
...Vote,like dan komentar ya...
...🍃...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🍃...
Angin malam berhembus membawa hawa mencekam,suara bersahutan para penghuni kegelapan mengantar hawa kematian.
Derap langkah cepat terdengar di lorong-lorong gang sempit yang hanya diterangi cahaya bulan.
"Hahahaha..aku suka rasa ini!! rasa hausku..."
"Sudah lama belati ku tidak menemui teman baru!"
Suara tawa mengerikan menggema dengan kalimat yang terdengar begitu menyeramkan.
Sementara tidak jauh..
Dua orang lelaki dengan pakaian serba hitam dan wajah dihiasi luka sayatan baru yang terlihat meneteskan darah berlari,berlari dengan wajah dipenuhi ketakutan sembari terus menengok kebelakang.
Kedua pria itu terus berlari,jika saja mereka tertangkap oleh kelima iblis itu.Sudah pasti mereka akan tamat!.
DORRRRRRRRRRR...
Arkhhhh...
Sebuah peluru menembus paha salah satu dari pria berpakaian hitam itu.
Brukhhh..
"Jangan..jangan tinggalkan aku!!" Pria yang terjatuh itu memohon pada satu temannya yang menatapnya horor.
"Maaf..aku belum mau mati!" Balasnya begitu tak terduga.
Dia ditinggalkan!...
Begitu sial....
"Brengsek.. bagaimana ini?!!" Maki pria itu,sungguh ia menyesal berurusan dengan para iblis itu.
"Hehehe...percuma kau terus lari...kau sudah masuk lingkaran ajalmu..."
"Ck.. buang-buang waktu kami!" Lelaki tampan dengan tindik telinga kanan itu berucap kesal,menatap pria yang jatuh lemas diatas jalanan sempit itu dengan ganas.
"Bagaimana yang satunya?" Pria dengan jaket kulit hitam berucap malas.
"Apa lagi..paling tak lama dia akan mati juga!" Jawab pria tampan dengan rompi putih menutupi tubuh atletisnya.
"Tak perlu banyak bicara...minggir kalian.." suara jengah terdengar,pria dengan wajah blasteran Korea Inggris itu mulai kehilangan kesabaran.
Pria yang sudah jatuh dengan paha tertembak itu bergetar, takut!
Sungguh ketakutan !.
Tentu saja....
Pria berpakaian hitam itu kini tengah menghadapi wajah-wajah mengerikan lima inti dari Blood Eagle!.
Maximus Lee Houston
Cristian Alfa
Raino Leanders Wiguna
Diego Wishnutama
Dan...
Pria tampan yang terlihat berwajah lebih mengerikan terakhir adalah.
Ryuga Stevano Hara!.
"Kau mau kita apakan cacing satu ini?!" Maxim bertanya jenaka.
Ryuga menyerigai,mendekat dan.
Krakhhhh..
Arkhhhh....
"BRENGSEK!! JAUHKAN KAKIMU!!!!" Pria itu meraung kala luka tembak itu diinjak dengan brutal oleh ryuga penuh kekuatan.
Darah mengucur semakin banyak oleh luka dimana peluru dari Raino masih bersarang di sana.
"Well..jangan disini...seret dia ke markas!" Titah raino yang sudah beralih mode second comand.
Diego dan Maxim bergerak,mereka menyeret tubuh pria itu dan melemparnya ke mobil pajero milik Diego.
Tesssttt..
Satu suntikan obat Diego berikan dengan senyum manis.
"Mainan baru....." Diego terkekeh melihat mata korban mereka perlahan tertutup dengan tubuh melemas.
Awalnya kelima pria tampan itu baru saja pulang makan malam dimansion utama,dan setelahnya berniat kembali ke vila masing-masing.
Dan kebetulan mereka akan melewati jalan menuju kediaman Sanders.
Dan apa yang Ryuga lihat setelahnya adalah.
Mobil hitam berbeda yang terlihat mencurigakan,begitu mobil Ryuga berhenti.Maka otomatis mobil para inti yang lainpun berhenti.
Dan apa yang tak sengaja dilihat Maxim sesudahnya cukup membuat pria itu melotot horor.
Balkon kekasih Ryuga itu dipanjati oleh dua orang pria berpakaian hitam.
Maxim,tertawa rendah dan memberi kode yang lain lewat earpeace.
Lalu pada akhirnya,lima predator itupun mengejar buruan mereka yang mencoba mengusik milik salah satu dari mereka.
Bankkkkkkk.....
Ryuga menendang pintu markas cabang dengan menyeret tubuh korban malang mereka dengan manik memerah mengerikan.
__ADS_1
"Kenapa?" Raider bertanya begitu melihat Ryuga nampak kehilangan kendali.
Maxim terkekeh renyah dan menepuk bahu kokoh raider dengan senyum manis.
"Big boss?" Mengindahkan ucapan raider,Maxim justru menanyakan Rayga.
Raider menyorot dingin dan Maxim terbahak-bahak.
Brukhh...
Tubuh pria malang itu dilempar diatas arena yang berada tepat ditengah markas.
Dimana semua anggota dapat melihat langsung apa yang akan terjadi di sana.
"DIA... MANUSIA SAMPAH YANG BERANI MENARGETKAN CALON ISTRIKU! SETELAH DUA YANG LALU KUBUNUH KINI DUA LAGI DATANG... TIDAK MASALAH..SEKARANG,MANA TIM BETA?!!" Ryuga meraung diatas arena,nampak begitu jelas kobaran api dimatanya.
Alarik muncul tak lama dengan wajah dipenuhi senyum manis.
Brrrrrr...
Sungguh,wajah ketua Beta itu sangat mengerikan dibalik wajah tampan penuh senyuman itu.
"Mau apa?.." Alarik bertanya jenaka.
Ryuga menyerigai,dan maniknya kini mengarah pada sosok pria beraura dewa yang baru saja tiba dengan kemeja hitam dan celana jins hitam nampak begitu casual namun menampilkan jelas wajah terpahat sempurna disertai tubuh yang kokoh menjulang.
"Kau dengar aku bukan big boss? bolehkah aku lakukan sesukaku?" Ryuga berucap jenaka,mulai meraih sebuah sarung tangan kulit.
Rayga menyerigai bengis,lidahnya menyapu bibirnya yang terasa kering.
"Bunuh dia....." Desis rayga dengan suara rendah penuh arti.
Mendengar perintah langsung yang ia tunggu-tunggu,Ryuga bersorak senang didalam hati.
"Alarik...lakukan siaran langsung,buat seluruh underground tau...bukan hanya aku...tapi para ketua setiap devisi Blood Eagle tak kalah brutal..buat mereka menonton!" Titah Rayga disambut tawa rendah para inti yang berkumpul juga sorak ancaman para anggota mereka.
Ryuga,melirik anggota delta yang mengerti dan bergerak cepat segera memasang rantai pada tubuh calon mainan baru para ketua mereka.
Turun dan melangkah kesebuah lemari berisi berbagai macam senjata.
Benar,setiap inti memiliki lemari senjata mereka masing-masing.
Menarik sebuah koper yang terlihat baru,Ryuga terkekeh rendah.
"Ck..ck...ck...katana baru?" Gion bercelatuk begitu melihat senjata tajam khas Jepang yang nampak asing dimatanya,bukan dia saja.Namun para inti dan anggota lainnya.
Ryuga mengusap lembut salah satu dari satu set katana dengan berbagai ukuran berbeda.
Rayga terkekeh rendah,duduk sembari memainkan wine pada gelas ditanganya.
"Bangunkan...." Suara rendah penuh aura iblis itu sukses membuat bulu kuduk para anggota berdiri.
"Mulai Ryuga..." Titah Rayganta dengan suara mengalun jenaka.
Dan tak lama....
"Tangan..kaki...mata.. pilihlah..atau perlu kubelah dua tubuhmu?! BERANI SEKALI KAU MEMATA-MATAI RUBIKU!!!!!" raungan murka ryuga terdengar ,begitu pria itu terbangun oleh sengatan listrik bertegangan tinggi.
ARKHHHHHH..
"Le.. lepaskan aku!!!"
"Ka...kalian memang benar..kalian adalah para monster!! bukan manusia...h-"
BUGHH...
KRAKHHH..
Cristian menghantam perut pria itu dengan tinju berlapis sarung tangan bergerigi besi.
"Sudah tau kami bukan manusia..kau malah cari gara-gara?! Go*Lok!!!" Cibir Raino puas melihat kelakuan bengis kedua saudaranya.
Srahhhhh..
"AKKHHHHH...KEPARAT...BUNUH SAJA AKU!!"
Raungan terdengar kala satu bagian tangan pria itu tertebas,tubuhnya bergelantung kala rantai pada sisi tangan kiri terlepas.
"Iuhhhh...darahnya mengotori wajahku! bagaimana aku bisa menemui Jihan dan merayunya?!! sialan kau ryuga!! lakukan lebih rapi!!!" Maxim meraung jijik,pria itu berlari turun dari arena sembari mengusap wajahnya dengan sapu tangan.
Jlepppp..
Satu ujung katana menembus bola mata,benda itu dikeluarkan paksa dan jatuh begitu saja diatas lantai arena.
Bleshhh
Ryuga menginjak benda itu dengan senyum miring.
"AKKHHHHH...TERKUTUK KAU ZEUS DAN SEMUA ANJ*NG PENJ-"
Crashhhhh...
Suara itu menghilang,kepala itu terpisah dari tubuhnya dengan sekali tebas..
Duakhhh..
HAHAHAHAHA
"Bagus Ryuga..bagus saudaraku...." Rayga tertawa dengan menggelegar,iblis tampan itu tertawa dengan penuh kemenangan dibawah mata ribuan penguasa lain dunia bawah yang menonton live mengerikan itu!.
"Siapapun kau yang mencoba mengusik lingkaran keluargaku...kirimkan an*ingmu sebanyak yang kau mau...aku..dan saudaraku..kami akan melenyapkan mu..." Rayga menatap layar kamera video alarik dengan senyum miring,dan malam itu.
Dilain tempat..
Api berkobar penanda perang dimulai...
"Dev.. lakukan!"
.........🍃..........
Victoria melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,namun senyum diwajahnya terlihat aneh!.
Dibelakang mobil Ferrari yang ia kendarai,sejak pulang dari menghadiri doa atas ulang tahun panti tempat ia dulu bersama Raels.
Seseorang mengikutinya!..
Victoria tau ini mungkin masa badai setelah ketenangan sesaat.
Raino sudah memberinya banyak kemanan penjaga,namun dia adalah mantan secret double agent!.
Victoria merasa penjagaan tidak dibutuhkan untuk gadis seperti dirinya,maka dari itu inilah yang ia hadapi!.
"Yang datang...maka datang saja!"
Brrrrrrmmmmm..
Akhirnya Ferarri yang semula melaju dengan batas normal tiba-tiba membanting laju hingga batas maksimal!.
Dan malam itu...
.........🍃..........
Raino keluar dari markas,mengeryit saat menerima pesan penjaga bayangan yang ia taruh disisi Victoria telah gagal.
Gadis nakal itu menipu penjaga yang ia perintah mengawasi gadis itu!..
__ADS_1
Raino menghela nafas panjang...
Apakah menjadi seorang mantan secret agent akan membuatnya tidak akan menerima bahaya suatu saat nanti?
Raino merasa cemas dan frustasi atas sikap gadisnya!.
Brakhhhh..
"Astaga!!" Raino tersentak begitu pintu markas terbuka dari dalam begitu keras dan alarik datang dengan manik menatap rumit.
"Kurasa ada masalah..saat aku tidak sengaja mengecek cctv jalan perumahan Raels... Victoria...." Alarik mengatur nafasnya,salahkan saja dia harus berlari dari ruang kontrol ke basecamp bawah!.
Raino menatap dengan manik berkilat .
"Dangerous!"
"Damn it!!'
Raino segera berbalik,masuk kedalam markas dan meraih kunci motor tercepat yang bisa ia raih.
Pergi dibawah tatapan heran para inti yang belum tau kondisi.
.........🍃.........
" Untuk apa kau menghalangiku...tuan muda Alinston yang terhormat?!" Victoria berucap rendah penuh emosi rumit.
Mobilnya dijegal dan kini ia terkepung.
"Kau harusnya sadar kau itu tak pantas untuk bersama pria dari clan Wiguna itu Victoria! sadarlah hanya kami tempat yang bisa kau gapai!" Devano,pria yang menjagal laju mobil Victoria itu tersenyum rendah dan itu benar-benar membuat Victoria ingin merobek wajah penuh kepalsuan itu.
Victoria bersandar pada body mobil raino itu,terkekeh rendah dan menatap sengit tanpa perduli apapun lagi.
"Kau tau...ketika lampu mulai mati diarena tempat pelatihan itu...aku diam-diam menusuk setiap ujung jari-jariku ini untuk mengingat rasa sakit yang kau dan keluargamu itu sebabkan!"
Victoria menatap para agent terbaik yang kini mengelilinginya,mereka.
Orang-orang yang melalui pelatihan bunuh atau dibunuh! sama halnya dengan dirinya dulu.
Benar.
Victoria adalah agent kelas A.
Dan agent sekelas dirinya membutuhkan agent yang sejajar untuk melumpuhkan perlawanannya nanti,dan yah.
Devano benar-benar niat mematahkan sayapnya !.
"Jangan bicara omong kosong! ikut baik-baik atau kau akan melawan teman-teman yang mengalami pelatihan sama denganmu!" Desis Devano penuh ancaman.
Sringg..
Dua buah belati berujung melengkung tajam keluar dari balik tubuh gadis mantan agent itu.
Victoria menghempaskan sarung belati kembar itu.
Dan senjata tajam dengan bilah berkilau terlihat dibawah sinar sang rembulan.
"Sebuah bunga mekar di dunia yang diisi dengan duri tajam beracun... ada-apa? mengapa aku tidak bisa? biar kau berkata apa....mulai!"
Dan..
Wushhhh..
Empat orang menyerang bersamaan.
Victoria memutar tubuh dengan manik berkilat merah.
Srahhhhh...
Para pembunuh itu,berlabel secret agent!.
Saling bertarung tanpa suara jerit atau raungan.
Mereka sudah kenyang dengan rasa sakit.
Dan Victoria paling tau itu.
Dua mundur dengan pinggang dan paha terkena belati kembar Victoria,dan gadis itu sendiri.
Darah segar menetes dari luka dipipi kirinya.
"Kami hanya alat..saat dunia berbisik dan mereka mulai menyerang bunga kecil berduri itu..." Victoria bergumam lirih.
Melompat dari serangan cambuk dengan ujung tajam.
Srekhh..
Mengigit bibirnya begitu ujung cambuk itu merobek dan melukai perutnya!.
"Ada apa Devano? apa aku tak bisa mencintai? mengapa aku tidak bisa ? aku merasakan cintanya..kami saling mencintai..."
Brakhhhh..
Satu serangan dari seorang pria agent level B menghantam tubuhnya.
Victoria terhempas dan body mobil Ferrari itu penyok akibat kerasnya Victoria menghantam kendaraan itu.
"Omong kosong mu membawa kematian mu Vivi sayangku..." Devano terkekeh puas,para peliharaan keluarganya bekerja sempurna!.
Uhukkk..
Hah..hah..
Nafas Victoria terasa berat,melawan 8 agent terbaik dengan latar belakang para asassins bukan sesuatu hal yang mudah!.
" Hah..hehehe..jangan melihatku seperti itu...aku hanya mencintainya...aku ingin bebas bersamanya...hah...itu saja apakah sulit?" Victoria terkekeh nanar,tubuhnya terasa remuk oleh serangan total tanpa belas kasih kedelapan orang itu.
Menatap Devano dengan manik memerah penuh kemarahan,dendam juga putus asa!.
"Cinta? hahaha..tidak ada kata cinta apalagi yang tulus untukmu Victoria!! sadarlah...masih untung aku bersedia meraihmu..kau harusnya bersyukur..selain tubuhmu memang apa?! kau tau siapa yang aku cinta bukan? sekarang ikut baik-baik jangan terus memancing atau aku yang akan turun langsung mencabut jantungmu!!" Geram Devano sudah tak sabar lagi.
"Jangan membenci kami pada akhirnya Vivi..ini pilihanmu sendiri!" Kekehan pria itu benar-benar membakar seluruh tubuh Victoria tanpa sisa,hatinya terbakar oleh kebencian!.
"TINGGALKAN AKU SENDIRI!! BIARKAN AKU BEBAS..TERKUTUKLAH KALIAN SEMUA PARA ALINSTON!!'
Prankkkk...
Devano melempar tubuh Victoria,tubuh itu bahkan melewati body mobil hingga kaca depan mobil Ferrari merah itu hancur tak bersisa.
"Jika tak bisa kubawa hidup! maka mati SAJA!!"
Raungan Devano terdengar memecah malam.
Victoria tertawa..
Remuk...
"Hiks..pertama kali aku butuh sandaran Tuhan...aku tidak kuat lagi... tolonglah...." Batin Victoria menangis.
Hingga...
Ckiittt...
Sebuah motor sport hitam berhenti tepat diantara mobil Ferrari yang melindungi tubuh remuk Victoria dan kedelapan agent bersama Devano yang berdiri melempar pandangan bak bara api.
"Sudah cukup....!"
...🦇...
__ADS_1
...TBC...