
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
...Happy reading...
...And...
...Keep health...
...🍃...
Ditengah hembusan angin malam,diterpa cahaya bulan yang bahkan tak mampu memberi kehangatan.
Dengan langkah yang goyah, seorang gadis keluar dari sebuah vila mewah yang berdiri diantara hunian-hunian mewah para borjuis ibu kota.
Wajah cantik itu terlihat dingin tanpa emosi,berjalan keluar melalui gerbang belakang yang setengah terbuka.
Terlihat,tubuh itu gemetar dengan bibir terkatup rapat.Disalah satu tanganya yang terbungkus sarung tangan silicon terlihat sebuah pisau dengan tetesan darah yang menetes.
Hingga,gadis itu tiba disebuah makam yang jaraknya begitu jauh dari vila mewah itu.
Tertunduk dengan manik memerah.
"AKHHHHH......." Gadis itu memukul dadanya sendiri,menangis dengan air mata mengalir deras sembari memeluk sebuah batu nisan yang terlihat masih baru.
Taburan bunga mawar bahkan terlihat masih basah.
"Hahaha...hiks....ibu jangan marah hm... laki-laki itu...dan semua anak juga istrinya sudah aku bunuh....hahahaha..hiks... sekarang ibu tidak akan sendiri lagi dan melihat laki-laki jahat itu hidup bahagia...aku sudah mengirim mereka pada ibu....Bu..aku gadis baik bukan? " Gadis itu tertawa dan menangis sembari mulai berkisah.
Mengusap batu nisan itu dengan tangan bersih,setelah membuang sarung tangan bernoda darah itu kesebuah jalan sepi yang ia lewati demi menuju sebuah pemakaman.
Jauhnya jarak antara kota dan desa.
Gadis itu berjalan dengan langkah pelan namun pasti.
Setelah sang ibu terkubur,dendamnya mencuat bak air bah yang tumpah ruah membanjiri seluruh kota!.
Gadis itu menatap langit yang begitu gelap diterangi sinar terang sang rembulan.
Maniknya berpendar kosong dengan senyum yang terlukis amarah,kekecewaan juga putus asa.
Namun satu yang pasti.
Setelah membunuh seluruh keluarga pria itu,pria yang dimana darahnya mengalir dalam nadinya!.
Ayah kandungnya!.
Pria kota yang dengan senyum manis menghamili ibunya dan pergi dengan sejuta janji palsu!.
Berjanji begitu meniti karier yang sukses akan kembali,kembali dan membawa pergi ibunya untuk tinggal di kota besar dan membangun sebuah keluarga disana!.
Namun apa?.
"Bu.....Saniya sudah melakukannya... melakukan apa yang Saniya sangat inginkan sedari kecil dulu....sekarang Saniya pulang ya Bu...besok pagi Saniya harus bekerja..." Saniya,gadis cantik dengan wajah cantik perpaduan Asia dan Eropa itu bangkit,dia harus kembali sebelum fajar atau masalah akan datang.
Dendam itu berkembang,Saniya kecil yang berusia 6 tahun yang kala itu mengikuti ibunya dari sebuah desa kecil di kota Prades India untuk pertama kali menaiki sebuah pesawat demi mencari sang ayah!.
Jauh perjalanan dari India menuju London justru membuahkan luka besar yang menyebabkannya ibunya jatuh sakit hingga tiada.
Bukan sambutan penuh kerinduan dan cinta,ibunya justru dilempar keluar saat baru saja bisa melihat wajah pria yang dulu berjanji akan menikahinya!.
Pria itu,dan seorang wanita disisinya dengan seorang anak perempuan sombong juga seorang putra yang terlihat acuh.
Menatap ibunya dengan jijik!.
Ibunya,gadis India yang jatuh cinta pada seorang pria bule yang bekerja suka rela saat sebuah bencana alam tejadi di India kala itu.
Keduanya jatuh cinta hingga lahirlah seorang bayi cantik yang diberi nama Saniya Syailendra.
Saniya mengikuti marga ibunya, ibunya.
Veera Syailendra mulanya adalah seorang gadis dengan ayah seorang kepala desa dan ibu seorang pemilik lahan pertanian yang begitu luas.
Namun karena peristiwa hadirnya Saniya,Veera terusir dan dengan penolakan pria itu akhirnya Veera memutuskan tinggal di sebuah desa kecil di pinggir kota London karena tak bisa lagi kembali ke India sebab keluarganya sendiri telah menolaknya.
Sampai dewasa,Saniya memupuk dendam pada pria yang menyebabkan semua kemalangan sang ibu.
Saniya keluar dari area pemakaman,bersiap kembali ke apartemen kecilnya di ibu kota.
Sebuah apartemen yang berhasil ia sewa setelah dua bulan bekerja sebagai staf disalah satu perusahaan pariwisata milik Wiguna Coorporation.
Gaji di perusahaan clan besar itu sebulan hampir setara dengan gaji selama 4 bulan di perusahaan pariwisata lain!.
Dengan gaji yang begitu besar,Saniya bersyukur setidaknya dia bisa memiliki tempat tinggal di ibukota meski terlihat kecil dan berada di lingkungan yang penuh dengan tindak kejahatan!.
Pencurian, perampok,para pria pemabuk disekitar gang-gang kecil diantara apartemen yang berdempetan.
Saniya tak perduli,selama dia bisa menjaga diri maka membunuh pun akan dirinya lakukan!.
..........
Waktu terus bergulir.
Hari berganti minggu dan Minggu berganti bulan.
"Apa pria tua ini bilang....." Rafendra duduk dengan wajah sombong sembari bersidekap dada menatap wajah pundung kedua cucu kembarnya.
Diruang bersalin itu terlihat riuh saat dua menantu Wiguna melahirkan dalam waktu bersamaan.
Entah bagaimana ini terjadi? namun yang pasti hasilnya adalah fakta!.
__ADS_1
Dua ibu muda sibuk menatap dua bayi laki-laki yang tertidur pulas didalam box bayi tanpa keributan.
Yah,yang ribut tentu saja kedua ayah muda!.
Raino yang berdiri pundung dan Raider yang menatap bayinya nanar.
Mengapa harus laki-laki?! keduanya pula!.
Bayi Victoria dan Raels berjenis laki-laki dengan wajah copi paste sempurna ayah mereka.
Raider dan raino versi mini!.
"Yah.... lumayan... cakar-cakar dan taring laxross sudah lama tidak digunakan....raino...raider....pergilah anak Daddy itu sudah lama tidak menyapa saudaranya..." Arkansas menyeringai penuh kebahagiaan.
Raino terbelalak ngeri dengan raider yang sudah mendengus dingin!.
Seenak jidatnya pria baya ini membuat seekor hewan buas menjadi saudara mereka!.
"Dad! putra kami baru lahir..." Raino memelas,sungguh dia jera berhadapan dengan laxross!.
Hewan itu bahkan cakar nya telah diganti dengan lempengan baja!.
Ingat saat dulu remaja,begitu merindukan adiknya archana.
Raino nekat kembali ke London dan begitu ketahuan,Arkansas dengan sadis melemparnya kedalam hutan yang disisi oleh laxross Singa jangan yang sudah berpuasa selama 2 hari!.
Lengannya hampir putus jika Anggi tidak nekat mengancam Rafendra untuk menolongnya!.
Dan tentu saja,jerit tangis adik juga ibunya!.
Arkansas sangat sadis dan Rafendra,si tua itu sangat picik!.
Bahkan jahitan tangannya saja masih terlihat sampai kini usianya sudah 27 tahun!.
"Baru lahir ya.. lalu? yang pergi itu kau..bukan bayimu....pergi malam ini...makan dengan kenyang karena laxross suka buruan yang gemuk! Hahaha..." Arkansas tertawa setan,pria itu bangkit dan menatap dua setan kecil yang masih terlelap setelah kenyang diberi susu!.
"Well...para setan kecil....kakek dan kakek buyut kalian akan segera membangun kompi militer hahahaha.. bersiaplah!" Arkansas kembali tertawa dengan wajah sumringah.
Para ibu dan menantu mereka menatap pias .
Para ayah tertawa lepas dibawah tatapan nanar para putra mereka.
"Boys...maafkan para ayahmu yang tak berdaya...siapa suruh kamu bukan anak perempuan.."
Batin Raino nelangsa.
Rafendra terbahak wajah tua-nya menatap dua cicit barunya dengan senyum jenaka.
"Yah benar..walau kakek sudah terlalu tua untuk memberi pelajaran neraka! hahaha..Daddy kalian masih ada! hahahaha....oh indahnya dunia!" Rafendra berlalu pergi dibawah tatapan sinis raino juga para inti yang sudah kembali bertugas.
Asline bergidik.
Menatap dua bayi laki-laki tampan itu iba.
Dulu, Rafendra lah yang menjadi guru neraka bagi para putra Arkansas juga para saudaranya yang lain.
Kini,posisi Rafendra terganti saat usia sudah membuat tulang-tulangnya karatan!.
Arkansas,hades itu siap mengambil alih tugas Lucifer!.
Oekkk....
Hingga terdengar suara bayi laki-laki lain.
Aira juga deliana dan Rubi.
Istri dari alarik juga Diego dan Ryuga.
"Wah...bayi mama bangun oleh tawa petir kakek buyut?...cup...cup...cup....tidur lagi sayangnya mama..." Aira menepuk paha bayi laki-laki yang tengah ia timang.
Deliana sendiri sibuk menyuapi putra kecilnya yang baru berusia 1 tahun 5 bulan.
"Cella kembar pulas sekali..." Asline bertanya sembari mengusap pipi seorang bayi laki-laki lagi di dalam sebuah stroller bayi.
Dan tak lama maniknya menatap bayi laki-laki lain yang sibuk menyusui dengan ibunya.
Juga,tak jauh dua ibu muda yang sibuk menghentikan ayah mereka yang terlihat terus mengganggu tidur nyenyak bayi mereka.
Naomi dan Jihan!.
"Papi jangan begitu ih!! Adek lagi tidur loh papi!!!" Naomi benar-benar terlihat geram saat Gion terus mencubit pipi tembem putranya.
Dan anehnya bayi kecil itu tak bersuara.
"Papa berhenti! nanti putramu muntah...dia baru selesai mama kasih asi..!" Jihan lelah memaki suaminya yang begitu jahil.
Maxim tak berhenti menarik bibir bayi kecil itu gemas,anaknya sudah begitu kurang ajar hingga gunung kembar Jihan harus rela ia bagi!.
Max terlihat dendam,akibat putranya ini Jihan sering kali membuatnya tidur sendirian!.
Para ibu hanya bisa menggelengkan kepalanya miris.
Para putra mereka terlihat jelas menyimpan dendam pada bayi-bayi tampan itu!.
Nasib malang.....
Rubi tersenyum menatap manik penuh kasih asline yang kini menatap bayinya.
" Mau gendong? " Rubi berucap sembari membenahi bajunya,putra kecilnya sudah bersendawa dan bayi kecil itu telah kenyang.
"Boleh?" Asline bertanya antusias.
Rubi mengangguk senang.
__ADS_1
Asline menjulurkan tangannya,Rubi menyerahkan bayi laki-laki tampan itu dengan perlahan.
Istri dari rayga itu menimang bayi kecil nan tampan itu dengan senyum teduh.
"Halo sayang...ini mommy kamu...mana senyumnya?" Asline berucap mengajak bayi tampan itu bercanda.
Bayi itu tertawa riang.
Acella meringis kikuk.
"Mau bagaimana lagi line...kedua putraku ini memang kalau tidur seperti kerbau! meski kau berteriak ditelinga mereka,mereka tak akan bangun jika memang belum waktunya bangun!" Dixon buka suara,pria itu sibuk menimang putra pertamanya,dan putra keduanya yang tidur didalam stroller.
Asline tertawa renyah atas balasan pertanyaan oleh Dixon.
Benar.
Aira sudah melahirkan dan kini bayinya juga laki-laki yang wajahnya dominan oleh fitur alarik.Bayi kecil itu di beri nama Altair De'lumiro
Acella,dia telah melahirkan dua bayi kembar laki-laki sama seperti bayi Aira.
Kedua bayi laki-laki ini mengambil wajah Dixon seluruhnya hanya warna rambut saja yang mengikuti ibu mereka.Si sulung di beri nama Derino Hyuga Lumiro dan si bungsu bernama Dilion Hyuga Lumiro.
Raels dan Victoria baru saja menjalani proses bersalin.
Bayi merekapun sama, laki-laki dengan wajah serupa raino dan raider versi mini.
Putra Raider diberi nama Raindres Leander Wiguna,dan putra Raino diberi nama Rexion Leander Wiguna.
Deliana,istri Diego ini sudah memiliki bayi yang kini usianya sudah 1 tahun 5 bulan.Dan bayi imut itu diberi nama Danzuar Wishnutama.
Dan untuk putra Rubi dan Ryuga.
Bayi tampan itu di beri nama Renshino Stevano Hara.
Untuk putra jihan dan Maxim sendiri diberi nama Maiden Lee Houston.
Dan untuk bayi kecil Gion dan Naomi sendiri,Gabriel sendiri yang memberi nama.
Bayi itu bernama Gyolix Del Smith.
Rayga berdiri menyandar pada dinding,menyorot wajah bahagia istirnya yang menimang bayi Ryuga dan Rubi penuh cinta.
Dan menatap sekitar pada suara-suara riang bayi-bayi kecil itu.
"Hah...anak kera bertambah!" Helaan nafas panjang terdengar hingga menimbulkan paduan suara tak terima para istri dan raungan para suami.
"RAYGA....!"
"BIG BRO TEGA SEKALI KAU MENYEBUT BIBIT KAMI KERA!!!"
Rayga mengangkat bahu acuh,menjepit satu kaki bayi Rubi yang tepat berada di sisinya dengan jari telunjuk dan jempol.Bayi yang kini digendong istirnya.
Menatap dengan hampa dan tak minat.
Reaksinya membuat para ibu meradang dan para inti frustasi.
"Lihat calon iblis kecil ini... sekarang dia tersenyum meminta susu...besok dia akan menembak kepala orang dengan pistol...khe..khe..khe.... bayi-bayi ini tidak manis...benar kata Daddy...bayi perempuan adalah selimut lembut dan bayi laki-laki adalah mantel militer......yah.. peribahasa yang cocok!" Rayga melepas kaki bayi Rubi dengan ekspresi malas.
Asline meringis kikuk melihat wajah horor Rubi.
Dan tentu saja,wajah pundung Ryuga!.
Mereka juga ingin anak perempuan right?! tapi takdir tuhan siapa yang bisa menolak?.
Ryuga menatap bayi laki-laki yang sayang sekali adalah hasil benih bercocok tanam milikinya!.
"Oh dewa Yama!! aku ingin bayi perempuan secantik bunga tulip dan seharum mawar! mengapa kau kirim bayi laki-laki yang akan menguasai istirku dimasa depan?! aku ingin anak perempuan!!" Batin Ryuga meratap.
Bukan masalah sebenarnya bayi laki-laki atau perempuan,masalahnya adalah mereka bosan melihat anak laki-laki!.
Saudara penuh laki-laki dan masih didalam janin pun semua laki-laki!.
Tidak manis sekali..!
Rayga termenung....
Bagaimana jika suatu hari nanti istrinya yang cantik juga melahirkan hanya bayi laki-laki?!.
Ya Tuhan bayi-bayi kecil yang nanti akan selalu membuat kepalanya pusing dengan kenakalan juga teriakan mereka!.
Sedang bayi perempuan akan berlari dan dengan riang menyambut mereka dengan panggilan manis ayah,papa, papi,Daddy!.
Rayga bergidik!.
Lihat saja kantung hitam para saudaranya!.
Dan lihat bagaimana para istri itu mengacuhkan suami hanya untuk menimang bayi nakal itu.
Sungguh, tidak sadarkah para pria dewasa ini.
Bahwa...
Para putra mereka masih bayi!..
Tentu saja perhatian ibu itu penting!.
Selamat tinggal pada akal sehat para pria iblis ini...!
Cemburu buta dan itu oleh bayi laki-laki mereka sendiri?!.
Asline dan para sahabatnya saling melirik miris dengan tawa geli para ibu.
...... TBC......
__ADS_1
Perjalanan baru dimulai......