
..........
Siang hari yang cerah,embun beku telah hilang dibawah sinar hangat sang Surya.
Didalam dapur yang terlihat mewah,disatu pojok bagian dapur.
Asline,gadis cantik itu telah sibuk mengaduk masakannya dengan wajah memerah dibawah tatapan jahil Nyonya besar dan nyonya Wiguna!.
"Ohhh..setelah malam yang panas sekarang istri yang cantik tengah sibuk memasak untuk suaminya...." Kayra dengan jahil berucap sembari melirik jenaka sosok menantunya itu.
Wanita paruh baya itu sibuk memotong wortel sembari mulut yang tak berhenti mengunyah anggur manis yang dirinya raih dari sebuah bowl kecil disampingnya.
"Hahaha..lihat bahkan mereka tak ikut sarapan bersama dimansion besar! hah.. sia-sia mommy masak banyak.." Anggi ikut menyahut dramatis.
Blushhh..
Wajah asline semakin memerah bak tomat masak!.
"Owhhh..bahkan saya mendengar suara ambigu cukup keras semalam...." Dyazel,bahkan kepala butler itu tak ketinggalan ikut menjahili.
TAKH..
Asline menutup set bekal yang telah dirinya siapkan sedari awal,menatap malu-malu wajah ibu mertua serta neneknya itu.
Dalam tawa tertahan semua maid bagian dapur juga kedua wanita penguasa clan itu,asline melangkah cepat kabur berusaha meredam rasa malu!.
Begitu keluar dari dapur,gadis itu meletakkan set kotak bekal itu disebuah meja nakas,menutup kedua pipinya dengan telapak tangan dan menghentakkan kaki serta menjerit tertahan.
Sial....
Dirinya malu!....
Asline menghela nafas,menepuk pipinya dengan bibir melengkung kebawah!.
Rasanya dirinya ingin menangis saja melihat tatapan para pria keluarga suaminya pagi tadi yang terlihat aneh juga ucapan menggoda para ibu itu!.
"Kakak ipar!!" Ditengah tenggelam akan rasa malu,asline mendengar suara manis yang memanggil namanya.
Archana berlari sembari mengunyah keripik kentang yang ia peluk erat.
Gadis remaja itu tersenyum manis dan mulai mendekat.
"Wah... archa! kebetulan kamu disini...kakak bisa minta tolong kamu?" Asline berucap sembari meraih tisu meja diatas nakas dan mengusap sisa remahan keripik dikedua sisi bibir gadis remaja itu.
"Hehehe.. terimakasih kakak ipar... tapi minta tolong apa?" Archana tersenyum manis dan mulai membuang bungkus keripik kentang itu pada tempat sampah disampingnya.
Meraih tas ransel kampusnya dan mengeluarkan sekotak susu rasa vanila.
Asline terkekeh melihat kelakuan adik iparnya yang ajaib.
"Ini..kakak sebenarnya mau kekantor suami kakak...antarkan dia makan siang,tapi jaiden menelpon katanya ada sedikit masalah di hotel..jadi bisa kamu yang antar saja kakak minta tolong?" Asline mengangkat kotak bento tiga susun dihadapan archana,gadis itu terbelalak sembari maju dan menatap kotak bento itu binar.
"Wah...pasti lezat!! boleh...boleh kak! sekalian archa juga mau rasa....hehehe..archa minta sama kak rayga buat bagi bekal dari kak asline nanti boleh kan?" Archana mengerjap penuh harap,sungguh aroma masakan asline begitu menggoda dan memancing rasa lapar!.
"Boleh ..... sudah ya kakak mau kembali ke vila dan ganti baju dulu,archa tolong ya..." Asline meletakkan kembali kotak bekal dan mengacak rambut panjang adik iparnya sebelum perlahan pergi dengan tergesa.
Archa hanya mengangguk dengan jempol teracung mantap.
"PAMAN DYAZEL...MINTA KAK MORIO BERSIAP ARCHA MAU KEKANTOR KAK RAYGA!!!" Dan yah,pada akhirnya teriaknya gadis itu sukses mengguncang telinga setiap orang!.
..........
Z'INDUSTIES..
Sebuah mobil Alphard berhenti tepat di depan pintu masuk lobby gedung Z'INDUSTIES.
Yah,kakaknya kini berada di kantor milik pria itu sendiri.
Z'INDUSTIES,sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi juga sistem keamanan.
" Kakak morio langsung pulang saja ya..archa akan pulang nanti dijemput kak Raino!" Archana melepas seatbelt sembari meraih kotak bento bersusun disampingnya.
Morio,penjaga mansion yang juga merangkup supir dadakan itu mengangguk patuh.
"Baik nona muda.." Balas pria muda berwajah datar itu dengan sopan,archana melambai dari balik kaca mobil dan setelahnya mobil itu melaju pergi.
"Woahhhh.... perusahaan kakak sama besarnya dengan milik Daddy! archa menyesal menyuruh kak morio pergi duluan..." Archana menghela nafas panjang,sungguh.
Ini pertama kali kakinya melangkah kedalam perusahaan pribadi milik kakak sulungnya itu.
Jika perusahaan Wiguna coorporation,gadis itu sudah bosan keluar masuk sendiri,namun ini Z'industies!.
"Tenang Cha....disini tak ada monster! takut apa?" Gumam gadis itu berusaha berani,namun tak sejalan dengan kakinya yang terasa gemetar.
Ting...
Pintu lobby terbuka otomatis begitu ia melangkah.
Semua mata terarah pada gadis manis yang tak seharusnya berada di sana!.
Ditengah para manusia yang berpakaian formal hanya dirinya yang berjalan masuk dengan sebuah sweeter dan rok lipat membalut tubuh mungilnya!.
Dirinya merasa memasuki dimensi lain dengan semua teknologi canggih yang menghiasi lobby perusahaan besar itu!.
Archana melangkah malu-malu dibawah tatapan panas para pria dan tatapan iri para wanita!.
__ADS_1
Gadis remaja manis dengan sweeter merah itu mendekati meja resepsionis dengan senyum malu-malu.
"Permisi kakak...ruang kak rayga dimana?" Gadis polos itu bertanya gugup.
Disana,seorang wanita dengan lipstik merah tebal melirik penampilan archana dengan sinis.
Sweeter itu meski sederhana tapi dipojok bagian bawahnya tertulis Merek Dior!...
Lalu rok lipat setinggi lutut berwarna baby blue,meski hanya rok polos tapi disisi bagian pinggang rok itu bertuliskan merek Gucci!...
Lalu sebuah jam tangan berwarna putih,itu terlihat bertahta taburan berlian disetiap angkanya!.
Manik resepsionis wanita itu menajam.
"Buat apa kamu cari Mr Alzeus?! kamu masih kecil sudah berani menggoda laki-laki dewasa! mau coba cari sugar Daddy kamu?!" Sentak wanita itu sinis.
Archana mengeryit bingung.
Ini kenapa wanita ber-make up tebal ini marah-marah padanya?!.
"Sugar daddy apa? bibi vampir dengar ya,Daddy archa itu dimansion! dan Daddy tidak suka dengan gula! Daddy tidak suka manis... you know?" Balas archana jengkel.
Sungguh beruntung jiwa polosnya tidak terprovokasi!
"SIAPA YANG MEMBICARAKAN DADDY-MU?!AKU BICARA TENTANG KAU YANG MASIH KECIL SUDAH BERNIAT MENGGODA MR ALZEUS!!" Raung wanita itu jengkel.
Archana melompat mundur,sungguh dia kaget akan suara menggelegar wanita itu.
Hingga...
"Bella! bisakah kau sedikit ramah pada tamu?" Seorang wanita berwajah lembut dengan hijab menutupi rambutnya menyentak kemarahan wanita resepsionis itu.
Wanita berhijab itu memakai seragam yang sama dengan wanita resepsionis pemarah itu.
"Adik kamu ada janji dengan Mr Alzeus?" Wanita berhijab putih itu menyapa archana dengan ramah.
Archana mengelus dada dengan senyum riang.
"Kakak yang baik..tidak ada janji,tapi bisakah telpon saja bos kakak lewat telpon kantor dan katakan adik cantiknya archana datang!" Ucap archa sembari tersenyum manis.
Wanita berhijab itu tersenyum sopan dan mulai meraih telpon nirkabel kantor dimeja resepsionis.
Yah,meski pada awalnya dia tak percaya.Namun melihat wajah rupawan dan senyum manis itu membuat sang resepsionis berhijab setuju untuk menghubungi kantor sekretaris sang CEO.
Meninggalkan teman sesama resepsionis-nya yang terlihat menggerutu.
"Baiklah tunggu sebentar ya adik...saya akan menghubungi kantor sekretaris dulu untuk konfirmasi" Wanita berhijab itu menjawab, kata-kata santun tidak terdengar emosi berlebih.
Archa mengangguk dan berdiri dengan tenang menunggu.
Dari arah lift berlari seorang prianya yang semua orang tahu siapa itu.
"Kakak ALARIK!!" Archana tersenyum lebar melihat salah satu kakak laki-laki datang dengan terburu.
Alarik yang sudah berdiri dihadapan archana mengusap rambut sang adik sayang.
"Ya..kakak kemari menjemputmu disuruh big bro..archa tidak mengalami kesulitan kan?" Alarik berucap dan meraih paper bag yang berisi bento itu dari tangan sang adik.
Dimata alarik itu terlihat berat bagi tangan kecil adiknya!.
"Zahra..terima kasih sudah melayani adik kami dengan ramah! tenang saja gajimu bulan ini naik tiga kali lipat dengan bonus akhir tahun!" Alarik menatap sosok resepsionis berhijab itu,wanita satu-satunya yang memakai jilbab dikantor Z'industies itu.
"Te..terima kasih pada Mr Alzeus,Mr alarik..." Zahra,yah.
Begitu terkejut bahkan hingga dirinya berucap gagap.
Sementara Bella..
Wanita itu berdiri mematung dengan penyesalan dan iri!.
Alarik membawa archana menaiki lift khusus petinggi dan gadis itu hanya mampu berdecak kagum.
"Nah archa..kakak antar sampai sini saja ya,archa nanti jalan saja lurus ikuti karpet merah ini dan nanti di ujungnya ada pintu berwarna hitam diatasnya ada plang Chief Executive Officer mengerti?" Alarik menatap lembut wajah adik perempuannya itu, sungguh.
Jika saja letak ruang kerjanya tidak berlawanan arah akan dia antar adiknya sampai tujuan!.
Hanya saja dirinya juga terburu untuk keruang ITE untuk segera bersiap rapat membahas protipe alat tempur baru pesanan pihak kementerian militer Amerika!.
Archana mengangguk patuh.
"Kakak pergi saja archa sudah mengerti tenang saja!" Jawab archana tegas.
Archana sembari membawa kembali paper bag yang alarik serahkan tadi,berjalan perlahan sembari melihat setiap kubikel yang jelas sekali kesibukan yang terjadi .
Hingga tak lama,sampailah dia didepan sebuah pintu besar dengan cat berwarna hitam kelam.
Benar-benar menampilkan kepribadian sang kakak!.
Tok...tok..tok..
Hening...
"Ishhhh..kak rayga tuli apa bagaimana ?! masa tidak dengar pintunya diketuk?!" Archana mendumel kesal sendiri.
Bugh...bugh... bugh...
"ready archana putrinya Daddy Arkansas yang tampan sejagat raya?!" Archana terkekeh sebelum mengambil nafas panjang.
"KAK RAYGA INI CHA-CHA IH!!! BUKA PINTU ATAU ARCHA KASIH TAU KAKAK IPAR KALAU KAKAK MENGABAIKAN ARCHA YANG DATANG MENGATAR PESANAN DARI KAK-"
__ADS_1
Klik....
Mulut berkoar archana terhenti dengan wajah melongo linglung saat pintu besar itu terbuka dengan wajah horor kakak sulungnya.
"Khem..archa sayang ?" Rayga berucap kikuk,sungguh tenggelam dalam tumpukan dokumen membuatnya tak sadar panggilan sang adik hingga gadis itu menyebut gelar istrinya dengan nada penuh ancaman barulah dirinya berlari dari meja kerjanya membuka pintu dengan panik.
Jangan sampai asline-nya yang cantik marah oleh aduan provokatif sang adik!...
Bahaya!..
"Huh!!" Archana melenggang masuk tanpa perduli wajah nelangsa sang kakak!.
"Archa kesini buat apa dek? terus itu apa?" Rayga bertanya hati-hati,sungguh wajah kesal adiknya sangat horor!.
"Ini bekal dari kak asline...bagi dua!" Archana menjawab sinis.
Sakit tangannya akibat memukul pintu keras ruang sang kakak sukses membuatnya kesal!.
Seketika wajah tampan itu mendadak cerah.
"Eh?!!!!" Archana melongo saat sang kakak tiba-tiba meraih kilat paper bag berisi bento itu dengan senyum lebar yang terlihat horor!.
"Hmmm..aromanya saja begitu enak! sayang sekali masih ada dua jam sebelum makan siang dan kakak harus meeting dulu.." Rayga menghela nafas berat,jika saja ini bukan rapat penting sudah ia suruh raider atau alarik saja menggantikan.
"Kakak pergi saja rapat..archa disini sendiri dulu tidak masalah.." Archa sadar sang kakak pasti sibuk.
Rayga mengangguk puas.
Berjalan dan mendekati telpon interkom dimeja ya.
"Suruh seorang sekretaris wanita datang kemari!" Titah Rayga dengan nada dipenuhi kedinginan.
"Buat apa kakak suruh sekretaris wanita kemari?" Tanya archana yang terlihat berjalan menuju sebuah kulkas mini dipojok ruangan.
Dan...
"WOAHHHH...SURGA DUNIA!!!" archana memekik heboh begitu membuka kulkas itu .
Rayga terkekeh, sebenarnya kulkas itu disediakan khusus untuk istrinya asline bila berkunjung,dan yah.
Siapa yang tau adiknya juga akan datang?!.
Perampok kecil yang mulai menjarah seluruh Snack disana!.
"Archa ingat! jangan minum bagian soda..buka rak bawah saja disana ada jus kemasan!" Titah Rayga sebelum merapikan dokumen diatas meja.
Sudah waktunya rapat!.
Tok...tok..tok...
"Mr Alzeus saya Ruela sekretaris devisi 2" Suara ketukan terdengar dan rayga berucap malas.
"Masuk.." Wanita dengan setelan formal biasa masuk,namun setelan yang harusnya terlihat formal dan sopan itu justru dibuat begitu ketat melekuk setiap jengkal tubuh wanita berwajah Eropa itu.
Deggg...
Begitu masuk,pemandangan pertama yang dilihat wanita itu adalah.
Sosok remaja manis yang duduk dikursi CEO dengan santai sembari mengunyah Snack dan sebuah kaleng jus ditangan lainya!.
"Dengar....kamu disini temani adik saya,lakukan apapun yang dia minta dan jangan tinggalkan ruang ini sampai saya kembali!" Rayga berucap sembari meraih sebuah laptop tanpa menatap lawan bicaranya.
"Ya..saya mengerti Mr Alzeus..." Jawab Ruela dengan nada mendayu.
Archa memicing...
Manik gadis cantik itu berubah lebih gelap menjurus hitam.
" Heh...bagus kau tertidur setelah kekenyangan archa..well..welcome back archara...." Gadis remaja itu kini terlihat berbeda,pose duduk yang semula terlihat malas dan polos berganti duduk tegak dengan kaki bersilang angkuh menatap sosok wanita yang berdiri tak jauh dari posisi kakaknya.
"Khe..khe...khe..mau main-main dengan kakakku? kak rayga hanya milik kak Asline! yang lain harus menyingkir..."
Gadis itu bergumam rendah dengan sorot mata merendah!.
...........
"Jadi pernikahan ini akan terjadi Minggu depan ?" Diruang keluarga mansion Wiguna,Rafendra mengetuk sisi sandaran kursi sembari menatap sosok Ryuiji ayah dari rayga yang datang bersama sang istri mengantar sebuah undangan.
"Benar kakek...tetua clan Hara di Jepang,kakek Hayate meminta padaku membawa Ryuga melakukan ritual pernikahan disana" Ryu menjawab sembari meraih cangkir teh yang dibawa langsung oleh kepala butler.
"Sebenarnya ini sudah rencana lama setelah Ryu melamar Rubi kala itu..ayah lingga sudah tidak begitu fit kondisi tubuhnya,jadi ibu mertua Yura meminta kami menikahkan Ryuga dan Rubi dijepang" Kali ini angel yang bersuara.
Arkansas menatap sosok saudaranya itu.
"Jepang ya?" Pria paruh baya itu bergumam rendah.
"Jika begitu tidak bisa seluruh clan hadir..walau bagaimanapun Jepang dan London memiliki waktu yang berbeda dan protokol kemanan yang rumit jika datang membawa begitu banyak orang!" Rion berucap sembari menimang banyak hal.
Ruangan hening sejenak....
"Baiklah...Rion,kau bawa kayra dan raider sebagai perwakilan keluarga kita! sisanya nanti Arkansas kau urus siapa yang bisa hadir!" Putus Rafendra mutlak.
Arkansas mengangguk dengan senyum samar.
Yah,satu persatu putra mereka pada akhirnya akan menikah meski ditempat dan waktu berbeda pada masanya nanti!.
...TBC...
__ADS_1