Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Battle soul


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...



...Vote,like dan komen...


...☘️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...☘️...


...Keep spirit...


"Kalo benar memang kau bisa apa? hei pak tua...kau ini sudah bau tanah! bahkan umurmu itu beda 5 tahun dari para ayah kami...so...dari pada memikirkan harta,lebih baik fikirkan apa kau sudah sewa lahan belum untuk pemakamanmu?" Maxim berucap dengan nada main-main.


Pria tampan berdarah Korea inggis itu duduk malas dengan gelas cooktaik yang bergoyang ditangannya.


Rahang Zantos menggeras,kepalan tangannya menghantam meja dimana minuman para be bersaudara ditempatkan.


Brakhhhh!!


"KURANG AJAR! KAU SUDAH BOSAN HIDUP SEBAGAI TUAN MUDA MANJA HAH?! PERLU KUJAHIT MULUTMU?!" Zantos meraung,menarik kerah kemeja Maxim hingga putra Marsel itu akhirnya bangkit dari duduk malasnya.


Maxim,menatap pria baya itu jengah.


Situasi mulai tidak kondusif,bahkan hinggar binggar musik mulai berhenti.


Tentu saja,siapa orang yang tak mengetahui meja itu berisi tempat para pewaris clan Wiguna berada,dan kini ada keributan disana?!.


Siapa yang masih berani bersenang-senang dan menyetel musik DJ dengan keras?.


Para inti hanya duduk santai sembari sesekali menggigit anggur ataupun camilan mereka.


Menatap bak melihat sebuah tontonan manis.


Karena mereka tau,mental Maxim tidak serendah itu untuk dibuat takut!.


Wushhhh....


Satu tebasan tangan,dan cengkraman Zantos terlepas dengan tubuh pria baya itu yang sedikit terhuyung.


Ansol dan Greg,kedua kaki tangan pria baya itu segera sigap menahan tubuh bos mereka.


"Orang tua ini benar-benar bikin kesal! kalau untuk dia..nasihat mendiang mommy Liora untuk menghormati orang tua itu tidak berlaku! si zentos ini lebih mirip setan berwajah manusia!" Maki Maxim dengan gumaman samar.


Puft....

__ADS_1


Bwahahahah.....!!


Kini,semua mata tertuju pada sosok pria dengan kaos tertutup jaket kulit.


Raino...


Pria itu entah mengapa tiba-tiba tertawa terbahak-bahak sembari memukul punggung Gabriel yang duduk tepat disampingnya.


"Sakit gob*ok! kau kira punggung ku samsak-mu?!" Gabriel memaki emosi.


Sudah terkejut akan suara rawa keras dari Raino,kini dirinya malah jadi sasaran pukulan keras si gila ini!.


"Sorry...sorry...habisnya lucu! max..saat seperti ini sempat-sempatnya kau mengingat nasihat mom Liora?! hahahaha..kocak!" Raino kembali tertawa,hingga.


Bugh..!


"Diam bodoh!!" Dengan sadisnya,raider memberi bogem mental kearah wajah saudara kembarnya itu.


Tawa Raino terhenti berganti makian kesal dan ringisan tertahan.


"Kau kalau mukul itu bilang-bilang!" Cerca ayah dari rexion itu emosi.


"Mana ada orang mau pukul bilang-bilang bodoh! otakmu kau gadai dimana?! " Diego menimpali kesal sendiri.


Rayga menguap malas.


"Enough! now...tell me what do you want?" Rayga berucap malas,menatap tak minat pada zantos dan kawanannya.


Zantos merapikan kerah mantelnya sinis.


Berdiri dengan tegak menatap kearah para pewaris yang sudah menjadi pelaku pencurian uang dan emas-emas nya!.


"Apa lagi kak? dia pasti ingin menangis meminta kau mengembalikan isi box-box miliknya...." Kali ini arshen berucap jenaka.


Mayjen muda itu tengah sibuk dengan ponselnya,berkirim pesan dengan sang istri mencari tau tentang kapan bayi kecilnya akan dibawa kembali oleh ayah mertuanya.


"Jangan sembarang bicara kau bedebah! dasar pencuri tidak tau malu!" Greg menyembur emosi.


"Pencuri? wah....memang iakah? sejak kapan kita jadi pencuri?" Dengan wajah polos,atau pura-pura tepatnya.


Ryu berucap dengan wajah tercengang dramatis.


Menenangkan emosinya.


Zantos menatap Rayga yang duduk santai seakan menikmati pertunjukan.


"Bagaimana kalau kita berjudi?"


Hening.......


Ucapan Zantos seketika disambut keheningan.


"Kami tidak main permainan kotor seperti itu!" Raider buka suara,wajah tampan itu terlihat begitu dingin.


"Hahahaha..kenapa, takut?" Tawa remeh ansol pecah.


Arshenio menggebrak meja,menunjuk wajah ansol bengis.


"Kau pria hina jangan samakan permainan kami dengan kau..dan gerombolan kalian! berjudi? hanya orang miskin yang butuh keberuntungan yang memainkan permainan itu!" Sarkas arshenio geram.


Bukan apa-apa!.


Hanya saja....


Selama ini,dari mereka masih anak-anak,remaja hingga dewasa.


Arshenio tau jelas,belum pernah dirinya melihat satupun saudaranya yang pernah memainkan permainan itu.


Dan Zantos.

__ADS_1


Siapa di dunia bawah yang tidak kenal pria baya licik itu?!.


Penuh tipu daya seperti ular berbisa!.


"Sudah dikatakan...jika takut mundur saja dan akui kalian memang benar mencuri...dan segera jika bertemu denganku lagi..maka tundukkan kepala....maka aku akan melupakan segalanya..." Zantos berucap disertai tawa sinis para anak buahnya.


Para inti hendak berdiri,meraung murka.


Namun.


"Tidak perlu emosi..hanya berjudi saja takut apa? main.. main saja" Rayga berdiri dengan seringai dingin khas diwajahnya yang tampan.


Menggulung lengan kemejanya.


"Jika anda semua benar-benar siap hancur? maka datang dan ambil kesempatan terakhir untuk pamer..." Rayga berucap rendah,senyum main-main terulas di bibirnya yang merah muda pucat.


Bibir pria yang sehat,tanpa sentuhan noda nikotin! tentu saja.


Zantos mengepalkan tangannya saat harga dirinya sebagai senior di underground terasa diinjak-injak oleh anak Hades itu!.


Aura intimidasi dibalik wajah muda itu mencoreng nama besarnya di dunia assassin selama 45 tahun!.


"Kenapa? anda terlihat tidak senang Mr Zen? anda telah melemparkan undangan terbuka pada kami...biarkan saya menemani anda duduk dan bermain" Kembali,suara bernada terkesan terlalu meremehkan itu terdengar.


Tercengang!.


Semua jatuh kedalam keheningan yang terasa berat!.


Selama ini,belum pernah terdengar satu kabarpun bahwa putra sulung clan Wiguna ini bisa memainkan permainan berjudi!.


Taruhan dengan judi adalah sesuatu hal yang tabu di clan besar itu.


Berjudi...


Hanya seperti dua garis tipis antara neraka dan surga.


Pemenang akan mendapat hasil taruhan yang begitu besar dan yang mengalami kekalahan akan dianggap sebagai pecundang!.


Bagaimana Zeus yang begitu terhormat ini bisa setuju berjudi?!.


Badai gemuruh berkecamuk di fikiran semua orang,terlebih para inti.


Menatap tak percaya.


"Big bro...kau yang benar saja?! kita tak tau apa yang ingin dimainkan pria tua ini?! lagipula kapan kau pernah menyentuh perjudian?! kita tak tau sistem apa yang club ini pakai... bagaimana kalau istrimu dan istri kami tau tentang judi ini?! big bro...sadarlah..." bisik xain getir.


Sungguh,CEO delta time ini benar entah ingin menangis atau tertawa!.


Namun..


Arshenio tertawa,jika kakak sulungnya sudah berkata seperti ini.Siapa yang tau taktik Zeus ini nanti?.


"Hahahaha..Mr Zen... kau dengar bukan? kurasa kau harusnya senang sekarang! siang dan malam kau sudah lelah berfikir bagaimana membuat apa yang telah dicuri kembali...pasang taruhan dan kakakku sudah setuju bukan?!"


Arshenio tertawa jenaka.


"Baik! jangan ada penyesalan..come and get it!"


Seru Ansol berdiri dan beranjak menemui pemilik club.


Mempersiapkan lantai dua sebagai arena pertempuran mental.


Dibawah tatapan para inti yang menatap arshenio jengkel atas ucapannya dan Zeus atas tindakannya!.


Semoga saja Zeus ini menang atau mereka tak akan sanggup membayangkan konsekuensinya!.


...TBC...


...........

__ADS_1


__ADS_2