Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
With you


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya 🌹...



...♠️......♠️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♠️.....♠️...


...# Back on #...


Manik itu berkilat tajam,memerah dengan bibir bergetar menahan amarah juga keputusasaan.


Grizela menatap diam-diam dari balik sebuah pohon kala melihat wajah berseri asline yang tengah menerima telpon dari sosok yang begitu ia puja namun naas,Rayga tak sekalipun memandang dirinya.


Hanya siksaan dibalik punggung dingin yang grizela dapatkan.


Terus menguping,hingga saat asline berjalan masuk memasuki kamar dengan tidak menutup pintu kamarnya dengan rapat membuat Grizela tau,sosok tampan itu datang secepat angin hanya karena satu kata penuh kerinduan!.


Kapan dirinya juga bisa merasakan mendapat perhatian begitu tulus dari sosok superioritas seperti putra mahkota Wiguna itu?.


Grizela dulu,sebelum mengetahui sosok penuh karisma itu, Rayganta.Dimatanya hanya sosok Jonathan adalah satu-satunya pria gambaran sempurna tuan muda kaya raya yang bisa memenuhi seluruh keinginan dirinya.


Dan betapa dulu grizela mengingat semua usahanya untuk bersama Jonathan kini sia-sia,bukan hanya tidak bisa menarik Rayga.Namun nasibnya dengan Jonathan kini sama saja tidak jelas!.


Mendengar suara deru mesin mobil yang terdengar halus.


Grizela berbalik dan menuju jendela ruang tamu, mengintip hingga pupil matanya bergetar.


Sosok bak kaisar agung itu benar-benar datang!.


Berdiri begitu mendominasi dengan sebuah ponsel sembari menatap kearah balkon kamar asline!.


"Kenapa?! kenapa asline...dan dia terus yang mendapat semua kasih sayang para pria kaya itu! para tuan muda dari relasi clan Wiguna! bahkan Sagara! pria itu yang harusnya menjadi kakak yang baik justru membenciku karena dia!! asline...kamu terlalu banyak mengambil!!" Grizela mengusap wajahnya kasar,wajahnya memerah dengan kilatan penuh kebencian.


Berbalik kala mendengar suara kunci diputar.


Berlari cepat bersembunyi di balik dinding dapur.


...# back off #...


Rayga berjalan masuk,langkah kakinya berhenti di lorong antara dapur dan ruang tamu.


Senyum dingin pria itu terbit main-main.


"Tikus..." Gumamnya tak minat.


Biarkan saja wanita berhati ular itu terus memperhatikan dirinya dan Asline,hanya jika sedikit saja calon istrinya terluka,maka Rayga tak akan memandang rencana asline lagi sebelum melenyapkan satu keluarga parasit itu!.


Grizela yang berdiri di balik dinding dapur mengepalkan tangannya erat,malam ini dia hanya berbalut piyama tipis bertali spaghetti.


" Tuan muda Rayga?....." Melupakan semua kenangan buruk yang didapatkan oleh orang-orang pria berhati dingin itu,grizela keluar dan menyapa pria tampan itu dengan sorot keterkejutan yang dibuat-buat.


Hanya saja wanita itu tak tau,manik setajam elang Rayga tak akan memandang muslihat remeh seperti itu!.


Rayga,pengusaha tampan nan menawan itu berlalu dengan punggung dingin.Tak melirik meski sedetikpun.


Grizela tidak menyerah.


Kapan lagi dia punya kesempatan berada dekat dan sendiri dengan most wanted man in London itu!.


Tanpa para kaki tangan pria itu!.


Tanpa asline,meski hanya sesaat.


Dirinya harus memanfaatkan situasi ini apapun yang terjadi! Grizela menyerigai licik.


Merubah ekspresi wajahnya secepat kedipan mata,senyum lembut dan penuh kasih itu terbit.


"Rayga...kamu datang begitu larut,ini bahk-"


Degggg..


Ucapan grizela terhenti saat tubuh jantan penuh aura tiran itu berbalik,menatap tajam nan telak kebola matanya.


"Rayga? siapa kau berani memanggil namaku begitu int*m?! apakah perlu dipotong lidahmu itu agar kau ingat siapa aku dan siapa kau?! jangan pernah sekalipun berani menyebut namaku!" Tajam,dingin dan tak berperasaan!.

__ADS_1


Rayga menyentak dengan wajah dingin tanpa ekspresi,namun setiap kata-kata dirinya ucapkan dengan penekanan penuh tanpa belas kasih!.


Grizela mematung,tubuhnya mengigil oleh rasa dingin mencekik!.


Grizela,wanita itu benar-benar tak pernah bermimpi sekalipun.Bagaimana gadis yatim piatu serta dicampakkan seperti asline begitu mulia dimata putra mahkota triliuner seperti ini?!.


Mengapa pria semulia itu hanya lembut pada asline dan begitu dingin juga acuh tak acuh pada wanita lain,termasuk dirinya?!.


Grizela tak berani bermimpi,bagaimana jika suatu hari gadis itu menyandang gelas Nyonya muda Alzeus?!.


Nasib keluarganya akan tamat!.


"Aku..aku..hanya me-"


"Rayga... ada-apa ini?" Suara lembut mengalun dari ujung lorong memasuki kawasan antara dapur dan ruang tamu.


Grizela kembali bungkam akan kedatangan asline kini.


Asline turun dengan cepat,ditengah langkahnya ia mendengar suara gagap grizela,dan gadis cantik itu memutuskan berjalan lebih cepat agar bisa mengetahui apa yang terjadi.


Mengapa udara di sekitar lorong menjadi begitu dingin dan mencekam.


Apa yang membuat pria tampan yang selalu memanjakan dirinya itu terlihat diam dengan aura kemarahan yang menguar mencekam?.


Asline berdiri diam,maniknya terkunci akan sosok tampan yang berdiri angkuh ditengah lorong.


Pria ini.....


Bagaimana bisa ada pria yang begitu dominan juga penuh superioritas walau hanya dengan sebuah kaos hitam terbalut jaket kulit?.


Auranya terlalu kuat!...


Grizela menatap sosok asline dengan iri,dirinya bahkan lebih se*si,lebih terkenal juga tak kalah cantik!.


Kalau tidak bagaimana dia bisa menarik Jonathan berpaling?!.


Senyum culas grizela terbit samar.


Rayga berbalik, wajah dingin pria itu lenyap.


Kini senyum teduhnya terbit.


Berjalan dan membuka jaketnya.


"Baby..udara malam begitu dingin meski kamu ada didalam rumah sekalipun.Kamu bahkan tidak melapis piyamamu hanya karena aku datang? bagaimana jika kamu sakit? asline..kamu tidak perlu berpakaian tipis untuk menyambutku, aku lebih perduli tentang kesehatan dirimu dear...lain kali jangan pakai piyama tipis ini lagi!" Rayga mengomel,meski terselip nada menggoda yang begitu membuat telinga Asline memerah,namun tak hayal gadis itu mendengus kesal.


"Menggoda? siapa yang mau menggodamu coba?! aku ini turun tergesa-gesa hingga tak sadar akan pakaian apa yang aku pakai! siapa suruh kamu masuk seperti maling kerumah orang lain?! " Asline balas mengoceh.


Rayga terkekeh dan berbalik merangkul pinggang ramping gadis itu untuk naik kelantai dua.


Keduanya pergi tanpa perduli akan sosok yang kini berdiri geram.


"ADIK SEPUPU!" Grizela dengan sengaja berteriak keras,langkah sepasang kekasih itu terhenti ditengah jalan.


Manik tajam Rayga berkilat,sedang Asline merotasi bola matanya malas.


Apa lagi drama wanita gila itu kali ini?!.


Grizela tersenyum tanpa rasa bersalah.


"Asline..apa yang ingin kamu dan tuan muda lakukan dilantai dua dimalam seperti ini? bagaimana nanti perkataan pekerja jika pagi nanti mereka tau hal itu? asline...jika tuan Rayga ingin menginap,kita punya banyak kamar tamu.Bawa tuan muda kesana ya adik sepupu" Grizela berucap dengan penuh kasih layaknya saudara,menatap lembut wajah acuh asline dan melirik malu sosok tampan berwajah dingin itu.


"Apa yang ingin kulakukan dengan calon istriku,apa itu menjadi urusanmu? wanita murahan yang hamil di luar nikah tidak pantas mempertanyakan urusan kami!"


Degggg..


Bak diguyur air penuh es,bak ditikam dengan jutaan jarum beracun.


Grizela tersenyum nanar menerima ucapan panas dari pria berwajah minim ekspresi itu.


Rayga berbalik dan merangkum telapak tangan asline menaiki tangga yang tersisa dengan mengacuhkan kehadiran grizela total.


Asline terkekeh geli.


"Kamu senang dear?" Rayga bertanya lembut,mengusap pipi asline dengan tangannya yang lain.


"Hm..kamu dan kata-kata kejammu..tidak punya hati!" Canda Asline menikmati usapan lembut di pipinya.


"Kenapa pipimu dingin seperti ini dear? berapa lama kamu diluar ruangan?! " acuh akan candaan asline,Rayga memicing tajam akan suhu tubuh gadis cantiknya.


Asline tersenyum kikuk.


"Em..1,2,3...tiga jam mungkin.Satu jam berdiri diluar balkon,dua jam duduk ditaman dan aku tidak ingat lagi....hihihi..maafkan aku.." Asline berucap dengan wajah memelas,senyum centilnya terbit agar pria tampan itu tidak marah.


Rayga menghela nafas panjang.


Membuka pintu kamar asline dan hati dingin Rayga kembali menghangat melihat suasana kamar dengan cat putih lembut .


"Tapi..mengapa kamu datang begitu larut? lalu..ku fikir kamu dari kantor bekerja lembur, lalu mengapa pakaianmu begitu casual?" Asline bertanya beruntun.


Rayga terkekeh samar dan mengelus puncak kepala asline dengan lembut.


"Mengapa banyak berfikir dear? bukanya kamu yang mengirimi diriku pesan ' Aku rindukan kamu'' jadi mengapa masih bertanya saat aku datang dengan cepat untuk menemui dirimu?"Senyum jahil pria itu terbit,asline menatapnya tak percaya.


Sungguh?!..


Kenapa pria yang terkenal sebagai tiran bisnis muda ini begitu menjengkelkan?!.


Ada apa dengan isi otak semua orang?.

__ADS_1


Pria ini bukan tiran? tapi si licik berotak mesum!.


Wajah keduanya begitu dekat,Rayha menuduk dan asline yang mendongak menatap wajah tampan yang begitu tak bercela.


Degggg.....degggg...


Jantung asline bertalu begitu cepat,sapuan nafas hangat beraroma citrus itu menerpa kulit wajahnya yang terasa dingin.


Ini tidak benar!...


Mereka berada di dalam satu kamar yang sama,dengan posisi begitu dekat hampir tanpa jarak!.


Degggg...


Tangan asline yang terulur berusaha menjauhkan tubuh maskulin itu, menegang.


Menegang kala sepasang lengan kekar meraih pinggangnya semakin merapat.


Duakhhh


Degggg...


Manik Asline membola horor.


Rayga mendorong tubuhnya jatuh diatas ranjang,dan pria itu berada tepat diatasnya.


"Ra...Rayga?!" Sentak asline kaget.


Terlalu cepat....


Rayga dengan kedua tangan masing-masing disisi kiri kanan kepala asline, tersenyum simpul sembari mulai mendekatkan wajahnya kearah wajah tegang gadis itu.


"Yes baby....." Suara serak nan berat itu!...


Asline meremang tubuhnya kaku layaknya sebuah batang kayu.


Sungguh,entah lari kemana keberanian gadis itu saat tanpa berfikir panjang berani mengirim sebuah pesan centil kepada sang Zeus.


Dan kini sang Zeus datang,lalu asline hanya bisa diam layaknya patung!.


Rayga terkekeh geli.


"Si..siapa yang menyuruhmu datang begitu larut?! se..sekarang menyingkir dari atas tubuhku!!" Asline mengigit bibir bawahnya gusar, sial.Mengapa dia jadi gagap begini?.


Dukhh..


Rayha menghempas tubuhnya kesamping gadisnya,berbalik dan menopang kepalanya dengan wajah menghadap langsung kearah wajah memerah asline yang terlihat lucu dimatanya.


Satu tangannya yang bebas terulur,mengelus pipi mulus calon istri masa depannya.


"Hm..dear...kamu lupa siapa yang mengirim pesan kerinduan itu? siapa yang membuatku datang begitu larut? masih berani bertanya?... haruskah kamu kuberi hukuman agar ingatan burukmu itu diperbaiki?" Wajah Asline berubah jelek,suara menggoda nan pertanyaan jahil pria itu.


Ia,benar ini semua adalah kesalahannya lalu apa tidak bisa agar jangan mengungkitnya terus?.


Asline jengkel.


Gadis cantik itu mendengus dan menarik selimutnya menutupi seluruh tubuh, memunggungi pria tampan yang sedari awal terus tersenyum mengejek padanya.


Sialan...


Malunya itu tidak terhingga!...


Srakhh..


"Apa?!!" Sentak asline kesal kala tubuhnya dibalik kembali menghadap kearah wajah tampan itu.


Rayga meraih tubuh semampai indah gadisnya,memeluknya lembut dan membiarkan wajah cantik itu tenggelam di dada bidangnya.


"Lain kali jangan berpakaian begitu tipis seperti ini...kamu tidak tau betapa tersiksanya aku..huft..dear,aku sayang padamu.Rasa sayang ini telah berubah menjadi cinta buta,aku tidak ingin tubuhmu sakit karena udara malam meskipun mataku terbuai oleh tubuh berlapis pakaian tipismu,tapi rasa cemas ku lebih besar.Jadi lain kali,pakai piyama babydoll saja" Ucap rayga lembut.


Mengelus punggung sempit itu dengan wajah lelah.


Dagunya bersandar diatas puncak kepala asline,menutup mata dengan senyum teduh meresapi aroma manis tubuh dan rambut gadisnya.


Pelukan lembut ini begitu hangat, hatinya melembut,rasanya setelah jauh pergi.


Kamu akhirnya menemukan jalan pulang!.


Yah,rayha bak rumah sesungguhnya tempat dirinya kembali.


Cupppp...


Asline menutup mata,kecupan lembut mendarat di keningnya.


"Sleep well dear...I love you" Bisik Rayga serak,ini adakan tidur nyaman yang ia selalu inginkan.


Tidur sambil memeluk sosok lembut nan wangi yang membungkus seluruh hati dingin ya dalam kehangatan.


Menutup mata dengan senyuman tipis.


"I love you more, soon!" Bisik Aslien yang mendongak menatap wajah teduh Rayga.


Keduanya tertidur, menghabiskan malam saling berpelukan sepanjang waktu hingga fajar.


...🍁,...


...TBC...


El masih sibuk bersihin lumpur di rumah dan perabotan yang kena banjir...jadi maaf ya kalau up QOZ lama......😅

__ADS_1


__ADS_2