
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan coment ya...
...🍹 Happy reading 🍹...
Kelas berakhir lebih cepat saat hari terakhir kuliah sebelum memasuki puncak musim dingin.
"Archa...kamu pulang siapa yang jemput?" Naomi bertanya saat keduanya keluar dari kelas mata kuliah terakhir hari ini.
"Tak tau... ini masih tanya Daddy dulu siapa yang jemput?" Archana berucap sembari sibuk membalas pesan pada sang ayah.
"Tuan muda Brixton tidak menjemput ya?" Naomi bertanya kembali,mereka telah sampai ke gedung fakultas hukum.
"Kak Rixton lagi ada kerjaan sama Daddy...jadi yang jemput antara kak raino,kak raider dan kak max saja.....makanya archa bawa Naomi ke kelas Jihan siapa tau bisa sekalian minta tumpangan hehehe.." Archana terkikik malu.
Naomi menggeleng geli.
Hingga...
"Erika!!" kekasih Gion itu melihat salah satu sahabat mereka,Erika.
Gadis berdarah asli Inggris yang beberapa waktu lalu mulai jarang berkumpul bersama mereka.
Naomi mengernyit saat melihat tatapan dingin Erika yang menatap dirinya dan Archana.
Ada-apa?.
"Erika tunggu! Erika.....!" Naomi memanggil dengan gugup,ada yang salah mengapa Erika terkesan menghindarinya?.
"Nao..Erika kenapa? kita ada buat salah ya sama dia? "Archana bertanya saat melihat Erika bahkan tak menoleh kebelakang apalagi membalas panggilan mereka.
Hingga...
"Erika...Jihan!" Naomi memekik saat tubuh kedua sahabatnya saling bertabrakan,Jihan terhempas dan jatuh terduduk.
"Kau kalau jalan itu pakai matamu! apa karena sudah naik level jadi kau tak bisa melihat kehadiran orang lain?! " Erika memaki Jihan yang masih terduduk mencerna situasi .
"Kamu apa-apaan Erika?! kenapa kasar begitu sama Jihan?! lagipula bukan Jihan yang menabrakmu,tapi kamu sendiri yang sengaja senggol dia! kenapa denganmu sebenarnya,Erika?! kalau kita ada salah sama kamu itu bilang! jangan bersikap layaknya kita ini musuh kamu!" Naomi menarik tubuh Erika kasar,berbalik menghadapnya sementara Archana membantu Jihan berdiri.
Keempat sekawan itu menjadi bahan tontonan,tidak biasanya para gadis yang terkenal bersahabat itu bertengkar! terlebih ini didepan umum tepat didepan pintu masuk fakultas hukum.
"Ck...ck..ck...lihat Erika...mereka bahkan tidak tau salah apa dan malah marah padamu seakan kamu yang bersifat dangkal disini!" Seorang gadis muncul dari balik tubuh Erika dan merangkul pundak gadis itu.
Naomi tercengang!.
Dorothy Perkins!..
Ratu bully dari fakultas ilmu sosial!.
Gadis kaya yang terkenal sombong juga suka menindas mahasiswa yang berstatus lebih rendah darinya.
__ADS_1
Naomi tau,sejak awal masa kuliah.
Dorothy paling tidak suka dengan dirinya juga Archana dan Jihan karena menganggap mereka adalah masyarakat kelas bawah.
Berbeda dengan Erika,yang memang adalah putri seorang pengusaha restoran yang cukup sukses di ibu kota.
Intinya,Dorothy hanya mau berteman dengan Erika namun menjauhi Jihan dan Naomi.
Namun semua berubah saat identitas Archana terungkap,namun bukan sifat baik.
Dorothy Perkins menjadi semakin membenci mereka karena berfikir Archana adalah gadis yang berpura pura polos untuk menipu semua orang!.
Bukan hanya Naomi,Jihan bahkan menggeleng cepat saat melihat betapa harmonis Erika dan Dorothy!.
"Apa maksudmu Dorothy?! kamu jangan mencoba mengadu domba kami!" Jihan berucap sengit.Dorothy tertawa remeh kemudian menatap Jihan dan Naomi dari atas kebawah penuh hinaan.
"Inikah hasil kalian setelah berhasil panjat sosial dengan menjadi kekasih pria kaya? sudah kuduga! kalian sengaja mendekati Archana ini untuk bisa memasuki circle para pewaris clan Wiguna bukan? betapa hina! Lihat bukan Erika? si Jihan ini bahkan naik ke ranjang tuan muda Houston yang terkenal sebagai Casanova seluruh gadis ibu kota! dan dia..." Tunjuk Dorothy pada Naomi yang berdiri menatapnya tajam.
"Dia bahkan mungkin sudah ikut naik keranjang pria,salah satu pria kaya itu...bukan main-main! Seleranya bahkan seorang direktur dari rumah sakit besar sekelas Healty hospital! Lihat bukan apa yang kukatakan menjadi kebenaran! Mereka ini hanya para perempuan manipulatif yang suka bermain polos demi menjerat laki-laki!" Dorothy berucap lantang penuh nada jijik.
Para mahasiswa yang menonton ikut menatap Jihan dan Naomi jijik.
Suara hinaan mulai berdengung bak suara lebah berterbangan liar.
"Jangan asal bicara kamu nona parkins! jangan sembarang menghina seseorang kalau kamu tidak tau apa-apa!" Archana berucap sembari menarik tubuh Jihan dan Naomi mundur kebelakang.
Keduanya adalah sahabat sekaligus calon istri kedua kakak laki-lakinya!
Sedang Naomi,gadis itu adalah cinta pertama kakaknya Gion! jadi bagaimana Archana akan diam saja melihat keduanya dihina?.
"Apa yang bicara sembarangan? Dorothy benar,nona muda Wiguna....kalian bermain-main dengan para pria kaya...dan aku tak tau apapun seperti orang bodoh? archa...kamu tau aku menyukai salah satu kakakmu...tapi kamu bahkan tidak pernah mau membantuku mendekati dia! lalu mereka.....jelas aku setidaknya lebih setara dibanding dua gadis miskin dan kampungan ini!" Erika meruang murka.
Jihan mematung dengan Naomi yang terbelalak tak percaya.
"Jelas aku tidak bisa membantu saat kakakku itu bahkan tidak suka padamu! bagaimana perasaan bisa dipaksakan? kalau bisa aku pasti akan membantu tapi dalam keluargaku tidak ada kata cinta dalam keterpaksaan! cobalah mengerti Erika! bukannya aku archa tidak mau bantu!" Archana menjelaskan dengan frustasi.
Erika tertawa sinis.
"Kau memang penipu Archana! Dorothy benar kalian semua berteman denganku hanya untuk memperoleh manfaat bukan? terlebih untuk kalian berdua!" Tunjuk Erika pada Jihan dan Naomi yang menatap dirinya kecewa.
"Aku ingat...saat belum berhasil panjat sosial clan Houston! kau...selalu membuatku menjemput dan mengantarmu ketempat kerja dan kuliah! Jihan...Jihan... mengingat itu berapa bodohnya aku!" Erika mencibir kemudian beralih menatap Naomi.
"Dan kau..kau hanya gadis miskin yang selalu membuatku malu dengan selalu membeli barang-barang diskon saat kau mengajakku menemanimu belanja ke pusat perbelanjaan! betapa jijik!" Naomi menatap Erika sedih.
Bukankah Erika tau prinsip hidup sederhana yang selalu diterpakan oleh Naomi di tengah kota penuh sistem kapitalisme ini? dia selalu mendukung dan membantu tanpa Naomi pernah meminta,Naomi sadar diri namun mengapa kini Erika menyebut segala masa lalu mereka seperti sesuatu hal yang menjadi aib?.
"Cukup! kami tidak pernah meminta padamu untuk itu Erika! kau sendiri yang masuk dan mendekati kami terlebih dahulu saat itu...kau tau kami memang bukan orang berada! kami fikir kamu berbeda tapi ternyata sama saja! jika kamu tidak suka jangan bermain dua wajah! mengapa sekarang kamu justru menghina? ingat Erika...yang datang dan menawarkan membangun sebuah persahabatan adalah kamu! aku dan jihan sadar diri tapi kamu yang memulai! jadi sekarang jangan seenaknya kamu menyalahkan kami!" Naomi sudah terlanjur marah dan kecewa.
Dia firkir Erika berbeda dari gadis kaya lainya.
Ternyata ada maksud terselubung dibalik semua kedekatan gadis itu dengan mereka,terlebih setelah Jihan dan Naomi dekat dan Archana.
Sejak itulah Erika mulai mendekati!.
__ADS_1
"Archa siapa yang Erika suka? kakakmu yang mana?!"Jihan bertanya karena merasa permusuhan Erika terlalu jelas padanya.
Archana menghela nafas menatap Jihan rumit.
"Kak Maxim...dia suka kak max!" Jihan terkekeh rendah,jadi begitu?!.
"BENAR! AKU SUDAH MENYUKAI TUAN MUDA HOUSTON SEJAK MASIH REMAJA! ITU BERMULA SAAT SEBUAH DRAMA DARI HOUSTON INTERTAIMENT SYUTING DI SALAH SATU RESTORAN KELUARGAKU! AKU SUKA DIA DAN TIBA-TIBA KAMU DATANG DAN REBUT SEMUANYA! JIHAN KAMU GADIS KAMPUNG TIDAK TAU DIRI !" Erika meruang tak perduli keadaan lagi.
Dia tak terima saat tau pria yang sudah dirinya cintai sejak lama tiba-tiba akan menikah,dan itu dengan gadis miskin yang menjadi sahabat terpaksanya.
Yah,Erika terpaksa bersahabat dengan mereka sejak tau Archana adalah adik dari pria itu.
"Dasar gila!" Naomi memaki.
Hingga...
"KEMBALIKAN MAXIM-KU!! KAU PERUSAK RENCANAKU!! HARUSNYA AKU YANG JADI NYONYA MUDA HOUSTON BUKAN KAMU!!" Erika berteriak dan menerjang Jihan dengan brutal.
"Jihan!!!!" pekik Naomi dan Archana kaget.
Erika menggila.
Rasa frustasi menjadi seseorang yang mencintai dalam diam begitu menyakitkan dan akhirnya beban itu tak bisa terbendung lagi dan pecah menjadi kemarahan.
Jihan berusaha tetap sadar setelah Erika mendorongnya hingga menghantam pilar lorong.
Membawa telapak tangannya keatas dan menemukan jejak merah kental yang mengalir.
Jihan menatap wajah-wajah itu..
"Erika...kamu keterlaluan..." Setelah itu gelap .
Jihan tak sadarkan diri setelah kepalanya menghantam pilar cukup keras akibat dorongan penuh tenaga yang dilakukan Erika.
Archana dengan panik menelpon Maxim, jihan diangkat ke menuju pusat medis universitas oleh beberapa mahasiswa dengan Naomi yang ikut meninggalkan Archana yang berdiri diam setelah mendapat jawaban cepat dari kakaknya, Maxim.
Erika dan Archana saling menatap saat Dorothy dengan senyum miring berlalu pergi.
"Cinta bukan hal yang bisa kamu dapat dengan paksaan.Persahabatan tidak bisa kamu permainankan hanya karena status sosial.Erika,kami sudah menganggapmu sebagai bagian dari kami.Semula aku tidak pernah berniat menjadikan dirimu salah satu dari kami! tapi jihan dan Naomi sangat naif...Erika....kau bukan lagi bagian dari kami! carilah teman yang kau anggap sederajat denganmu aku muak dengan topeng palsumu!" Archana,tidak.
Archara berucap dingin,berbalik dan pergi tanpa menoleh kebelakang lagi .
Erika menatap punggung itu dengan senyum hina.
"Kau FIKIR aku mau berteman dengan gadis kelainan mental sepertimu dan teman-teman miskinmu itu? Archana...jika kau bukan adik dari MAXIM-KU....mana sudi aku berteman denganmu!" Erika mencibir sinis dan berbalik tidak perduli akan keadaan Jihan.
"Bagus jika jihan itu mati! aku tidak sudi Houston memiliki menantu dari orang bawah seperti mereka! " Dorothy bergumam dibalik salah satu pilar menuju keluar fakultas hukum.
"Biar saja mereka saling menyakiti! bahkan jika ada yang mati itu lebih bagus! Berani sekali orang miskin itu berfikir menjadi kaya dengan cara instan!" Dorothy tertawa puas dan akhirnya pergi menuju parkiran dimana mobilnya terparkir.
Drama sudah selesai dan tinggal menunggu hasilnya!.
......TBC......
__ADS_1