
...Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya 🌹...
...🥀...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🥀...
Tidak ada satupun yang membuka suara.
Empat orang pria tampan itu berdiri dengan sorot mata kejam didepan pintu masuk sebuah mansion.
Keempatnya terlihat dihiasi peluh yang membasahi wajah tampan mereka,baru saja pulang dari joging mengelilingi tanah mansion,mereka disuguhi penampakan sosok pria yang membuat mereka tidak senang!.
"Jangan berfikir karena kontribusi dirimu membantu kami saat itu maka kau kami bebaskan menemui little princess kami!" Raino,pria dengan setelan kaos polos dan celana olah raga berwarna hitam itu berdiri dengan tatapan sinis.Menatap sosok pria yang pagi-pagi sekali sudah berani datang dan menganggu pagi cerah mereka.
"Pulang...!" Disisi lain Raider berucap dengan senyum jenaka,namun sorot matanya dipenuhi kejahatan.
"Kami tidak menerima tamu...." Arshenio berucap sinis.
"Maafkan para saudaraku your higness,tapi tolong kembali karena anda tidak diterima disini...." Sosok Diego berucap ramah.
Keramahan palsu yang begitu nyata!.
Sosok tampan dengan rambut pirang pucat dengan pin royal kingdom tersemat dikemeja bagian dada kiri itu tersenyum tak terpengaruh.
"Saya kemari hanya ingin menemui Putri kecil Wiguna..tidak dengan satupun dari kalian..." Brixton berucap jenaka.
"Pufttt.......sungguh kau luar biasa kakak!" Brian hampir menyemburkan tawa melihat betapa berwajah tebal sang kakak.
Para pangeran Wiguna itu berdiri dengan wajah mencibir.
Hal yang tak mereka tau adalah,perasaan adik mereka pada sosok Brixton mulai berubah dengan sosok lain yang telah berganti alter.
Brixton,dengan segala keteguhannya.
Seandainya tatapan bisa membunuh, Brixton akan mati ribuan kali oleh tatapan ganas para putra Wiguna.
Sayangnya, Brixton terlalu masa bodoh akan reaksi para kakak dari gadis yang ia incar.
"Kakak apa yang sedang kalian lakukan? mengapa kalian berubah menjadi penjaga? apakah kini kalian ingin menggantikan posisi kak morio juga para penjaga lainya?" Suara archana yang manis terdengar dari belakang tubuh-tubuh besar para kakaknya.
Raino mendelik.
"Penjaga dari mana archa?! kamu tidak lihat wajah tampan para kakamu ini? bisa-bisanya kamu samakan kami dengan para penjaga gerbang! penjaga? ck!" Dengus raino akan ucapan sang adik.
Archana terkekeh geli,meraih lengan sang kakak dan bergelayut manja disana.
"Kakak masih pagi jangan marah-marah,nanti keriput seperti kakek bagaimana?!hihihi...horor...." Gadis manis itu terkikik geli dengan wajahnya yang tak berdosa.
Raino terbelalak mengelus dada sabar.
"Cha..jadi ikut aku?" Suara Brixton menginstruksikan.Panas dingin dirinya melihat sikap manja archana pada laki-laki lain meski itu kakak gadis itu sendiri.
"Brixton!!! jadi...." Archana melepas pelukan dilengan Raino dan beralih meraih tangan Brixton hingga senyum culas pria itu terbit menatap wajah jengkel para kakak archana yang menatapnya bengis.
"Dek! kenapa kamu hanya memanggil dengan nama? dia lebih tua darimu sayang...." Ucap Raider penuh maksud terselubung.
Archana mengeryit tak paham.
"Tapi Brixton sendiri yang menyuruh archana memanggil hanya dengan nama!" Archana mengelak ucapan licik raider.
"Kamu kan bisa panggil dia pangeran mungkin kakak...dia lebih tua darimu dek!" Diego berucap sabar tak yakin juga akan usulnya.
Archana menatap para kakaknya aneh.
Kak?.
Tapi....
"Tapi Brixton bukan kakak archa,kak Diego.Tapi......." archana menatap Brixton dengan kepala mendongak lucu.
Pria berdarah kerajaan murni itu tersenyum penuh kemenangan.
"Tapi....?" Raino mulai merasa ada yang tidak beres!.
"Tapi Brixton adalah pria archa! hihihi...ya sudah kak archa mau pergi dulu kencan sama my boyfriend.... bye-bye.."
Duarr
Bak petir menyambar.
Raino limbung melihat kepergian sang adik.
Diego menggeleng horor.
Arshenio jatuh terduduk diatas undukan tangga dengan raider yang membisu.
__ADS_1
"Dia...dia...DIA MENCURI ADIKKU!!!" Arshenio meruang dengan wajah terdistorsi.
Tawa Raino pecah bak setan dari neraka.
"Ma..mari berkumpul...kita..kita harus habisi pria pencuri itu!!!!" Diego tergagap dengan manik berkilat hampa.
Sementara para pria Wiguna terpukul, Brixton pergi dengan kemenangan disertai tawa pecah Brian sebagai supir khusus.
Archana mengeryit tak tau apa yang sudah ia lakukan dan bencana apa yang akan datang oleh ucapannya!.
Yah...
Berdoa saja agar Brixton cukup kuat menghadapi sembilan pilar berdarah dari clan Wiguna generasi sang Zeus!.
.........
Vip room Healthy Hospital....
Sosok tampan dengan kemeja hitam juga celana kain jahitan tangan khusus itu perlahan membuka pintu.
Rayga tanpa sadar mengulas senyum lembut saat mendapati sosok yang bak mummi itu tengah terlelap damai dalam tidurnya.
Namun semua perban itu tak mampu menutupi jejak aura cantik dalam setiap lekuk dan hembusan nafas disertai bayangan panjang dari bulu mata lentik yang kini membayangi tidur indah sang ratu.
Berjalan dengan langkah perlahan,hingga sosoknya kini berdiri disamping ranjang rawat sang istri.
Rayga mengangkat tangannya,meraih telapak tangan rapuh itu.
Tangan yang begitu kecil,terasa lembur dan begitu pas dalam balutan telapak tangannya yang besar dan kokoh.
Hanya saja kini ada sedikit lecet karena terlalu lama memegang belati saat pertarungan itu!.
Denyutan rasa sakit menghantam saat tangannya mengusap luka lecet di telapak tangan mungil istrinya.
Rayga melepas sepatu kulitnya,menaiki ranjang dan berbaring disamping sang istri terlelap.
Grephh...
Meraih tubuh asline dan meletakkannya di dekapan tubuhnya.
Dengan lembut memeluk dan mencium kening juga pipi istrinya.
"Enghhh..." Rayga tersenyum samar saat manik indah itu perlahan mengerjap dengan lenguhan penuh kemalasan.
Menggemaskan dengan wajah bantalnya!.
Degggg..
Asline terdiam melongo.
Mengapa ia seperti melihat wajah iblis es itu?.
Asline belum sadar sepenuhnya,menaikan telapak tangannya dan menyentuh alis hitam nan tebal itu.
Blushhhh...
Entah bagaimana tiba-tiba rasa panas menjalar saat manik tajam itu tak berkedip menatap wajahnya.
Turun menyusuri kelopak mata yang membingkai manik tajam dan selalu dingin itu,hidung tinggi mancung sempurna lalu.Bibir tipis yang kini tertarik miring.
"Bahkan mimpi saja terasa nyata? " Asline bergumam linglung hingga jarinya masuk kedalam mulut sosok pria tampan itu dan akhirnya berakhir tergigit .
"Akhhhhh! bukan mimpi!!!" Asline berseru dengan ledakkan tawa Rayga yang gemas melihat wajah bodoh istrinya .
"Hahahaha..aduh amour tolong jangan terlalu menggemaskan! aku tidak kuat.....!" Rayga tertawa renyah sembari mengigit pipi putih asline dengan ganas.
"SAKIT!! OH..KAU TAU MASIH PUNYA ISTRI? MENGHILANG SAAT AKU SADAR DAN TIDAK MELIHATMU,LALU SEKARANG DATANG DAN MELAKUKAN KEKERASAN PADAKU?! LAKI-LAKI BODOH!!" Amuk asline sembari memberontak berusaha keluar dari pelukan maut Rayga.
Sungguh menjengkelkan!.
Rayga tertawa semakin gemas,meraih dan mencium brutal pipi juga bibir yang mulai mengomel kata-kata penuh mutiara hati itu.
"Hahaha.. baiklah... baiklah sayangku jangan marah! aku pergi bukan main-main,aku punya sesuatu untukmu!" Rayga berucap rendah dengan deep voice nya hingga kemarahan asline mereda dengan rona merah akibat suara maskulin itu .
Rayga terdiam menatap asline yang menatap wajahnya tak berkedip.
Glek....
Perasaan panas itu datang lagi!.
Dirinya sangat menginginkan sentuhan dan jemari lentik itu lagi,manik tajamnya turun hingga sampai pada bibir bak kelopak bunga mawar itu .
Itu pasti terasa lezat dengan kelembutan juga rasa manis bak nektar bunga!.
Asline terdiam kaku,mendapati jejak kabut gelap dimata suaminya.
Asline menegang kaku,berusaha memberi jarak namun semua percuma saat belitan dari tubuh kokoh itu bak kunci yang tak bisa terbuka!.
"Ra..Rayga..aku..aku masih seperti mu- mmphhh!!!" Asline terpaku dengan manik terbelalak saat bibirnya terbungkam dengan decapan yang begitu menggebu penuh kerinduan juga gair*h.
Asline menutup mata,mulai terbuai oleh belaian permainan lidah panas yang mulai memaksa masuk dengan gigitan nakal yang mulai bermain di setiap jengkal bibirnya.
Wajahnya perlahan memerah dengan lenguhan penuh kenikmat*n panjang.
"Aku lapar amour....sangat lapar! jika tidak mengingat kondisi tubuhmu aku ingin makan sampai kenyang....."
Degggg...
Jantung asline berdebar keras,suara penuh keinginan yang terbakar oleh cinta membuatnya memgigil.
Dirinya tau maksud dari rasa lapar itu!.
Rayga menatap wajah merona asline dengan putus asa.
Sudah hampir sebulan sejak penculikan, penyelamatan bahkan proses penyembuhan ini berlangsung.
Dirinya sungguh merindukan bibir ranum itu.Rasa manis tubuhnya,lembut cantik kulit madunya juga lentikan jari-jari mungil yang membelai tubuhnya hingga rasa penat kelelahan bekerja yang ia rasakan sirna begitu saja.
Sorot mendamba juga keinginan kuat memiliki tergambar jelas dari manik yang kini menyorot sayu.
Sungguh hebat dirinya mampu menahan kerinduan untuk dirinya juga junior Kecil dibawah sana begitu lama!.
__ADS_1
Rayga terkekeh rendah.
Huftttt...
Manik tajam itu perlahan tertutup menikmati elusan lembut pada rahangnya.
Rayga dengan lembut memeluk tubuh istrinya,berharap menjaga agar rasa sakit tak datang tiba-tiba.
Istrinya begitu memikat!.
"Rayga ada apa?" Asline bertanya saat pria tampan yang berstatus sebagai suaminya itu justru tertidur,bukankah tadi dia mengatakan memiliki sesuatu untuknya?.
Asline mulai menatap jengkel saat pria itu justru meraih tangannya dan dengan nakal mengecup setiap jengkal jemarinya dengan jilatan nakal.
"Ray.....jangan begitu......." Asline mulai merengek kesal saat Rayga justru mempermainkan dirinya dengan gigitan kecil di setiap titik sensitif telapak tangannya!.
Pria mesum ini!....
Rayga terkekeh gemas dan bangkit dengan senyum penuh kebahagiaan.
"Baiklah sayangku,kini aku tak akan main-main lagi!" Bangkit turun dari ranjang dengan sedikit enggan.
Rayga meraih sebuah kursi roda dan mulai meraih tubuh istrinya untuk diletakkan perlahan pada benda itu tak perduli raut bingung wanita cantik itu.
"Rayga aku tidak bisa pergi tanpa izin dokter! bagaimana dengan infusku?" Asline bertanya gusar melihat suaminya itu sibuk sana-sini entah melakukan apa!.
"Tenang Amour,percaya padaku sekarang biar aku urus infus ini hingga kamu bisa membawanya kemana saja tanpa takut akan terlepas!" Jelas rayga dengan wajah tegas.
Pria tampan itu mulai meriah mantel bulu, memakaikannya pada sang istri setelah selesai mengusap wajah bantal itu dengan tissue basah juga sedikit pelembab kulit.
Semua pria itu lakukan dengan sabar dan begitu jeli.
Asline termenung menatap sosok suaminya itu .
Pria yang orang luar katakan sebagai tiran tak berperasaan,menganggap wanita sebagai hama juga tidak kenapa empati!.
Tapi kini...
Dirinya melihat bagaimana pria tiran itu begitu lembut dan sabar mengurus dirinya.
Cinta dan ketulusan begitu jelas tergambar,Asline merasa hidungnya masam dengan rasa hangat pada kelopak matanya.
"Terima kasih Tuhan..meski dunia begitu kejam padaku,sendiri melewati semua kesulitan dimasa lalu.Tapi kini dia ada.....aku berharap semua anak perempuan didunia ini akan mendapat suami seperti dia,meski begitu kejam diluar...dia begitu lembut didalam,aku berharap kami akan terus bersama, selamanya..."Asline tersenyum lembut dalam pandangan yang selalu menatap sosok yang sibuk menyisir rambutnya.
"Terimakasih..." Lirih asline saat Rayga telah memasukan sisir itu kembali kedalam laci.
"Terimakasih apa? kamu istriku amour....jangan katakan itu di masa depan!" Rayga berucap rendah.
Asline mengangguk haru dan memeluk perut Rayga yang kini posisinya tengah berdiri menatapnya.
Pria itu tersenyum samar mengusap rambut panjang istirnya yang telah ia sisir rapi.
Yah,sejak ibunya tiada Rayga memang belajar untuk mengurus archana jika ayah ataupun semua orang dewasa di mansion dalam kesibukan yang padat.
Anak laki-laki kecil yang dulu belajar mengepang rambut adik perempuannya,kini merasa bersyukur karena sebab itu ia bisa menyisir rambut istrinya!.
Sementara itu,alarik yang menatap dari balik kaca pintu menggeleng takjub.
Dia seperti melihat Rayga berubah bak anak kecil yang baru saja mendapat permen,begitu bahagia juga kehilangan image-nya yang kejam!.
Alarik sampai merasa,apakah ini masihlah sebuah mimpi? melihat perubahan sikap Zeus itu meski itupun hanya pada asline saja?!.
Alarik menatap lagi lebih teliti,dan matanya tak berbohong! Zeus itu memang tak menampakkan wajah datar lagi!.
Rayga melihat alarik yang berdiri bodoh didepan pintu dengan wajah dingin.
Zeus itu memicing tajam.
"Alarik!" Alarik tersentak saat suara dingin dengan manik menajam menghunus dirinya.
"Ah..iya!"
Alarik berdiri dengan senyum canggung.
"Kau kembali saja aku akan mengemudi" Rayga berlalu begitu saja dengan senyum geli asline menatap interaksi kedua pria itu.
Para penjaga disekitar lorong tertunduk berusaha menahan tawa melihat wajah linglung sang jenius IT.
"Rayga kita mau kemana?" Asline bertanya begitu melihat sepanjang perjalanan menuju keluar gedung rumah sakit,mata para petugas medis bahkan para pengunjung rumah sakit itu selalu mengikuti mereka diam-diam!.
Aura rupawan Rayga memang tak bisa pungkiri!.
Raut wajah yang selalu dingin tanpa ekspresi berarti,manik yang menatap lurus nan tajam seakan memperingatkan siapapun untuk menjaga jarak darinya,juga.
Wajah yang tampan dengan garis rahang tegas,kulit gandum yang sehat serta tubuh tinggi yang begitu sempurna.
Asline mendengus melihat manik setiap wanita disana tak berkedip menatap suaminya,belum lagi mulut yang terbuka lebar.
"Rayga!" Asline memanggil mulai kesal.
Rayha melihat gelagat lucu dari istrinya,namun seakan pria itu menjadi buta dan tuli terus melangkah.
Asline berdecak dengan manik berkilat jengkel.
"Apa-apaan?!" Dengus asline hingga akhirnya menarik nafas sabar.
"Hubby....." Panggil asline dengan segala rasa malunya.
Suaranya mengalun manis bak sebuah melodi yang begitu merdu.
Akhirnya runtuh sudah ketahanan rayha dalam kejahilannya ingin menggoda wanitanya itu lebih jauh, sayangnya dirinya kalah oleh satu rengekan manis!.
"Yes my senorita.."
Degggg..
Blushhhh..
Asline tercengang dengan wajah merona hebat saat suara maskulin itu tepat disamping wajahnya,hembusan panas dengan aroma jantan mint menyeruak tajam.
"Jangan terlalu dekat...." Cicit asline jatuh oleh godaan iblis tampan yang sudah membuat pekikan tajam terdengar kala senyum manis pria itu terbit melihat reaksinya.
__ADS_1
Sangat melelahkan memiliki suami dengan wajah terlalu tampan!.
...TBC...