
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
...☘️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...And...
...Keep spirit...
...☘️...
Sang pelayan yang bertugas sebagai bandar.
Menyapukan seluruh pandangan kearah para penonton juga para saksi dari kedua sisi.
"Dadu ini dibuat dari gading gajah yang ditempa secara khusus hingga menjadikan dadu ini begitu kuat dan tak akan hancur! club ini...selalu menempati taruhan awal dan tidak pernah memihak! jadi......tentukan nasib anda!"
Perlahan namun pasti.
Suara dadu didalam kotak terhenti.Suasana menjadi hening,tegang menunggu kepastian.
" Silahkan..tuan muda Wiguna anda mengambil keputusan pertama...." Zantos menyerigai.
Terlihat begitu yakin atas pilihannya nanti belakangan.
" Baik...."
Para inti menahan nafas,untuk pertama kali.
Maximus Lee Houston berdoa pada Tuhan!.
"Baiklah.....untuk pertama...taruhan 15 juta US Dollar...kecil!"
Rayga menatap dingin kearah wajah yang dipenuhi senyum culas Zantos.
Pria ini berbeda 5 tahun usia ayahnya, Arkansas!.
Namun,tidak ada kebijaksanaan seorang tetua juga tidak ada sisi baik sedikitpun yang patut dicontoh oleh generasi muda padanya.
Kali ini Rayga menatap,ada sesuatu di balik tatapan matanya.
Zantos mendorong nominal uang yang lebih tinggi.
"20 Juta US Dollar besar!" Zantos berucap sombong.
__ADS_1
Pelayan yang bertugas sebagai bandar mengangguk,mengunci jumlah uang yang dipertaruhkan.
Zantos melirik Maxim,pria muda itu kini wajahnya terlihat begitu dingin tak ada sisi jenaka dan santai lagi.
"Baiklah...are you ready?"
Bandar akhirnya membuka penutup dadu.
"6..6..besar! ronde pertama...Mr Zen anda menang!"
Sisi Zantos meraung riang dan wajah pongkah.
Ansol tertawa dengan keras.
Berjalan angkuh kearah Maxim.
Kedua berdiri berhadapan.
"Kau dengar?! tuanku menang! sekarang patuhi taruhannya!" Ansol mencengkram keram kemeja Maxim.
Pria berwajah Korea Inggris itu menatap dengan kilat bak badai petir.
"Bagaimana rasanya menjadi bahan taruhan? hahahaha....jangan salahkan bos kami...salahkan saudaramu yang terlalu meremehkan segala hal itu! sekarang berlutut dan lap sepatu kami! hahahaha.....!!!"
Greg ikut menimpali dengan kesombongan luar biasa.
Para pengunjung yang menatap semua ini bergidik.
Tak ada kesenangan di mata mereka saat melihat aura setiap generasi Wiguna itu.
"HEI.....JAGA PRILAKUMU ATAU KUTEBAS KEPALAMU! MENJAUH DARI SAUDARAKU!" raungan murka Raino memecah keheningan yang terasa mencekam.
"HAHAHAHA..kenapa kau marah tuan muda Wiguna ketiga? bukankah kita sudah sepakat? jangan cemas...setelah tuan muda Houston itu..kau akan mendapat giliran! sekarang berlutut dan lap sepatuku!!" Zantos berucap menghina.
Tawanya bak belitan seekor ular yang menyesakkan dada!.
Rayga mengepalkan kedua tangannya saat melihat senyum Maxim.
"Big bro...aku tak menyalahkan dirimu...tapi..pastikan pada ronde ke dua kau menang! aku bersumpah akan membalas lebih kejam!" Maxim berucap rendah,tersenyum tak masalah pada Rayga yang kini terlihat bak iblis yang terbelenggu jerat rantai yang disebut sebagai judi!.
Maxim,dengan wajah tanpa ekspresi membuka kemejanya.
Kemeja yang bahkan tidak dijual bebas.
Dibuat khusus oleh perancang La Beauty dan dijahit benang demi benang!.
Hahahaha...
Tawa remeh saling bersahutan.
Greg,Ansol duduk disisi Zantos.
Keduanya duduk bertopang dagu dengan kaki yang bertumpu.
Brukhhh....
Para inti menutup mata,menyaksikan saudara mereka berlutut pada orang lain untuk pertama kalinya.
Wajah-wajah tampan itu memerah padam dengan suara gigi yang bergemeratuk hebat.
Tak ada yang berani mendekati ataupun bersuara, meminimalisir aura keberadaan mereka.
...........
Sementara di ruang kontrol basement bawah markas be.
Prangk!!
Marsel melempar sebuah lampu duduk yang tepat berada di sampingnya,manik pria baya itu berkilat tajam.
"BEDEBAH ITU... BERANINYA DIA MEMBUAT PUTRA- PUTRAKU MELAKUKAN ITU?!! TIDAK BISA DIBIARKAN...AKAN KUPENGGAL KEPALA TUA BANGKA ITU MEREKA HARUS TAU DIRI!!" Marsel meraung murka.
__ADS_1
Rion menahan tubuh Marsel yang sudah meraih katana Ryu yang tersemat apit di dinding Dojo!.
"Jangan bodoh Marcel! club itu punya aturan sendiri.....percaya saja pada Rayga dia pasti akan membalik keadaan! kau dengar sendiri permintaan Maxim tadi? coba bawa tenang!" ucap Rion ikut emosi sendiri.
"Tidak! tua Bangka tidak tau diri itu harus kubantai no! beraninya dia memaksa putra-putra kita main judi! jika para menantu kita tau...bukan hanya anak-anak bodoh itu yang kena dampak! kita juga!" Marsel menarik rambutnya frustasi sendiri
Para inti generasi Arkansas mengangguk setuju.
Jika para menantu mereka saja tak masalah,tapi nanti ujung-ujungnya istri mereka terbawa-bawa bagaimana?!.
"Tenang dan lihat saja dulu perkembangannya... tidak perlu ribut...kalian tau sendiri bagaimana otak putraku bekerja? dia belajar dengan cepat dari kesalahannya!" Arkansas bersuara.
Pria baya nan berkharisma itu duduk tenang sembari terus menatap hasil retasan Axel.
Dan,Axel sendiri mengangguk membenarkan sembari terus mengawasi keadaan mansion utama yang berisi para menantu juga vila-vila pribadi mereka dimana istri mereka masing-masing telah terlelap.
Dan yang paling penting,para kera kecil biang masalah itu harus tetap tertidur !.
..........
Maxim berdiri tegak,wajahnya tetap menampilkan keangkuhan seorang Houston.
Hukuman telah selesai ia jalankan,dan kini dibawah tepukan penyemangat para saudara nya.
Maxim menatap kembali pada meja poker.
Kini ronde kedua akan berlangsung.
Suara dadu terus beradu didalam kotak.
Dan...
Kotak kembali diletakkan di atas meja setelah putaran cepat dan kuat dari sang bandar.
"Hahahaha...mudah sekali...aku pasang 50 juta US Dollar! kecil!" Zantos tertawa penuh kemenangan.
Rayga menyeringai dingin.
"50 juta US Dollar besar!" Rayga berucap dengan senyum penuh arti.
Sudut bibir Zantos semakin melebar.
Kali ini tak perlu meminta mereka sendiri yang membuatnya hartanya kembali.
"Tunggu bandar! ronde kedua ini sebelum dadu dibuka...taruhan akan berganti sesuai dengan jumlah uang yang terpasang!" Zantos berucap licik.
Bandar menatap kedua sisi.
Rayga melirik saudara-saudaranya menunggu apakah setuju atau tidak!
"Ambil saja big bro! " Maxim berucap berapi-api.
Para inti mengangguk setuju.
Rayga tersenyum samar.
"Baik pasang taruhan!" Ucapnya dengan wajah tanpa ekspresi.
"Pemenang ronde kedua....berhak memerintah pihak yang kalah! apapun permintaan pemenang ,pihak yang kalah tidak dalam hak memprotes!" Seru Zantos culas.
Wajahnya yang picik benar-benar penuh keinginan merampas semua keagungan para pewaris .
Wiguna,para pewarisnya jatuh maka dia akan duduk dikasta tertinggi di underground Eropa dan tentu saja.
Wanita cantik itu,akan mudah ia rampas!.
Satu kali lagi....
Maka dirinya bisa membuat Arkansas jatuh! melalui para putra pria itu,tentu saja!.
Dan dadupun dibuka...
__ADS_1
"TIDAK MUNGKIN!!!"
...TBC...