang akan turun tangan!" Rayga yang melingkarkan lengannya di bahu asline menarik tubuh itu semakin merapat dan mengecup pucuk kepala istrinya dengan sayang.


Tersenyum lembut,asline mengangguk lega.


"Hubby...sudah begitu lama..bolehkah aku bertanya?" Asline menengadahkan wajahnya dan menatap wajah tampan yang begitu memukau dengan sinar rembulan yang jatuh menyinari wajah tampan dengan kulit coklat gandum nan sehat itu.


"Hm?" Rayga menurunkan pandangan,mengecup bibir ranum itu dengan senyum simpul.


"Bagaimana dengan zergan?"


Hening....


Angin malam seakan berhenti bertiup dan bulan tertutup oleh awan.


Asline mengernyit,mengapa seakan sesuatu yang tidak baik datang?.


"Hubby...." asline memanggil dengan gugup.


"Aku membunuhnya...menebarkan tubuhnya di empat penjuru angin... kepalanya,aku mengawetkan diantara jejeran musuh be yang kini telah menjadi hiasan dinding..."


Asline meneguk salivanya ngeri dengan senyum jenaka Rayga .


Bagaimana?!.


.....TBC.....


Yang baca terus kabur sini...



Pahamlah ya sakitnya hati El...

__ADS_1


__ADS_2