Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Crazy little thing


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya ❣️...



.......☕.......


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


.......☕.......


Rayganta,pria tampan dengan kemeja putih yang mencetak jelas otot-otot kuat perut dan dadanya itu berdiri,menatap jalanan padat ibu kota dari kaca jendela gedung kantor berlantai 50, salah satu pencakar langit paling diincar oleh setiap pencari kerja di seluruh dunia.


Perusahaan mega building dengan gaji setara dengan setahun pesangon dari perusahaan pemerintah.


Fantastis!.


Berbalik menuju sofa santai ruang pribadinya,duduk dengan kaki bertumpu diatas meja dengan sebuah gelas berisi cocktail dosis rendah ditanganya.


Bip....


"Mr Alzeus,Mr Alarik menunggu disaluran nomor dua"


Suara interkom dari meja kerjanya terdengar.


Benar,kali ini Rayganta ingin santai sejenak tanpa siapapun tanpa izin yang bisa memasuki ruangannya.


"Sambungkan!" Balas Rayganta kala interkom menangkap sinyal suaranya.


"Bos,Gradian Hotel telah diambil alih kepemimpinan Nona Asline,yah...kau benar gadis itu ternyata ganas juga bahkan pada keluarga pamannya sendiri,transfer saham akan dilegalkan saat pengacara Lodiger kembali dari seatle.Apa kau butuh informasi lainya bos?"


Suara Alarik nampak tegas tak ada keraguan


Pria muda kepala IT perusahaan WJC itu benar-benar bak mata tembus pandang kala berurusan dengan informasi apapun yang bisa ditembus oleh kaca mata digital.


"Hm....cakar lembut itu ternyata berguna juga,lagi?" Rayganta berucap dengan intonasi yang seketika membuat keheningan terjadi sejenak.


Apa bosnya ini salah obat?.


Mengapa pria Tiran itu terdengar sedikit? senang?.


Alarik diujung sana bergidik sendiri.


Ayolah,mereka ini tengah membicarakan seorang gadis,dan bukanya sebuah boneka!.


"Puftttt.....tidak kusangka,kucing manis itu ternyata lebih garang dari kelihatanya!" Rayga terkekeh menahan tawa.


Alarik terdiam ngeri mendengar kekehan bak rayuan raja neraka itu.


Sepertinya memang salah obat!.


Alarik mengelus dada sabar.


Pria tampan itu bangkit meraih ponsel pribadinya lalu membuka sebuah block files dari sana,dengan sambungan interkom yang masih terhubung,Alarik menunggu dengan sabar.


Foto seorang gadis cantik dengan sweeter putih tengah menatap dari balik jendela sebuah cafe dalam diam.


Figure yang begitu cantik,tenang sekaligus ambisius secara bersamaan.



Namun,apakah kucing manis itu mampu melahap aset bisnis keluarga Gradian yang cukup besar itu? yah,meski untuk ukuran perusahaan sebesar WJC,maka Gradian tidak ada setengah saja dari nilai saham Wiguna Coorporation.


"Apa yang dikatakan departemen perencanaan? proposal terakhir yang dikirim oleh Gradian,siapa yang memimpin?" Rayga bertanya saat mengingat ada satu dari setumpuk proposal kerja sama yang masuk ke perusahaanya atas nama Gradian.


"Kalau tidak salah......sepertinya itu tuan Dante,tapi proposal itu sudah di balcklist karena cacat,dan ada memang proposal baru yang masuk tapi atas nama seseorang berinisial AA"


Rayganta menyerigai,kucing manisnya ternyata suka bermain tarik ulur!.


Tidak masalah,akan ia temani gadis bercakar lembut itu dengan santai.


Memikirkan saja membuat senyum tulus langka itu tertarik tanpa disadari.


" Beritahu departemen investasi aku akan turun langsung meninjau,katakan pada mereka untuk menyingkir,aku...akan datang" Senyum itu berganti seringai lebar penuh rencana.


"Dan kau...Rik,cepat bersiap dan ikut denganku!"


"Copy that!"


Sungguh tak sabar rasanya melihat gadis pemarah itu bereaksi akan kedatangannya.


Sambungan terputus....


Rayganta meraih mantelnya.


"Mr Ceo,ada rapat 10 menit lagi dengan empire" sekretaris yang bertugas didepan ruang kerja Rayganta mengintrupsi begitu sang bos keluar dari ruangannya.


Rayganta melirik dingin sosok wanita muda sekretarisnya itu.

__ADS_1


"Kau......panggil Raider,suruh dia menangani rapat" Rayganta berlalu pergi menuju lobby.


Diluar gedung sudah menunggu Alarik yang seperti biasa akan menjadi asisten lapangan sang bos.


"Tujuan bos?" Alarik bertanya begitu mereka telah memasuki Meserati mewah khusus CEO perusahaan.


"Gradian Inc" Balas Rayganta acuh.Alarik mengangguk meski hatinya sudah ketar-ketir.


Mau apa lagi si Zeus ini? bukankah hanya ingin tau informasi gadis pemarah itu? lalu ada-apa lagi harus ke perusahaan baru itu lagi?.


Alarik sungguh pusing.


Mobil perlahan bergerak menjauhi gedung.


.........☕..........


Terlihat keramaian didepan sebuah gedung hotel bintang 3 yang baru resmi selesai dibangun.


"TUAN HAN,KAMI MOHON ANDA TURUN DAN BERFIKIR LAH DENGAN JERNIH! MASALAH INI BISA DIBICARAKAN BAIK-BAIK!!" Seorang pria dengan seragam polisi berteriak dengan sebuah speaker pengeras suara ditanganya.


Terlihat para pekerja gedung keluar menatap ngeri kearah lantai balkon paling atas gedung,atau tepatnya atap gedung.


"TIDAK!! TIDAK ADA YANG BISA DIBICARAKAN LAGI DENGAN PARA ORANG KAYA SOMBONG ITU!! MEREKA TELAH BERJANJI AKAN MEMBERIKAN UANG PENGOBATAN PUTRAKU, TAPI... SETELAH MEREKA BERHASIL MEMPERGUNAKAN KU, MEREKA MEMBUANG KU HINGGA PUTRAKU HARUS SEKARAT DAN MENUNGGU PARA DOKTER ITU MENGOPERASINYA!! SEKARANG AKU INGIN PEMILIK GEDUNG HOTEL INI MEMBAYAR,TAPI MEREKA BAHKAN TAK MAU MEMBAYAR SEPESERPUN!! PENGHIANAT!!!" Pria paruh baya yang berdiri diatas pembatas gedung berteriak dengan tangisan keputusasaan.


Putranya terbaring menunggu keputusan rumah sakit dan dirinya disini tak memiliki sepeserpun uang setelah sebelumnya menghianati hotel tempatnya bekerja demi Gradian berhasil mendapat tanah yang diincar hotelnya.


Ia berkhianat pada tuanya demi janji manis Dante,namun apa? Dante hanya pembohong besar yang berpaling saat dirinya terpuruk.


Dante berdiri menatap dingin sosok mata-mata yang ia tegaskan mencuri data dari rival hotelnya.


Pria bodoh yang kini membuat keributan di atap gedung hotelnya.


"Tuan Dante,apa anda tidak bisa mencari solusi atas masalah ini?! orang itu akan bunuh diri dan masalah ini tergantung dari anda!!" Kepala polisi mendesah geram.


Orang kaya memang egois!.


Dante bersidekap dada remeh.


"Apa lagi urusanku? dia mau mati ya mati saja!! apa hubungannya denganku? lagipula enak saja dia meminta uang dariku? dia tidak berguna dan dia dipecat oleh atasannya, apa itu salahku?" Dante bersikukuh tak ingin ambil pusing atas tuntutan pria yang kini berdiri diambang batas atap gedung.


"DANTE...KAU PRIA SIALAN!! KARENA DIRIMU AKU DIPECAT TANPA PESANGON! DAN KARENA DIRIMU DAN JANJI MANISMU AKU MEMGHIANATI ATASANKU,SEKARANG AKU HANYA INGIN KAU BERTANGGUNGJAWAB ATAS HIDUP PUTRAKU!! BAYARKAN BIAYA PENGOBATANNYA...bayarkan itu kumohon...." Nada tinggi pria itu melirih getir.


Para pekerja hotel,pejalan kaki bahkan pihak kepolisian yang berusaha menghentikan aksi pria itu menatap Dante miris.


Pria ini sungguh keterlaluan!.


hingga....


Ckiiitttt....


Sebuah mobil Ferrari putih berhenti di tengah kerumunan yang menyingkir memberi jalan.


Sosok gadis cantik dengan topi rajut serta kulit eksotis keluar dari mobil menatap sekeliling dengan wajah datar.


Menengadahkan wajahnya menatap keatas.


Menyerigai dingin dan berjalan dibawah tatapan terpaku semua orang.


Gadis muda dengan kecantikan mencekik itu menoleh pada kepala polisi muda yang menatapnya dalam diam.



"Apa masalahnya tuan kepala?" Asline bertanya dengan senyum manis menghiasi bibir ranumnya.


Pria muda itu mendesah panjang,melirik dingin pada Dante yang terlihat masa bodoh.


"Maaf sebelumnya,nona ini siapa?" Polisi muda itu bertanya dengan sopan,ia tak Mungin memberikan detail kasus pada orang tak berkepentingan.


"Saya? astaga,maafkan saya tuan.Saya Asline Gradian,saya adalah calon pemimpin baru hotel Gradian ini,yah...sebelum pengesahan dipublikasikan" Asline menjelaskan dengan ramah.


"Kalau begi-"


"APA YANG KALIAN LAKUKAN?!! AKU MENANTI KEPUTUSAN LINTAH JAHAT ITU ATAU LEBIH BAIK AKU MATI!!"


Kepala polisi itu mendesah lelah saat ucapanya terpotong suara amarah dari atap gedung.


"Beri aku pengeras suara,aku akan bicara" Asline meminta dengan senyum penuh arti.


Namun..


"Apa hakmu bicara?! kau masih belum sah sebagai pemimpin,jadi akulah yang mengambil keputusan!!" Dante meradang,ia tak mau Asline sampai bicara yang pada ujung nanti akan membuatnya rugi.


"Apa lagi yang mau kau bicarakan ,paman.Tidak ada artinya juga!"Asline melempar senyum sarkas dan nampak mengejek dengan halus.


"Mengapa kau kemari?!! kau belum ada urusan untuk disini!! pergilah!!" Dante berusaha sabar,disini terlihat beberapa petinggi dan para pemegang saham.


Jika dirinya sampai terlihat berkonflik berat dengan calon pemimpin selanjutnya,maka sudah dipastikan dukungan dipihaknya akan jatuh.


"BERI AKU HAKKU! BERI AKU UANG UNTUK MENYELAMATKAN PUTRAKU!! " Tangisan putus asa pria itu menarik kembali fokus Asline.


"Kau merampas hak orang lain tuan Dante! beri dia haknya atau....." Asline menatap tajam wajah pongkah Dante.


"Aku tak punya kewajiban memberi apapun pada sampah tak berguna itu!!" Balas Dante acuh dan keras kepala.


"PUTRAKU AKAN TIADA!! KAU AKAN JADI PEMBUNUHNYA DANTE...KAU DAN SEMUA ORANG DIHOTELMU!! KALIAN ADALAH PENIPU!!" Raung pria itu sudah putus asa.


Para petugas keamanan hotel dan tim penyelamat berusaha mendekat diam-diam,mereka berhasil naik ke atap tanpa disadari pria paruh baya yang kini menangis putus asa.


Asline menatap pria paruh baya itu dengan pupil bergetar.


Ada gelombang emosi di manik indahnya.


Arkhhh........


Jeritan terdengar dari para penonton yang melihat pria itu hampir limbung terjatuh.


Beruntung pembatas cukup tinggi.


"Jangan mendekat...pergi kalian atau kuseret semua orang agar mati bersama!!"

__ADS_1


Para tim penyelamat melirik satu sama lain agar mundur kala pria paruh baya itu mengeluarkan sebuah pisau dari balik jasnya.


"Tuan Dante...jadilah setidaknya pria yang terhormat!! jangan pernah menjanjikan sesuatu jika kau tidak mau menepatinya!" Asline menekan dengan manik berkilat.


Dante berdecak kala mata semua orang seakan menghunus padanya.


Ia merebut speker pengeras ditangan salah satu anggota kepolisian.


" BAIK...AKU AKAN PENUHI SEMUA KEINGINANMU.AKU AKAN BAYAR SEMUA BIAYA PENGOBATAN PUTRAMU,BIAYA PENDIDIKAN PUTRIMU DAN PEKERJAAN BARU UNTUKMU DILUAR KOTA! SEKARANG TURUN DAN JANGAN BERFIKIRAN PENDEK!!" Suara Dante terdengar jelas dan sangat meyakinkan.


Pria diatas atap itu terdiam,menghapus air matanya dan menatap para penyelamat yang berdiri dibelakangnya dengan wajah tegas.


" Apa semua benar..apa kau akan memegang ucapanmu kali ini?" Pria itu berucap dengan putus asa.Ia menatap seluruh kota dari atas gedung,keputusan asaan tergambar jelas dari matanya yang sembab.


"Benar...aku berjanji!" Dante tersenyum manis,seringai dinginnya tersembunyi dibalik kepalsuan.


Siapa yang sudi membuang ratusan dollar hanya untuk sampah tak berguna? Dante tertawa puas dalam hati akan triknya.


Pria itu perlahan turun dibantu oleh para petugas.


Namun...


Saat satu tangannya menggapai tangan petugas,suara Dante kembali terdengar.


"SERET SAMPAH ITU,JANGAN BIARKAN DIA MEMBUAT DRAMA LAGI!!"Dante meraung pada para orangnya yang bekerja sebagai tim keamanan hotel.


Para petugas keamanan memblokir jalan tim penyelamat dari kepolisian.


"APA YANG ANDA LAKUKAN TUAN DANTE? KETERLALUAN SEKALI!!" Kepala polisi meraung jengkel.


Dante mengangkat bahu acuh,yang penting orang-orangnya berhasil menangkap tikus yang mencoba mengerogoti uangnya.


"KAMU MENIPUKU DANTE!! KAU MEMANG PEMBOHONG BESAR!! LEPASKAN AKU...LEPASKAN DASAR BEDEBAH!!" Pria itu memberontak kala keamanan hotel menyeretnya.


Asline menatap semua itu dengan jantung bergemuruh dan wajah tanpa ekspresi.


"Apa begini cara anda membuang orang yang sudah tak berguna setelah menggunakan mereka? lalu apa? "Asline menatap wajah puas Dante dengan wajah datar.


Dante untuk sesaat merasa tertimpa berliter-liter air dingin.


"Lalu apa yang bisa dilakukan selain membuang yang tak berguna? dunia ini keras Asline....kau lemah maka kau akan dibuang" Jawab Dante penuh kesombongan.


"Penuhi....setidaknya kau bisa penuhi harapannya sebelum kau buang setelah tak kau butuhkan lagi" Asline berucap dingin.


Menatap tepat manik bergetar Dante yang terlihat mulai ketakutan.


Apa yang direncakan oleh gadis kurang ajar ini? Dante terdiam sembari menatap Asline yang mulai melangkah menuju mobilnya terparkir.


Sebuah mobil Van hitam memasuki area gedung hotel.


Pria paruh baya itu diseret kasar keluar.


"Masalah ini adalah masalah internal hotel kami,kami akan urus dengan tim pengacara kami.Tugas anda sudah selesai tuan kepala,anda bisa membawa tim anda kembali kekantor kepolisian" Dante tersenyum palsu kepada kepala polisi yang menggeleng melihat tindakan pihak Dante.


Asline berjalan menuju mobilnya dengan langkah tegas bak seorang putri bangsawan anggun namun tepat dan cepat.


Sethhhh...


Meraih sebuah cup berisi cofe dari tangan salah seorang karyawan hotel.


Semua mata menatap gadis itu tercengang.


Langkah gadis itu semakin cepat kala maniknya melirik van hitam yang telah berhenti dengan raungan putus asa dari pria paruh baya itu.


Glek...... glek...glek....


tegukan kasar dan cup berisi cofe dingin,setelahnya puas cup itu terhempas di trotoar jalan.


Brakhhhh


Asline memasuki mobil sport miliknya,menghidupkan mobil itu dengan raungan gas terdengar memekakkan.


Bremmmmmm....


Mobil mewah itu bergerak cepat menuju Van hitam.


Semua terjadi begitu cepat....


BRAKHHHHHH.....


Semua mata orang membelalakkan,bahkan pihak kepolisian memandang gadis cantik itu dengan tatapan horor.


Mobil seharga puluhan juta dollar ditabrakkan begitu saja! apa gadis itu gila?.


Kap depan mobil Ferarri itu hancur dengan body Van bagian belakang penyok.


Para petugas keamanan tersentak jatuh dengan tubuh mematung ,hampir saja mereka menjadi korban!.


Gadis dibalik kemudi menatap dingin keterkejutan semua orang dari balik kaca mobilnya yang hancur.


Brakhhhh...


keluar dari mobil,melangkah dengan tegas kearah pria paruh baya yang jatuh dengan borgol dikedua tangan-nya.


"Berdiri....kau akan terima hakmu!" Ucap Asline dengan senyum manis bak tak terjadi apapun.


Pria paruh baya itu mengigil baru saja nyawanya akan hilang jika para petugas itu tak menyeret dan melompat keluar dari Van.


"APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN?!!!!"


Raungan terdengar dari sosok Dante yang sudah berlari seakan hendak menerjang dengan kemarahan.


sedangkan,disisi lain sebuah mobil Meserati mewah yang terparkir tak jauh dari kejadian kegilaan yang baru saja dilakukan oleh sosok gadis cantik nan manis yang ternyata tak lebih dari gadis gila!.


"Wahhhh...aku tak bisa berkata-kata!" Alarik mengeleng takjub.


"Yah,semakin memikat!"Rayganta bergumam dengan seringainya.


Sosok tampan dengan mantel hitam nan dingin itu menjawab dengan mata terus memindai.

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2