
...Vote,like dan komentar ya ❣️...
...🔱.....🔱...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🔱.....🔱...
Kegelapan malam membawa hawa dingin yang begitu mencekam,angin dingin kala musim segera berganti perlahan terasa.
Dibalik kegelapan malam,sepasang manik setajam elang menatap sebuah jendela,jendela dibaliknya sosok yang begitu ia rindukan terlelap.
Dibalik kemudi sebuah Porche hitam yang tersembunyi dibalik gelapnya malam,Rayganta memindai setiap sudut rumah tua klasik dimana ratunya berada.
Merasa situasi sekitar benar-benar tenang,pria itu.
Rayganta sang Zeus pemimpin seluruh clan Wiguna generasi ketiga.
Meraih sebuah sarung tangan hitam dan keluar dari mobilnya dengan gerakan santai dan terarah.
Tidak tergesa-gesa dan penuh perhitungan.
Berjalan memasuki gerbang kediaman tua Gradian,melempar sebuah bola kecil yang begitu jatuh menyentuh tanah segera meledak dan menyebabkan para penjaga seketika tumbang dalam tidur lelap nan panjang.
Rayganta melirik semua penjaga yang jatuh satu persatu dengan sorot mata dingin tanpa emosi.
Satu persatu maid tumbang kala gas tidur mulai menyerang.
Semua yang masih terjaga tumbang dalam hitungan detik tanpa ia harus repot membuka mulut berbicara atau menyapa hal basa-basi merepotkan lainya.
Klik......
Pintu utama terbuka, Raygan perlahan naik menuju lantai dua,tempat dimana gadisnya tertidur.
Senyum seringainya semakin lebar kala pintu ternyata dalam keadaan tak terkunci.
Menutup matanya perlahan dan menikmati aroma manis dari bunga lavender yang memenuhi seluruh kamar sang gadis.
Kamar dengan tatanan rapi yang benar-benar menggambarkan kepribadian cerdas gadis itu.
Wangi semerbak ini,ingatan betapa lembut alunan suara gadis itu meski setiap Asline berbicara padanya akan terkesan tidak suka,namun siapapun akan mengatakan dengan jelas bahwa warna suara gadis itu benar-benar lembut sampai mampu menggetarkan hatinya yang dipenuhi kegelapan.
Membuka matanya perlahan,meraih sebuah foto yang terletak didinding tepat disamping pintu masuk kamar berada.
Tersenyum begitu teduh tanpa seringai iblis untuk kesekian kalinya,hanya untuk ratunya.
Mengelus bingkai foto itu dengan lembut,berjalan mendekat dan menatap dengan lembut sosok gadis yang kini terlihat tertidur lelap,damai dalam kepolosan tanpa beban.
Tangan kekar itu terulur,menyibak selimut dan mulai berbaring disamping sosok indah itu terlelap dalam damai.
Menarik nafasnya yang terasa tersekat kala aroma manis penuh dengan godaan itu terus menyelimuti seluruh akal sehatnya.
Berbaring dengan jantung berdebar sembari menatap intens sosok bak malaikat cantik itu.
Tangannya naik dengan hati-hati,membelai alis hitam nan indah yang terpahat cantik,turun menyentuh hidung mungil yang terlihat sempurna membingkai dua mata indah berwarna grey lembut,dan dengan hati-hati mengusap bibir ranum yang sedikit terbuka itu.
Deg.....deg....deg....
Darahnya seakan mendidih,daun telinga putra Zeus itu memerah hingga keleher.
Rayganta,pria itu merasa seluruh darahnya berdesir hebat!.
Perlahan-lahan.
Cup.......
Menutup mata dan membiarkan sejenak bibirnya mengecap rasa manis bibir ranum semekar bunga mawar itu.
Katakan dirinya sudah gila!
Tapi jiwa iblisnya lebih gila,haus.Haus akan rasa manis dari setiap jengkal tubuh indah yang seakan tercipta khusus untuk selalu berada dalam pelukannya.
Ini gila.......
Perasaan ini lebih membakar dari saat pertama kali ia merenggut nyawa!.
__ADS_1
Melepaskan tautan bibirnya, Rayganta tersenyum membelai pipi putih nan lembut gadisnya.
Ingatkan dirinya,ia tak akan bisa merasakan kebahagiaan ini jika saja manik grey gadis cantik ini terbuka.
Bukannya ciuman manis,tapi tamparan serta lahar panas yang akan dirinya dapatkan dari bibir manis itu.
Hahahaha......
Tertawa samar, Rayganta merasa perjalanan mendapat cinta ini begitu rumit.
Saat diluaran sana,hanya perlu menjentikkan jari dan semua wanita dari berbagai kalangan akan mengantri untuk menaiki ranjangnya dengan suka rela.
Artis,model, penyanyi,sosialita kelas atas bahkan wanita sekelas bangsawan sekalipun bukan masalah saat dirinya ingin bermain-main.
Namun.
Rayganta hanya bisa mendesah saat mengingat jangankan bermain wanita seperti para saudara inti lainya,bahkan menyentuh kaum hawa lain selain para ibu dan adiknya saja ia merasa mual.
Namun,pertama kali melihat sosok Asline.
Pertama kali menyentuhnya dan mendengar suara manisnya,menghirup aroma tubuhnya.
Tidak ada rasa jijik yang membuat dirinya mual.
Hanya ada perasaan tak tergambarkan yang membuat seluruh darahnya berdesir hebat,semua yang ada dalam diri gadis manis putri Santanu itu adalah candu bahkan layaknya morfin baginya.
Terlalu memikat!.
"Asline.....kamu tahu? tidak ada satupun wanita selama 25 tahun hidupku membawa dampak sebesar kehadiranmu! wajahmu,senyummu,amarahmu,aromamu bahkan air matamu.Semua yang kamu miliki seakan jeratan morfin untukku,my beautiful Queen,you must be my wife!" Bisik Rayganta mengecup pipi halus Asline dengan penuh kasih sayang.
Meraih tubuh lembut dan rapuh itu dalam kehati-hatian,seakan sedikit saja tekanan kecil akan membuat gadis cantik layaknya boneka kaca yang terbuat dari berlian murni akan hancur.
Rayganta memeluk dan membenamkan wajah cantik itu dibalik dada bidangnya,memeluk dan mengecup rambut panjang nan halus itu dengan perasaan campur aduk.
Maniknya berkilat dalam sekejap.
Bayangan hitam yang mengintai dibalik gelapnya malam dari balik bukit yang berada tepat dibelakang kediaman Gradian.
Rayganta menyerigai,pria itu sudah melihat sosok yang akan mengacam hidup calon ratunya.
"Mau bermain keras? baiklah ini akan menarik!" Rayganta menyerigai dingin,menurunkan pandangannya pada sosok cantik yang bergelut dalam dibalik kehangatan tubuhnya.
Terkekeh dan menyelipkan rambut nakal yang menutupi wajah cantik ratunya.
"Dear....kau akan berada dalam perlindunganku,satu helai rambutmu yang jatuh akan menjadi satu tangan mereka yang terpotong.hm.....lalu bagaimana jika mereka melukaimu?ck...ck...ck...apakah harus kubunuh mereka dihadapanmu,memperlihatkan saat bagaimana rasanya dibenci olehku? dear....aku tidak punya cukup kesabaran dalam bermain hati, jadi... bagiamana jika aku melempar dua burung dengan satu batu?" Ucap Rayganta penuh arti sembari mengingat percakapan sengit dirinya dan Asline terakhir kali.
Baiklah,sudah lama ia tidak menumpahkan darah.
Menatap jam yang menunjukkan pukul 2 malam.
Menarik tubuh indah itu semakin dekat, Rayganta perlahan menurunkan tubuhnya agar sejajar dengan wajah cantik Asline yang terlelap dalam bius yang kuat.
"Hah.....ini lebih nyaman dari ranjang paling mewah sekalipun didunia" Rayganta mendesah dan membenamkan seluruh wajahnya di perpotongan leher jenjang Asline,mengecup leher putih menggoda itu dengan wajah datar.
"Good night my beauty queen" Bergumam lelah dan ikut terlelap menyelami alam mimpi dengan aroma segar lavender yang menyelimuti.
Waktu terus bergulir......
"Engghhh......jam berapa ini?" Asline membuka mata dan meregangkan seluruh tubuhnya yang entah mengapa terasa pegal!.
"Issshhh....ini kenapa leherku sakit sekali?!" Asline meringis sakit,ia berbalik menatap heran sisi lain tempat tidurnya yang terasa hangat.
Meraba bantal yang terasa hangat disisi lain dirinya tidur.
Ia selalu tidur dengan tertip dan tidak bergerak.
Asline selalu tertidur disisi kiri ranjang dengan dua guling dikedua sisi tubuhnya.
Tapi mengapa sisi kosong itu terasa hangat?.
Tapi,apa ini?!.
Asline membola horor begitu menyibak selimut dan mendapati sebuah senjata api berwarna golden silver dengan sebuah memo kecil tertulis disebuah buku kecil agenda.
Apakah ada yang tidur disebelahnya semalam?.
Tidak,Asline menggeleng ngeri.
Meraih senjata api cantik itu dengan tangan gemetar.
Ini pertama kali ia memegang senjata api asli setelah Raino si pria gila itu memperlihatkan benda seperti ini dulu.
Dan kembali menatap tulisan yang tertera di sana.
"Siapa....siapa yang menyelinap tanpa aku sadari?!" Asline melompat dari ranjang dengan ngeri,dirinya adalah gadis yang bahkan tertidur sekalipun akan tetap memasang telinga waspada.
Apalagi ia kini tinggal seatap dengan para ular berbisa.
Asline menatap sekeliling kamarnya dengan manik bergetar,berlari kearah kamar mandi dan kosong,tidak ada siapapun.
Membuka walk in closet,dan sama saja.
Tidak ada tanda-tanda ada orang lain disini.
Asline duduk dengan linglung diatas ranjangnya lagi.
Gadis itu menatap sisi kosong yang masih terasa kehangatan yang samar.
Menduduk dan mendekatkan hidungnya demi memindai aroma apa yang tertinggal.
Padang rumput dan mint!.
__ADS_1
Aroma siapa ini?.
Asline yang linglung bangkit dan berjalan menuju kamar mandi dengan berjuta pertanyaan yang memenuhi kepalanya.
Siapa?....
Siapa yang tidur bersamanya semalam?.
Asline memeluk tubuhnya mengigil, bagaimana seluruh indra yang sudah bertahun-tahun ia asah bisa tumpul begini?.
"AAAAAA...APA INI?!!" Asline menjerit begitu mendapat tanda merah cerah dileher jenjangnya.
"Kissmark?!! bedebah mana yang memberiku ini?!! sialan..sialan....sialan...akan kubunuh jika aku tau siapa dia!!" Asline memaki jengkel sembari menatap nanar noda yang dimana dibuat di posisi yang benar-benar fatal.
Dan,senin pagi yang Asline harus lalui dengan bencana.
Awal pekan yang suram...
..........🔱...........
Resident,Great manor Alzeus.....
Rayganta melirik Alarik yang menatapnya sengit.
"Tarik nafas Rik....kau akan keriput sebelum waktunya! dan daripada dirimu,bersyukurlah kau bukan Raino yang turun langsung dengan Gion!" Diego menguap malas melihat wajah sengit dewa IT itu.
Alarik melirik Diego sinis.
"Kau diam! kau itu tidak pernah merasakan menjadi kami ya Diego! bahkan sebelum ayam berkokok si Zeus tiran ini sudah memaksa kami turun dari ranjang demi membereskan ulahnya semalam! itu masih pukul 4 pagi!! dan kami harus membereskan selusin penjaga,maid,bahkan membereskan cctv dipagi buta!! jadi tutup mulutmu itu sebelum kusebar seluruh aibmu!!" Amuk Alarik emosi.
Diego menutup mulutnya cepat dan meringkuk ngeri melihat si rubah picik Alarik mulai emosi.
Sungguh,Diego lebih takut menghadapi rencana licik Alarik dari pada katana Ryu.
Sangat menyusahkan!...
Rayganta diam menatap kedua saudaranya tak minat.
Raino sudah kembali ke Mansion dan tidur tanpa perduli apapun yang akan terjadi nanti.
Yah,setelah tidur dua jam lamanya memeluk tubuh Asline.Rayganta bangun dan menghubungi Alarik untuk membersihkan seluruh rekaman jejak kedatangannya,dan Alarik dengan jengkel terpaksa menghubungi Raino untuk memastikan seluruh jejak mereka tak tertinggal.
Rayganta tersenyum tipis,namun dimata Diego dan Alarik yang melihat senyum itu justru meringsut mundur dengan mimik wajah bak habis melihat malaikat maut!.
"Brother....sebaiknya tidak perlu tersenyum jika kau memang tidak bisa tersenyum...bukan apa-apa,senyummu itu justru jatuhnya horor brother, sungguh tidak ada manis-manisnya!" Diego berceletuk horor.
Alarik mengangguk menyetujui.
Rayganta melirik kedua saudaranya yang berdiri disebrang meja tempat dirinya berada.
"Kau bosan hidup?"
Duarrrrrrrr....
Satu kalimat pendek dengan suara dingin tanpa emosi.Dan Diego seketika merasa sepasang tangan tak kasat mata telah mencekik lehernya tanpa ampun.
Alarik mendesah iba, sudahlah jangan menganggu iblis ini dulu.
Menarik Diego yang mematung kala tatapan tajam Rayganta masih mengujam dirinya dengan seringai licik.
"Diego......." Panggil Rayganta dengan seringai liciknya.
"Oh Tuhan...bisukanlah pria Tiran ini!!" Mohon Diego nelangsa.
"Kau tau...PBB sedang kesulitan mencari tenaga medis untuk orang Libanon,kau... pergi jadi sukarelawan disana........"
"A...apa?" Gagap Diego bak seakan jantungnya dicabut paksa.
Rayganya menyerigai,meraih gelas wine dan memutar benda itu dengan santai.
"Tiga bulan!" Ucap Rayganta dengan santai .
"TIDAK.......... AMPUNI AKU WAHAI RAJA IBLIS...JANGAN KIRIM AKU KESANA....TIDAK ADA WANITA CANTIK...TIDAK ADA CLUBING....DAN TIDAK ADA ARCHANA!!!! KAU MEMBUNUHKU!!!" Diego meraung nelangsa,dua anggota delta menyeretnya keluar dengan iba.
Dokter malang berwajah tampan jenaka itu benar-benar sial!.
Alarik menatap Diego yang diseret paksa dengan wajah jengah.
"Bagaimana dengan orang itu?" Alarik duduk dengan memangku laptop yang sudah menyala dengan layar menayangkan sebuah Vidio berdurasi kurang dari 1 menit.
Rayganta mengetuk cepat jarinya diatas sandaran sofa,pertanda pria bengis itu tengah memikirkan sebuah penyiksaan sadis yang mungkin nanti perlu ia lihat.
"Apa lagi? aku memang akan melindungi calon ratuku, tapi........." Manik tajam Rayganta menatap lurus wajah kalem nan jengah Alarik yang sudah tau pasti akan apa yang akan terjadi nanti.
"Kau ingat brother,tidak semua gadis akan setangguh mommy Liora,sekuat mami Kayra,setangkas mami amber,secerdik mama Daisy,sepiawai mama Jessy,seanggun bunda angel,sepicik mama Cristal,setabah bunda Arabella dan bunda Samantha serta sesabar bunda Freya...tidak semua wanita akan kuat layaknya gabungan para ibu kita yang mendampingi kerasnya dunia bawah para ayah! Rayga.....Jangan terlalu keras!" Peringat Alarik menatap wajah dingin Rayganta penuh arti.
Rayganta terkekeh dingin,menyugar rambut hitam lebatnya santai tanpa emosi.
"Ratu seorang Zeus harus memiliki hati baja serta mental dan fisik yang tangguh.Kau tau musuhku lebih banyak dari buih dilautan! aku tak akan membiarkan para tikus itu memanfaatkan kelemahan lewat ratuku kelak,aku butuh Asline menjadi bak ratu cantik tanpa belas kasih!!" Rayganta berucap dengan senyum tipis begitu mengerikan!.
"Jadi kau sudah putuskan? lalu jika sesuatu lepas kendali?" Alarik menatap pias.
"Hancurkan beban yang tidak bisa diatasi" Seringai iblis itu terbit begitu indah.
Pria itu bangkit dan bersiap melangkah,berbalik sejenak menatap Alarik dengan sorot dingin.
"Awasi terus Dante,kesabaranmu mulai menipis"
Alarik menatap kepergian Rayga dengan gelengan kepala jengah.
"Dia ingin gadisnya tak terluka,namun dia masih ingin menguji seberapa kuat gadis itu dalam bertahan? apa Zeus itu gila?!!" Alarik bermonolog miris.
Yah,semoga benteng tebal dihari Zeus muda itu akan segera runtuh,seluruhnya tanpa sisa.
__ADS_1
...TBC...