Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Deep heart


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote,like dan komen...


...🍃 Happy reading and keep health 🍃...



Victoria bangkit dari sofa,menerima paket yang berada di tangan Imanuel.


Tapi tunggu,kenapa ada dua kotak?


"Maaf nyonya muda ketiga..yang satu memang untuk anda dari tuan muda Raino dan satu lagi kotak tapi tidak ada nama pengirim hanya menyebut,teruntuk Kayra Romanov..." Imanuel berucap sembari membaca note di bagian kiri paket.


"Kayra Romanov? harusnya orang ini menyebut teruntuk Kayra Arion Wiguna! apa-apaan berlagak misterius dan apa dia fikir mami masih seorang gadis?!! mami sudah menikah semua orang tau itu! tapi orang itu justru menyebut nama panggilan Romanov?!" Victoria mendumel kesal.


Asline yang baru keluar bersama kayra dari dapur mengangkat satu alisnya binggung.


"Mami ada pesan barang? online?" Tanya ibu dari tiga anak kembar itu,asline duduk dan mulai menyusui Archer yang terlihat mulai menampilkan wajah cemberut.


Tentu saja,ruang santai itu tak ada satupun pekerja laki-laki hanya ada anggota keluarga juga maid wanita yang bertugas.


Bayi tampan itu terlihat sangat kehausan!.


Baby Z telah terlelap setelah kenyang dan Arezian sibuk berceloteh saat Raels dengan jahil terus menggoda bayi imut itu.


Entah mencium perutnya,menggelitik tapak kakinya atau bahkan mengigit pipinya yang memerah tembem.


Kayra mendekat pada Victoria yang sibuk meneliti paket misterius tanpa nama itu.


"Ria..coba sini mami mau lihat" Victoria menyerahkan kotak berlapis kertas kado berwarna gold itu.


"Mami coba buka mana tau itu dari papi Rion!" Asline berucap antusias.


Kayra mengangguk tak yakin.


Dirinya mengenal betul sifat suaminya,Rion tak akan memberi kado seperti ini.


Terutama dengan pita berwarna merah muda yang menghiasi kotak paket itu!.


Kayra tanpa harus bertanya,ini bukan gaya suaminya !.


Namun menghadapi tatapan penasaran ketiga menantunya.


Kayra perlahan menarik simpul pita.


Merobek kertas pembungkus paket dan terakhir.


Dibawah tatapan intens penuh antusias itu.


Kotak paket berisi hadiah misterius itu perlahan terbuka.



"Oh ya ampun!! mami ini gelang rancangan musim ini dari Hermes Paris! mami tau ini hanya ada 10 diseluruh dunia...apa papi yang kasih?" Asline berucap heboh.


Raels meraih kotak gelang yang terbuat dari perak dengan taburan berlian kecil-kecil itu.


"Tapi ya line...ria... perasaan papi tidak pernah ku lihat memberikan hadiah perhiasan pada mami..kalian tau kan,dari pada perhiasan.Mami lebih suka senjata api atau pisau lipat yang cantik? lagipula baru beberapa hari yang lalu papi kasih mami pinstol,sepertinya aneh saja kalau papi kasih lagi apalagi gaya hadiah ini bukan papi sekali!" Jelas Raels penuh pertimbangan .


Benar,diteliti lagi menurut gaya seorang Arion.


Kotak paket berwarna gold dengan pita berwarna cerah bukanlah gaya pria itu.


Arion lebih suka memberi langsung barangnya tanpa terbungkus kotak berwarna macam-macam apalagi dihias pita !.


Pria itu akan jijik dan akan berkata.


"Alay sekali....papi kalian ini pria macho! apa merah muda?! hanya banci lampu merah yang suka warna merah muda... papi tidak! ingat itu "


Yah,itulah sepenggal ingatan Victoria jika ayah mertuanya itu sampai melihat laki-laki yang berani memakai warna merah muda di depan matanya.


Itulah mengapa,bahkan anak perempuan dan wanita keluarga mereka tidak ada yang terang-terangan memakai warna merah jambu jika sedang ada urusan dengan pria pencinta budaya Indonesia itu .


"Mami ada note!" Victoria berucap setelah membalik kotak yang isinya sudah Raels keluarkan.


Kayra meraih note kertas dengan warna putih berlatar hati merah darah.


Apa-apaan ini?!.


Menggelikan sekali!.


"Baca mi..." desak asline tak sabar,jika Archer tidak ia tidurkan.Sudah pasti asline akan meraih dan membaca note itu sendiri.


" Kamu punya cincin..kamu juga memakai kalung...pertemuan pertama kita,aku hanya melihat pergelangan tanganmu yang kosong...aku kirim gelang ini untukmu...dengan ini kuharap diriku bisa setidaknya suatu saat nanti bisa menggenggam tanganmu.Kayra Romanov aku tau kamu sudah menikah bahkan sudah punya cucu... tapi saat rasa itu datang,apakah usia penting? Sayang sekali kita terlambat bertemu..jika tidak...."

__ADS_1


Kening ketiga wanita menantu Wiguna itu mengeryit dalam,horor begitu mendengar kalimat yang mengisi note.


Menatap ibu mertua mereka pias.


"Ini pasti orang gila mi! sudah jelas ini bukan papi! kalimatnya benar-benar membuat bulu kuduk berdiri!" Victoria meraung horor.


Asline meraih kertas note yang dibuang kayra ,beruntung kertas itu jatuh dan terbang dibawah kakinya.


"Kamu benar Ria,papi tidak akan menulis kalimat seperti ini...kalau di Indonesia,mereka akan berkata Alay..atau menye-menye! lagipula...tulisan tangan papi tidak seperti ini! " Jelas Asline meletakkan kertas itu diatas meja.


Tak lama Archer bersendawa,bayi laki-laki tampan itu terlelap dan dengan kecupan sayang pada pipi gembul itu.


Asline membaringkan Archer diatas kasur bayi beludru disisi Zia dan merapikan pakaiannya .


"Mi..lebih baik buang saja h-"


"KAU GILA RIA?! INI HERMES! JANGAN BUANG !!" sentak Raels ngeri atas ucapan santai Victoria.


"Lalu? kamu mau papi lihat dan mengamuk karena istrinya dapat hadiah dari pria lain? papi bisa berubah jadi menyeramkan kau tau!" Victoria berucap menatap Raels dengan senyum paksa.


"Nah karena itu..jangan buang! jual saja lumayan bisa buat nambah saldo hahaha....!" Raels tergelak dan kemudian,tawa geli asline dan Victoria pecah.


Benar-benar!.


"Anak mami kaya Raels...mau nambah saldo minta saja sama raider! money anak mami itu mengalir sampai jauh...."kayra berucap jenaka,membungkus kembali gelang itu .


"Ya beda rasanya mami...sudahlah jual saja nanti kita ke toko resmi Hermes..kita uangkan saja lumayan tau mi..." Raels kekeh.


Kayra menghela nafas pasrah dan mengangguk saja.


"Tapi... Victoria, Raino kasih kamu apa?" Asline berucap setelah melihat paket yang tergeletak apik diatas meja.


Kotak berwarna pastel.


"Oh..aku minta Ano buat beli paket suncream sama skincare " Ujar Victoria dengan senyum santai.


Asline menggeleng tak habis fikir,sejak kapan mantan assassin berkedok agent ini suka dengan produk perawatan kecantikan?.


"Terus mau mami apakah benda i-"


"Maaf nyonya muda Asline..ada pemberitahuan dari penjaga gerbang bahwa kepala butler vila nyonya Samantha datang ingin menghadap!" Imanuel segera mengintrupsi begitu sebuah laporan selesai ia dengar melalui earpeace ditelinganya .


..........


Healthy Hospital..


Sosok Samantha duduk,jejak air mata masih terlihat jelas di wajahnya yang sembab.


Kriet.....


Segera,Samantha menoleh kebelakang.


Senyum nanar di wajahnya terbit paksa saat melihat seluruh keluarganya datang.


"Bunda....." Asline mendekat dan memeluk tubuh yang entah bagaimana terlihat semakin renta diusianya yang bahkan belum memasuki kepala lima!.


Samantha terlihat menua 10 tahun sejak terakhir mereka bertemu di pesta pernikahan Arshenio,archana juga Xain!.


Dan yang membuat manik Asline bergetar adalah.


Sosok silver yang terbaring dengan masker oksigen juga jarum infus di satu sisi lengannya.


Segera,tangis lirih Samantha pecah kala kayra memeluk tubuhnya yang rapuh.


"Suamiku...hiks..dia tiba-tiba jatuh dan darah mengalir dari hidungnya! hiks...Kay...silver tidak akan meninggalkan aku kan? suamiku baik-baik saja kan ?! jawab aku Kay...kak Kansas..kak.Xander....say something.."


Arkansas dan Xander terdiam,maniknya menatap wajah adik perempuan-nya.Samantha dengan ekspresi wajah suram.


Kayra menatap wajah pucat Samantha dan mengangguk keras.


"Sam..silver akan baik-baik saja! dia pria kuat dan suaminya yang setia,dia tak akan tinggalkan kamu sendiri! percaya padaku dan pada cinta kalian!" Kayra berucap penuh keyakinan.


Rion menatap istrinya itu lamat,kedua maniknya yang tajam menatap kearah brangkar dimana silver terbaring tak berdaya.


Salah satu Be dengan kesetiaan sampai mati,loyal juga berdedikasi.


Terbaring dengan wajah terhias beban berat di tengah kelompak mata yang tertutup rapat.


Lalu....


Apa yang terjadi selanjutnya membuat semua orang terhenyak.


Brukhhhh.....


Samantha menjatuhkan kedua lututnya,bersimpuh pada Raino.

__ADS_1


Kedua tangannya terkatup memohon.


"Ano..hiks..to..tolong bunda sekali ini saja! lepaskan Margaretha ya...dia sudah cacat! hiks...suami bunda tetap seorang ayah dan ayah mana yang tega melihat darah dagingnya tersiksa?! Ano...lihat saja bunda kalian ini....biarkan kami membawa pergi Margaretha...bunda akan pastikan dia tak akan lagi terlihat oleh siapapun! Hiks...tolong kasihanilah ayah kalian itu....lihatlah kesetiaan dirinya....dia jatuh karena terus memikirkan Margaretha! hiks..bunda bisa apa?! tolonglah Ano atau ayahmu akan tiada dalam kesedihannya! dan saat itu tiba...apa bunda mu ini masih bisa hidup? tolong...."


Air mata Samantha mengalir deras.


Bahkan wanita baya berusia 40 tahun ini sampai menyatukan kedua tangannya dan menunduk penuh permohonan.


Deggg...


Raino berdiri menegang.


Pupil matanya bergetar dan tubuhnya terhuyung kebelakang!.


Beruntung Rayga disisi pria itu menahan bahunya dari belakang.


Raino menatap kearah Samantha.


Salah satu ibu yang ia kasihi sepenuh hati!.


Untuk pertama kalinya, kebanggaan ibunya ini.


Darah Luksius yang terhormat ini membungkuk! Bersujud dan memohon,dan itu hanya untuk seorang putri tiri yang tidak tau diri?!.


Betapa api membakar hati Raino seketika.


Namun melihat dua orang ini,orang tuanya meski tak sadarah!.


Silver yang dulu melatihnya menembak,Samantha yang selalu memberikannya pakaian desain terbaru yang wanita itu buat dengan tangan sendiri.


Menjahitnya,benang demi benang hingga menjadi sebuah baju untuk dirinya dan para saudaranya!.


Nyuttt.....


Sakit hati,seakan sebuah tangan meremat dan menghancurkan hatinya kala melihat betapa hancur dan penuh kesedihannya kedua orang tuanya ini!.


Orang-orang yang statusnya sama penting dengan orang tua kandungnya sendiri!.


Raino membungkuk,membawa tubuh rapuh Samantha berdiri.


Victoria mengusap air mata Samantha dan tersenyum teduh.


"Bunda... Margaretha pasti akan pulang pada bunda dan ayah silver...suami ria pasti akan melakukan apa yang bunda harap,ria janji!" Victoria berucap lembut,memeluk tubuh rapuh Samantha dibawah tatapan Raino.


"Ria..." Raino menyebut nama istirnya dengan serak.


Ada emosi tertekan dan putus asa disana.


"Besok Margaretha akan kembali..."


Hening...


Rayga berucap dalam,menatap Raino dan Victoria dengan wajah dingin tanpa emosi.


Keheningan segara menekan emosi bergejolak semua orang.


Rayga berbalik dan pergi sembari tersenyum penuh arti.


Klik...


Pintu tertutup.


"Bos...apa perintahmu?"


"Sentuhan terakhir...potong kedua kaki mereka....setelah itu...kirim kembali..."


"Copy that!"


Tut....


Dibalik pintu yang menghalangi pendengaran dan pandangan semua orang.


Seringai dingin itu terbit.


Rayga,pria yang bahkan tak mengampuni siapapun yang mengusik keluarganya.


Untuk pertama kali,memberi sedikit toleransi.


Jika bukan karena melihat silverster yang dulu begitu berdedikasi sebagi tangan kanannya saat dirinya anak-anak hingga mencapai usia remaja.


Apa masih ada kesempatan?.


Tapi.....


Saat kedua tangan dan kaki telah putus,apa itu pantas disebut toleransi?.

__ADS_1


.....TBC.....


Maaf ya El kemarin tidak up 🙏


__ADS_2