
...Jangan lupa vote, like dan coment ya 🌹...
...🍷 Happy reading 🍷...
...And stay health...
.......
.......
Derap langkah ringan nan tenang perlahan menapaki lantai marmer yang menghiasi tangga spiral vila pribadi alzeus.
"Butler....." asline,wanita cantik dengan pakaian santai itu memanggil sang kepala pelayan.
"Yes Mrs..." Imanuel datang dengan senyum lebar,sungguh pria muda ini begitu senang melihat wajah istri sang tuan setiap harinya.
"Ah..kapan aku bisa menikah dengan wanita secantik dan sehebat Mrs asline? nasib kerja sama manusia tiran! keluar vila hanya jika ada urusan selebihnya kerja ! kapan bisa cari jodoh?" Batin Imanuel dramatis.
"Malam ini tidak perlu masak makan malam...saya akan kerumah tua gradian dan nanti saya menghubungi Rayga" Asline berucap dan berlalu pergi tak perduli wajah linglung sang butler.
"Kasihan masih muda sudah menunjukkan tanda-tanda...."
Asline berjalan cepat dan bergidik melihat senyum bodoh Imanuel.
Mungkin dirinya harus berbicara pada Rayga agar memberi waktu libur pada butler muda itu agar tidak stress!.
Asline akhirnya berhenti di sebuah ruangan yang tak ada satupun orang yang diizinkan masuk oleh suaminya,yah pengecualian untuk dirinya.
Lagipula,jika dia meminta sudah pasti Zeus itu tak akan menolak!.
Klik...
"Good Afternoon...please enter your password...."
Asline memasukan kode pengenal sidik jari dan suara sistem terdengar jelas.
Jemarinya mulai memencet tombol.
Bip...Bip..Bip...
"Sorry..your password wrong..try again"
Kening putih itu mengernyit dalam,bukankah password untuk membuka pintu ini adalah tanggal lahir suaminya?.
Meraih kantong celananya dan mencari ponselnya.
Sebuah ponsel pintar telah berada di tangan,asline mulai membuka kontak.
"Yes amour...."
"Hubby aku akan masuk ke ruang senjata! beri aku password...yang kemarin kamu ganti ya? kenapa tak bilang?!" Aslien menggerutu dengan wajah tertekuk.
Pria diseberang sana terdengar mulai tertawa dengan suara rendah yang sangat jantan!.
Asline merasa kakinya melemas hanya dengan mendengar suara serak nan jantan itu.
"Sorry dear.... password nya adalah tanggal pernikahan kita...5-9-20xx try again baby…."
Blush....
Deggggg.....
"I'm not your baby....." Suara asline mencicit malu sekali kala para pelayan mencuri dengar sembari tersenyum malu-malu padanya.
"Alright.... your are not my baby..but...kaulah yang akan melahirkan my baby...right hm?"
Asline menjauhkan ponsel dari telinganya,menutup ponsel itu dengan seluruh telapak tangannya dan memekik gemas.
Mengapa pria ini sangat pandai membalikkan suasana hatinya?!.
Penggoda!....
"Sial aku malu...." batin asline merenggut menatap para pelayan wanita yang menatapnya dengan wajah memerah,siapa suruh dirinya tak kuasa menampilkan reaksi?!.
"Aku..aku tutup, malam ini aku akan lama kembali dari rumah tua!" Asline menjawab mencoba tak terpengaruh godaan setan sang Zeus.
Hening sejenak....
"Hubby....." Asline memanggil cemas,jangan sampai Zeus itu tak memberi izin.
"Baiklah..jangan terluka atau aku tak akan mendengarkan dirimu lagi untuk memberi mereka hidup! aku jemput jam 9 jangan kembali jika aku belum datang! baiklah dear aku ada rapat tutuplah dulu"
Asline tersenyum lembut,Rayga tak akan menutup telepon sebelum dirinya menutup duluan.
Asline bahagia mendapatkan suami seperti sosok Rayga,seburuk apapun dunia menilai pria itu.
"Ya...i love you !"
Tut....
Asline langsung menutup sambungan tanpa menunggu balasan dari Rayga.
Jantungnya berdebar dan entah apa reaksi sang Zeus oleh kata terakhirnya.
Yah,asline hanya tak tau berapa cerahnya suasana hati seluruh penghuni gedung megah Z'industries oleh satu kata darinya..
Rayga yang tersenyum bodoh untuk pertama kalinya akhirnya memberi kenaikan gaji dua kali lipat untuk seluruh karyawannya!.
Sungguh ajaib!.
Dan kini, asline akhirnya berhasil masuk keruang yang dikatakan sebagai ruang keramatnya Resident Alzeus.
"Benar-benar penggila senjata!" Asline melewati lorong yang penuh dengan senjata api dari berbagai tipe.
Berbelok dan masuk lagi kesebuah ruangan.
Klik..
Diruang ini,asline dapat melihat bahwa disini hanya terisi berbagai jenis senjata tajam.
Mulai dari katana asal Jepang,belati juga berbagai jenis kunai.
Asline membuka lemari kaca sisi bawah.
"Kira-kira mana yang nanti akan kubutuhkan? perlukah kuberi sedikit racun milik Gio? atau racun Diego?" Asline membuka sebuah black box.
__ADS_1
Dan suhu dingin langsung menguar dari sana.
Ada puluhan jenis botol mini berisi racun lengkap dengan keterangannya.
"Hehehe...well.....time to coming back!"
Asline keluar dan melangkah memasuki kamar utama.
Dan tak lama setelah selesai bersiap diri.
Imanuel berdiri di pintu keluar.
Dan asline terlihat keluar dari dalam lift.
"Mrs mobil sudah siap,apa anda butuh pengawal? black akan mengikuti dari jarak 5 meter jika Mrs berkenan" Imanuel berucap profesional,asline berdiri dengan wajah ramah.
"No...tuanmu akan menjemput nanti jadi tak perlu bawa pengawal" Asline berucap sembari meraih salah satu kunci yang diserahkan Imanuel.
"Hati-hati Mrs dan nikmati waktu anda" Imanuel dan seluruh maid menunduk saat nyonya muda mereka melangkah pergi.
Asline mengangguk dan berjalan menuju garasi mobil milik suaminya.
Pilihannya kunci yang ia ambil ternyata jatuh pada sebuah mobil berwarna putih.
Dan akhirnya mobil itu melaju pergi meninggalkan garasi.
..........
"Ishhhh....anak sialan itu! gara-gara dia kepala mama harus di perban! lihat saja jika dia datang akan mama gunakan stik golf itu untuk memberinya pelajaran!" Lucinda,wanita dengan perban melilit kepalanya itu berteriak geram,Grizela membantu ibunya itu duduk di sofa ruang tengah vila tua gradian dan memberinya segelas teh dingin.
"Benar ma! perempuan ja*ang itu harus diberi pelajaran! karena dia semua bisnis papa tidak ada yang berjalan lancar! kita hampiri jatuh miskin jika saja tidak bisa menggunakan pamorku di dunia hiburan! bahkan perusahaan agensiku beberapa kali di jagal oleh Houston intertaiment,wanita itu adalah pembawa sial!" Grizela menyulut api,wanita dengan alis tajam licik itu melirik kedua orang tuanya dengan senyum gelap.
Hingga...
Seorang pelayan wanita berlari cepat memasuki ruang keluarga itu.
"TUAN..NYONYA NONA BESAR ASLINE DATANG!" pelayan itu berteriak panik.
"Siapa yang kau sebut nona besar?! dia itu adalah pembawa sial jangan besar-besarkan kedatangannya!" sentak Lucinda geram,pelayan itu menunduk dan berlalu pergi sembari melirik sinis keluarga itu.
Jika saja bukan karena sokongan Sagara,mereka tak akan mampu membayar gaji para pelayan di rumah tua! tapi lihatlah kesombongan mereka!.
Para pelayan di vila tua gradian semua benar-benar memandang rendah Dante dan keluarganya,dan pengecualian untuk Sagara.
Pria muda itu adalah majikan sebenarnya setelah asline pindah.
Taph...taph...taph....
Semua pelayan vila tua gradian juga Dante beserta istri dan putrinya menatap kearah pintu masuk saat sebuah mobil Ferrari putih berhenti di sana.
Dan tak lama,wanita cantik nona besar sesungguhnya pewaris Gradian turun dan berjalan masuk dengan wajah tanpa ekspresi.
Mengingat ucapan dan tingkah wanita muda itu,Dante rasanya ingin berlari dan mencekik sampai mati wanita tak tau diri itu!.
Para pelayan menatap wajah cantik itu tercengang,setelah menikah aura anggun dan elegan dari nona muda mereka itu semakin kuat.
Apakah ini pengaruh akan siapa suaminya?.
Para pelayan masih ingat dengan jelas Vidio yang beberapa menit lalu menjadi viral.
Mereka tak menyangka,nona besar mereka begitu mudahnya menyebut kematian untuk tuan kedua mereka,Dante.
Sambil berdiri dengan ditopang grizela,tubuh Lucinda gemetar akibat kemarahan.
Masih dirinya ingat bagaimana putri santanu itu membuatnya malu dengan mengelak dari serangannya dan menyebabkan beberapa jahitan di kepalanya!.
Lucinda menyambar stik golf di sisi pintu masuk dan menunjuk berang kedatangan asline.
Mengutuk dengan caci maki tak terkendali.
"DASAR PEREMPUAN BEDEBAH! PEMBAWA SIAL DAN PEREMPUAN BERHATI MONSTER! BERANINYA KAU MENYEBABKANKU TERLUKA,TIDAK TAU SOPAN SANTUN DAN ANAK DURHAKA! KEMARI AKU AKAN MEMBERIMU PELAJARAN SEBAGAI ORANG TUA! PEREMPUAN BERHATI BUSUK!!!" Raung Lucinda sembari berlari dan mengayunkan stik golf itu dibawah jeritan ngeri para pelayan.
Tongkat itu terbuat dari kayu padat nan tebakl,ujungnya terdapat lempengan besi,betapa sakitnya jika benda itu menghantam tubuhnya!.
Asline terkekeh dan dengan gesit bergeser.
Brakhh...
Tongkat golf itu menghantam pilar dan patah menjadi dua,begitu kuatnya Lucinda memakai tenaganya mengayunkan dan asline terkekeh rendah.
"Well..begitu aku datang dan kau sudah tak sabar menunjukan taring? " Asline bersidekap dada dan menatap ketiga orang itu dingin.
Dada Lucinda naik turun cepat.
"BERANINYA KAU MEMPERMAINKANKU ASLINE! " Raung Lucinda murka.
Membuang stik rusak itu dan meraih stik yang lain.
Manik asline berkilat tajam.
"ZELA PEGANG DIA! JIKA PARA PELAYAN INI TAK BERGUNA CUKUP KITA YANG BERI DIA PELAJARAN!" Lucinda yang sudah tenggelam dalam kemarahan tak mau lagi berfikir.
Wushhhh...
Lucinda tertawa kegirangan saat grizela berhasil meraih satu lengan asline.
"Mati kau oleh ibuku!!" Grizela tertawa dengan senyum sinis.
"ASLINE!!"
Asline yang sudah bersiap meraih belati yang dirinya ambil dari ruang senjata suaminya tercengang.
Bukhhhh...
Tepat didepanya,tubuh besar Sagara melindunginya dengan punggung yang tepat terhantam tongkat golf dari Lucinda.
Hening...
Siapa yang menyangka Sagara akan datang dan menjadikan tubuhnya tameng sang adik!?.
Asline menarik tubuh Sagara dimana pria itu nampak meringis berat.
Srakhhh..
Wanita cantik itu merebut tongkat di tangan Lucinda dan memeganganya dengan senyum jenaka.
"Beraninya kau...." Tatapan manik abu-abu itu dingin dan gelap,manik itu bak terlapisi kabut dan Lucinda entah bagaimana merasa takut kala tanpa sadar tubuhnya mundur dan bergetar samar.
__ADS_1
"Nyonya Lucinda...stik golf dipakai untuk bersenang-senang...bukan untuk menantang seseorang.jika kau begitu senang menggunakan tongkat ini mencelakai orang,biar kuberi tau kau bagaimana rasanya obat sendiri!" Sentak asline dengan sengit.
Tongkat itu terhuyung cepat dan menghantam tubuh bagian kiri Lucinda.
"AKHHH... PEREMPUAN GILA!!!"
Lucinda meraung,berlari menjauh dan menunjuk dari balik punggung Dante yang tercengang atas perbuatan keponakanya itu, keponakan? masihkah status itu berlaku?!.
"ASLINE! DIA ADALAH ISTRI PAMANMU,DAN DIA BIBIMU TEGANYA KAU?!!!" Raung Dante sambil menunjuk wajah merah asline penuh kemarahan.
"Kau buta? dia bahkan memukul Sagara dan kau tak bereaksi secepat kau menargetkan diriku!" Balas asline sengit.
"Saudari...betapa.. lihatlah betapa kejam dirimu pada orang yang lebih tua!" Grizela menyerang kemudian,asline membalik badan dan menatap wanita fulgar itu dengan dingin.
"Kau terus berkata bahwa aku kejam? kau tau seperti apa kejam yang sebenarnya?" Asline berjalan mendekat,kedua wanita dengan aura berbeda itu saling menatap sengit.
"Jangan memutar kata-kata! kau penuh dengan omong kosong,hanya karena berhasil menjerat tuan muda Wiguna kau begitu berlagak?! Cih....asline dasar wanita kotor! tidak bisakah kau menjadi masuk akal? menjadi menantu dari keluarga kaya menjadikanmu begitu sombong dan tidak punya etika! " Sembur grizela penuh hinaan.
Asline tertawa dengan wajah memerah.
Grizela ini tak kehilangan kemampuan memanipulasi orang lain melalui beberapa rangkaian kata!.
Grizela menyipitkan mata entah mengapa tawa asline semakin menjadi.
Tangan lentik itu terulur,merapikan rambut bergelombang grizela kebalik punggung dibawah tatapan mata semua orang.
"Grizela ...apakah kau pernah mendengar dan pernah melihat bagaimana seseorang yang tidak punya etika bertindak?" Asline berucap dengan senyum jenaka diwajahnya yang mulai menggelap.
Hingga....
Grephhh..
Semua mata terbelalak kaget saat telapak tangan asline mencengkram dagu grizela dengan kuat.
"Kau terlalu banyak bicara!"
Duakhhh...
Brakhh...
Keheningan mencekam jatuh saat tubuh grizela terhempas oleh tendangan asline hingga tubuh wanita itu menghantam jejeran pot bunga di sudut lorong.
"ASLINE!! GADIS KEPARAT" Dante berlari dan memeluk tubuh putrinya yang berlumur darah.
Pecahan pot-pot itu menyayat kulit yang selalu dipenuhi perawatan itu.
Asline diam tak bersuara.
Mendekat dan meraih stik golf.
Brakhh..
"AKHHH..MONSTER!!" Grizela meraung saat tubuhnya terhantam stik tebal itu.
Asline meraih sebuah belati yang dirinya bawa.
"Mau..mau apa kau menjauh dari putriku!" Dante yang tersadar dari keterkejutan segera meraih tubuh grizela dan menyeret jauh dari pantauan asline yang mendekat bak malaikat maut.
Satu tangan memegang belati dan satu lagi stik golf.
"Kalian semua...para pemeran panggung sandiwara! biarkan aku membantu memberi kalian penghargaan! paman Dante....mulut putrimu dan otak istrimu...bukankah lebih baik jika di reparasi ulang?"
Begitu ucapan itu selesai dikatakan.
Asline berbalik dan memukul Lucinda dengan stik yang wanita paruh baya itu pakai sebelumnya untuk mencelakai orang lain.
Bukhhhh..
"AKHHH..DANTE TOLONG AKU PEREMPUAN INI GILA!!"
Lucinda meringkuk dan melindungi wajah dan kepalanya dan hantaman stik golf.
"Mama!!" Grizela dan Dante berlari hendak menolong.
Wushhhh...
Jleb......
"AKHHH.....biadap!!" Asline tak memberi waktu dan melempar belati itu tepat kearah paha kiri Dante.
Pria itu terjatuh sembari meraung dengan tangan gemetar mencoba mencabut belati itu .
Darahnya menghitam dengan cepat.
Grizela menyambar lengan asline dan mendorong tubuhnya menjauh dari ibunya.
Asline tertawa riang.
"Dan sekarang...giliranmu!" Asline membuang tongkat golf yang telah berlumur darah Lucinda.
"Line....sudah cukup jangan mengotori tanganmu lagi!" Sagara mendekat dengan sakit hati melihat bagaimana adik kesayangannya lepas kendali.
"Tidak!"
Asline menolak dengan tegas.
Manik Dante,Lucinda dan grizela membola melihat apa yang keluar dari blazer yang menutupi tubuh ramping itu.
"Kau mau mati? atau mau masuk rumah sakit dulu?" asline tertawa dengan dingin.
Krakk..
Senjata api model Baretta m92 itu sukses membuat Sagara sekalipun tercengang.
"Grizela...mungkin membuatmu koma lebih baik..."
" Tidak!!!"
Dorrrr....
Dorrrr.....
Wajah cantik asline terselimuti badai oleh cipratan darah.
Kesabaran punya batas dan batas itu telah terlewati.
.....TBC.....
Tinggal jejak ya habis mampir....🍹
__ADS_1