Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Suka duka pernikahan


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...



...🍃...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍃...


Malam semakin larut,dan para tamu telah kembali pulang menyisakan keluarga besar Wiguna yang semuanya telah terduduk lemas akibat kelelahan menyambut tamu.


Rayga bersimpuh,membuka hills istrinya dan membawa lembut kaki jenjang itu diatas pahanya.


"Eh? Rayga..kamu sedang apa? jangan..jangan malu dilihat keluarga kita!!" Cicit asline kala Rayga terlihat perlahan membuka sepatu hakh tingginya.


Blushhh..


Wajah asline merona hebat kala tangan besar nan hangat itu mulai memijit telapak kakinya yang terasa pegal akibat berdiri cukup lama.


"Kakimu sakit dear...lihat tumitmu sampai memerah seperti ini... bagaimana jika nanti bengkak? aku tidak ingin lihat kamu kesakitan sayang..." Ucap Rayga lembut masih dengan posisi jongkok sambil memijit kaki indah istrinya.


Yah,istrinya yang begitu sempurna dimatanya.


Para wanita keluarga Wiguna memekik tertahan,menatap gemas pasangan muda itu dengan bahagia.


Rafendra melirik Arkansas yang terdiam dengan senyum tipis menatap interaksi manis Rayga pada istrinya itu.


Ada senyum sendu dibalik kebahagiaan itu.


"Daddy yakin..Rayga akan membawa kisah cinta kau dan Liora dulu kembali hidup..cinta kalian..kasih sayang yang kalian bagi..dan pengorbanan! Arkansas...Daddy tau cintamu tak pernah mati.. pernikahan ini membawa memorimu kembali... tapi percaya pada dad..Dia disini juga..bersama kita!" Rafendra menepuk bahu putranya dengan senyum teduh.


Arkansas menatap mata tua sang ayah,mengangguk samar dan kembali menatap kebahagiaan putra sulungnya itu.


"Yah.. pernikahan ini seperti membawa kembali ingatanku saat dulu bersamamu sayang...cintaku masih bertahan hingga detik ini...i Miss you my love...." Batin Arkansas nanar.


Menarik nafas panjang..


Menatap keluarga besarnya yang telah duduk berkumpul bersama.


Disisi para inti generasi kedua.


"Lihat itu Rion.. sekali-kali kamu itu harusnya pijat istrimu ini...ingat dulu waktu aku hamil si kembar...mana pernah kamu mijit aku...kata nya cinta..istrinya pegal saja tidak pernah ditanya butuh pijit tidak? dasar kadal buntung!" Sinis kayra menatap wajah bertekuk Rion yang menatap istrinya itu melas.


Apa lagi salahnya coba?.


Yah,Rion hanya bisa mengelus dada sabar daripada melayani istrinya yang tengah dalam suasana hati error.


"Benar itu Kay..jangankan minta pijit..yang ada mereka yang minta kita pijitkan..dasar suami laknat!!' Ini mulut lahar Daisy yang menyahut,menatap sengit wajah horor Gabriel yang menatap wanita itu lesu.


"Honey....aku ini cinta sentuhamu saat lelah pulang bekerja...masa minta pijit tidak boleh?.." melas Gabriel membela diri .


"Iya sekali-kali no problem..nah kamu mintanya setiap hari..belum lagi pijitnya itu plus-plus,ya aku lelah tau...!!' Sembur Daisy ganas.


Gabriel terkekeh kecil,menarik tubuh Daisy dan mengecup bibir istirnya gemas.


Daisy meski mendelik tajam namun terlihat rona merah diwajahnya begitu jelas.


Gelak tawa terdengar dari para generasi muda melihat kelakuan para orang tua mereka.


Asline tertawa renyah,dengan Rayga yang telah berdiri mengelus wajah cantik istrinya sayang.


"Aku suka tawamu sayang...candu lebih dari apapun!" Rayga berucap lembut,wajah gadis cantik itu tersipu dengan anggukan haru.


"Baiklah semua..kumpul kita foto bersama!! cepat...cepat..jangan cosplay jadi siput kalian anak muda!!" Suara amber menggema,alarik menutup wajahnya dengan telapak tangan.Sungguh ibunya ini sangat ricuh.


Alarik serta tim fotografer pernikahan telah siap mengambil momen ini dan mengabadikannya.


"Tunggu...tunggu....archa mana?!!!" Seru Freya begitu mengabsen semua anak-anaknya.


Panik...


Tentu saja...


"Shura.....astaga kemana anak nakal ini??!! masa hilang juga...." pekikan putus asa sakura terdengar hingga mata para orang tua juga para inti terbelalak.


Arkansas disisi lain,menghela nafas berat.


Pasti putrinya dan anak nakal Tristan itu sudah membuat ulah di suatu tempat diaula ini!.

__ADS_1


Akhirnya sesi foto ditunda,semua orang dengan kepanikannya mulai menyusuri seluruh ballroom yang luasnya bukan main.


"Kalau ketemukan kedua anak nakal itu,akan kujadikan tempe penyet!" Gusar Diego kesal sekali dia.


"Dan jika aku yang temukan anak kribo papa Tristan itu,akan kucukur habis rambut ikalnya itu lalu mengolahnya sampai berubah jadi mie!!" Kesal Maxim yang kini sibuk membuka setiap sudut kaki meja.


"Kemana kamu ini dek? suka sekali buat orang cemas!" Ucap Arshenio jengkel.


"KETEMU...DAD HERE YOUR DAUGHTER!! BE LIKE GEMBEL!!" Semua melangkah cepat kearah Raino yang kini mengangkat meja pantry lumayan besar nan panjang bersama Xain.


Dan tak lama mata para inti,kakak kedua bungsu itu menatap tajam kedua orang yang sudah meringkuk dengan kondisi bak diterjang badai.


"Astaga...." Pekik Kayra ngeri, Victoria disisi wanita itu sibuk menahan tawa.


"Demi tuhan anak dua ini!!'Sakura terhuyung lelah hati sekali istri Tristan itu.


Sementara sang suami Tristan,pria itu sudah sibuk mengusap tabah bahu istrinya yang terlihat syok.


"Sabar..sabar...nenek.mami.." Aira berucap sembari mengipasi wajah memerah Anggi juga amber yang menatap pias keadaan dua bungsu itu.


"Habis ini pasti sampo satu botol!!" Xain berucap jenaka dengan cubitan maut starla di pinggang putra tunggalnya itu.


"Hahaha.. si tuyul dua cosplay jadi gembel !!" tawa Maxim pecah dengan senyum geli Ryu juga gelengan miris Rubi.


"Raider bangunkan adik kalian itu!" Titah Rafendra pasrah.


Raider mengangguk dan berjalan dimana kedua adiknya terlihat tertidur dengan dress penuh crim berbagai warna,piring kue bertumpuk disamping tubuh mereka yang terlihat tertidur meringkuk seperti bayi.


Rambut bersanggul archana sudah berantakan dengan beberapa tangkai permen disana,entah bagaimana benda itu bisa tersangkut disana?.


Sementara itu shura,anak berwajah manis itu sudah terlelap dengan tangan memegang satu telinga archana dan satu lagi memegang sepoting rainbow cake.


Berantakan!..


Arkansas menghela nafas,maju menepuk punggung tetap raider.


"Biar Daddy saja..." Arkansas meraih tubuh mungil putrinya dan menggendongnya ala bridal bersama Anggi yang ikut melangkah pergi.


"Nenek akan cepat mempersiapkan archana kembali kalian bersiap dulu,sakura..mandikan shura dulu!" Titah Anggi cepat.


Sakura mengangguk dan Tristan sudah menggendong koala putra nakalnya itu dan berlalu dengan cepat menuju kamar hotel untuk membersihkan anak nakalnya.


........🍃..........


"Archa tidak mau!! huuuu....masa archa pakai piyama ini?! sedangkan semuanya pakai pakaian bagus!! archa tidak mau foto!! huuuu..Daddy...." rengekan kesal nan putus asa terdengar .


Asline terkekeh geli,menyembunyikan tawa gelinya dibalik pelukan hangat suaminya.


Rayga tersenyum tipis melihat wajah bahagia istrinya juga wajah menangis adiknya.


"Siapa suruh archa makan kue sebanyak itu terus tidur..lihat sekarang terima akibatnya.." Ejek Raino puas melihat adiknya yang menangis jengkel.


"Huuuu..kakek..tolong bujuk Daddy...ini lagi nenek masa tega kasih archa pakai piyama disesi foto pernikahan kakak! mana ada sejarahnya foto keluarga pakai piyama!" Archana terus merengek,bahkan gadis remaja itu sudah memeluk lengan kakeknya penuh permohonan.


"Tidak sayang...waktunya tidak ada..kamu tidak kasihan fotografer nya menunggu lama karena archa? lagipula menunggu gaun baru lama sayang....pakai saja piyama yang dibawa kakakmu" Rafendra berucap sabar.


"No..hiks..masa kalian semua cantik nanti archa sendiri yang aneh...huuuu.. lagipula kenapa kak Rayga suruh bawahan kakak beli piyama bukannya dress?!! kakak ini bagaimana sih?!!" Dumel gadis itu berapi-api menyalahkan sang kakak yang menatapnya geli.


"Tidak sendiri sayang.. shura kan ada.. sama-sama pakai piyama..." Ucap Maxim menggoda.


Archana mendelik menatapnya penuh permusuhan.


"Kadal burik diam ya,archa tidak bicara sama kakek-kakek tua!!" Sinis archa sembari menunjuk rambut bercat silver Maxim geram.


Maxim mendelik,menyentuh rambutnya angkuh.


"Tua? sembarang kamu..ini itu style bakpao!" Ejek Maxim menusuk pipi tembem archana gemas.


"Huaaaaa...no Daddy...no..archa mau pakai dress princess Disney....ganti piyama archa sekarang Daddy..huuaaaa.." Keras kepala archana sembari menarik-narik ujung jas formal ayahnya.


Asline maju,melihat wajah putus asa clan besar itu pada tuan putri mereka.


"Sayang..dengar kakak mau?" Ucap asline lembut,para ibu sudah duduk lelah akibat terus membujuk yang tanpa hasil.


para ayah hanya sibuk duduk menonton sembari mengunyah popcorn.


Mereka fikir film apa?! sungguh para inti menatap ayah mereka miris.


"Hiks..apa?.." ucap archana masih dengan isakannya.


Asline duduk disisi archana setelah sang ayah mertuanya bangun mengizinkan asline mengambil tempatnya.


Arkansas sudah lelah membujuk anak gadisnya.


"Piyamanya ini manis sekali archa tau? lihat...archana jadi terlihat lebih cantik dan manis..ini kakak archa sendiri yang pilih...jadi archana harus mengucapkan terimakasih bukan menangis...lagipula..apapun yang archana pakai semua terlihat cocok karena archana itu manis.." Ucap asline membujuk dengan sabar.



Archana terdiam,menunduk dan menatap piyamanya lagi.Lalu mengangkat wajah menatap seluruh keluarganya yang tersenyum setuju.


Yah,selain senyum jahil Raino dan Maxim tentunya.


"Benar? archa manis dan cantik dengan piyama ini Daddy? ya sudah..archa pakai.." Putus gadis itu dengan mudahnya.


Para kakaknya melongo dengan ekspresi horor para ibu.


Bagaimana tidak?.


Mereka membujuk sampai mulut berbusa saja tidak berpengaruh kala gadis itu berkata tidak.


Namun ini....

__ADS_1


Sungguh luar biasa!.


Asline tersenyum geli,dan Rayga mengacak rambut adiknya itu dengan gemas.


Masalah selesai...


"Baiklah semua time up!!" Seru alarik lelah.


Akhirnya semua keluarga berkumpul,para inti mempersilahkan para orang tua mengambil sesi pertama kali bersama mempelai.



...( abaikan wajah,latar ini hanya pemanis )...


Setelah itu tibalah giliran Saudara-saudara Rayga maju dengan antusias membawa para kekasih masing-masing.


"Raider kau jangan mepet dengan kekasihku..jauh sedikit!!" Kesal Raino pada saudara kembarnya itu,raider berdecak jengah dan segera mengambil sedikit jarak.


"Ready?!! menghitung mundur dan semau sudah mengambil posisi!"Alarik melangkah cepat meraih tubuh Aira mendekat padanya,yah.Modus sedikit tak masalah bukan?.


Aira mendengus namun tak lama tersenyum lebar kala kamera mulai diarahkan sang fotografer.


Cekrek..


Flash kamera terdengar.



...( Hanya gambaran posisi ya guys abaikan wajah,latar )...


"Satu lagi!!" Titah alarik cepat.


Segera mereka mengganti posisi dengan cepat dibawah gelengan geli para orang tua dan wajah jengah Rayga yang sudah tak sabar menghabiskan malam bersama istrinya.


Flash..



...( Ingat abaikan wajah juga latar ,ini hanya pemanis )...


"Nah sekarang free style!!" Seru alarik heboh.


Rayga tersenyum geli meski tipis,wajah bahagia para saudaranya sangat lucu mengingat jiwa-jiwa layaknya monster pada para pria muda itu.


"Yuhu....." Seru Maxim akibat lelah sedari awal pada saudaranya menempel pada kekasih mereka dan kini tiba saatnya ia bisa berpose dengan posisi sesuka hati.


Flash..



...( Ingat abaikan wajah dan latar,foto hanya pemanis)...


Sesi berakhir,dan kini semua bersiap kembali ke kamar hotel mereka masing-masing untuk mengistirahatkan diri.


"Baiklah semua istirahat dan kita kembali ke ibukota besok setelah makan siang!" Arkansas berucap kala melihat ayahnya sudah sudah duduk dengan mata terpejam dengan kedua tangan bersidekap dada.


Akhirnya semua kembali,dengan asline yang dibawa dengan gendongan bridal style kala Rayga melihat iba raut wajah lelah istrinya,sepertinya malam pertama ini ia harus puasa akibat istrinya terlihat kelelahan.


"Rayga...." Panggil asline lirih,sungguh matanya sudah sangat berat ingin sekali segera terlelap.


"Ya sayang...tidurlah kamu pasti begitu lelah..hari ini kamu bebas tapi besok malam aku ingin makan besar...." Bisik Rayga yang menunduk tepat mensejajarkan wajahnya dengan wajah sayu nan cantik istrinya.


Asline yang dalam keadaan setengah sadar akibat begitu mengantuk hanya bisa bergumam tidak jelas.


Rayga terkekeh dan mencium gemas bibir istrinya dan tanpa sadar merengek kesal akibat tidurnya terganggu.


"Manisnya istriku...i love you darling.." Bisik rayga gemas.


.........🍃..........


Tenggggg...


Bunyi dentingan jam terdengar diwaktu mendekati fajar.


London 03.00...


Lorong hotel yang diisi khusus keluarga clan Wiguna terlihat begitu hening nan sepi.


Lorong kamar dilantai paling atas,sementara di lantai bawah berisi para tamu khusus yang menginap karena jauhnya lokasi tempat tinggal mereka dengan pesta.


Kaki berbalut sendal berlapis beludru hitam itu terlihat menapaki lorong yang sepi,Arkansas.


Pria paruh baya yang terlihat masih begitu tampan dengan aura pemimpin itu berjalan hingga langkahnya berhenti disebuah pintu ber nomor 325,kamar anak kembarnya.


Tangan kokoh itu terulur,menyentuh kenop dan mulai membuka pintu bercat putih itu perlahan.


Senyum teduhnya terbit melihat kedua anak kembarnya terbaring saling menjaga dengan Arshenio memeluk tubuh sang adik lembut .


Benar, sebenarnya anak-anaknya memiliki kamar masing-masing.Namun Arshenio menolak membiarkan adiknya tidur selain dengan dirinya, hingga dengan terpaksa oara ayah juga kakak gadis manis itu yang lain mengalah dan membiarkan Arshenio tidur bersama adik bungsu mereka,dan lebih parahnya lagi bahkan shura terdepak dari kamar archana yang memang awalnya diperuntukkan satu kamar untuk dua bungsu itu.


Arkansas mengusap rambut kedua anaknya.


"Dad sangat menyayangi kalian semua anak-anaknya Daddy dan mommy...meski mom telah meninggalkan kita..masih ada Daddy yang menjaga kalian hingga kalian bisa menemukan jalan hidup kalian nanti.. putra-putra Daddy yang tangguh juga putri Daddy yang manis...Daddy sayang kalian!" Lirih Arkansas mengusap pipinya yang tanpa sadar basah.


maniknya memerah dan tak ingin membuat tidur mereka terganggu,pria paruh baya itu melangkah keluar .


Kini setelah dari kamar kedua anaknya,dirinya kembali melangkah hingga sampai kesebuah pintu bertulis music room.


Ceklek....


...🍃...

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2