Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Preparation


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya 🌹...



...♠️.....♠️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♠️.....♠️...


Dari jarak yang cukup jauh,terlihat betapa banyak orang yang sibuk berlalu-lalang memasuki sebuah gerbang dengan tanaman sulur menghiasi.


Kesibukan yang dikepalai oleh seorang wanita paruh baya cantik dan seorang wanita tua yang sudah berumur.


"Nyonya anda ingin memakai tiang bersulur lurus atau dengan model?" Seorang pria muda,nampak berusia 30 tahun tengah duduk bersama dua orang wanita berbeda generasi.


Arabela dan sang ibu,Anggita.


"Ada katalognya? jangan yang biasa! ini lamaran putra dari kakak sulungku,semua harus sempurna karena setelahnya para putra kami yang lain akan menyusul!" Arabela,wanita cantik dengan rambut panjang bergelombang itu bertanya kala pria itu mengangguk dan mengeluarkan sebuah katolog dari dalam tasnya.


Dan tak jauh...


Didalam sebuah mobil sedan hitam.


Lucinda dan Grizela menatap kearah taman, kesibukan pada taman yang kini gerbangnya telah terbuka sempurna.


"Ma..itu..taman itu seperti taman surga! bahkan melihat dari jarak jauh seperti ini saja Zela sudah bisa melihat betapa indahnya tempat itu!" Grizela memandang iri,mengapa bukan dia saja yang merasakan lamaran di taman seindah itu?!.


Lucinda mencengkram kuat setir kemudinya.


Menatap kearah taman itu dengan wajah gelap.


Mengapa?.


Mengapa harus gadis itu yang menerima semua kebahagian itu? mengapa bukan putrinya?!.


Menghidupkan kembali mesin mobilnya dan berlalu pergi sebelum para nyonya Wiguna itu menyadari kehadirannya.


.........♠️.........


Asline menatap binggung kearah gadis remaja manis yang berdiri dihadapannya,bukan hanya itu.


Ini mengapa nyonya muda Wiguna juga ada dihadapanya?!


Istri dari tuan muda Arion!.


"Nyonya Kay-"


"Stttt..bicara apa kamu sayang?! masa nyonya! mami...coba mulai sekarang panggil mami!" Kayra melotot garang,Archana terkekeh geli melihat wajah meringis calon kakak iparnya.


Pantas saja kakak sulungnya begitu mencintai gadis itu!.


Asline terlihat lucu dan cantik seperti peri!.


"Kakak jangan melamun dan turuti saja kata mami! masa calon istri kak Rayga manggil ibu kak Rayga dengan Nyonya,kan tidak etis!" Archana berucap jenaka,meraih lengan asline dan menarik keluar tubuh gadis cantik itu keluar dari kediamannya.


Kayra mengangguk tegas,berjalan mendahului kedua gadis cantik itu dengan anggun.


"Asline...mami kemari bersama Archa ingin mengajak kamu shoping! sebenarnya bukan mami saja..ada juga para saudari mami yang lain disana,mami kemari hanya ingin menjemputmu saja! jadi jangan kaget!" Kayra berucap penuh arti, bibirnya mengulas senyum simpul yang entah mengapa dimata asline tersirat sebuah pesan terselubung.


Sebuah mobil Alphard putih sudah terparkir di depan pintu gerbang Vila Gradian.


Archana menatap interaksi kedua perempuan beda generasi itu,ibu juga calon kakak iparnya.


Cristian membuka pintu mobil dan membantu adiknya itu naik.


"Terimakasih kakak Criss!! " Seru gadis manis itu riang.


Cristian terkekeh dan mengusak rambut lembut adiknya itu dengan wajah penuh senyuman.


"Sama-sama cantik.." Balas Cristian jenaka.


Archana terkekeh dan mengangguk sombong.


Kayra dan asline menggeleng geli.


"Hallo asline.." Sapa Cristian ramah.


"Hallo juga Cristian,lama tidak bertemu..." Sapaan asline ramah.


"Biasalah,tugas dari big boss setumpuk.." Jenaka Cristian yang kini sudah duduk di kursi kemudi.


Archana duduk disamping Asline,sedang Kayra duduk disamping Cristian.


"Cristian...Cristian..sesibuknya kamu di markas,lebih sibuk lagi kamu sama gadis asal Brazil itu..jangan fikir mami tidak tau ya tingkahmu! awas mami kasih tau mamamu,Cristal .Putranya ini jadi sadboy..." Kayra mengejek dengan wajah datarnya.


Cristian pundung...


Ibu Be yang satu ini mulutnya sangat tajam!.


"Yah janganlah mi...bisa diejek siang malam cris dengan ayah Nixon nanti..." Cristian memelas dengan frustasi.


Mobil melaju perlahan meninggalkan halaman vila gradian.


Archana terkikik sedang Asline hanya menggeleng geli.


Ternyata begini hangat suasana kekeluargaan Wiguna meski hanya interaksi anak yang diangkat juga keponakan yang sudah seperti anak sendiri


Kayra,wanita yang berwajah datar dan angkuh itu ternyata begitu tulus .


Tidak ada kata paman, bibi, keponakan,bahkan anak angkat!.


Semua sama jika keluarga besar itu telah menerima seseorang.

__ADS_1


Hanya ada ayah dan ibu,semua anak di clan itu tidak tau kata paman atau bibi.


Hanya ayah dan ibu dengan berbagai sebutan.


Asline tersenyum nanar.


Jika saja keluarganya juga seperti itu,tidak ada ketamakan akan harta,maka hubungan persaudaraan ini akan jauh lebih erat.


Sungguh tuan besar Wiguna sangat berhasil mendidik dan menanamkan moral antar sesama keluarganya.


"Asline...kenapa melamun sayang? mami lihat wajahmu murung,mau cerita?" Kayra menoleh kebelakang dan tersenyum lembut menatap wajah sendu gadis itu.


Kayra sadar,gadis ini tak beda jauh dari Archana.


Hanya saja,meski kehilangan ibu.Archana masih memiliki ribuan kasih sayang keluarga,namun Asline.


Gadis itu berdiri hanya bertopang pada satu pamanya,dan satu kakak laki-lakinya yang bahkan tak ada hubungan darah.


Betapa malang .


Archa kehilangan ibu,namun asline kehilangan satu keluarga penuh.


Ayah,ibu,kakek juga neneknya.


Kayra menghela nafas berat,mental gadis ini sangat kuat.


" Tidak ada mi,hanya memikirkan kemana mami akan membawaku" Jawab Asline dengan senyum simpul.


Cristian menatap dari balik kaca spion,menghela nafas iba.


Semoga sang bos,big brother mereka mampu menghapus masa lalu kesedihan gadis sebaik asline,gadis baik yang dipandang jahat oleh semua orang berkata mulut ular Grizela.


"Kakak tenang saja...mami dan Archa akan membawa kakak bersenang-senanglah! belanja menghabiskan uang kak Rayga yang tidak terhingga itu! hihihi....lihat...Archa punya Black card! ini kak Rayga yang kasih loh.....katanya pakai saja sepuasnya!" Adu Archana sembari mengeluarkan dua buah credits card berbeda warna.


Golden card dan Balck platinum card.



Asline terperangah.


"Te..terus golden card siapa yang kasih?" Asline bertanya gugup.


Sungguh, ini adalah kartu kredit paling limited bahkan diseluruh dunia.


Bahkan orang-orang yang memiliki kekayaan bernilai milyaran dollar saja belum tentu memiliki kartu express seperti ini!.


Dan dua kartu ini justru berada di tangan remaja yang bahkan masih polos ini!.


Asline spechless.


"Dari Daddy....oh ia..kata kak Rayga,kalau kak Asline mau juga,nanti kak Rayga kasih berapapun kakak minta,kak Rayga punya banyak kartu hitam seperti ini!" Archana berucap polos.


Kayra mengelus dada sabar.


Kartu?!.


Ini Golden dan black card!.


Dan putri kecilnya ini menyamakannya dengan kartu biasa!.


Sungguh terlalu.


"Hah...?" Linglung asline akan ucapan gadis manis itu.


" Iyaaa.. sebenarnya Archana tidak suka dengan kartu ini...warnanya jelek! Archa sudah minta kartu yang warnanya biru,terus ada gambar princess Aurora disana,cantik kan kalau kartunya ada gambar Disney? tapi Daddy tidak mau kasih! kakak lagi,apa susahnya coba? Archana kan hanya minta kartu yang warnanya biru! ini malah dikasih warna hitam! mau Archa buang tapi para ibu Archa malah teriak seperti orang jantungan! ck...ck...ck...kartu jelek saja !" Dengus gadis manis itu menatap jengkel dua kartu ditangannya.


"Cristian!!" Pekik kayra dan asline saat pria itu tiba-tiba mengerem mendadak.


Sungguh Cristian syock setengah mati akan ucapan adiknya itu.


Asline sendiri tertawa sumbang,sungguh dapat darimana kepolosan putri tuan muda Arkansas itu!.


Bahaya sekali!.


Kayra memijit pelipisnya,sungguh sakit kepala wanita paruh baya itu.


"Archana cantik...kartu ini kartu limited,Archa bisa beli apa saja dengan kartu ini...meski warna nya jelek,tapi kartu ini sangat berharga.Jadi jangan berfikir untuk menukar apalagi membuang kartu ini ya adik kakak yang cantik!!" Ucap Asline dengan sabar.


Archana mengangguk pelan.


"Tapi inikan hanya kartu,kakek biasa kasih Archa uang tunai..banyak lagi,Archa baru kali ini lihat kartu jelek bisa pakai belanja apa saja,biasanya nenek selalu kasih uang tunai.Jadi mana Archa tau benda ini bisa begitu berharga! soalnya ya kak...mami..mama..bunda..mami dan nenek selalu belanja dan serahkan ponselnya untuk dipindai saat membayar,mana Archa tau jadinya pakai kartu bisa belanja!" Ucap Archana santai tak mau kalah.


Yah,gadis manis yang bahkan tak pernah keluar tanpa penjagaan dan tak pernah berbelanja langsung di pusat perbelanjaan sendiri.


Archana bahkan tak pernah punya credits card meski keluarganya adalah para taipan kaya raya.


Untuk apa semua itu jika semua kebutuhan dirinya sudah siap oleh para ibunya.


Bahkan uang saja hanya ada di dompetnya untuk jajan.


Yah,sekali mengisi bahkan cukup untuk makan satu hari penuh satu keluarga.


Uang tunai yang sangat banyak.


Dan hanya cukup untuk jajan gadis manis itu.


Sungguh terlalu.....


"Sudah kita turun!" Kayra berucap penuh rasa frustasi akan pembicaraan putri manisnya itu.


Ini semua adalah didikan ayah mertuanya yang posesif!.


Benar...


Sedari kecil Archana tidak diperbolehkan mengenal credits card oleh kepala keluarga itu.


Rafendra hanya tak mau cucunya dimanfaatkan oleh orang asing yang mengaku teman cucunya itu, Rafendra hanya memberi uang tunai dan itu hanya itu membeli cemilan gadis itu!.


Luar biasa bukan?!.


Mobil telah pergi meninggalkan ketiga perempuan berbeda generasi itu.


Sebuah pusat perbelanjaan ternama kini mereka berada.


"Let's go kak kita habiskan uang kakak Rayga!!" seru Archana heboh dan menarik masuk tangan asline meninggalkan kayra yang sudah mendial ponselnya.


Membiarkan kedua gadis muda cantik itu masuk terlebih dahulu.


Tut....


"Am, sudah siap belum? bagaimana persiapan? aku dan Archa sudah dimall.Setelah itu baru kebutik!" Kayra langsung,berjalan perlahan dibelakang kedua gadis itu.


"Sebentar butuh waktu 3-4 jam lagi hingga semua siap...kamu bawa dulu mereka Kay! astaga disini ribut sekali!!" Suara gaduh terdengar dari seberang.


Kayra menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Am..kamu tau aku tidak terlalu suka berbelanja! kenapa tidak minta Jessy atau angel saja coba? kamu memintaku menghabiskan waktu 3-4 jam mengelilingi mall ini?! are you kidding me?! astaga..." Helaan nafas kayra terdengar frustasi.


Disisi lain,Amber terkikik geli.


"Siapa suruh kamu bangun begitu lama pagi ini? kamu sendiri tau hari ini semua sibuk! malah bangun telat lagi..kalau Rayga menyembur habis telingamu!" Kikik amber geli.


Kayra mendengus kesal, benar!.


Bukan apa-apa,hanya saja Rayga itu kalau bicara tidak pandang bulu.


Lahar minta ampun.panas hati,panas telinga juga!.


Apalagi ini momentum spesial pria itu,tentu saja walau es kutub begitu dia juga gugup!.


Jadi para ibu mengerti untuk melebihkan sabar mereka apabila putra mereka itu menjadi lebih pedas dan kejam dalam berbicara.


"Hm..ya sudah persiapkan dengan baik dan cepat! Rayga akan take off dua jam lagi!" Kayra berucap pasrah.


"Right...see you sister!" Amber menutup sambungan.


Kayra berjalan memasuki mall.


Dua jam kemudian....


Mobil Alphard yang semula dari mall kini berhenti disebuah butik.


"Archa..bangun sayang...kasian pundak kak Asline kamu jadikan bantal..." Kayra membangunkan putrinya itu dengan wajah menahan tawa.


Yah,kayra benar-benar lucu mengingat apa saja yang dibeli putrinya itu hingga menghabiskan waktu 2 jam lama di mall.


Tas branded?


Tidak!...


Gadis itu membeli semua jenis chikki berbagai rasa.


Sepatu dan jam tangan wanita branded?.


Tidak!...


Gadis itu memborong satu box besar Magnum!.


Pakaian desainer?.


Tidak!..


Asline dan Archana justru berburu aksesoris seperti kalung dan jepit rambut dengan model lucu.


Benar-benar menyia-nyiakan sebuah credits card express!.


Memasuki sebuah butik ternama.


"Eh...? mami..kenapa bawa asline kemari? bukankah ini butik tante Samantha?" Asline bertanya begitu menyadari dimana mereka sekarang.


Kayra terkekeh kecil.


"Tentu saja sayang....mami mau kita berbelanja dress mode terbaru Samantha musim ini,benarkan archa?" Kayra mengkode sang putri yang terkikik geli.


"Benar mami!!" seru Archana heboh.


Berlari meninggalkan asline yang berjalan linglung.


"BUNDA....ARCHA DATANG!!"


"ARCHA JANGAN TERIAK INI BUKAN HUTAN SAYANG!!"Samantha menyentak dari lantai dua butik.


"BUNDA JUGA TERIAK KENAPA TERIAKIN ARCHA COBA?!!" Archana membalas dengan heboh.


"DIAM!! AYAH JAHIT MULUT KALIAN BERDUA NANTI! IBU SAMA ANAK SAMA-SAMA RIBUT!!"sosok pria paruh baya tampan berjalan dibelakang sosok Samantha.


"AYAH JUGA!!" silver spechless.


Sang istri dan putrinya membentak dirinya kompak.


Nasib...nasib...


Untung sayang....


"Malu sekali...samantha ingat umur kenapa?! Archa tidak boleh teriak sama orang tua! tidak baik sayang..." Kayra berjalan duduk di sofa tamu dengan menatap tajam Samantha dan Archana yang terkekeh kikuk.


Damage sekali kayra ini...


Silver mengelus dada sabar.


"Sam..sample yang dikirim Ara sudah jadi?" Kayra bertanya dengan kode.


Samantha mengangguk semangat kembali.


"Sudah! cepat bersiap!"Kayra mengangguk dan bangkit melangkah kelantai dua.


"Tante sam-"


"No Tante..bunda oke!" Samantha menyentak asline.


Gadis itu mengangguk kikuk.


"Asline..ikut bunda ya.." Samantha menarik tangan asline yang terlihat masih menelaah situasi.


Ada-apa?.


Archana sudah menghilang bersama silver.


Asline mengikuti dalam banyak pertanyaan dibenaknya.


"Bunda Samantha, sebenarnya ada apa?" Asline bertanya heran.


Samantha tersenyum dalam.


"Tidak ada..bunda hanya ingin menjadikanmu model gaun baru bunda...coba pilih yang mana satu!" Samantha memperlihatkan sederet gaun simple nan elegan.


Asline terperangah,lagi dan lagi.


Ini adalah sederet sample gaun yang telah memenangkan kejuaraan Paris fashion week selama setahun berturut-turut.


Asline sibuk memilih,samantha menyerigai dalam.


S@luksius :


Everything Will be done! prepare....


Pesan akun keluarga telah terkirim.


Asline tak tau,apa yang menunggu dirinya setelah semua aktifitas mencurigakan itu.


Tersembunyi apik.

__ADS_1


...🎀...


...TBC...


__ADS_2