Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
This is our family


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote,like dan komen ya...


...🥀...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...And...


...Keep spirit...


...🥀...



Mobil Jeep Rubicon itu berhenti tepat di depan pintu utama mansion.Archer menatap kepala penjaga gerbang awal itu intens.


Black menggaruk tengkuknya canggung,sialan jika terus ditatap seperti ini.


Dirinya yakin,mulutnya ini akan bocor!.


"Paman black..mengapa mansion sepi sekali? adik kami bukankah sudah pulang? mengapa tidak ada suara apapun dari dalam?" Rex memicing curiga.


Bukan apa-apa,hanya saja Rex tau betul betapa gaduh ayah juga kakek mereka dalam memonopoli si kecil Zia.


Mansion itu akan terdengar gaduh,tapi kini?.


Sepi...


Hening....


Mereka bahkan berfikir,apa mereka salah tujuan?.


"Ah..hahahaha..saya tidak tau tuan muda kecil rexion..kalau begitu saya pamit...!"


Anak-anak tampan itu melonggo melihat kecepatan luar biasa black yang begitu tancap gas begitu penumpang terlahir turun.


Maiden bahkan hampir terjungkal jatuh kalau tidak ditahan oleh Danzuar.


Mencurigakan!.


"Sudahlah...masuk saja paling-paling Daddy sudah menyiapkan pasukan demon dan anak-anaknya! laxross sudah terlalu tua untuk kita takuti...aku bahkan yakin taringnya sudah tumpul! " Rexion menggulung lengan bajunya,masa bodoh apapun yang terjadi dirinya tidak boleh terlihat takut atau z kecil kesayangannya akan kecewa memiliki kakak bermental tahu!.


Arezian tertawa terbahak-bahak,menunjuk rexion bak melihat orang melucon.


"Kenapa kau tertawa?!" Rexion menghardik jengkel.


Arezian mengusap air matanya lelah sekali tertawa seperti ini.


"Lagakmu kak Rex...menyingsing lengan baju tapi kau mendorong rain maju! hahahaha..." Arez tertawa nista.


Wajah tampan rexion merenggut masam.


Archer menghela nafas menatap kelakuan para saudaranya miris.


Melangkah maju,tidak ada satupun penjaga yang menjaga didepan pintu seperti biasanya.


Kriettt...



...( Langit bayangkan terang ya )...

__ADS_1


Pintu besar mahoni bercat putih gading itu terbuka oleh Danzuar di sisi kiri dan Arez disisi kanan.


Kaki kecil berbalut sepatu boot pelatihan itu memasuki ruang lobby mansion.


Gelap....


"I..ini Daddy tidak lagi bikin prank buat kita kan?" Maiden bergidik.


Seluruh tempat diisi kegelapan.


"Hihihi...."


"AAAAAA...SETAN!!" gyolix berlari memeluk tubuh Arez yang berdiri tepat disisinya.


Suara tawa siapa itu?.


Anak-anak tampan itu seketika bergidik.


Hei....


Melawan setan beda perkara dengan melawan manusia!.


"Gun...." Ucap Archer dengan poker face-nya.


Segera, anak-anak itu mengeluarkan Short gun milik mereka dari balik saku rompi bagian belakang.


"Jadi horor ya? ini ceritanya kita mau nembak siapa? manusia apa setan?" Ujar arezian terdengar jengkel.


Sungguh,dia sudah tak sabar memeluk adiknya dan bermanja-manja dengan ibunya!.


Manik archer memicing melihat kearah kegelapan.


Krakh...


Deggg...!


Begitu revolver itu siap menembak.


Sebuah telapak tangan besar menggenggam ujung senjata itu.


Manik archer bergetar.


"SURPRISE!!!"


Gelap berganti terang,seluruh keluarganya berkumpul.


Yah,meski terkesan acuh.


Jejak kelembutan tergambar di manik-manik tajam para ayah itu.


Miniatur galaksi,lengkap dengan seluruh sistem tata Surya tergantung indah di langit-langitnya lobby.


Ada segala jenis kue kesukaan mereka masing-masing dan dinding yang terhias berbagai lampu LED.


Wajah Rexion, raindres dan gyolix sudah basah oleh air mata terbaru.


"MAMI...." Victoria menerjang putra semata wayangnya itu dengan senyuman lembut dan pelukan hangat.


"Mama..." Rain memeluk raels ibunya dengan raider yang mengusap air mata putranya geli.


"Kau itu laki-laki rain...masih menangis?" Raider berucap dengan senyum tak berdaya.


"Hiks...huaaa..mama gyo rindu disana tidak ada permen!" Gyolix memeluk Naomi dengan wajah memerah.


Naomi menghela nafas panjang,menggendong tubuh gyolix ala koala dengan tatapan jengah Gion atas putranya itu.


"Bagaimana iden? enak tinggal sama kakek?" Maxim bertanya pada Maiden yang sudah bermanja-manja ria dengan Jihan,wanita itu menyuapi putra tunggal mereka lembut.


"Tidak enak papi..tidak ada wanita cantik dengan body gitar Spanyol,semua laki-laki bosan iden lihatnya...ta-"


Plak!!..


"ADUH MAMI?!! KENAPA PUKUL KEPALA IDEN?!" Jihan melotot geram,menjewer telinga putranya bengis.


"Masih kecil sudah belajar jadi buaya hah?! mau mami potong burungmu?! dan kau..jangan ajari anakmu jadi playboy!" Jihan meraung pada Maxim dan Maiden yang sudah tertunduk ngeri.


Salah waktu sepertinya!.


"Mama tau tidak disana Shino belajar meramu racun dari serangga ! hebat kan...?" Rubi memeluk tubuh putra kesayangannya dengan penuh kerinduan.


"Iya..Shino putra mama yang paling hebat...mama bangga sama kamu!" Ryu mengusap rambut putranya yang terlihat panjang.


Ditengah euphoria-nya kepulangan para putra inti,lima orang anak-anak berdiri dengan wajah memerah.


Danzuar,Derino, Delion,arezian dan.

__ADS_1


Archer.


Rayga bersidekap dada menatap para anak malang dihadapannya itu.


"Daddy,mana mommy Arez?!" Arezian tak kuasa menahan rasa cemburu melihat para Saudaranya yang lain sudah dipeluk oleh ibu mereka masing-masing.


Rayga menyerigai,berjalan dengan santai menuju sofa dimana para inti sudah duduk jengah melihat kelakuan manja putra mereka.


Di single sofa,pria dewasa tampan berjuluk Zeus itu duduk dengan tenang.


"Daddy! Arez tanya mana mommy Arez?!"


Rayga hampir tertawa melihat bibir putranya yang mulai bergetar.


"Ini disebut tangguh? begitu saja sudah mau menangis?" Batin Rayga geli melihat putra keduanya.


Danzuar menunduk sendu.


Dirinya lupa,ibunya.


Deliana kini berada di Indonesia mengurus neneknya arabela yang sedang sakit.


Derino dan Delion saling melirik dengan senyum nanar.


Merekapun lupa,ibu mereka ada di Tokyo merawat kakek mereka.


Jadi disini tidak ada ibu!.


Manik Danzuar,dan kembar D sudah memerah.


Archer dengan wajah suram menatap ayahnya tajam.


Yah,Rayga yang sudah dasarnya berwajah poker terlihat begitu senang menunggu air mata para putranya itu jatuh!.


Devinisi ayah laknat!.


Hingga....


Ting....


Suara lift terdengar hingga atensi semua orang teralihkan.


Disana,manik archer bergetar dengan senyum indah yang menghancurkan wajah poker miliknya.


Seorang wanita dewasa dengan senyum lembut melangkah dengan menggandeng satu sosok mungil yang terlihat bak putri kecil dari negri dongeng.


"TATA!!!!" Pekikan lucu terdengar riang.


Anak-anak tampan yang sibuk memeluk ibu mereka segera berpaling hingga wajah haru ibu mereka retak.


Begitu adik mereka datang,dan ibu segera dilupakan?!.


Memang anak nakal!.



Gadis kecil dengan gaun berwarna pink sakura itu melepas genggaman sang ibu dan berlari dengan kaki mungilnya kearah satu sosok anak laki-laki tampan dengan senyum lembut.


Archer berlari,tak ingin membuat adiknya jatuh .


Dengan tangan ter-rentang.


Greph...


"Lindu.....z Lindu tata alchel!" Senyum lembut itu terbit dari wajah kecil nan tampan itu.


Rayga menghela nafas panjang.


Sementara itu wajah Rex dan saudaranya yang lain jatuh,mereka cemburu!.


Mengapa adik mereka memeluk si evil itu pertama kali setelah 5 tahun dan bukanya mereka?.


Archer mengangkat tubuh mungil adik kembarnya.


Perbedaannya sangat jauh!.


Archer dengan tubuh bak anak berusia 6 tahun dan artyzia dengan tubuh mungil yang tenggelam oleh gaunnya,sosok mungil itu tak lebih dari balita berusia 3 tahun!.


"Hahahaha tata cudah pala na z pucing...." Zia yang mulanya tertawa akhirnya merengek akibat tubuhnya diputar oleh sang kakak.


Archer menghujani pipi gembul adiknya dengan kecupan gemas bertubi-tubi.


Mengabaikan mata-mata panas penuh bara para saudaranya yang lain.


Baru pulang mengapa harus diberi makan cuka?!.

__ADS_1


.....TBC.....


__ADS_2