
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
...☘️ ...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...And keep smile ...
...☘️...
London....12.00 siang.
Tiga orang ibu muda,cantik dengan gaya pakaian sederhana menutupi merek besar yang mereka kenakan.
Ketiganya berjalan sembari berbincang rendom,dengan sebuah stroler bayi yang didorong lembut oleh ibu muda yang berjalan ditengah ketiganya.
"Aduh line... bagaimana aku tidak menghukum bocah nakal itu?! tubuhnya itu...baunya sampai mau pingsan !" Victoria,ibu muda yang berjalan disisi kiri berucap atas pertanyaan asline sebelum mereka bertiga keluar untuk sekedar refreshing di salah satu mall milik wishutama.
"Bau? kenapa bisa? " Asline,ibu muda yang berjalan ditengah itu bertanya heran.
Raels disisi lain tertawa terbahak-bahak tak perduli di mana mereka kini berada.
"Hahahaha..aduh line! bagaimana tidak bisa?! sungguh! bau badan bocah nakal itu seperti bab* semalam! aku saja heran bagaimana bisa? ditanya para bocah itu justru pasang wajah puppy yang minta di punggut! tidak ada yang mau menjelaskan .." Ucap raels geli.
Asline menggeleng tak habis fikir,ada saja kelakuan para putra mereka itu.
__ADS_1
Tapi anehnya, didepannya mereka selalu bersikap manis dan imut! beda cerita dengan kisah para keluarganya yang lain!.
Apa benar anak-anak tampan nan manis itu begitu nakal? asline tak percaya mengingat betapa patuh dan manisnya anak-anak itu berprilaku saat bersamanya.
Akhirnya,ketiganya memasuki sebuah resto yang cukup terkenal didalam mall ini.
Resto dengan para koki yang datang langsung dari Indonesia.
Asline kebetulan sangat rindu masakan dari negara berlambang burung Garuda itu.
"Wah ramai sekali ya...tidak disangka makanan disini begitu banyak peminatnya!" Victoria yang memang belum pernah sama sekali mengenal segala hal yang bersangkutan dengan Indonesia,atau negara kelahiran Anggi.
Wanita itu hanya sekedar tau,itupun jika Asline kebetulan memasak makanan yang berasal dari negara itu.
Mendiang nyonya besar Wiguna,Anggi sendiri dulu semasa masih hidup sangat jarang memasak makanan khas Asia,wanita tua itu lebih sering memasak western bersama para menantunya generasi kayra.
"Selamat datang di Buferly restoran..silahkan duduk pelanggan sekalian..." Seorang pelayan pria datang dan menyapa dengan ramah.
"Terima kasih...." Raels berucap,ketiganya dibawa duduk di meja dengan tiga kursi .
"Silahkan melihat buku menu Mrs..nanti jika sudah memilih anda sekalian bisa memanggil pelayan kami..." Pria muda dengan apron merah maroon dengan nama restoran itu menyerahkan tiga buku menu.
Setelah pelayan itu pergi.
"Gila...ini semua makanan Indonesia? kelihatannya enak ya line...raels....oh ia triplet masih tidur?" Victoria menjulurkan wajahnya kearah stroller.
Nampak tiga bayi kembar tak seiras itu masih terlelap damai dengan baby z yang terbaring di tengah kedua kakaknya.
"Yang penting baby z sehat line...tidak apa pertumbuhannya lambat asal baby z sehat dan tidak rewel....jangan sedih kamu ibu yang hebat!" Victoria berucap sembari menepuk pundak asline,ibu muda itu akhirnya kembali dari lamunannya.
"All right! sekarang kita mau makan apa dulu?" Raels berseru riang.
"So..soto....ba..bakso....sa.. satai...a-"
"Bukan satai,ria! sate...." Gelak Asline pecah melihat bagaimana Victoria mengeja nama demi nama makanan yang tertulis di menu,dengan pengucapan yang kaku.
Victoria menggaruk tengkuknya canggung.
Sungguh! dia adalah wanita yang sejak lahir mana pernah mendengar apalagi mendatangi tempat bernama Indonesia itu! Yah,tentu saja pengecualian saat dia menikahi putra ketiga Wiguna,hanya tau sedikit masakan Indonesia saja.Selebihnya nol besar,jadi.Jangan salahkan dirinya jika lidahnya akan kelu hanya untuk melafalkan kata!.
"Jadi apa itu..sa.sate?" Ucap Victoria menahan malu kala mata demi mata para pengunjung terarah padanya dengan tatapan geli.
Raels dengan kejam sudah tertawa terbahak-bahak,sungguh keanggunan seorang menantu konglomerat tidak ada sama sekali pada ibu muda dengan gaya sedikit sporty ini.
Asline memukul lengan raels gemas,lalu menatap Victoria iba.
"Baiklah...mau aku yang pesankan saja Ria?" Victoria segera menatap asline berbinar.
Mengangguk sambil tersenyum lega.
Raels meraih lonceng di meja mereka, menggoyangkan benda itu sebentar dan tak lama pelayan datang dengan note kecil ditangannya bersiap mencatat pesanan mereka.
__ADS_1
"Nah saya mau soto ayam ekstra bawa goreng....terus desert-nya kasih lupis dengan ekstra kelapa dan minuman tolong cendol satu!" Ucap raels dengan santai pelayan itu mencatat dengan cepat.
Victoria menatap raels tak percaya.
"Satu porsi nasi rendang.. cincau dan desert-nya saya minta satu porsi martabak manis ekstra keju ya...ria kamu mau yang mana?" Asline selesai dengan pesanannya,menatap Victoria yang sudah menunjuk buku menu antusias.
"Sate kambing bumbu kacang.....es kelapa dan dessert tolong kasih martabak coklat! itu saja dulu terimakasih" Asline menutup buku menu,setelah pelayan menjabarkan ulang pesanan dan pergi.
...----------------...
Sementara itu...
London...18.00 Night.
Ryu berjalan masuk dengan Alarik dan raider dikedua sisinya.
"Memang gila itu si Max! buat apa dia mengajak kita kesini? Jihan tau saja mati dia!" Maki Raider yang menatap jengah situasi club yang mereka masuki.
"Katanya perusahaannya, Houston intertaiment berulang tahun! malam ini kita-kita buka saja dengan sedikit refreshing..ya..jangan sampai para istri tau juga..sekedar minum sedikit tak apa bukan? lusa baru pesta sesungguhnya di Houston intertaiment!" Ryu menjelaskan dengan sabar.
"Intinya pesta perkumpulan para suami saja begitu? " Tebak Alarik sembari memelototi para wanita dengan pakaian kurang bahan mulai menatap mereka dengan mata berbinar dan mulut yang terbuka.
"Tidak juga..ada beberapa kepala divisi Houston intertaiment juga ada di sini meski di meja berbeda!" Jelas Ryu.
"Ya...tempat lain kan bisa?" raider berucap frustasi sendiri.
"Ini London bro! bukan Indonesia saat kita masih remaja!" Kesal Maxim yang tiba-tiba sudah berdiri dihadapan ketiganya.
Pria tampan dengan kemeja sudah tak terkancing rapi,terkesan urakan!
"Kau jangan sampai mabuk ya! bagus jika kau mati sendiri di tangan jihan,tapi bagaimana dengan para istri kami?! jangan buat masalah!" Peringatan keras raider pada Maxim yang disambut decakan jengkel pria itu.
"Ia..ia...siapa juga yang mau para rubah cantik itu marah?! sudahkah kita minum cocktail dengan alkohol rendah saja tidak akan mabuk!" Balas Maxim kesal.
Para pewaris clan Wiguna itu berkumpul di satu sisi,mengundang tatapan panas para wanita yang terjerat akan pesona para taipan muda kaya itu.
Mau mendekat,namun aura sosok tampan ditengah-tengah itu cukup membuat sesak nafas.
Pesanan minuman mereka mulai tiba.Cocktail dengan berbagai camilan.
"Ka-"
"Wow.....bukankah ini para pewaris kaya? kata nya kaya tapi bisa ya..mencuri dari orang lain? Kesempatan bagus kita bisa bertemu disini?"
Suara sarkas penuh ejekan memecah suasana santai para pewaris be itu.
Dan manik-manik para pria dewasa tampan itu seketika berkilat dingin.
"Yah...ada tikus datang..." Diego yang baru saja meneguk minumannya bersuara main-main.
...TBC...
__ADS_1