
...Vote,like dan komentar ya 🌹...
...♣️.....♣️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♣️.....♣️...
Sinar mentari menerobos melalui celah gorden sebuah kamar rawat di rumah sakit terbesar di ibu kota.
Healthy Hospital.
Perlahan,manik bulat itu terbuka dengan lambat.
"Engghhhh...Archa dimana?" Yah,gadis yang terbaring menatap linglung atap bercat putih bersih itu .
"Ishhh...perih sekali...." Archana meringis kala begitu ingin bangkit dari acara berbaringnya,kulit bagian perutnya begitu perih.
"Astaga!! ini kenapa sampai diperban segala?! ini pasti kerjaan Daddy! is..is..is..Archa berasa sakit parah! Daddy...Daddy...untung tangan Archa tidak diinfus segala,kalau diinfus Archa akan merajuk sama Daddy,kakak dan semuanya! huft... bosan......mana ini semua orang? Archa kenapa ditinggal sendiri coba?!" Gadis manis itu meracau kesal,mau duduk tidak bisa karena sakit seakan kulit perutnya tertarik dan sangat perih.
Mau minum tidak ada orang yang bisa diminta tolong,Archana mendengus kesal.
Hingga..
Klik...
"KAKAK CANTIK!!" Archana berseru riang begitu melihat sosok asline yang memasuki kamarnya dengan senyum geli melihat semangat gadis itu.
"Kakak tidak di sapa dek?" Suara jenaka bercampur geli raino terdengar dibelakang sosok asline,berjalan berturut masuk para kakak tampan Archana yang lain,inti BE.
"Siapa ya? tidak kenal" Jawab Archana sinis.
Raino melongo,menyentuh dadanya dan menatap wajah manis sang adik dengan dramatis.
"Sayang maaf ya..kakak tidak ada saat kamu siuman,kakak menjemput calon kakak iparmu yang cantik ini" Wajah datar dengan ucapan jenaka itu sungguh tak singkron,Alarik mengulum bibir menahan tawa dengan wajah miris ryuga juga Gion yang menatap sang boss dengan iba.
BWAHAHAHAHAH...
"Wajahmu sungguh menggelikan brother! tidak perlu berucap manis jika wajahmu tidak bisa diajak kompromi!!" Raino meledak dengan tawanya.
Archana menutup wajahnya dengan telapak tangan menahan tawa,sungguh wajah kutub kakak sulungnya ini sangat lucu.
Asline? gadis itu sibuk menunduk menahan rasa hangat yang menjalar diwajahnya.
Arshenio menggeleng miris.
Raider berdehem canggung sendiri.
Rayga,pria tampan berwajah dingin itu merotasi bola matanya malas.
Ini wajahnya dan apa perdulinya?!.
Rayga masa bodoh!.
Ruang sepi itu menjadi riuh akibat Raino juga Archana yang sibuk berdebat entah hal remeh apa.
Asline duduk,meletakkan parsel buah yang ia bawa dan mulai menatanya diatas meja.
"Archa..kamu mau kakak kupaskan buah apa?" Asline bertanya lembut,menaruh buah yang ia keluarkan dari parcel kedalam sebuah wadah besar untuk dicuci.
"Hm...apel sama peach saja kak! yang paling besar!!" Arshenio terkekeh melihat sifat childish sang adik kembarnya yang tak pernah berubah.
"baiklah.. tunggu kak Asline cuci dulu" Asline beranjak,Arshenio mendekat dan mengelus kepala Archana dengan sayang.
"Bagaimana? masih sakit ?" bertanya dengan wajah sendu.
"Perih sedikit kak,tapi Archa kuat! tidak sakit seperti kemarin...kak...Daddy mana?" Archana bertanya kala tak melihat satupun para orang tua yang ada.
Rayga tersenyum simpul,mendekat dan meraih rambut panjang sang adik untuk dirinya ikat seadanya.
Raino melongo horor....
Raider dan Ryu memasang wajah syock..
Gion yang hendak berbalik keluar meringis ngeri.
Arshenio? pria itu menggeleng tak percaya.
"Kakak mau buat apa?" Archana bertanya kala merasakan tangan sang kakak dirambutnya.
"Sebentar...." Rayga berucap penuh konsentrasi.
Keheningan hingga..
"Kakak..kak salsa bagaimana? kak Rayga dan kakak semua tidak lukai diakan? kakak salsa pasti tidak sengaja!" Archana berucap lirih,tanpa menyadari perubahan ekspresi para kakaknya.
"Yah..kami tidak melukai,tapi..." Batin Alarik miris sendiri.
"Tidak dilukai,tapi dibunuh!" Batin Ryu melirik miris wajah penasaran sang adik.
" Lukai apa? kakak kandungmu membantai mereka semua Archa!! astaga gila aku lama-lama!!" Raider dan Raino melirik wajah biasa saja Rayga.
Santai tanpa beban!.
"Tidak kakak lukai sayang...hanya kami kirim pulang" Arshenio menjawab begitu melihat Rayga sudah menyerah mengikat rambut sang adik.
Dia tidak bisa!...
__ADS_1
Ini terlalu sulit daripada membunuh orang!.
Archana tersenyum lebar...
Sungguh sepertinya gadis itu telah salah paham akan kata pulang!.
Para kakak sepupunya menggeleng miris.
Mereka telah bekerja keras bergelimang darah satu malam penuh!.
"Kakak kirim kak salsa kembali ke Indonesia?! bagus sekali kak!!" Archana mengangguk riang.
"Bukan ke Indonesia sayang...tapi ke akhirat!" Rayga menyerigai dingin menatap senyum jenaka Arshenio.
Miris....
Para inti hanya bisa terdiam menatap wajah cantik Archana dengan pasrah.
Biarlah .....
"Nah..buahnya sudah siap,Archa mau kak Asline suap?" Asline datang,menatap heran wajah tertekan para putra be.
Yah,selain Rayga dan Arshenio tentu saja.
"Kalian kenapa?" Asline bertanya heran.
Semua menggeleng dan kembali sibuk dengan ponselnya kembali.
......🎹......
"Hei aku dengar wakil Presdir akan segera menikah!"
" Kau yang benar?!!"
" Benar! aku mendengarnya sendiri saat melewati ruang khusus para sekretaris petinggi! mereka bergosip tentang itu!"
"Benar! bukan hanya wakil Presdir,tapi CEO sendiri juga akan segera melepas masa lajangnya!!"
"ARKKKKHHH..para pangeran tampan perusaan ini sudah punya ratu mereka!! betapa irinya..."
"Tapi siapa perempuan yang begitu beruntung itu?! apakah calon istri wakil Presdir dan tuan CEO adalah gadis dari kalangan atas juga? kalau benar cocok sih!'
"Tapi ada rumor yang beredar calon istri wakil Presdir kita hanya seorang yatim-piatu dan pekerja hotel biasa!"
" siapa yang bilang begitu?"
"Ayolah....ruang sekretaris adalah tempat berita paling cepat yang bisa dipercaya!"
Dari balik sebuah bilik toilet,seorang wanita berdiri dengan tangan terkepal erat.
Bibir berwarna merah cerah itu terulas lurus.
"Siapa perempuan sialan yang mencoba menarik milikku?!! lihat saja kau jika berani mengusik priaku!!" wanita itu, Teresa!.
Akibat masalah dengan raider beberapa waktu yang lalu,dirinya dipindahkan di devisi perencanaan dari jabatan awalnya yang seorang wakil sekretaris utama CEO.
Akibatnya dirinya tak begitu cepat tau apabila ada berita yang menyangkut seseorang yang begitu ia cintai,raider.
Ceklek.....
Teresa keluar begitu merasa toilet telah sepi.
Tutttt...
Suara seorang wanita terdengar begitu sambungan telpon terhubung.
"Maaf kakak Lusia,apakah benar tentang berita para petinggi kita? wakil Presdir dan CEO akan segera menikah?" Teresa bertanya dengan nada suara yang ia jaga setenang mungkin.
Lucia adalah wakil sekretaris utama raider,dan wanita itu adalah salah satu teman akrabnya di kantor.
"Benar Teresa! aduh aku benar-benar tidak percaya....tapi berita ini memang benar,hanya waktu saja yang belum dikonfirmasi jelas! menurut kabar semua karyawan akan diberi shift libur untuk menghormati pesta pernikahan tuan CEO juga wakil Presdir!"
Teresa meremas ujung roknya dengan kalap,menatap pantulan wajah cantiknya dari balik cermin kamar mandi dan menutup mata.
"Wah..ini berita hebat kak Lucia...aku tidak sabar ingin libur! baiklah terima kasih infonya" Teresa berucap ramah meski sorot matanya berkilat penuh bara api.
"Tidak masalah...em...Teresa kamu tidak apa-apakan?" Lucia bertanya cemas.
Yah,satu perusahaan juga tau betapa Teresa sangat menyukai wakil Presdir WJC.
"Hahah..aku kenapa memangnya?" Teresa menjawab dengan tawa yang dipaksa.
"Mungkin wakil Presdir memang benar akan segera menikah Teresa...kami tau kamu sudah lama mencintai tuan raider sejak masuk dan bekerja disini,aku hanya berharap kamu bisa merelakan jika benar pernikahan ini terjadi!"
Teresa menjauhkan ponselnya,mendengus sinis dan kembali mengatur nafasnya.
" Hahah..tidak apa kak,cinta tidak bisa dipaksakan.Aku senang jika berita itu benar,sudah ya kak Lucia..aku masih ada pekerjaan" Teresa benar-benar muak menjaga image baik,jika bukan untuk menarik perhatian riader yang entah kapan bisa ia dapatkan.Teresa tak sudi beramah tamah dengan orang biasa seperti para karyawan itu.
Namun...
Semua sudah berjalan, sia-sia jika dihentikan.
"Baiklah.."
Tut.
Prankkkk......
Teresa Melempar wadah kaca sabun cuci tangan yang ada di wastafel.
Cermin toilet itu retak.
Beruntung area toilet tidak dipasangi cctv.
Teresa menutup mata,nafas wanita itu memburu cepat.
"Tenang Teresa.... pertama harus cari tau siapa perempuan sialan yang berani mencoba menjadi istri dari raider-ku! lalu habisi dia!" Teresa terkekeh dingin.
Berbalik dan melihat sekeliling disekitar lorong toilet,sepi.
Melangkah pergi dengan senyum cerah seakan tak pernah terjadi apapun.
........♠️........
Asline duduk dengan kaca mata bening yang bertengger manis dihidung mancungnya.
Srakhh...
Kertas demi kertas ia balik,tangan halusnya dengan lincah membubuhi tanda tangan disana.
Bip..
__ADS_1
"Aira,minta Raels keruanganku sekarang" Asline menekan tombol interkom.
"Baik Ms Gradian"
Tak lama Raels memasuki ruang kerja asline.
"Raels bagaimana proyek resort hotel di Hawai ? apakah WJC ada keluhan?" Asline bertanya pada sosok Raels yang berjalan mendekat.
" Benar Ms.Mereka meminta perwakilan kita untuk datang ke WJC untuk meninjau ulang proyek baru resor itu!" Raels menjawab lancar.
Meski sahabat,mereka harus bekerja profesional.
Asline mengutuk ujung bolpoin miliknya diatas meja.
"Rael..kau pergilah bersama Aldo,aku akan pergi melihat distribusi bahan dapur hotel bersama Aira!" Putus Asline mulai bangkit meraih mantelnya.
Raels menegang.
Ini pertama kalinya ia akan menapaki gedung tempat raider bekerja.
"Rael? ada apa?" Asline bertanya binggung melihat kediaman raels yang tak biasa.
Benar..
Masing-masing dari mereka tak mengetahui akan hubungan percintaan satu sama lain,kecuali hubungan Rubi.
Raels terlalu takut akan kasta,hingga menyembunyikan hubungan dirinya dengan raider dari para sahabatnya.
"Tidak... tidak ada Ms,saya undur diri" Raels mundur cepat begitu melihat manik penuh selidik Asline.
Blam...
Pintu tertutup dan Asline mengeryit dalam.
"Ada apa dengan raels? " Asline menghela nafas berat,dan berlalu keluar.
........♣️........
"Astaga raels! cepatlah berjalan....ini sudah hampir waktu makan siang! bagiamana jika Mr raider kesal karena kita terlambat?!" Aldo meracau kesal, bagaimana tidak?.
Sepanjang jalan keluar dari hotel Gradian sampai basemant parkir WJC,raels banyak melamun.
"Ia tung-"
Brukhhhh.
"AKHHH.." Pekik Raels begitu tubuhnya olenh dan jatuh bebas dengan sang penabrak .
Mengangkat wajahnya berisap menyembur.
"R....RIA?!!" rael memekik dengan manik bergetar hebat.
" Raily...?" Sedang sang penambrak berucap lirih.
Bangkit dan raels berjalan cepat...
Grephhh...
"Hiks..... Ria....kamu..kamu kemana saja selama ini?! sejak meninggalkan panti kamu tidak pernah ada kabar lagi!" Rael menangis memeluk tubuh sosok cantik yang juga ikut memeluknya erat.
Gadis itu tersenyum simpul,menepuk punggung rapuh rael yang dirinya panggil raili itu dengan nanar.
Aldo?
Pria itu berdiri kikuk melihat kedua gadis yang saling berpelukan erat layaknya sepasang kekasih!.
Malu......
Pria itu benar-benar malu kala setiap mata para staf WJC yang melewati basemen parkir menatap mereka intens.
"Huft...maaf Raily! keluarga angkatku benar-benar tertutup....dan mereka mengangkat ku hanya untuk jadi mesin pembunuh di CIA!' Ucapan terakhir berakhir lirih,raels tidak mendengar akibat menenangkan Isak tangisnya.
"Victoria Ralinski!! kamu tega sekali tidak memberiku kabar setelah diadopsi! saudarimu ini sangat merindukan dirimu kau tau!" Raels memaki jengkel,melepas pelukan mereka dan melotot garang pada wajah menahan tawa Victoria.
Yah,Victoria Grisham atau dulu sebelum diadopsi dikenal sebagai Victoria Ralinski.
"Kau ini! sudah aku katakan keluarga angkatku sangat ketat! mereka bahkan tidak membiarkan aku mencari teman setelah memasuki keluarga itu!" Jelas Victoria sabar.
Raels menghela nafas dan mengangguk paham.
Meski tak tau siapa keluarga angkat Victoria,tapi ibu pemilik panti dulu memang mengatakan bahwa keluarga yang mengadopsi Victoria sangat kaya dan tertutup.
Raels sadar mungkin memang benar,setelah diadopsi Victoria terputus dari dunia luar.
"Kamu apa kabar Ria? sekarang kamu tinggal dimana? pekerja? sudah punya suami? at-"
"Stttt. masih sama! kamu selalu banyak bertanya ya! aku tinggal di kota ini,dan suami....mungkin sebentar lagi" Ucap Victoria dengan wajah datar namun pipi yang merona.
Raels memicing penuh arti.
"Hmmm..undangan untukku jangan lupa!" Goda raels jenaka.
Aldo menggeleng miris.
Apa gadis-gadis ini melupakan dirinya?!.
"Tapi..mengapa kamu ada di sekitar gedung WJC ini?" Victoria mengalihkan pembicaraan.
Membicarakan tentang calon pasangan hidup akan membuat wajahnya terbakar nanti! dan ia tak ingin raels semakin menjadi menggodanya.
Sungguh jika saja kedua gadis itu tau!.
"Ohhh..yang benar saja!! hai raels..cepat atau kau akan disembur oleh asline jika membuat pihak lain menunggu!!" Aldo memekik horor.
Raels melotot horor,benar! dirinya melupakan hal penting itu.
"Ria maaf,aku ada urusan penting di gedung WJC.kamu bisa cari aku di gradian hotel jika ada waktu right!! ingat aku menunggu!!!" Seru Raels panik begitu Aldo menarik tangan gadis itu jengkel.
Victoria mengangguk geli.
Yah, sebenarnya dia juga ada sedikit urusan diperusahaan besar itu.
Mencari calon suami gilanya!.
Setelah tubuh raels dan Aldo lenyap dari balik pintu kaca, Victoria berjalan masuk tanpa kedua orang itu sadari.
...........♣️...........
...TBC...
Maaf beribu maaf, El juga punya kesibukan kerja di real life.Jadi maaf kalau up hanya bisa El kerjakan saat ada waktu senggang.
__ADS_1
...♥️...