Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Talk


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya ❣️...



.........🥀.........


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


........🥀.........



Mobil sport putih itu perlahan memasuki gerbang vila.


Perlahan-lahan, Rayganta memijit pelipisnya lelah.


Sosok cantik dan rapuh yang baru saja ia tinggalkan dalam tidur setelah perbuatan kasarnya.Terus terbayang-bayang,wajah penuh air mata dan tatapan kekosongan itu.


Bipppppp...


Welcome home mister Alzeus...


Layar interkom pemindai menyambut begitu Rayganta memasuki halaman utama vila.


Rayga menghentikan laju mobilnya,menutup mata dan bersandar di kursi kemudi sesaat.


Ia menatap keganjalan didepan vila pribadinya kemudian.


Tak ada satupun pelayan maupun penjaga yang menyambut di depan pintu utama, hanya ada Imanuel,Kepala butler-nya.



Menatap kearah vila atau lebih disebut castil pribadinya dengan dingin.


"Tuan muda!" Imanuel mendekat dengan manik penuh arti,Rayga mendengus dingin dan berjalan masuk.


Klik.....


Pintu utama terbuka otomatis begitu pemindai mendeteksi dna Rayganta terkonfirmasi.


Rayganta berjalan masuk dengan kedua tangan disimpan dikedua saku celananya.


Berjalan dengan sosok gugup Imanuel disisinya.


"Tuan muda itu......" Imanuel gelisah takut jika iblis kutub Utara dan Selatan bertemu tiba-tiba,meski keduanya adalah ayah dan anak.


Tetap saja,semoga semua baik-baik saja!.


"Sudahlah butler...kau kembali saja" Ucap Rayganta acuh.


Imanuel mengangguk dan berlalu pamit menuju vila bagian belakang.


Sementara Rayganta terus berjalan dengan wajah datar.


Kemeja hitam yang membalut tepat sosok gagahnya membuatnya terlihat lebih dingin dan sulit didekati.


"Kau tidak menyambut ayahmu ini son?" Suara dingin terselip sedikit jenaka terdengar.


Rayganta menoleh kearah kursi di area pantry miliknya,disana duduk sang ayah dengan ekspresi wajah seperti biasanya,kaku!.



"Dad...." Balas pria itu tak terkejut sama sekali atas kedatangan tiba-tiba ayahnya itu.


Arkansas terkekeh dan meneguk segelas White wine dengan santai.


Menatap kearah putra sulungnya yang perlahan mendekat.


"Apa urusanmu sudah selesai? kau ternyata bermain keras juga ya son! lihat...kau bahkan membuat adikmu menangis! perlukah kau berbuat seperti semalam?" Arkansas berkata dengan wajah yang menampilkan senyum tipis,memutar gelas wine ditanganya dan terus menatap wajah dingin putra sulungnya.


Rayganta mendengus,meraih botol wine dan menuangkannya kedalam gelas untuk dirinya sendiri.


"Hah....jangan menggurui ku dad,ingat bagaimana dirimu dahulu juga untuk mengklaim mom! aku akan lakukan apapun untuk membuat apa yang aku inginkan aku dapatkan....bahkan dengan cara kasar sekalipun!" Balas Rayganta tajam.


"Hahaha...let me asking you something!" Arkansas tertawa , tawa remeh yang terdengar menjengkelkan di telinga Rayga.


"Kau mencintai atau hanya tertarik pada gadis itu? cinta dan tertarik? kau sudah pahami arti dari kata itu?!" Arkansas bertanya dengan tajam, wajah tampan tak terpengaruh waktu itu menatap remeh wajah terpaku putranya.


Arkansas sudah berjanji pada mendiang istrinya,berjanji akan memastikan para anak-anak mereka menemukan cinta sejati.


Seperti dirinya dan Liora dulu.


Cinta tulus tanpa batas!.


Rayganya termenung,maniknya menatap kedalam gelas wine ditanganya tanpa berkedip.

__ADS_1


Cinta?.


Apa arti cinta sebenarnya?.


Ketertarikan,apa makna sebenarnya?.


"Rayga....Daddy tau ini pertama kalinya kamu bertemu seorang gadis yang berbeda dari kebanyakan wanita di luar sana.Namun,perlu kamu tau son.Cinta dan rasa tertarik itu beda artinya,cinta akan datang perlahan dari pandangan pertama dan getaran dari hati.Tuhan ciptakan manusia berpasangan,dan hanya segelintir manusia yang memahami makna sejati dari cinta son.Terkadang seorang pria akan mendefinisikan rasa tertarik itu sebagai cinta,tapi sebenarnya......" Arkansas menggantung ucapannya kala melihat tatapan penyesalan putranya,tatapan yang untuk pertama kali dirinya lihat dari sosok yang Arkansas tau bahkan lebih kejam darinya jika menyangkut hak kepemilikan.


Rayganta menunggu penjelasan sang ayah dalam diam.


Bibirnya seakan terkunci rapat tak mampu bersuara.


Arkansas mendesah panjang,merenung mengingat setiap momentum indah dirinya dan Liora sedari awal hingga maut memisahkan mereka.


"Itu bukanlah cinta dari rasa ketertarikan,namun sebuah obsesi fatal yang di tutupi oleh kata cinta! Son..... hati-hati bermain dengan hati ,jika perasaan cinta tidak bisa kamu pahami dengan jelas,maka obsesilah yang akan terjadi...dan pada akhirnya,obsesi itu akan menyakiti baik kamu maupun gadis yang kamu cintai kelak,Daddy harap....kamu belajarlah dari perjalanan hidup kedua orang tuamu ini!" Arkansas menepuk bahu kokoh putranya dengan teduh.


"Apa yang harus Ray lakukan untuk memastikan perasaan sebenarnya yang Ray rasakan dad?! mengapa semua terasa sulit dikontrol?!" Rayganta menatap manik teduh ayahnya dengan perasaan campur aduk.


Arkansas tersenyum tipis,melihat kearah dinding dimana foto sang istri Liora di pajang disana oleh putranya.


"Cinta yang sudah ditetapkan Tuhan untukmu akan kamu rasakan sendiri pada saatnya nanti.Bagimana hatimu berdebar saat melihat dirinya,setiap tingkahnya.Senyum dan tawanya,apapun yang dirinya lakukan akan menjadi candu untukmu.Layaknya narkoba,seperti racun yang sulit kau tolak meski menghancurkan tubuhmu! kau rela menukar hidupmu demi kebahagiaan dirinya,kau melawan dunia untuknya,dan bahkan saat waktu pisahkan kalian.....dia akan tetap menjadi satu-satunya didalam hatimu,meski wajahnya tak kamu lihat lagi,meski senyum dan tawanya sudah tak lagi terasa.Rayga..waktu akan menjawab semua kisah cinta kalian" Arkansas tersenyum teduh.


Berdiri merapikan jas-nya.


"Pulang dan hiburlah Archana,kasihan adikmu menangis semalaman" Ucap Arkansas yang kemudian berlalu setelah melihat anggukan kepala Raygan.


Melihat sosok hebat itu perlahan menghilang dilorong ruang santai.


"Terimakasih dad..." lirih Rayganta yang akhirnya menarik sudut bibirnya perlahan.


Akan ia cari tau apa sebenarnya yang hatinya rasakan.


Cinta atau obsesi!.


..........🥀..........


Sementara itu...


Vila keluarga Gradian.....


Kamar gelap itu perlahan terang kala cahaya matahari memasuki celah-celah gorden.


Manik indah itu perlahan terbuka.


Asline terbaring diam tanpa bergerak,kelopak matanya bengkak dan maniknya terlihat jelas memerah.


Bangkit dan duduk perlahan diatas ranjang,melihat mantel hitam beludru yang masih bertengger menutupi tubuhnya meski kini sedikit turun kebawah.


Asline melempar keras mantel itu jatuh kelantai dingin di sudut kamarnya.


Asline kembali terisak,menarik kedua kakinya dan memeluk lututnya.Ia kembali menangis seorang diri.


dagunya bertumpu di tangan yang tertumpu diatas kedua lututnya.


Tatapannya kosong dengan air mata yang mengalir deras.


Cermin yang kini menampakan kondisi dirinya.


Duduk menekuk dengan tangis teredam,kelopak mata bengkak,rambut panjang yang berantakan,hidung memerah serta wajah sembab dan kiss mark yang memenuhi hampir seluruh leher juga tukang selangka-nya!.


Bangkit.....


Asline bangkit menyeret selimut menutupi pakaian-nya yang telah koyak tak layak lagi.


Memasuki kamar mandi.


Asline membuka kasar seluruh pakaiannya yang telah koyak.


Menatapi tubuh bagian atasnya yang penuh tanda dari perbuatan kasar pria pujaan seluruh wanita Eropa itu.


Asline kembali menangis dengan pilu .


Berjalan tanpa sehelai benangpun menutupi tubuh indahnya.



Berdiri dibawah shower yang membiarkan air dingin dari shower membasahi seluruh tubuhnya.


Riasan wajahnya telah hancur dengan bibir yang terluka cukup parah akibat ulahnya sendiri.


menatap kedua pergelangan tangannya yang membiru akibat cengkraman kuat dari sang Zeus, tubuhnya jatuh menangis dibawah guyuran air dingin.


Meraung pilu sembari menggosok seluruh tanpa merah yang berada di leher maupun area dadanya.


Kesedihan,rasa marahnya dan kecewa!.


Biarkan mengalir bersama air dan menangis menumpahkan segalanya,seorang diri!.


Asline terus menggosok meski kini kulit leher juga tubuh bagian atasnya terasa perih,ia tak perduli!.


"Hiks...kenapa? kenapa harus aku?!! kenapa kau sangat kejam padaku Tuhan?!! apa...apa salahku hingga kau biarkan iblis itu melecehkan aku seperti ini?!! ARKHHH......" Asline meraung memukul dinding ubin kamar mandi dengan brutal.


Kepalan tangannya mulai lecet dan perlahan mengeluarkan darah.


Dua jam lebih Asline menangis dan menggosok seluruh bekas sentuhan Rayganta dari tubuhnya.


Sementara itu,diluar kamar Hans telah berdiri sembari mondar-mandir menunggu sang nona yang bahkan sejak pagi hingga hari menjelang siang ini tak juga keluar dari kamarnya.


"Butler Hans,apa Asline belum bangun juga?" Sagara bertanya kala pria itu baru saja datang untuk makan siang setelah dari hotel.


Ini sudah pukul 1 siang dan adiknya itu belum keluar juga dari kamar? apakah tertidur atau apa?.


Sagara mulai cemas!.


"Belum tuan muda,saya juga sudah mengecek sedari pagi untuk membawa makanan nona,tapi nona Asline benar-benar tidak merespon dari dalam" Hans menjawab dengan lirih.


Ia sangat mengkhawatirkan nona yang sudah ia anggap layaknya cucunya sendiri.

__ADS_1


Sagara menghela nafas,apa yang sebenarnya terjadi pada adiknya?.


Ia ingin bertanya pada pewaris WJC itu sendiri,namun sangat sulit untuk bertemu terutama jika tak memiliki janji penting.


Pria pewaris Wiguna itu benar-benar terlalu misterius,bahkan alamat pribadinya saja tak ada yang mengetahui.


"Baiklah butler Hans,sekarang kembali saja kepekerjaan anda biar Asline saya yang urus" Ucap Sagara pengertian.


Hans mengangguk pasrah dan segera turun kelantai bawah untuk memantau para pelayan.


Tok....tok...tok...


" Asline... ini kakak,kamu sudah bangun dek?" Sagara mulai mengetuk perlahan.


Hening...


Tak ada balasan.


"Asline!! buka pintunya,kamu bisa cerita kala ada masalah pada kakak dek! Asline....kalau kamu tidak buka akan kakak dobrak!!" Ancam Sagara yang mulai takut terjadi apa-apa didalam kamar yang kini terkunci rapat.


Dan Asline,gadis yang terduduk meringkuk diatas ranjang setelah selesai mandi itu mendongak menatap kearah pintu.


Asline menatap daun pintu itu dengan hampa.


"Pergilah kak...aku ingin tidur...." Asline menjawab Sagara dengan lirih.


"ASLINE...BUKA DEK.....JANGAN BUAT KAKAK TAKUT!!" Sagara yang tak mendengar jawaban Asline berteriak dengan gedoran yang semakin keras.


Asline dengan terpaksa bangkit menuju pintu,meraih sebuah jaket dengan kupluk rajut kepala.


Memakai jaket itu dan menutupi kepalanya dengan wajah yang menunduk.


Klek....


Kunci terbuka.


Sagara menatap cemas sosok adik sepupunya itu.


"Asline..." Panggil Sagara lirih.


"Kak..aku lelah ingin istirahat,bolehkah kakak tidak ganggu aku dulu?" Asline berucap samar tanpa mengangkat wajah.


Grephhhh....


Sagara memeluk erat tubuh bergetar sang adik.


"Kamu kenapa dek? bicara pada kakak....jangan pendam sendiri,kita adalah keluarga.Kita bergantung satu sama lain,dan aku adalah kakakmu,jangan sakiti kakak dengan menutupi masalahmu seorang diri!" Sagara berucap lembut,memeluk tubuh mungil adiknya sakit hati.


Mengapa ia tak cukup kuat untuk menjaga adiknya?.


Sagara benci adik kesayangannya menangis didepan matanya!.


Putri sosok ayah sejati untuknya.


Santanu!.


Sagara menutup mata kala cairan hangat terasa membasahi kemejanya.


"Hiks...hiks..."


Hanya tangisan putus asa yang terdengar.


Sagara menutup mata dan hanya memeluk tubuh adiknya dengan nanar.


Hingga...


"Bisa ya...untuk apa kau menangis kala dalam hatimu itu justru kau tengah bahagia bukan? bahagia setelah berhasil menghabiskan satu malam bersama pria paling tampan dan juga kaya di ibukota?! Jangan buang-buang air mata didepan kakak!! kau itu sebenarnya sangat bahagia,jangan bertingkah layaknya kau itu wanita paling menyedihkan di dunia!! kenapa? kau ingin membuat kakak semakin menyayangimu karena tangisan dramamu?!! dasar ja*ang!!" Sosok Grizela berjalan dari arah pintu kamarnya ,menuju posisi Sagara dan asline berdiri.


Wanita itu bersidekap dada,memadang sosok Asline penuh permusuhan dan kecemburuan!.


"Grizela!! jaga kata-katamu?!! siapa yang kau sebut jal*ng?!! jangan kau fikir aku tak tau kelakuanmu diluar sana! jangan memancing amarahku!!" Sagara membentak dengan emosi.


Grizela mundur dengan kekehan getir.


"Kak!! kau itu kakakku,dan kau justru membela dia...dia selalu dan setiap waktu!! kau lihat tanda merah dilehernya itu?! apa kalau bukan ja*ang?!! dia bersama pria asing semalaman,pulang dengan digendong dalam balutan mantel seorang pria ! dia itu hanya pura-pura suci kak!! tidak bisakah kau lihat kebenarannya?!!" Balas Grizela sengit.


Sagara terkekeh dingin,memeluk semakin erat tubuh Asline penuh kasih.


"Walaupun sebongkah berlian jatuh dalam kubangan kotoran sekalipun,kilaunya tak akan bisa menipu mata! dan jika saja sebuah kerikil kau lembar sekalipun dalam cairan emas,itu...tetaplah hanya sebuah kerikil! kau...aku tak akan sudi menganggapmu sebagai adikku,sampai kapanpun bahkan sampai aku mati! Asline....dia adalah berlian,permata berharga keluarga Gradian...dan kau....kau adalah kerikilnya!! camkan itu!" Sagara membalas sinis.


Grizela mematung.


Tubuhnya bergetar dengan kedua tangan terkepal.


Sagara membawa masuk Asline kembali kedalam kamar gadis itu.


"Kak....." Asline memanggil lirih.


Sagara tersenyum lembut membelai rambut panjang Asline dengan kasih.


"Asline...apapun yang terjadi kakak percaya kamu,seberat apapun kamu pasti mampu! sekarang istirahatlah dan jernihnya fikiranmu,setelah itu keluarlah dan cari angin segar.Dan ingat....jangan lupa makan,pernikahan Grizela tetap berjalan sesuai jadwal, persiapan dirimu.Jangan menjadi lemas disaat pembalasan!" Ucap Sagara menatap wajah pucat Asline dengan iba.


Asline menegang.


Dirinya hampir lupa akan salah satu tujuan ia masih berdiri sehat hingga sekarang.


Balas dendam!.


"Baiklah kak, terima kasih" Sagara terkekeh dan membaringkan tubuh Asline dan menyelimuti adiknya dengan lembut.


"Tidurlah kakak akan kembali ke hotel" Sagara berdiri dan menyesuaikan suhu ruangan sebelum keluar setelah memastikan Asline benar-benar menutup mata.


"Everything will be alright!" Bisik Sagara dan pintupun perlahan tertutup.


...🍁...


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2