
...Vote,like dan komentar ya 🌹...
...♠️.....♠️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♠️.....♠️...
Gadis manis dengan rambut diikat ponytail itu duduk.Duduk dengan bibir mengerucut menatap kearah pohon apel rindang yang berada di tengah taman mansion keluarga nya.
Yah,sudah dua hari yang lalu Archana diizinkan pulang setelah luka melepuhnya mengering sempurna tanpa bekas.
Sungguh obat temuan kedua orang dokter muda jenius clan Wishutama dan Smith itu sukses besar.
Diego dan Gion,kedua dokter muda nan tampan itu sekses membuat kulit putih adik mereka kembali seperti semula tanpa bekas luka apapun.
Archana menghela nafas.
Ayahnya dan sang kakak sulung, Rayga.
Keduanya tengah pergi ke Itali untuk perjalanan bisnis terakhir sebelum pesta besar sang kakak dilaksanakan.
Yah,Archana sungguh menantikan momen dimana dia bisa berjalan-jalan menghabiskan waktu bersama calon istri kakaknya itu.
Asline,gadis cantik yang kata orang begitu jahat bahkan pada keluarga pamannya sendiri.
Namun Archana tidak perduli,karena selama ini tidak ada kejahatan yang gadis itu lihat dimata calon istri kakaknya itu.
Moment dimana dia bisa merasakan bagaimana rasanya dikelilingi oleh kakak perempuan,bukan hanya Acella saja.
Yah,kakaknya yang sedikit tomboy itu sungguh tak sesuai imajinasi Archana yang mencari sosok layaknya ibunya,Liora.
Dan bersyukur, ketulusan sosok Liora ia dapat dimata asline.Calon kakak iparnya.
"Archa bosan.........Daddy dan kak Rayga pergi,mami kayra juga pergi sama para ibu Archa yang lain,kakak kembar R pergi juga...Kak Arshenio....." Gadis manis itu mengetik ujung jarinya pada dagu dan berfikir keras.
" Kak Arshenio kembali ke pangkalan militer kak Archa....." Archana menoleh,Shura datang dengan botol minum berisi susu dengan pipet diujungnya.
"Shura datang bawa susu coklat...susu untuk kakak mana?" Archana menatap binar susu coklat dingin di botol adik sepupunya itu.
Shura menyerigai licik,menggoyang botol susu itu dengan senyum provokasi.
Menggoyangkan botol itu sebabnya jahil.
"Hmmm..segarnya..coklatnya meleleh dimulut Shura...aduh..ini coklat Belgia yang dibelikan ayah saat pulang bersama ayah Ryu..." Shura menyedot cairan coklat itu penuh nikmat.
Archana melongo,mendengus kesal dan membuang wajah.
Adiknya ini sangat laknat! sudah tau Archa ini maniak coklat!.
"Shura pelit!!" Archana menyentak jengkal.
Shura terbahak,meletakkan tas ranselnya diatas kursi panjang taman.
Yah,Shura baru tiba diantar oleh sang ibu yang langsung pergi menuju entah kemana setelah menitipkan dirinya pada sang butler akibat tak ada satupun orang dewasa keluarga ini yang berada di Mansion.
Meninggalkan putri bungsu mereka yang kala itu masih terlelap.
Membuka resleting tas punggung bergambar tayo itu dengan cekatan.
"Tada.....Ini Shura kasih susu kotak coklat buat kak Archa..jangan merajuk oke! kak Archa satu yang rasa coklat ,Shura satu yang rasa vanila" Archana berbinar bak taburan bintang menghiasi manik coklat madunya.
"Woahhhh.. banyaknya!! " Pekik putri Arkansas itu riang,membuka tas ransel Shura dan mendapati begitu banyak snack juga susu kotak yang ditata rapi serta permen coklat berbagai bentuk.
Shura tersenyum bangga.
"Shura Gitu loh...." Ucap anak lelaki kecil itu sombong.
"Gitu loh? what is that mean?" Archana bertanya begitu binggung akan kosa kata asing itu.
Shura menyedot coklat dibotolnya dengan cepat.
__ADS_1
Coklat dingin itu habis dan tak bersisa.
"Tidak tau...tapi kak Diego suka bilang begitu kalau lagi menyombongkan diri..nah,Shura kan lagi mau menyombongkan cokelat-cokelat Shura sama kakak,jadi Shura bilang itulah.." Jelas Shura sibuk memilah cemilan apa lagi yang mau ia kunyah untuk mengisi perut buncitnya.
Yah,kalau menurut para kakaknya perut Shura itu buncit seperti balon.Tapi menurut para neneknya itu bukan buncit,tapi perut normal yang imut.
Yah,Shura ia saja yang penting kenyang dan cemilannya tidak diminta oleh para kakak laki-laki setanya itu.
Archa mengangguk meski tak paham,malas juga mau bertanya lagi.
"Shura..main ke taman kota mau tidak?" Archa bertanya begitu susu kotaknya habis.
"Tapi taman mansion ini lebih bagus.. lagipula malas ah." Balas Shura dengan mulut mulai melahap snack keripik kentang itu dengan nikmat.
Archana menghela nafas berat.
Adiknya ini sungguh pemalas.
"Tapi sepi disini Shura ....kalau kita ketaman kota pasti disana ramai! ayolah Shura..temani kakak jalan-jalan" Archana merengek memelas.
Shura nampak menimbang.
"Tapi jatah brownies panggang coklat kakak yang dibuat Nenek Valy buat Shura setengah!" Shura memberi penawaran.
Shura sangat menyukai brownies panggang buatan sang nenek.
Bahkan Daisy ibu mereka yang seorang koki terkenal saja tak mampu membuat brownies seenak buatan nenek mereka itu,jadi terkadang bahkan dengan kakak mereka.Raino,Maxim,Diego bahkan Gion juga Acella.
Kedua bungsu itu akan perang dunia demi sepotong terakhir brownies panggang itu,yah.Karena sang nenek hanya akan membuat kue enak itu sebulan sekali pada akhir minggu dan tak ada lagi kue sebulan kedepan.
Tentu harus berebut,kompetisi makanan manis.
Bahkan spix,kucing khas milik Gion saja ikut menjadi musuh kedua bungsu itu.
Kucing ajaib memang.
"Deal...." Archana dan Shura saling berjabat tangan,bangkit memasuki mansion setelah puas membuat halaman taman menjadi kotor oleh sampah cemilan mereka.
Para maid hanya mampu mengelus dada sabar,untung manis dan anak majikan!.
.........🌹.........
Terlihat empat orang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan penuh semangat muda berjalan memasuki kawasan mall besar salah satu aset properti dari Wishutama.
"Daisy..mengapa tidak selancar media sosial saja demi mencari ide dessert dan maincort pesta nanti?" Sosok wanita cantik dengan rambut pendek sebahu bertanya penasaran,Amber.
Daisy,wanita cantik dengan rambut diikat melingkar rapi tinggi nan anggun itu menggeleng tak mau.
Amber mengangguk paham.
Melirik angel yang sibuk berbicara dengan kayra.
"Dan Angel,mengapa tidak mencari Samantha saja untuk proses dress up keluarga kita?" Amber bertanya semakin besar kebingungan dalam fikiranya.
"Samantha sedang di Paris untuk fashion week musim ini bersama Acella! aku tidak terlalu yakin dengan para pekerja dia,bukan apa-apa Am,Aku tidak 100% yakin jika tidak ada samantha disana,jadi aku akan cari roll stylenya sendiri di pusat fashion dan style mall ini,setelah yakin akan kuberikan contoh sample dress up family kita ke butik Selenia itu agar bisa samantha urus saat kembali" Angel berucap sembari maniknya mulai menemukan persimpangan dimana mereka akan berpisah.
"Baiklah.Amber,kau dan Daisy akan ke pusat kuliner dilantai 5.Aku dan Angel akan ke lantai 3 area fashion dan style! kita kumpul di cafe florist lantai satu!" Putus kayra dibalas anggukan kepala ketiga saudarinya.
"Tunggu!" Amber berucap begitu kayra juga angel bersiap memasuki lift.
Kedua wanita paruh baya itu berhenti ,berbalik dan menatap amber penuh tanya.
"Jessy..Ara,Deliana, sakura juga freya jadi hari ini ke pusat dekor?" Amber bertanya ,pasalnya para menantu Wiguna family janjian berkumpul di mansion Wiguna namun amber baru teringat tak melihat keempat saudarinya itu juga satu menantunya.
"Mereka sudah berangkat duluan bersama mom Valy,Daddy Rafendra menyuruh kita langsung berangkat ketika pagi tadi Arkansas juga Rayga berangkat ke Itali pagi-pagi buta hari ini.Begitu Rayga pulang maka semua harus sudah selesai,Daddy Rafendra akan membuka taman untuk tim dekor hari ini!" Jelas angel panjang lebar.
Amber mengangguk ,pantas saja mansion pagi tadi sudah sepi saat mereka datang.
Ternyata yang lain sudah bergerak terlebih dahulu.
"Baiklah,sampai jumpa saat makan siang sister" Kayra memasuki lift.
Daisy dan amber memasuki lift satunya lagi menuju lantai lima.
Sementara itu....
"Ini tidak bisa dibiarkan! jika tebakan mama benar! para menantu Wiguna itu pasti sibuk mempersiapkan acara pernikahan tuan muda clan mereka! dari pembicaraan itu...ini adalah acara tuan muda Rayga! jika benar maka...Asline....tidak! kita tidak bisa biarkan acara itu tejadi !!" Sosok wanita paruh baya dengan dress merah ketat keluar dari balik dinding sebuah ritel alat perlengkapan bayi.
Dan disamping wanita itu berdiri wanita yang terlihat lebih muda,Lucinda dan putrinya.Grizela!.
Mengigit kuku jarinya gusar.
"Ma.... bagaimana ini?! para nyonya clan Wiguna itu bilang taman! taman apa yang mereka maksudkan?!" Grizela bertanya dengan wajah gusar.
Lucinda diam,berfikir keras dengan manik bergetar penuh kecemasan.
"Yah!! mama ingat.Ada...ada satu buah taman yang berada di sebuah bukit tepat dipinggir kota ini,taman yang telah bertahun-tahun ditutup namun menurut rumor,meski ditutup.Taman itu dirawat dengan baik dan tidak untuk konsumsi publik lagi semenjak mendiang istri tuan muda Arkansas tiada,ayah dari tuan muda Rayga! mama ingat,taman dengan julukan Secret garden of Angels!! taman sejuta bunga dari berbagai belahan dunia! Astaga jika itu benar,betapa beruntungnya ja*ang kecil itu!!" Lucinda berdiri dengan tubuh bergetar penuh amarah.
"Ma! apa..apa kita bisa pergi melihat taman itu? secret garden of Angels itu? Zela ingin melihat tempat seperti apa yang membuat para nyonya Wiguna itu begitu ribut!" Grizela menatap wajah pias ibunya penuh tekanan.
Lucinda menggeleng,diriya tau.Sudah lewat beberapa tahun semenjak taman itu dibuka untuk umum,dan belum ada berita yang mengabarkan taman luar biasa itu dibuka kembali untuk umum!.
Bahkan seingatnya,terakhir taman itu diizinkan dimasuki orang lain saat ratu Inggris mengandung pangeran bungsu dan ratu yang kala itu mengidam ingin melihat kembali taman milik Wiguna itu akhirnya diizinkan atas bujukan raja pada tuan besar Wiguna, Rafendra!.
__ADS_1
Itupun ,setelah melewati perdebatan panjang dan alot.
Sebab.
Taman itu adalah properti pribadi yang diberikan Arkansas sebagai hadiah lamaran untuk mendiang istrinya,Liora.
Jika saja bukan karena sosok istri dari tetua Wiguna,Anggita.
Sudah pasti Arkansas tak akan sudi membuka taman itu lagi demi orang lain,bahkan untuk royal family sekalipun.
Beruntung mendiang raja berteman baik dengan tuan besar Rafendra,hingga Arkansas menyetujui dengan berat hati.
"Ma..setidaknya kita bisa lihat sedikit perkembangan apa yang terjadi!" Tekan Grizela tidak sabar.
Lucinda mengangguk.
Yah, setidaknya mereka harus memastikan dulu.
.........♠️.........
"Aduh... perut Shura sakit Kak...mau Pup,kakak tunggu sini Shura tidak lama janji!" Shura bangkit dan berjalan cepat tanpa melihat respon Archana yang ia tinggal sendiri ditengah taman kota yang begitu ramai.
Archana menghela nafas panjang,sudahlah.
Pukhhh...
"AHHH..SETAN BUNTING!!" pekik Archana kala sebuah tangan menepuk punggungnya dari belakang tiba-tiba.
"Heh..kakak tampan begini kamu samakan setan! Mana bunting lagi! Macam tau saja apa arti bunting!!" Sosok pria berwajah tampan dengan senyum jengkel nampak begitu Archana menoleh patah-patah.
"Yahhh..Archa kira setan! ternyata induk setan!" Lesu Archana kecewa.
Raino mendelik jengkel dan.
Takhhh..
"Ishhh..kakak kenapa sentil bibir Archa ?!! sakit tau!!" Sembur gadis itu melihat wajah melotot sang kakak jengkel.
Sedang sosok wanita cantik disamping sang kakak sibuk menahan tawa dengan wajah datarnya.
"Mulutnya!! siapa yang ajar Archa bicara seperti itu?! Bunting..induk setan lagi,tidak sopan!" Sembur Raino yang berdiri berkacak pinggang menatap intimidasi wajah cantik adiknya itu.
"Pakai tanya lagi! orang kakak dan kak Maxim yang ajarin Archa sebut induk setan! siapa coba yang suka mengatai kak Raider sebagai induk setan?! kak Raino. jadi archa panggil kakak induk setan kenapa marah? kakak yang ajar juga !" Balas Archana sengit.
Raino spechless
Hahahaha....
Pecah sudah tawa Victoria.
Yah,gadis Agent berdarah dingin itu akhirnya tertawa lepas begitu mengenal sosok Archana.
Tertawa begitu lepas untuk pertama kalinya.
" Senangnya...senang lihat calon suami dinistakan adiknya?!!" sinis Raino menatap kekasihnya itu jengkel.
"Archa sendiri sayang? " Abai akan wajah jengkel Raino, Victoria duduk mengelus pucuk kepala Archana lembut.
Gadis itu menggeleng.
"Sama Shura dan paman Morio yang lagi antar Shura ke toilet" Balas Archana riang.
...( Masih ingat Morio? kepala penjaga gerbang utama mansion Wiguna!)...
"Kak..." Archana bergelayut manja di lengan calon istri Raino itu.
Victoria tersenyum simpul.
Raino tersenyum melihat interaksi sang adik dengan calon istrinya itu.
Meski gadis cantik itu begitu acuh tak acuh juga begitu garang layaknya sang ibu sendiri,kayra.
Namun gadis itu memiliki hati penyayang,Raino bisa melihat itu.
"Mau apa? bilang saja dompet kakakmu itu tebal,kita bisa kuras habis.." Victoria berucap tanpa beban.
Raino seketika mengelus dada sabar.
Luntur sudah ekspresi cintanya.
Perempuan ini sungguh ajaib,untung cinta.
"Asik....Shura mau big burger... KFC juga paket ice Sunday..." Raino menoleh sengit begitu melihat setan kecil yang entah datang dari mana tidak tau malu lagi.
Sabar....sabar...
"Archa juga!!" Kedua bungsu itu berdiri dan berlari menuju mobil yang mereka tau itu mikik sang kakak.
Morio tersenyum canggung.
" Uangnya tidak masalah..tapi mereka kalau sudah makan junk food sudah tidak akan ingat dunia lagi...bisa habis diamuk Daddy juga para ibu suri aku...belum lagi...Matilah aku ditangan Zeus itu...." nelangsa Raino yang mendapat seringai mengejek Victoria yang terlihat senang diatas penderita dirinya .
Poor man...
...🍁...
__ADS_1
...TBC...