
...Vote,like dan komentar ya ❣️...
...🔱......🔱...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🔱.....🔱...
Raider duduk,menghela nafas lega begitu separuh dari segunung dokumen di meja kerjanya sudah berpindah ke meja kerja CEO.
Tok....tok...tok....
Mengangkat wajah dari dokumen yang tengah ia pelajari,ketukan di pintu ruang kerjanya semakin keras.
"Masuk!" Titah Raider dengan wajah datar.
Seorang wanita dengan jas formal ketat dan rok sepan setengah paha masuk dengan senyum manis diwajahnya,berjalan mendekati meja raider yang menatapnya datar.
"Ada-apa?!" Tanya raider tak ingin basa-basi.
Wanita itu berdiri gelisah,menyodorkan sebuah map berwarna biru dengan logo WJC.
"Tuan CEO meminta anda untuk mengecek wilayah sesuai dengan catatan pada dokumen itu,Mr Raider.....tuan CEO meminta saya datang menemani anda mengecek lokasi" penjelasan disertai ******* menggoda itu terdengar.
Raider bersidekap dada,bersandar pada kursi kerjanya dengan tatapan menjurus lurus kearah tubuh wanita itu.
Teresa.....
Melihat raider yang terpaku pada tubuhnya,Teresa menjadi semakin percaya diri.
Wanita itu berjalan mendekat,memutar meja dan berdiri tepat disisi raider yang duduk tanpa perubahan ekspresi wajah apapun.
Deggggg...
"Sialan jal*ng ini!! aku diam semakin kurang ajar dia...heh....kau ingin jadi korbanku rupanya?!!"
Tubuh tersentak raider rileks seketika,Teresa yang begitu berani duduk diatas pangkuannya mengelus rahangnya sens*al dan mulai membuka kancing blouse atasnya dengan berani.
Teresa begitu senang melihat raider yang hanya diam dengan semua perbuatannya.
Apakah pria itu sudah terpancing akan tubuhnya?....
BRUKHHHHHH...
ARKHHHHHHH.....
Teresa memekik kala raider tiba-tiba langsung mendorong tubuhnya kasar,Teresa terjatuh bahkan menghantam tepi meja kerja raider,rok yang ia kenakan sobek dan begituoun dengan keningnya yang memar.
"Pergi!"
Deg....
Teresa tak sempat merasakan rasa sakit akibat suara dingin penuh bahaya dari sosok ramah wakil direktur utama itu.
Teresa nekat,ia tak percaya pesonanya tak berpengaruh untuk pria ini.
Srakhhhhhh.....
Wanita itu bangkit berdiri dan dengan sengaja merobek kasar blouse-nya hingga pakaian itu rusak dengan seluruh kancing yang lepas.
Manik Raider berkilat kala melihat bra merah menantang yang dikenakan Teresa.
Wanita ini sangat menjijikan!
Raider mendengus dingin.
Berjalan mendekat sembari mulai membuka pengait bra yang ia kenakan.
"Raider.....ahhhh...ayolah...sentuh aku...sekali saja...aku akan melayani hingga puas...."Teresa sudah bug*l,hanya roknya yang telah sobek yang masih melekat menutupi area bawah tubuhnya.
"Kau tidak tau ini kantor? kau bodoh?! kukatakan jelas....pergi aku tak tertarik akan barang bekas!!!" Sentak Raider menahan emosi.
Sungguh,dirinya bukan Maxim yang akan langsung menerjang begitu melihat wanita setengah bug*l,ia tau dirinya juga adalah seorang pria dengan hormon tinggi.
Namun ...
Hanya satu gadis yang bisa membuat dirinya terbakar meski tak berbuat apapun.
Dan itu...
Raels.... gadisnya.....
Teresa tersentak,suara raungan raider menggema hingga seluruh kaca ruang ini bahkan hingga keluar meja sekretaris bergetar.
Tangannya yang tengah mer*mas buah dadanya turun lunglai,menggeleng keras dan meriah pakaian dengan sakit hati.
"Jal*ng sialan!!" Umpat raider begitu melihat Teresa keluar dari ruangannya dengan air mata deras.
Sementara itu......
"Astaga Teresa....ada apa denganmu?!"
__ADS_1
"Ya Tuhan di seperti korban bekas pelecehan saja!!"
" Teresa tunggu!!" Seorang wanita dengan kaca mata bening mendekat meraih tubuh bergetar Teresa iba.
"Apa yang terjadi? apa yang terjadi denganmu di ruang mr.raider?!" Wanita itu bertanya dengan tercengang.
Teresa menghapus air matanya dan menggeleng lembut.
"Hiks..tidak ada, Mr Raider hanya banyak fikiran...sudah ya aku akan meminta cuti,aku butuh istirahat dulu" Teresa berlalu dengan seringai liciknya.
"Aku tak percaya Mr Raider yang ramah itu begitu kasar dan tak tau tempat hingga pakaian Teresa berantakan seperti itu!"
"Benar..walau Teresa adalah iconik kecantikan di perusahaan kita,namun Mr Raider kurasa terlalu frontal berbuat seperti itu dikantornya!"
"Sttttt..diam semua...begitulah pasangan baru dimabuk asmara,sudah yang penting kita tau kini Mr Raider punya hubungan khusus dengan wakil sekretaris Teresa!"
"Sudah..sudah..cepat bubar sebelum CEO Rayga keluar dan memergoki kita yang berkumpul di depan ruangan wakil presiden raider!"
"Hahaha..berita perusahaan kita ini sangat hot!!"
Disisi lain...
Raider menatap dingin keributan didepan ruangannya melalui cctv di laptopnya.Ruang kedap suara benar-benar membantu menenangkan fikiranya.
"Apa wanita itu harus kubunuh? tapi bagaimana jika ada scandal karena kematian ja*ang itu? aku masih berusaha mendekati Raels...dan aku tak ingin membuat keributan dulu...tunggu saja kau *****!!" Smirk raider bengis.
.......✒️.......
Langit yang nampak cerah dengan aroma harum bunga dan pohon yang mulai terasa kala musim telah berganti.
Sosok pria muda duduk di sebuah kursi pojok salah satu cafe yang cukup ramai siang itu.
Jonathan.
Pria itu adalah Jonathan,mantan tunangan Asline yang kini duduk dengan fikiran jauh melayang entah kemana.
Hingga.
Jonathan termenung,dirinya terus teringat akan sosok manis Asline.Sosok yang entah bagaimana terasa jauh berbeda.
Gadis itu tak lagi seceria dulu,tak lagi mudah tersenyum dan yang pasti kasar juga dingin.
Asline kecil yang dahulu membunuh semut saja ia tak tega,namun kini gadis itu bahkan tak segan mengirim sepupunya sendiri kerumah sakit hingga harus menjalani operasi!.
Bagaimana seseorang bisa berubah begitu drastis?.
"Asline....kamu berubah....berubah sangat jauh" Gumam Jonathan menatap lalu lalang jalanan kota dengan sendu.
"Apa yang kamu sedihkan Jonathan,jangan masuk lebih jauh oleh permainan Asline! Dia hanya gadis jahat yang kasar"
Jonathan mengangkat wajah,terkejut melihat sosok yang kini berstatus calon istrinya itu telah tiba.
"Kau sudah datang? untuk apa meminta bertemu dan sampai membuatku menunggu?" Jonathan berucap dingin.
Grizela memaksakan senyumnya,gadis itu begitu benci dan tak akan pernah rela Jonathan kembali pada Asline.
Pria itu tak boleh tertarik lagi!..
Meski ia tau belum ada cinta dimata Jonathan untuknya,namun selama ia bisa menjadi istri dari putra kedua keluarga Fernandes,Grizela bisa membuka lebih banyak jalan untuk keluarganya.
"Maaf...aku terlambat,kamu tau Jonathan? keluargaku sekarang begitu kacau...asline tidak kembali sejak kasus yang terjadi di Gradian...namun malam setelahnya ayahku saat pulang bekerja justru tak sengaja melihat Asline bersama seorang pria tengah makan malam disebuah restoran mewah di kawasan lodwig! mengapa dia harus menciptakan berita heboh seperti ini jika hanya untuk bisa pergi menikmati waktu dengan kekasihnya dan melalaikan pekerjaannya?! ayahku sakit memikirkan sepupuku itu,Asline berubah sangat jauh...."Grizela duduk dengan jari yang terangkat mengusap sudut matanya yang berair.
Grizela bangkit duduk disamping Jonathan,memeluk pria itu dengan lembut.
Sudah cukup,Asline harus lenyap dari fikiran Jonathan dan semua orang!...
Grizela hanya ingin semua perhatian ini hanya untuk dirinya dan bukan Asline.
"Aku akan buat Jonathan dan semua orang membenci dirimu !!" batin Grizela penuh dendam.
Air matanya semakin deras dan Jonathan merasa iba karena itu,pria itu meraih tubuh Grizela dan memeluknya sedikit erat.
Grizela menyerigai senang,usahanya bersambut.
Wanita itu menyentuh pipi Jonathan dan mendekatkan wajah mereka.
"Jonathan...karena kita sebentar lagi akan menikah... setidaknya sekali saja, maukah kamu memberi aku sedikit ciuman?" Grizela bertanya dengan senyum manis penuh kepalsuan, kelembutan yang selama ini ia bangun demi image untuk para fans-nya,ia akan gunakan untuk melunakkan Jonathan.
Jonathan menatap wajah Grizela, perempuan yang telah menggantikan posisi Asline selama 5 tahun sejak pertunangan kecil mereka.
Apakah ia harus menerima cinta Grizela?..
Apakah hubungan dengan Asline telah benar-benar tak bisa diperbaiki lagi?...
Jonathan bimbang .....
Namun Grizela dengan picik memeras air matanya lebih deras lagi,mencubit pahanya hingga membiru demi satu saja penerima seutuhnya dari Jonathan.
Dan akhirnya,anggukan walau dengan senyum paksaan itu sukses membuat senyum penuh kemenangan Grizela terbit.
.......🔱........
Healthy Hospital Center......
"Apakah ada yang tidak nyaman? tidak apa-apa,katakanlah padaku" Senyum pria itu terbit begitu hangat,seakan kepingan salju yang tertimbun didalam hati gadis itu perlahan meleleh oleh kehangatannya.
Asline menggeleng lembut dan membiarkan pria berwajah bak dewa itu mengangkat tubuhnya menuju kesebuah kursi roda yang telah disiapkan dengan seorang pria berwajah kalem berdiri disamping benda itu, tersenyum ramah.
Deggggg...
Tubuh Asline menegang kaku,ujung jari-jari kokoh nan hangat itu perlahan menyentuh kulit wajahnya.
Rayga mendekat,menundukkan wajahnya dan menatap wajah cantik Asline dengan teduh.
Gadis itu menahan nafas begitu wajah mereka menjadi terlalu dekat!.
Pria berwajah tampan dengan ekspresi datar itu perlahan menyentuh keningnya dengan perlahan,turun ke leher jenjangnya dan akhirnya pria itu mengangguk samar.
Asline mengigit bibir bawahnya,tubuhnya telah berpindah dan kini setelah sentuhan tiba-tiba yang terasa membakar setiap inci dari tubuhnya.
Blushhhhhh...
Wajahnya terasa terbakar.
Pria itu dengan lembut meletakkan tubuhnya diatas kursi roda.
__ADS_1
"Kau demam? apa aku melewatkan sesuatu? apa gion salah mendiagnosa? Asline..bicaralah apa ada yang sakit?" Rayga bertanya dengan panik.
Alarik menepuk keningnya jengkel.
Apa saudaranya ini mendadak bodoh?.
Manik Asline membola begitu wajah tampan Rayga tepat sejajar dengan wajahnya.
Nafas mint hangat dengan aroma maskulin Padang rumput itu benar-benar membuat jantung berdesir hebat!.
"Ti...tidak...aku..aku hanya lelah..ia lelah karena semua tirapi ini! " Asline merutuki begitu menyadari kegugupan yang baru saja ia perlihatkan.
Alarik mengulum bibirnya menahan tawa.
Sialan dua orang tidak tau diri ini!...
Saling menggoda didepan jomblo seperti dirinya?!...
"Benar juga...tidak tau mengapa,gadis seperti dirimu sungguh rapuh! andai saja aku bisa mengambil rasa sakitmu..." Rayga mengelus pucuk rambut asline dengan senyum tipis diwajah adonisnya.
Degggg....
Asline meremang...
Entah sudah keberapa kali dalam hari ini jantungnya dipaksa bekerja ekstra oleh pria arogant ini!.
"Bos.... sebenarnya aku ada sesuatu untuk disampaikan...."Alarik berbisik begitu mereka keluar dari ruang terapi Asline.
Pria tampan itu melirik dengan wajah dinginnya.
"Jelaskan" Ucapnya santai.
Alarik melirik Asline yang terdiam menatap lurus ke depan dengan wajah cantik yang kini tidak sepucat beberapa waktu yang lalu.
"Katakan saja Mr Alarik...saya tidak apa-apa jika ada sesuatu yang harus disampaikan antara kalian" Asline menoleh kebelakang dengan senyum pengertian.
"Sebenarnya ini tentang masalah mantan tunangan anda Miss Gradian,saya mengetahui seseorang dari tuan tua Fernandes datang ke kediaman tua Gradian dan memberitahu bahwa tuan tua Fernandes itu ingin bertemu dengan Anda nona...yah....mungkin masalah dengan kasus pembatalan ,dan yang membuat cukup terkejut....ternyata tuan tua itu tidak tau pembatalan sepihak yang dilakukan tuan Bryan dan nyonya Chintya atas anda" Alarik menjelaskan dengan sabar.
Asline terdiam....
Tuan tua baik hati itu.....
Laki-laki yang selalu menyayangi dirinya melebihi cucunya sendiri...
pria yang mengikat hubungan keluarga bersama kakeknya melalui ikatan kedua cucu mereka.
Pria tua yang baik, meski tempramen sedikit keras.
Asline tersenyum nanar.
"Aku.....ingin pergi untuk bertemu tuan tua...dia adalah sosok kakek yang baik...aku....ingin .."
Tes...
Raygan terdiam menatap lurus sosok yang kini menunduk dengan cristal bening yang jatuh membasahi telapak tangan gadis itu.
Berjongkok didepan kursi roda Asline,meraih kedua telapak tangannya dengan lembut.
"Kamu ingin pergi dan bertemu dengan tuan tua Fernandes? aku akan mengantarmu...jangan menangis atau orang tua itu akan memarahimu!" Gurau Rayga berusaha agar gadisnya tersenyum kembali.
Benar....
Asline tersenyum meski tipis.
Gadis itu mengangguk dan tersenyum penuh terimakasih pada sosok tampan yang kini begitu lembut menatap matanya.
"Rik...persiapkan perjalanan menuju kediaman tua Fernandes" Rayga berucap sembari berlalu mendorong kursi roda Asline dengan manik berkilat dingin.
Alarik mendesah lelah,ia tau bos-nya ini tak rela membawa Asline kembali ke tempat dimana masa lalu gadis itu berada.
Jonathan.....
"Hah...cinta memang menyusahkan!" Alarik berguman lelah,berbalik pergi mendial nomor anggotanya.
..........🔱..........
Waktu terasa bergerak lambat,kala keheningan tercipta di dalam perjalanan yang terasa panjang ini.
Asline dan Rayganta.....
Keduanya berkendaraan dari pusat kota menuju sebuah desa kecil yang terletak di tepi sungai coln.
Desa Bibury....
Mobil BMW hitam yang dikendarai oleh Rayhan perlahan memasuki jalan menuju rumah tua Fernandes.
Kota yang padat oleh bangunan dan gedung-gedung bertingkat telah lenyap terganti jejeran pohon-pohon besar tinggi menjulang disepanjang jalan.
"Apa kamu lelah dear....? em...maaf,aku rasa kamu tidak nyaman dengan panggilanku padamu,aku akan memanggil nam-"
"Tidak...maksud..maksudku kamu bisa..bisa panggil aku...em...terserah saja" Asline berucap gugup,wajahnya memerah pekat dan seringai Rayganta terbit dengan puas.
Tak apa ucapan terpotong,jika yang memotong ucapan itu adalah gadisnya.
Maka perasaannya yang kacau telah membaik seiring rona merah di kedua pipi putih gadis kesayangannya.
"Dear......."ucap Rayganta jahil.
"A..apa?" balas Asline salah tingkah melihat tatapan intens penuh arti dari pria berwajah tampan tak manusiawi itu.
"Wajahmu merah dear...kenapa?" Goda Rayga ditengah perjalanan panjang mereka.
Sinting!!!!
"Ini semua ulahmu!! dasar pria gila......ya Tuhan kenapa iblis ini kau perlihatkan padaku?!!" Batin Asline menangis kesal.
Seringai jahil pria itu benar-benar bencana!...
Tolong siapapun kembalikan iblis tiran berwajah dingin tanpa emosi itu...
Jauhkan setan penggoda ini darinya.....
Asline menangis batin.....
__ADS_1
...✒️...
...TBC...