Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
The historical of love


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote,like dan komen...


...Akhirnya aku memgerti cinta...


...Ketika kita bersama...


...Berbagi rasa untuk selamanya...


...Akhirnya aku mengerti kasih ketika kita bersama...


...Berbagi rasa sepanjang usia...


.....R.A.....



...🍃...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍃...


Aula teater mini di mansion Wiguna kini telah penuh oleh para putra,cucu,cicit juga para menantu Rafendra dan Anggi.


Alarik dengan wajah kuyu menyiapkan proyektor,dimana para saudara rayga telah memangku putra mereka masing-masing.


"Hiks...mami tidak kuat line...rasanya mami masih bisa melihat nenek kalian duduk bersama kita..." kayra berucap getir,air matanya masih terus mengalir meski Victoria terus mengusapnya lembut.


"Mi....mami hanya perlu ingat,nenek dan kakek bukan pergi dari kita.. tapi beliau hanya tidur sejenak bersama ..kita pasti akan bertemu lagi di masanya nanti!" Asline berucap lembut.


"Untuk apa bersedih mi? nenek dan kakek pasti tidak akan suka jika kita terus menangisi mereka...berdoa saja dan jagalah keutuhan keluarga ini seperti bagaimana nenek menjaga keluarga ini..mami...nenek bersama kita,disini..dihati setiap keluarganya!" Raels berucap sembari menunjuk hati kayra ,kayra mengerjap.


Benar,mengapa dirinya sampai lupa akan bagaimana sang ibu mertua dulu mengajarkan pedoman menjadi wanita Wiguna yang baik dan berkelas!.


Akhirnya semua terdiam saat proyektor mulai bergerak.


"Hahaha...mommy lihat wajah Daddy? siapa yang mengira Lucifer ini sangat payah dalam mengurus anak? hahaha..wajah kakak seperti terkena tepung 1 kilo!"


Rion kecil tertawa terbahak-bahak,disana Arkansas kecil berdiri dengan wajah datar nan dingin kala wajahnya telah putih sepenuhnya oleh bedak bayi!.


Dan itu semua karena Rafendra!.


"Ya..ya jangan salahkan Daddy! siapa suruh kakakmu ini tidak mau diam?! kalian itu harus mendukung Daddy belajar mengurus anak! bagaimana Daddy bisa mendandani adik bungsu kalian jika kalian tidak bisa bekerja sama!?"


Rion kecil mendelik,Arkansas dengan bringas mengelap wajahnya yang cemong penuh bedak bahkan sampai kerambutnya!.


"Daddy kalau mau belajar kira-kira juga! mau dandani Ara tapi kami yang jadi boneka!? Daddy menyerah saja biarkan mommy yang mengurus adik kami! "


Dilain gambar.


"Apa-apaan kakek?! dimana semua kue shura dan kak Cha?" Shura kecil berlari menerjang bak banteng kecil yang mengamuk.


Terlihat putra Tristan itu sibuk meninju paha sang kakek dengan brutal meski pria tua itu membalasnya dengan tawa mengejek.


"Heh tikus kecil...kue siapa kamu bilang? coba ulang kakek tidak dengar?" Didalam gambar yang berputar Rafendra nampak mengangkat shura kecil dengan kedua tangan terselip di ketiak anak itu.


Wajah imut itu memerah dendam.


"KUE SHURA!!"


"Benar! kakek kenapa jadi pencuri ?! mana yang kakek curi itu kue kita! kakek kembalikan kue Cha dan shura!!" archana terlihat maju dan mengguncang lengan sang kakek frustasi.


Terlihat Rafendra tertawa terbahak-bahak.


"Eh kecil....kue itu yang buat siapa?" Rafendra memancing jahil.


"Nenek!!" Jawab keduanya kompak.


Seringai picik pria tua itu terbit.


"Yang buat istri kakek..itu artinya semua kue itu punya kakek..kalau mau minta sana! minta pada Tigress sana dikandangnya.."

__ADS_1


Tawa membahana terdengar mengalun dari gambar yang terus berputar, Rafendra tertawa saat melihat bahu lemas kedua cucunya dan akhirnya archana dan shura pergi dengan tatapan dendam mereka.


Air mata Arkansas dan ketiga saudaranya,Rion juga arabela tumpah seketika.Meski tangis kedua pria baya itu tak sekeras adik bungsu mereka.


Tayangan berganti.


"Wahai pria tua...lepaskan adik kami..."


"Tidak! hohoho..sudah berani pada pria tua ini rupanya?! "


"AAAAA...TOLONG ADA MONSTER!!"


"Tenanglah wahai tuan putri..para kesatria ini akan melindungi putri dari serangan monster jahat!"


Terlihat Raider,Raino,Diego,Gion kecil.


Anak-anak lelaki tampan itu sudah berdiri dengan seragam layaknya kesatria berdiri di depan archana kecil yang tengah berpura-pura memerankan tokoh Aurora .


Dihadapan mereka Rafendra yang terlihat mendengus dengan mahkota bertanduk dua dikepalanya hasil ulah tangan kecil acella.


Tangis archana pecah kala melihat dirinya yang masih berusia 5 tahun itu ditangkap dan diangkat duduk di pundak sang kakek dengan wajah masam para kakaknya yang berhasil dikalahkan oleh kakek mereka itu.


Vidio berganti.


"Daddy kenapa coba?! ini itu Kay masak dengan hati! bukanya dipuji Daddy justru memberi demon dan para serigala itu makanan Kay!!"


Disana, Rafendra menggaruk tengkuknya canggung.


Menatap menantunya itu dan sewadah besar spaghetti berwarna hitam itu ngeri.


" Daddy sangka ini spaghetti ketumpahan tinta makanya Daddy buang..lihat! demon saja tidak mau makan! lebih baik Daddy buang dari pada ada yang mati keracunan.."


"DADDY!! DASAR PRIA TUA TAK PUNYA HATI!!"


Kayra menangis keras saat melihat sosok Rafendra yang akhirnya terkena sembur lahar panas Anggi akibat menghina masakannya.


Itu adalah masakan pertama yang ia masak saat menjadi menantu Wiguna kedua.


Vidio kembali berganti.


"Line..kalau anakmu perempuan sini kasih kakek saja yang rawat...asal kamu tau ya,suamimu ini jangankan merawat bayi...melihat wajahnya saja bayi-bayi itu akan menjerit dengan tangis memekakkan! kamu ingat bagaimana dia membuat Rexion menangis saat bayi dulu? dengarkan kata kakek...suamimu ini lebih tak berjodoh dengan bayi..apalagi bayi perempuan yang manis.."


Disana asline nampak tersenyum geli,wajah rayga mendung menatap pria tua itu sinis.


Asline menunduk,menangis dalam diam kala mengingat tingkah random tuan besar Wiguna itu.


Siapa yang menyangka pria itu adalah Lucifer tiran dimasa mudanya dulu? hari-hari tuanya diisi dengan tingkah absurd menjahili,menghina bahkan mengerjai cucu,cicit bahkan para menantunya!.


"Kakek...nenek...mereka adalah orang baik,line percaya mereka akan jadi penghuni firdaus..." Asline berucap getir didalam pelukan suaminya.


Dan akhirnya beberapa foto bayi-bayi laki-laki berputar mengisi waktu jeda.


Terlihat Anggi memakai gaun putih seperti pengantin,namun wajahnya terlihat pucat.


Dan, Rafendra yang memakai toksedo hitam duduk dikursi sebuah piano.


"Putra-putra mommy dan Daddy...ini persembahan terakhir kedua orang tua kalian ini...jadikanlah hidup kami sebagai kapal kalian berumah tangga...Arkansas...jaga adik-adik, anak-anak, cucu-cucu juga menantu keluarga ini...Rayga..bantu ayahmu nak...doa kami menyertai !"


Melodi indah akhirnya terdengar ditengah suasana sesak menyakitkan.


...Mana kala hati...


...Menggeliat mengusik renungan...


...Mengulang kenangan...


...Saat cinta menemui cinta...


...Suara sang malam...


...Dan siang seakan berlagu...


...Dapat aku dengar...


...Rindumu memanggil namaku...


...Saat aku tak lagi disisimu...


...Kutunggu kau di keabadian...


...Aku tak pernah pergi...


...Selalu ada di hatimu...


...Kau tak pernah jauh...


...Selalu ada di dalam hatiku...


...Sukmaku berteriak...


...Menegaskan kucinta padamu...


...Terimakasih pada...


...Mahacinta menyatukan kita...

__ADS_1


...Saat aku tak lagi disisimu...


...Kutunggu kau di keabadian...


...Cinta kita melukiskan sejarah...


...Menggelarkan cerita penuh suka cita...


...Sehingga siapapun insan Tuhan...


...Pasti tau cinta kita sejati...


Arkansas menangis memeluk foto kedua orang tuanya pedih.


...Saat aku tak lagi disisimu...


...Kutunggu kau di keabadian...


...Cinta kita melukiskan sejarah...


...Menggelarkan cerita penuh suka cita...


...Sehingga siapapun insan Tuhan...


...Pasti tau cinta kita sejati...


Kita suara Rafendra yang terdengar,berat dan penuh kegetiran cinta.


...Lembah yang berwarna...


...Membentuk melekuk memeluk kita...


...Dua jiwa yang melebur jadi satu...


...Dalam kesucian cinta...


Manik para putra Rafendra dan Anggi memerah.


Kedua orang tua mereka saling menatap penuh cinta dan suara keduanya menyatu bak satu harmoni terakhir.


...Cinta kita melukiskan sejarah...


...Menggelarkan cerita penuh suka cita...


...Sehingga siapapun insan Tuhan...


...Pasti tau cinta kita sejati...


Tayangan berganti layar yang dipenuhi bunga mawar dan akhirnya semua gelap.


Keheningan memeluk tubuh semua orang.


"Hiks....yah.... lagu ini sangat cocok untuk mom dan Daddy...mereka hiks...sukses mengukir sejarah pada kita anak cucunya...adakah pasangan yang begitu saling mencintai seperti bagaimana Daddy mencintai mommy?" Arabela menangis matanya tak berpindah sedikitpun dari layar proyektor.


"Kamu harus ingat Ara..mungkin pembuktian cintaku belum sebesar ayahmu...Daddy Rafendra Namun aku berjanji....aku akan selalu ada.. bahagiakan kamu seumur hidupku..yakinlah Daddy tak akan kecewa melepaskan dirimu untukku!" Dexter memeluk tubuh istirnya,putri bungsu mendiang Rafendra itu dengan senyum teduhnya.


Semua orang tenggelam dalam kesedihan,Arkansas bangkit dan berlalu membawa sebingkai foto Rafendra dan Anggi.Kedua orang tuanya.


Lorong mansion yang sunyi menyimpan setiap kenangan masa kecilnya.


Tes.....


Wajah pria baya itu basah,tanpa sadar basah oleh air mata.


Setelah istrinya...


Kini kedua orang tuanya pun pergi?.


Duduk dihalaman belakang mansion, ditemani kesunyian dan kesedihan.


"Inilah hidup? Tapi apa yang bisa dilakukan? dad....aku fikir rasa sakitku atas Liora sudah melampaui batasku? dan yah,kini kalian menambahkan sakit ini lagi...apa kalian mengira hatiku terbuat dari baja? tega..tega sekali kalian pergi begitu saja bersama? pundakku tidak setegap dulu dad..mom...i fell lonely...i want to rest..but i remember....aku masih punya Archa yang belum bisa kulepaskan..masih punya Arshenio juga Rayga yang sebentar lagi akan menjadi ayah muda..apa bisa kutinggalkan mereka? tidak mom..dad... cucu-cucuku belum lahir dan aku harus melihat mereka tumbuh hingga menjadi kuat!" Arkansas menatap foto ibu dan ayahnya itu dengan senyum nanar.


Fisik dan batinnya merasa lelah.


Tapi keadaan memaksanya bertahan.


Angin lembut menerpa wajahnya.


"Sayang...akan hadir seorang bayi perempuan cantik yang akan tumbuh secantik istrimu....akan hadir masa kau akan menjadi kakek paling bahagia di dunia ini...tunggulah sayang...."


"Son...kuatkan hati... Rayga masih butuh bimbingan mu sebagai pewaris...kau akan menemui masa titik balik kami selalu mengawasi kalian dari sini...tabahlah son...pelangi akan datang setelah badai..."


Deg....


Arkansas berdiri,tatapannya meliar menatap sekeliling taman.


Itu..


Suara ibu juga ayahnya!.


"Pelangi akan datang setelah badai... Kansas...kami mencintaimu...."


Arkansas jatuh terduduk, tersenyum dalam dengan pupil bergetar hebat.


Ini...

__ADS_1


Suara istrinya!.


.....TBC.....


__ADS_2