Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Makan hati


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote,like dan komen...



...🍃...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍃...


"PAPA!!! ANAK KITA KEMANA?!"


Pagi hari,bukan suara merdu yang membangunkan tidur Raider!.


Namun suara menggelegar panik sang istri!.


Raider melompat dari tempat tidur,menatap linglung sembari tanpa sadar menampilkan wajah bantalnya!.


Raels geram,wanita cantik itu mengguncang tubuh atletis suaminya panik.


"Pa!! Raindres sama Rex tidak ada dikamar mereka!! mama sudah suruh cari semua maid bahkan kepala butler tidak tau anak-anak kemana?! cari pa!! Daddy sudah menunggu dibawah mau bawa anak-anak pelatihan!!" Raels meraung panik.


Raider berkedip akhirnya sadar sepenuhnya.


"Mama jangan panik! anak-anak nakal itu pasti bersembunyi lagi karena tak ingin pergi dengan Daddy! coba tanya Victoria atau raino? mungkin anak-anak sama mereka..." Jelas raider sabar sembari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,sedikit kaget begitu melirik jam yang nampak sudah pukul 8 pagi!.


Sial..!


Dia ada meeting jam 9 nanti dengan client dari Dubai!.


Grephhh!!.


Tubuh raider terhuyung atas sambaran istrinya pada lengannya.


Untuk refleknya kuat jadi tak jatuh menimpa tubuh semampai itu!.


Sabar ....sabar....


"Honey?" Raels melotot geram,raider akhirnya paham istirnya tengah mode senggol bacok!.


"Papa ini paham tidak mama bilang anak-anak tidak ada?! Victoria dan Raino juga sedang sibuk mencari mereka..Daddy sudah mau murka dibawah karena dibuat menunggu! a-"


"Pakai cctv carinya honey..buat apa panik dan marah-marah begini? mau keriput wajahnya?..." Dengan sabar raider mengusap wajah merah padam istrinya..


Raels berkedip bungkam.


"Hehehe..mama bisa lupa ya mansion ini ada cctv-nya? muachhh..papa pintar ya sudah mama pergi bagi tau ria sama raino dulu...bye papa sayang...." Raels berlari keluar setelah mengecup basah pipi suaminya.


Raider terkekeh dan kembali menuju kamar mandi, untuk apa mengkhawatirkan para monster kecil itu? mau hilang kemana jika di mansion ini saja hampir sama ketatnya dengan barak militer?!.


Tertawa geli,raider menutup pintu kamar mandi.


.........


Ketiga orang dengan wajah masam itu menatap layar cctv dengan senyum paksa .


Mereka sibuk ketar-ketir mencari,sedang yang dicari ternyata di bawa pergi oleh putra sulung keluarga ini?!.


Sia-sia kepanikan dua istri muda Wiguna ini!.

__ADS_1


"Bukan papi sudah bilang...buat apa kalian ribut mencari? tidak mungkin ada penculik yang berani memasuki tanah Wiguna?" Rion berucap geli pada kedua menantunya.


"Benar! harusnya kalian tidak perlu terlalu heboh! lihat macan sudah terbangun akibat teriakan panik kamu reals..." kayra berucap sembari melirik Arkansas yang berwajah gelap.


Arkansas jika akhir pekan begini memiliki jam bangun antara pukul 9-10 pagi!.


Dan tepat pukul 7 tadi dia terbangun akibat Victoria yang menggedor pintu kamarnya kencang untuk mencari kedua anak nakal itu.


Yah, kamar-kamar tak lagi memakai peredam sejak mansion ini memiliki anak-anak lagi!.


Victoria terkekeh nelangsa,bergidik atas aura kejam Arkansas!.


Yah, dirinya saat itu panik hingga tanpa pikir panjang berani mengetuk pintu hades!.


Tolong jangan salahkan dirinya!.


"Tapi...buat apa Big bro membawa anak-anak itu semalam? mana wajahnya seperti malaikat pencabut nyawa?! aku saja ngeri melihat cctv!" Raino berucap sembari menatap wajah-wajah keluarganya yang seketika jatuh aneh.


"Yah..berdoa saja semoga anak kalian selalu dilindungi yang kuasa.." Arkansas bangkit,dengan wajah masam hendak kembali ke kamarnya.


Raider mendengus kesal, apa-apaan pria baya satu ini?! memangnya anak mereka mau pergi berperang?!.


Langkah Arkansas terhenti tiba-tiba.


"Ada-apa ini? kenapa wajah kalian begitu aneh?" Semua wajah jatuh tercengang begitu menoleh.


"HOOOO...MY LITTLE BROTHER!!! ARSHEN I MISS YO-"


Arshenio segera menahan wajah Raino yang mendekat hendak memeluknya.


Mayor jendral muda ini tersenyum jijik.


"Arshen?! anak mami....." Kayra berucap dengan senyum binar.


Wanita baya itu segera memeluk tubuh tegap anak laki-laki bungsu mendiang Liora itu haru.


Arshenio membalas pelukan ibunya,wajah tampannya yang semakin penuh wibawa dan dewasa segera teralih pada sosok pria baya yang berdiri tak jauh sembari tersenyum samar.


"Dad...." Arshenio berucap dengan senyum jenaka diwajahnya,pria itu melepas pelukan dengan ibunya,kayra menghela nafas tak rela.


Arkansas terkekeh saat anak laki-laki bungsunya memeluk erat tubuhnya dengan gemetar .


"I Miss you so much dad...everyday..." Arshenio berucap getir.


Dirinya hanya rindu keluarga juga calon istrinya!.


"Hahahaha...kau menangis?" Arkansas bergurau,namun tanganya naik mengelus punggung sang putra.


"No...aku tertawa!" Sarkas Arshenio menghadapi guyonan sang ayah.


"Dad....em....Sera hamil...dan itu anakku!"


Hening......


"APA?!" sentak kayra dengan wajah terbelalak..


"Bwahahahah..sejak kapan?! "Raino tertawa terbahak-bahak .


Gila adiknya satu ini,pergi selama dua tahun dan tiba-tiba sudah membuat isi anak gadis orang?! luar biasa!.


Arshenio meringis melihat wajah datar ayahnya.


Arkansas mengangkat satu alisnya penuh makna.


Arshenio menghela nafas panjang.


"Sebenarnya...sudah 4 bulan yang lalu,Sera datang dijemput ajudanku saat aku tertembak waktu itu..Sera merawatku...Daddy tau bukan dia seorang dokter sekarang? yah..malam itu terjadi tanpa arshen perhitungkan...dan sekarang Sera sudah isi 4 bulan..." Arshenio meringis merasakan tatapan lahar dari belakang.


Grephhh....


"Kamu tertembak ? mana co..coba kasih lihat mami?" Kayra dengan suara bergetar menelisik tubuh putra bungsu Liora ini.


Arshen tersenyum,memeluk tubuh ibunya ini dengan senyum teduh.


Kayra sama seperti Liora.


Mereka adalah ibu terbaik dengan cinta tulus tanpa banyak kata!


Bahkan kayra,meski bukan ibu kandung mereka,namun cintanya sama besar meski tertutup sifat kerasnya!.


"Sudah baik-baik saja mami...Sera sudah mengobati lukanya dan itu sudah 4 bulan yang lalu..." Arshenio menghapus air mata kayra,ibunya ini punya hati lembut hanya mendengar jika salah satu anaknya terluka maka jatuhlah air matanya!.


"Kamu ini Mayor Jendral! selalu menghadapi perang bagaimana mami tidak cemas?" Kayra melupakan prihal kehamilan Sera dulu,kondisi arshen lebih penting baginya!.

__ADS_1


"Baiklah...kapan mau menikah?" Arkansas mengintrupsi.


Kayra mengangguk sembari membawa Arshenio duduk disampingnya.


"Minum dulu Shen..kamu terlihat kurus!" Kayra menyodorkan segelas teh hangat yang beru tersaji oleh para maid.


"Kudengar kakak ipar tengah hamil? menghitung bulan..mungkin bulan depan saja dad kalau tidak ada kendala...aku menunggu janin Sera kuat dulu..Daddy tau pernikahan itu melelahkan apalagi Sera tengah hamil..." Jelas Arshenio setelah meneguk teh pemberian kayra.


Arkansas duduk,saling menatap dengan rion yang nampak berwajah serius.


"Beberapa bulan belakangan ada pergerakan yang mencoba menerobos batas wilayah...konflik sering terjadi hingga beberapa kali kakak sulungmu harus berurusan dengan interpol! Line sedang hamil sekarang...Daddy tidak mau sesuatu terjadi saat kalian para lelaki sibuk dengan konflik internal dan eksternal! Arshenio...maukah kau dengar pendapat Daddy?" Arshenio duduk tegak saat mendengar nada serius dari ayahnya.


Biasanya Arkansas akan terlihat tenang,namun kini meski berwajah tenang Arshenio dapat melihat gejolak di manik tajam ayahnya.


"Katakan dad..." Arkansas mengangguk.


"Xain juga berencana menikah tahun ini...bersama Brixton yang sudah melamar resmi..Daddy sudah berbicara dengan kakekmu... pernikahan kalian harus dilakukan secara internal..tidak perlu menggelegar pesta besar karena masa saat ini memang tenang...namun dari mata-mata kita di seluruh perbatasan London...ada beberapa pihak yang berusaha menyabotase dan menyerang secara halus....Jika kita menggelar pesta.. Daddy hanya berfikir...itu akan jadi celah saat semua inti organisasi turun... bagaimana pendapatmu?" Arkansas menjelaskan dengan wajah dingin ditambah aura hitam.


Saat ini....


Itulah mengapa Arkansas sedini mungkin mengajarkan para cucunya bela diri dan penggunaan senjata! siapa yang tau saat anak-anak itu harus melindungi diri sendiri tanpa bantuan orang dewasa?.


"Apapun keputusan Daddy dan kakek..kurasa tidak perlu dipertanyakan! tidak masalah...selama kami mendapat surat nikah!" Arshenio berucap tegas.


Arkansas mengangguk puas.


"Karena kalian semua para putra clan Wiguna sudah menikah..kalian punya tanggung jawab menjaga istri dan anak kalian...sampai kita tahu sebesar apa kekuatan pihak luar..lebih baik mencegah sedini mungkin! "Rion menambahkan,ayahnya Rafendra sudah tak punya kekuatan seperti saat mereka masih muda dulu.


Bukan takut,hanya saja pikiran licik manusia siapa yang tau bisa seberapa jauh?!.


Hanya berjaga-jaga!.


Mereka,clan Wiguna bukanlah tahta kerajaan langit!.


Mereka juga hanyalah manusia biasa yang berusaha membuat diri semakin kuat demi menjaga milik mereka sendiri!.


Wanita dan anak-anak mereka!.


"Baiklah... bicarakan dulu dengan Sera jika dia setuju kalian menikah akhir bulan depan! benar...kami hanya memberi tahumu,mungkin kakek dan nenekmu tidak akan bisa hadir...kesehatan nenekmu sedang tidak baik...kau tau usia sudah memakan habis vitalitas masa muda mereka...jadi lakukan panggilan Vidio dan hibur mereka..." Kayra berucap sembari tersenyum samar.


Mengangguk,para pasangan muda itu hanya bisa menghela nafas panjang.


.........


Z Residen...


Manik tajam itu menghunus gelap dengan wajah suram yang tak membuat tiga orang dihadapannya bergeming.


"Mommy Rex mau itu...mommy suapi ya...?" Rex,bocah tampan dengan kaos kuning bergambar sponsbob itu melirik rayga dengan penuh kemenangan.


"Yang mana sayang ? " Asline yang tengah mengusap mulut Raindres yang terkena saos spaghetti segera beralih menatap Rexion.


"Itu mom....sandwich tuna..." Rexion menjawab riang.


"Sini mommy suap..say aaaaa...huh pintarnya anak mommy..." Asline terus membuat gerakan seperti pesawat terbang dimana sandwich itu segera mendarat di mulut Rexion yang sudah melempar senyum provokasi pada sang ayah,rayga!.


Rasakan!.


Siapa suruh membuatnya muntah sepanjang malam?! sekarang lihat balas dendam bocah 2 tahun ini!.


"Dear...suamimu ini belum makan...." Rayga berucap datar.


"Astaga hubby maaf aku terlalu sibuk dengan doubel R! mau makan apa ? sini aku siapkan buat kamu.." Asline hendak meraih piring suaminya,senyum puas rayga terbit.


Namun senyum itu segera luntur!.


"Daddy.....Daddy itu pria dewasa! orang dewasa harus memberi makan anaknya...mommy sedang memberi makan kami maka dari itu Daddy harus bisa makan sendiri....papi saja tidak pernah diurus mami! Daddy harus gantle dan biarkan mommy memberi makan kami...." Raindres berucap dengan wajah serius.


Rexion mengangguk setuju sembari menangkup wajah asline dengan kedua tangan kecilnya.


"Mommy...Rex masih lapar... aaaaa..." Wajah putih dengan lemak bayi dikedua pipinya,manik bulat berkedip polos serta tatapan bak anak puppy!.


Asline memekik sembari menciumi pipi gembil Rexion gemas.


Lupa pada suaminya seketika!.


Rayga pundung dengan air mata imajiner!.


Rex + Rain + Line \= Zeus K.O !


Ingatkan dirinya,jangan pernah berbaik hati pada anak laki-laki!.


.....TBC.....

__ADS_1


__ADS_2