Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Way to the past


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote,like dan komen kasih juga ulasan buat karya El ini.....


...Thanks everyone,without you i'm nothing!...


...🥀...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...And...


...Keep spirit...


...🥀...



Ruangan bercat putih dengan aroma khas obat-obatan menjadi saksi bisu saat seorang pria yang dikenal akan sifat kejamnya,mau menunduk dan meniup letut seorang wanita.


Istrinya!.


Asline menutup mata,bukan hanya lebam.


Lututnya ternyata sobek akibat lantai tempat lututnya terjerembab sudah dipenuhi pecahan vas bunga hiasan pernikahan!.


Semula akibat banyaknya kejadian yang terjadi,asline tak menyadarinya.


Hingga keluar dari aula,pekikan Raino yang menunggu didepan pintu aula-lah yang menyadarkan semua orang kala darah sudah mengalir dikedua kaki jenjangnya.


Dan disinilah dirinya berada.


Health hospital.


"Kalau sakit katakan saja...jangan tahan!" Rayga,pria dengan wajah suram tanpa ekspresi itu meniup kedua lutut sang istri .


Sementara,di sofa ruang praktik itu .


Dua orang dokter menatap sosok Zeus itu jengah.

__ADS_1


Jika Zeus itu bersikeras merawat istrinya sendiri,lalu untuk apa pria ini menyeret mereka keluar dari ruang operasi?!.


Dan kini, kedua dokter tampan itu hanya dijadikan pajangan?!.


Sialan!.


Gabriel dan Diego menghela nafas jengkel.


"Setelah meneteskan alkohol,lalu apa?" Rayga berucap tanpa menatap wajah geram kedua saudaranya.


"Sudahlah big bro..kalau tidak bisa jangan paksa...dokter disini itu kami...biar kami saja yang urus...kau membuang waktu terlalu banyak big bro!" Diego berseru jengkel.


"Jawab saja!" Rayga berucap acuh.


Gabriel menghela nafas panjang.


"luka itu harus dijahit big bro...kau tidak akan bisa biar aku saja!" Rayga menutup mata kala sebuah telapak tangan halus mengusap rahangnya.


"Gabriel benar hubby ..biarkan dia menangani luka ini.."


Suara lirih dari sosok cantik itu menyadarkan Zeus dari tatapan tajamnya pada Gabriel.


Mengelus dada lega,asline tersenyum samar melihat ekspresi wajah Gabriel.


"Baiklah..." Rayga membaringkan tubuh istrinya di atas brangkar.


Wajah cantik itu terlihat pucat,meski begitu tak banyak suara yang keluar dari bilah bibir ranum itu.


"Mommy...." Archer mendekat dan asline hanya mampu mengelus pucuk rambut putra sulungnya itu lembut.


"Ini salah archer mommy....jika saja archer lebih cepat pasti bisa melindungi mommy..." Manik tajam di wajah kecil itu memerah,Rayga menghela nafas panjang kemudian mengangkat tubuh putranya yang terlihat bak anak berusia 7 tahun itu!.


Tinggi dan tegap!.


"Buat apa dad menggendongku?i'm a man..not a little kid!" Suara jengkel dengan mimik wajah dingin menghunus itu sukses membuat Rayga tak tahan mengusak rambut putranya itu.


Archer mendengus namun tak mampu menampik rasa hangat hatinya.


"Kau itu masih pendek! kasihan mommy-mu harus bersusah payah dari atas brangkar-nya demi bisa mengusap rambutmu! diam saja turut sama Daddy!" Rayga membawa archer agar duduk disisi istrinya yang terbaring menatap geli kelakuan tsundere keduanya!.


Asline bersyukur,meski kaku.Suaminya dan putranya dapat bergaul hangat satu sama lain.


"Line...aku akan memberimu bius saja ya..sepertinya luka ini cukup dalam dan ada serpihan-serpihan kecil dari vas yang masuk kedalam lututmu! bisa infeksi sebaiknya cepat!" Rayga menatap cemas,tidak dirinya duga luka istrinya akan menjadi separah ini!.


"Baiklah kami keluar!" Rayga mengangkat kembali tubuh archer yang terlihat enggan berpisah dari sang ibu.


Asline yang memang sudah merasa pusing akibat terlalu banyak darah yang keluar dari luka sobek dilutunya akhirnya menutup mata,ditambah bius yang disuntikkan Diego .


Istri kesayangan CEO Z'industries itu akhirnya jatuh terlelap.


..........


"Hiks...mi,z mau na cama mommy! hiks...tenapa mommy z ndak pulang-pulang? hiks...z mau mommy!"


Raels dengan senyum nanar menggendong batita manis nan gembul itu dengan suasana hati suram.


Raider,suaminya sudah mengabarkan apa yang terjadi di hotel.


Dan, inilah yang terjadi.


Semua orang tengah sibuk bersiap berangkat kerumah sakit sementara dirinya berusaha menenangkan putri kecil kesayangan keluarganya.

__ADS_1


"Mi..beritahu pada Arez! sebenarnya apa yang terjadi?! jangan sampai Arez cari tau sendiri !" Victoria memijit pelipisnya pening,satu Arez sudah membuat dirinya pusing tujuh keliling.Kini ditambah tatapan dingin rexion putranya dan raindres putra raels.


Mengapa seperti anak-anak berkomplot ingin membuatnya cepat menua?!.


Sabar....


"Arez sayang...mommy kalian baik-baik saja hanya ada sedikit masalah dihotel itu sa-"


"Bohong! kalau hanya masalah hotel..archer tidak akan sampai menyelinap pergi begitu saja! lagipula feeling baby z tidak pernah salah,pasti terjadi sesuatu!" Victoria mengeram kesal,putranya ini sangat tidak berakhlak!.


Rexion menyembur ibunya itu ganas.


Victoria menggeplak kepala putra semata wayangnya itu jengkel.


"Mami bicara itu jangan dipotong,anak nakal!" Rexion memgaduh,mengusap keningnya yang sudah memerah akibat elusan sayang ibunya!.


"Ya makanya jujur mi...." Rexion berucap frustasi.


"Hiks...z mau mommy..." Akhirnya tangis lirih itu menyadarkan semuanya.


Raels mengusap lembut air mata putri kecilnya.


"Janji jangan menangis lagi?" Raels mengabaikan delikan tajam Victoria.


Imun z itu lemah,tidak baik membawa putri kecil mereka kerumah sakit!.


"its okey ria...kita beri z vitamin dan nutrisi dulu,jika kita biarkan terus menangis yang ada nanti baby demam!" Victoria menghela nafas,begitu kedua mertua mereka tiba.


Akhirnya semua berangkat bersama menuju rumah sakit.


Wajah-wajah kecil nan tampan itu berubah dingin kala tau arah tujuan mobil Alphard putih yang membawa mereka menemui sang ibu.


.........


Sementara itu...


Diujung lorong khusus perawatan clan Wiguna.


Sosok Mateo berdiri didampingi sahabat sekaligus asistennya.


"Jadi bagaimana sekarang Mateo?" Nathan,pria berdarah Spanyol itu bertanya dengan ekspresi iba.


"Aku akan menemui alin nanti ..saat dia sendiri, sementara itu....aku harus melihat Sagara!" Mateo berucap dengan wajah suram.


Mateo ingat Sagara,anak laki-laki yang dulu kaosnya diberikan amrita untuk ia pinjam saat pertama kali menginjakkan kaki di vila itu.


"Kau tidak merasa aneh? Sejak awal tidak ada sosok tuan Santanu! juga... asline,biar bagaimanapun umur 23 tahun bukankah umur normal seseorang menjabat sebagai direktur utama sebuah hotel sebesar gradian universe! yah..walau ada paman juga kakaknya yang membuatnya bekerja dibalik layar..harusnya paman Santanu masih cukup kuat menjabat!" Nathan berucap sembari menatap pintu diujung lorong dengan lamat.


Mateo menyadari apa yang dikatakan Nathan.


Kemana sosok Santanu?.


"Apa jangan-jangan rumor bahwa..."


"Diamlah Nat!" Mateo menyentak Nathan dengan ekspresi dingin.


Tidak...


Dia tak ingin percaya sebelum bertanya langsung pada adik angkatnya!.


Wanita baik hati itu,ibu angkatnya.

__ADS_1


Tidak mungkin sudah tiada bukan?!.


...TBC...


__ADS_2