
...Vote,like dan komentar ya...
...✴️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...✴️...
Suram...
Terlihat beberapa pria berpakaian hitam menunduk kala harus menghadapi kemarahan sosok atasan mereka!.
Yah,pria kejam yang bahkan tak memandang kawan atau lawan.
Prankk....
Nafasnya memburu,melempar asbak rokok itu hingga hancur berkeping-keping.
Zergan Erdosa Simon.
Yah, pria yang sudah beberapa hari yang lalu terus dilanda kemarahan hingga berdampak pada para bawahannya.
"Sudah kau siapkan benda itu?"Zergan bertanya pada pria muda yang bertugas sebagai kaki tenaganya.
menyeringai dan pria dengan rambut sedikit panjang itu mengangguk santai.
"Kau benar yakin akan memakai itu?" Pria bersurai panjang itu bertanya ingin kepastian.
Duduk dengan kaki bersilang angkuh,Zergan menatap figura besar sosok yang menjadi obsesinya itu,figura yang tergantung tepat diatas dinding.
Memenuhi seluruh bagian dinding itu dengan satu potret.
"Ingat Zergan...kita masih di London,bukan di Moskow! nasib baik aku bisa masuk ke negara ini menyusulmu,beruntung para iblis itu tengah sibuk kala itu,jika tidak? bagaimana kau pikir aku bisa lolos dari mata dewa itu?" Jimmy berucap dengan mimik wajah nyalang .
__ADS_1
Jika mengingat sosok Alarik,amarahnya langsung berkobar.
Yah,Jimmy.
Pria yang memiliki kendali penuh atas jaringan keamanan Hall of death!.
Sekaligus adik angkat dari Zergan.
Tertawa...
Zergan meneguk gelas sampanye ditangannya dengan manik menatap wajah asline mendamba.
"Tenang Jim....Saat aku berhasil menggagalkan rencana pernikahan pewaris Wiguna itu dan membawa calon istriku pergi ,kembali ke Moskow..maka kita tak perlu melihat mereka lagi! " Zergan menatap wajah Jimmy dengan seringainya.
Berdiri dan berjalan menuju sebuah jendela yang dibaliknya hanya ada hutan yang gelap nan suram.
"Kalau kau gagal..dan gadis itu bahkan tak mau melirikmu? apa yang akan kau lakukan?" Jimmy bertanya dengan ejekannya.
Mendengus dingin,Zergan berbalik dan menuju dimana bingkai cantik asline terpasang.
Mengusap wajah cantik itu dengan hati-hati dan menatap bibir merekah bak sakura itu dengan intens.
"Aku harus mendapatkannya! dia harus menjadi milikku...bukan milik Zeus itu! jika tidak....hahahaha..." Zergan tertawa dengan intonasi begitu rendah hingga Jimmy bergidik.
"Aku tidak dapat...maka Zeus itu juga tidak! hidup tidak berguna jika dia tidak mau ikut denganku..maka mati saja!" Zergan berbalik menatap wajah horor Jimmy yang menatapnya tak percaya.
Berbalik dan meraih jaket kulitnya,meraih kotak kaca yang baru saja dibawa oleh orang suruhan Jimmi.
Membuka dan menatap sebuah topeng kulit yang begitu sempurna dibuat tanpa kesalahan.
.......✴️.......
Heboh....
Asline rasanya ingin menangis saat dirinya ditarik kesana-kemari oleh para ibu calon suaminya sepanjang hari ini, dan kini ia akhirnya bisa bernafas lega setelah bisa duduk diruang tamu mansion utama Wiguna,yah.Setelah seharinya mengecek undangan,cincin,konsumsi dan segala hal yang menyangkut pesta pernikahannya nanti.
"Aduh Amber....wedding dress itu begitu jelek! bagaimana bisa kau katakan bagus?! lihat bahkan punggungnya bolong!!" Kayra meraung menunjuk dress di majalah pilihan amber dengan entengnya.
"YAKHH..ini namanya style kayra!! dibanding pilihanku,lihat dress ditanganmu! semua serba tertutup!! kau sangat kuno...." Balas Amber mengejek.
"No..no...no..pilihan kakak ipar kayra dan amber tidak ada yang bagus! Lihat dress pilihan Ara,pasti calon istri Rayga akan secantik princess Disney!!!" Arabela menunjuk dua dress pilihan kakak iparnya dan menunjuk dress pilihannya, kini majalah berpindah ditangan asline dengan wedding dress dengan model gaun bawah mengembang pilihan arabela yang terlihat.
Anggi memijit pelipisnya pening menghantam.
Benar,memilih gaun pengantin bukan lagi tanggung jawab mempelai dalam clan Wiguna.
Namun menjadi tanggung jawab semua pihak wanita di clan itu.
Mengapa?.
Entah!.
Anggi hanya membuat tradisi baru,menurutnya.
Pria yang ikut memilih gaun pengantin bersama calon mempelai akan kehilangan kemisteri mereka.Maka dari itu,pihak laki-laki akan dijauhkan dari calon istri mereka hingga hari pernikahan.
Menjadikan penampilan pengantin menjadi kejutan yang manis dalam memulai kehidupan berumahtangga.
__ADS_1
Dan disinilah Anggi,bersama menantu serta calon cucu menantunya untuk memilih gaun pernikahan untuk asline dan toksedo untuk Rayga,cucunya.
"Ara...asline itu bukan kamu yang tergila-gila pada tokoh Disney ! " Kayra tersenyum menyeramkan hingga arabela bergidik melihat senyum kakak iparnya itu.
Beginilah mantan psikopat!.
"Benar! lagipula Ara adik ipar ku sayang....ini bukan pernikahan abad pertengahan!! entah mengapa butik dress wedding ini masih memajang gaun kuno ini! dalam katalog mereka.." Jessy kini ikut menyahuti .
Acara ngemilnya terganggu oleh keributan pada saudarinya ini.
"Sudah jangan ribut... bukankah Samantha sudah mempersiapkan semua? kita tinggal terima jadi saja! sekarang bagaimana jika kita semua ke salon untuk perawatan..hei..dua hari lagi undangan tersebar...jadi refreshing dulu" Daisy berucap dengan sesekali sibuk membalik majalah yang ada ditangannya.
Sementara para ibu berdebat dan Anggi yang menghela nafas panjang.
Archana duduk bersisian dengan shura.
Kedua anak manusia manis itu tengah sibuk menonton TV dengan setoples cookies dipangkuan mereka.
"Shura.. ibu-ibu ribut seperti di pasar...." Bisik archana melihat para ibunya masih saja ribut,tadi masalah gaun.Kini masalah kue pernikahan!.
"Iya.. ribut-ribut nanti kita juga yang makan kue-kue itu! kasihan ya..." Shura berbisik,takut para ibu rubah itu mendengar mereka dan berakhir dihukum lagi.
"Sudah..sudah...untuk gaun couple keluarga kita serahkan pada Samantha.Daisy..kamu urus catering,dan jessy..amber pastikan dekor sempurna! kita tak bisa melepas para pria mengurus sendiri..mereka itu ceroboh jika menyangkut hal seperti ini,Angel...bawa suamimu mengecek undangan bersama Raino nanti!" Putus Anggi bangkit dan berlalu, tubuh tuanya butuh istirahat.
Sepeninggalan Anggi,Angel berdiri disusul Jessy dan daisy.
"Kay..am..aku akan kembali dulu.Sudah siang dan aku belum memasak untuk suamiku,kalian tau semenjak menikah Ryu tidak mau makan dari maid! Asline..archa..shura bunda pulang ya!!" Archana dan shura menoleh kebelakang,bangkit dan memeluk tubuh Angel manja.
" Bye..bunda Angel!!" Seru keduanya ruang.
"Hati-hati bunda"Asline tersenyum melihat anggukan wanita paruh baya itu.
"Mami juga mau kembali ke klinik dulu..." Jessy menimpali begitu Angel telah berlalu.
"Mama mau langsung ke restoran..melihat persiapan!" Daisy bangkit dan ikut berlalu dibelakang Jessy.
"Asline..mau makan siang disini sayang? mami sebenarnya malu mau mengajak kamu makan.. bukan apa-apa,masakan mami tidak seenak buatan nenek kalian..." Kayra berucap kikuk.
Benar...
Kayra memang sudah memasak cukup banyak pagi tadi sebelum acara keliling mereka,dan kini setengah masakannya tengah dihangatkan oleh maid bagian dapur.
Semenjak tiadanya Liora,kayra-lah yang harus mengambil tugas menyiapkan dapur.
Sementara Anggi sendiri tidak selalu berada di Mansion karena ia dan suaminya, rafendra telah lama pindah dan menepi di pinggiran kota Swedia.
Archana dan shura terkekeh geli,amber merotasi bola matanya malam.
"Tidak apa mi...mami masak apapun pasti enak..apapun yang dimasak dengan tulus dan ikhlas pasti akan membawa kepuasan bagi siapapun yang memakannya!" Asline berucap lembut,mengusap pucuk rambut archana yang kian duduk disampingnya.
Kayra tersenyum teduh.
Tidak salah pilihan putranya Rayga.
...TBC...
Maaf sedikit ya..Kondisi lagi drop,besok El sambung...
__ADS_1