Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Batasmu


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya 🌹...



...♣️.....♣️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♣️.....♣️...


Aroma mengundang rasa lapar segera memenuhi seluruh area sekitar dapur manor.


Gadis cantik dengan rambut dikuncir kuda tinggi itu telah selesai memasak,asline.Gadis itu terlihat begitu semangat sekaligus manis dalam satu kali kedipan mata.


Pria tampan yang bersandar malas di dinding itu menarik senyum simpul,berjalan duduk disalah satu kursi pantry didekat set dapur.


Menunggu calon istrinya selesai membuatkan bubur untuknya.


Rayga diam,tak ingin kehilangan momentum manis yang membawa sejuta rasa bahagia yang terasa langka di hatinya.


Kulit putih eksotis gadisnya terlihat begitu lembut,hangat dibawah sinar cahaya lampu kristal,memberi perasaan hangat dan manis yang terasa menggaruk setiap sudut sisi dominan dihatinya.


Semua telah ditata diatas set meja kecil di pantry,gadis itu mengangkat pandanganya dan mata keduanya bertemu dengan senyum manis yang saling terhubung.


Asline menatap wajah tampan Rayga dengan cemas.


Apakah masakannya akan sesuai dengan selera lidahnya?.


Apakah hasil masakan sederhana ini setara dengan keahlian para koki keluarga Wiguna?.


Asline duduk dengan perasaan tak menentu,dibawah senyum simpul pria yang kini sibuk menatap wajahnya dan bukan kearah mangkuk berisi bubur yang dirinya buat.


Khem.....


Asline berdehem kesal,pria ini kenapa jadi menjengkelkan begini? bisakah dia berhenti menatap wajahnya begitu intens? asline rasanya tak kuasa menahan rasa malu ini.


Rayga terkekeh,menarik pandangannya kearah dua porsi bubur ayam yang terlihat begitu lezat dengan suwir ayam juga beberapa sayuran.



"Kapan nona muda cantik ini belajar memasak? saya sedikit terkesan melihat penampilan masakan nona...dan entah bagaimana rasanya? apakah semanis penampilannya?" Suara berat penuh nada menggoda dan senyum intens itu, bulu kuduk asline meremang kala lidah pria tampan itu terlihat menjulur dan menjilat bibirnya sendiri,Rayga menyeringai dengan wajah merona pekat asline yang pada akhirnya hanya mampu menunduk tak berani menatap wajah tampan dengan seringai licik itu.


Nada main-main nan senyum profokatif yang dilemparkan Rayga sukses membuat asline terdiam membisu.


"Dear.....your Hubby waiting!" Rayga terkekeh samar,mulai meraih sendoknya.


" Aku memang suka memasak sedari kecil,dan bisakah kamu makan saja dan jangan bertanya....." Asline menghela nafas dan membalas dengan suara yang terdengar sangat pelan,seperti berbisik.


Melihat suasana hati gadisnya yang mulai kesal kembali,Rayga akhirnya melepaskan.Tak tega juga terus menggoda gadis manis itu.


Postur tubuh tegak pria itu begitu menawan, bagaimana cara memegang sendok dan makan dengan tenang.


Semua gerakan putra mahkota Wiguna itu terasa begitu berkelas,asline terdiam linglung.


Sekarang dengan semua hubungan yang mereka jalani,hubungan yang entah apa?.


Asline merasakan,semakin mengenal dan berinteraksi,semakin luar biasa sosok bak kaisar agung itu.


Tersenyum nanar...


Asline merasakan entah mengapa hatinya berdenyut.


Mengapa jantungnya terus memompa cepat saat mendengar dan berdekatan dengan sosok Zeus itu?.


Jika saja rasa cinta dan kasih sayang masa lalu yang berjalan manis,mungkin saat ini asline tidak akan begitu takut untuk menaruh kepercayaan dan rasa lebih pada pria lain!.


Dirinya hanya takut!....


Rayganta adalah sosok pria yang begitu tinggi dalam hierarki.


Bahkan raja dan ratu Inggris-pun begitu menghormati pewaris klan terkaya di Eropa itu.


Para pengusaha akan takut hanya dengan mendengar namanya,para politikus bahkan membuka jalan selebar-lebarnya untuk sayap-sayap clan untuk semakin melebar tumbuh dengan kokoh menutupi hampir seluruh perekonomian negara.


Asline yakin,ada puluhan wanita diluar sana yang lebih baik dari dirinya untuk berjalan bersisian di samping sang Zeus.


Pria seperti ini terlalu tinggi untuk diraih sembarang perempuan di dunia ini!.


Dan kini mengapa? mengapa pria agung itu justru memanjakan dan selalu melempar godaan untuknya dimana dan kapan saja?.

__ADS_1


Asline takut......


Takut pada akhirnya nanti dia akan kembali ditinggalkan saat ada perempuan yang lebih baik datang kedalam hidup sosok Rayganta .


Sakit.....


Asline menuduk,mengaduk buburnya dalam fikirkan kabur dan menerawang jauh.


Sementara itu....


Rayganta merasakan dengan jelas perubahan hati dari gadis yang duduk didepannya.


Rona merah di pipi lembut itu telah lenyap,dan kini dirinya justru diperlihatkan sisi rapuh dan kesepian dari gadis itu.


"Makan....." Rayga menatap dingin kearah mangkuk bubur ayam malang itu.


"Aku sudah kenyang Rayga...aku akan mencuci mangkuk da-"


"Makan asline...aku tau kamu belum makan dari siang karena para bajingan itu,dan kau juga merawatku! makan....atau kau ingin makan dengan caraku?"


Deg....


Asline menegang,suara berat dipenuhi lapisan kabut es itu sukses membawa rasa terluka dihatinya kembali.


Wajah jenaka itu hilang,terganti cepat dengan wajah gelap penuh aura dominan yang kuat menindas.


"AKU SUDAH KATAKAN,AKU SUDAH KENYANG! JANGAN.....memaksaku...." Intonasi tinggi yang berakhir lirih itu sukses membuat wajah gelap Rayga berganti senyuman sendu.


Pria itu berdiri,berjalan memutari set pantry.


Menatap tubuh mungil nan rapuh itu dengan hati berdenyut sakit.


Rayga benci sikap tempramen tak ingin dibantah dirinya dan dirinya paling membenci raut terluka dan tangis gadis itu,Rayga sangat takut akan air mata yang pada akhirnya nanti akan ditumpahkan asline dalam diam,duduk dipojok ruangan mengunci pintu dan pada akhirnya tangis dalam diam itu lebih menyakitkan untuk dilihat dibanding tangisan meraung keras.


Grephhh....


Rayga menunduk,meraih tubuh rapuh itu dan memeluk tubuh bergetar asline dengan nanar.


"Maaf...maafkan aku asline....tolong jangan menangis dear....katakan padaku,akan kulakukan apapun untuk membuat mereka yang menyakitimu pergi dari dunia ini,katakan saja dear....aku akan menjadi pedang dan baju zirah untukmu..." Rayga mendekap tubuh beraroma lavender itu dengan erat,menutup mata kala merasakan kaos depannya basah oleh cairan hangat.


Gadis itu menangis,menangis dalam diam tak bersuara bahkan isakan lirih sekalipun.


"Ka..kamu sudah me..merasa baik-baik saja?" Rayga menarik senyum simpul,bahkan dalam suasana hati buruk pun gadisnya masih bertanya kondisi tubuh dirinya.


"Hm....Aku sudah menemukan obat terbaik di dunia,rasa sakitku hilang dalam sekejap" Balas Rayga dengan suara serak.


Mereka masih saling berpelukan,berdiri kokoh dengan gadisnya yang duduk balas memeluk tubuh atletisnya dalam kenyamanan .


"O...obat apa? a..aku hanya menyeka dirimu dengan handuk hangat" Suara lirih gadis itu dipaksa keluar kala nafasnya tersendak menahan rasa sakit yang membuat maniknya semakin panas.


Asline tak pernah menangis,namun dihadapan pria ini, pertahanan dirinya runtuh.


Terlalu memalukan menangis didepan pria yang status saja bukan siapa-siapa.


Hanya partner.


Tapi apakah itu benar? hanya waktu akan menjawab semuanya.


Terkekeh renyah,asline menutup mata.


Tawa renyah pria itu,senyum teduh serta aroma tubuhnya yang begitu membawa rasa damai dan perlindungan.


"Obat itu kamu dear....sentuhanmu....pelukannya....aroma tubuhmu... senyuman...bahkan kehadiranmu sudah cukup membuatku sembuh! Asline....." Rayga berucap dengan suara berat nan seraknya.


Sungguh pria ini benar terbakar sekarang!.


Kaos tipis yang mencetak jelas lekuk tubuh gadisnya,aroma lembut bunga lavender serta Surai lembut yang menggelitik panca inderanya.


Rayga sudah tak kuat lagi.


"Hm..." Asline menyahut samar,gadis itu mengantuk,rona merah di pipinya sudah cukup menjadi bukti bahwa gadisnya masih mendengarkan ucapannya.


Grephhh....


Rayga tersentak dan dengan cepat mengeratkan pelukannya begitu tubuh rapuh itu lemas dan luruh seutuhnya bersandar padanya.


Asline jatuh tertidur,tubuhnya lelah dan batinya butuh waktu beristirahat.


Rayga tersenyum lembut,mengelus pipi lembut asline dan mulai mengangkat tubuh gadisnya ala bridal.


Menunduk,Rayga menatap wajah sembab gadis itu dengan wajah dingin penuh amarah.


Bukan pada asline,tapi pada mereka yang sudah terlalu jauh bermain-main dengan kesabarannya.


Memasuki lift,membawa asline ke kamar pribadinya.


Berjalan perlahan,memastikan tidur lelah gadis cantik itu tidak terganggu.


Pintu terbuka kala sensor dari tubuhnya ditangkap oleh sistem interkom.


Menaiki tangga berdinding kaca,melewati ruang gym dan akhirnya tiba dengan lambat kearah sebuah ranjang king size .


Menikmati setiap langkah dengan kelembutan yang terbaring diantara tangan kokohnya.


"Tidurlah dear...lupakan semuanya dan biarkan bebanmu sirna ditangan ini...I love you my queen...."


Cup.....


Sebuah kecupan lembut mendarat dikening gadis itu, asline terlelap dengan jejak air mata di pipinya.


Manik pria itu berkilat dingin,ini sudah pukul 12 malam.

__ADS_1


Berjalan meriah ponselnya dan membuka pintu balkon .


Dengan segelas wine,Rayga menatap sebuah hutan yang tak jauh dari manor.


Hutan gelap dimana seluruh hewan-hewan kesayangannya tumbuh buas disana.


Tut....


"Yes boss?"


Suara Alarik terdengar dari sebrang.


Rayga terdiam sejenak,menyesap rasa pekat yang membakar tenggorokannya.


"Sudah kau siapkan semua dokumen akuisisi? pagi ini...semua harus mendapat hadiahku!" Rayga menjawab dengan suara berat dipenuhi lapisan es tipis yang sukses menusuk keberanian Alarik.


"Ya..ya...sudah beres bos...apakah kau akan memukul sekali tebas?" Alarik bertanya dengan antusias.


"All of you know me! Let's play a little game!'


Tut......


Rayga menutup teleponnya dengan senyum dingin yang tak sampai ke sudut mata.


"Maaf dear....aku tak bisa melihatmu bertindak terlalu lama,kamu hanya akan membuat hatiku semakin sakit melihat air matamu,meski kamu tak pernah menangis didepan siapapun, tapi aku tau...kamu sudah terlalu menderita hingga enggan membuat orang lain tau atas semua rasa sakitmu itu....kamu,adik perempuanku dan ibuku....kalian adalah tiga perwujudan malaikat yang sesungguhnya!" Rayga menatap rembulan yang tampak tertutup awan.


Berbalik masuk membiarkan pintu balkon tertutup otomatis.


Berdiri bersidekap dada,Rayga menghela nafas berat menatap wajah polos yang terlihat menyimpan banyak luka.


"Asline Alfarezha Gradian.Berapa banyak rasa sakit yang sanggup kamu tanggung lagi sayang? berapa lama aku harus menunggu hingga kamu bersedia datang dan mengadu padaku? aku.....aku tau kamu ingin membalas dengan caramu,tapi...tidak bisakah kamu menerima saja uluran tanganku saja?! " Rayga naik berbaring disamping tubuh asline yang tertidur pulas,meraih tubuh gadis itu menghadapnya dan membawa asline masuk kedalam pelukannya.


Menumpukan dagu diatas pucuk kepala asline,menutup mata dan mengelus punggung sempit itu dengan perlahan.


"I'm yours dan you are my mine...akan kupastikan mereka semua membayar mahal atas masa lalumu sayangku....kamu bisa pegang janjiku!" Rayga berucap dengan sorot mata dingin penuh kebencian.


Jemarinya mengelus wajah cantik asline,mengecup kedua mata yang tengah tertutup rapat itu dengan penuh kasih.


Merasakan bulu mata lentik itu dengan bibirnya,manik yang selalu menyimpan luka dibalik wajah tak acuh.


Asline-nya harus bahagia!.


..........♣️..........


ARKHHHH.....


"JA*LANG SIALAN!! HIKS.....AKU AKAN MEMBUNUHMU!!"


Kamar berdominasi ungu itu terlihat berantakan, barang-barang berserakan dengan pecahan kaca dan vas bunga dimana-mana.


Cermin rias retak dengan segala macam barang kosmetik yang tercecer dilantai, sementara itu,disudut ranjang wanita dengan pakaian telah berantakan itu menangis meraung,terduduk sembari sesekali tertawa renyah dan akhirnya kembali menangis.


Grizela menatap kosong dimana ponselnya telah hancur diatas lantai.


Pintu terbuka,Lucinda masuk dan menatap wajah berantakan putrinya dengan panik.


"Zela, ada-apa ini?! mengapa kamu menghancurkan kamarmu seperti ini?!" Lucinda mendekat,meraih kedua bahu grizela dan mengguncangnya keras.


Lucinda telah pusing oleh masalah yang kini dihadapi suaminya,dan kini putrinya berulah dengan menghancurkan barang juga berteriak tidak waras!.


"Hiks..ma..... rencana pernikahanku hancur ma! hiks....Jonathan akan dipindahkan bersama paman Bryan dan bibi Chintya ke Indonesia,sementara ayah Agam yang akan menggantikan disini! hiks...orang tua itu mengirim keluarga Jonathan pergi! mereka memilih menjadikan rencana pernikahanku sebagai kambing hitam! hiks...ma...apa nanti kata para fans-ku saat tau idola mereka menjadi lelucon! seluruh kota akan menghinaku!" Grizela menangis dengan kilatan amarah yang berkibar di matanya.


Lucinda menutup mulutnya dengan kedua tangannya syock,wanita paruh baya itu menggeleng tak percaya.


"A..apa? tidak...ini tidak boleh terjadi Zela! keluarga kita kini tengah diujung tanduk! dan tanpa keluarga Fernandez maka kita akan bangkrut! ini...ini mengerikan!!" Lucinda menggeleng panik,berdiri dan berjalan mondar-mandir dihadapan grizela yang kembali menangis keras.


"DIAM ZELA... BIARKAN MAMA BERFIKIR!" Lucinda membentak kesal,gadis itu terdiam kaku.


Pagi itu,Dante di ruang kantornya tiba-tiba didatangi oleh kepala Techo dari Wiguna coorporation pusat.


Dan apa yang membuat Lucinda ketakutan setengah mati adalah berita yang para pria muda tampan berwajah kaku itu bawa.


Mereka didorong hingga batas yang begitu mengerikan.


Apa yang mereka capai dengan segala cara,baik cara kotor sekalipun.


Direnggut paksa,dirampas oleh CEO perusahaan besar itu sendiri.


Entah bagaimana? Mereka mendapat serangan tiba-tiba.


Pria muda tampan berwajah kalem namun terlihat jelas kelicikannya dibalik sepasang kaca mata transparan itu.


Membawa sebuah dokumen legal,dokumen yang memaksa mereka menyerahkan semua aset tersembunyi yang selama ini berhasil mereka curi dari tuan tua Gradian juga putra sahnya .


Santanu.


Dante,pria itu memang adalah putra angkat nyonya tua gradian,anak laki-laki dari mendiang saudara kembar nyonya tua gradian.


Semua telah terbongkar,Tuan muda Wiguna itu tak membiarkan mereka bernafas meski sesaat.


Semua telah hancur!.


Usaha yang mereka lakukan selama bertahun-tahun direnggut dengan sekejap mata.


...♣️...


...TBC...


Perlahan....resapi...dan nikmati setiap alurnya...


Jadilah bijak dengan memberi vote,like dan komentar ya 🍁

__ADS_1


__ADS_2