
...Jangan lupa vote ,like dan coment ya🌹...
...🍷 HAPPY READING 🍷...
Austin menatap sosok taipan muda yang kini berdiri menatapnya dengan sorot mata dingin mengancam.
Sementara dibalik mereka gadis yang seharusnya menjadi sumber uangnya kini terlihat berdiri dalam keheningan.
Mengapa menjadi seperti ini?! tidak ada yang mengatakan padanya bahwa gadis ini berhubungan dengan pewaris Houston?! Austin berdiri dengan wajah pias.
Pria berusia 40 tahun itu shock berat oleh kenyataan !.
"Max.. sebaiknya kamu bawa keluar dulu Jihan,biar disini aku tangani karena Ryu dan delta sudah mau tiba..." Gion berucap samar melirik kondisi memprihatinkan Jihan yang berdiri diam dibalik tubuh besar Maxim.
Maxim berbalik menatap wajah gadis yang setengah mati ingin dirinya miliki.
Gadis berkepribadian tenang juga tak memandang statusnya sebagai pewaris Houston! satu-satunya gadis yang menganggap dirinya sebagai pria pengganggu!.
"Pergilah max..mami Jessy sudah mempersiapkan semua bersama saudari ipar asline! matahari sebentar lagi terbit jangan tunda lagi..." Bisik Gion geram sendiri.
Max mengangguk dalam diam dan mengangkat tubuh Jihan ala bridal dan membawanya keluar dari gedung lelang.
Yah, pertanyaannya belum gadis itu jawab prihal siapa yang harus bertanggung jawab atas kemalangan gadis itu.
Namun max tak perduli,bukankah lebih mudah mencari tau sendiri?.
Keduanya akhirnya keluar menuju mobil bercat biru metalik yang sudah terparkir acak sejak semalam.
"Jihan.....aku tau semua yang kamu lalui ini berat.Tapi tolong percaya,masih ada aku! kamu tidak sendiri aku adalah keluargamu kini...tolong jangan acuhkan aku..." Max berucap lembut sembari menatap manik kosong Jihan.
"Blue..open!" Max berucap dan mobil canggih dengan teknologi sensor sound itu segera bereaksi dengan pintu yanh terbuka perlahan.
Kembali memandang Jihan,gadis cantik dengan gaun bak putri kerajaan China itu mengigit bibir bawahnya dengan senyum nanar.
Max menghela nafas panjang,menunduk dengan lembut dan mendudukkan Jihan dikursi samping kemudi.
Dia akan pergi jika apa yang Gion sampaikan itu benar.
Gion bisa kembali ke ibu kota bersama delta dan Ryu.
"Aku tidak tau....."
Max menatap Jihan lembut,suara lirih gadis itu sudah cukup membuatnya senang.
"Yah...aku akan pastikan kamu tau !" Max bergerak cepat memutar mobil dan menyalakan mesin.
Mobil melaju pergi kembali ke pusat kota.
..........
"COME ON...COME ON...ARE YOU ALL SNAIL? BE A FAST! WE ALMOST LATE!!"
Suara panik nan lantang menggema kejam didalam sebuah resto yang kini dipenuhi kesibukan panik para pekerja.
"Mami take a breath okey! everything Will be alright,just relax.... line sudah pastikan waktu kita cukup!' Asline,wanita cantik dengan model rambut pirang bergelombang terkekeh geli melihat salah satu dari ibu saudara sang suami tengah panik setengah mati.
"Asline sayangnya mami! bagaimana mami tidak panik? ini gadis pertama yang max si anak kurang ajar itu mau serius dalam sebuah ikatan! mami rasanya mau spot jantung saat tau kabar dari Gion dan ide mendadak yang kamu sebut pagi buta tadi! untung saja cafe dan restoran ini milik daisy jadi beban mami tidak terlalu over load!" Jessy,istri dari Marsel sekaligus ibu dari Maxim itu berucap menggebu,bahkan roll rambut saja masih terpasang diatas kepalanya akibat tak sempat waktu memproses kegilaan menantu clan Wiguna dan putra dari Daisy itu.
Bagaimana tidak? pagi-pagi buta bahkan matahari saja belum beranjak naik.
Asline sudah datang menggedor pintu kediaman Houston dan mengatakan bahwa putranya Maxim hendak melamar seorang gadis dan memintanya sebagai ibu untuk membantu mempersiapkan segala lamaran itu.
Dan bagaimana asline dapat pemikiran seperti itu? tentu saja semua bermula dari telpon gila dari sosok Gion!.
Dan sekarang disinilah para ibu clan Wiguna famili beserta anak dan menantu sulung mereka bekerja bahu membahu mendekor.
Sementara para pria?.
Lihat mereka justru tengah santai meminum kopi dipojokkan sembari melihat tingkah gila para istri mereka.
"Hiks..aku tidak menyangka! setelah Diego,Rayga juga Ryuga justru max yang akan menikah! mengapa putramu itu melangkahi putraku?!" Tangis drama Rion meledak.
Marsel mendengus,pria paruh baya berwajah campuran Korea Inggris itu menatap hina wajah drama Rion.
Entah bagaimana si psikopat ini bisa berubah menjadi king of drama setelah bertahun-tahun menikahi sosok kayra!.
"Tanyakan saja pada putraku! jangan memperlihatkan wajah menjijikkanmu dihadapanku Rion! bisa gila aku..." Marsel bergidik,sungguh tampang sangar Rion sangat tidak cocok dalam peran tersakiti!.
"Tapi apa berita heboh yang asline katakan itu benar? sungguh pagi buta amber bahkan melompat dari kasur akibat tak percaya putra playboy-mu bisa mendapat seorang gadis yang tepat dalam waktu singkat!" Axel berucap sembari mengunyah sandwich pengganjal laparnya.
Yah,tak ada satupun dari istri mereka yang mengurus para suami sejak mereka jatuh dalam kesibukan mengurus lamaran Maxim.
"Kau bodoh? kau kan bisa hack ponsel anak-anak itu! " Gabriel menatap wajah termenung axel jengah.
"Sudahlah para ayahku tersayang....dari pada itu aku sangat lapar!! tidak adakah yang mau mengurus kita para pria disini? dimana lagi para koki resto mami Daisy?! kelaparan aku!!!" Raung Raino mengunyah macaron coklat dimeja mereka dengan kalap.
"Kau seekor kerbau? lapar kau bilang? kau sudah melahap sepiring penuh macaron kalau kau lupa anak bodoh ?" Sinis James menatap putra Rion dengan gelengan kepala.
"Ck..ini itu hanya angin lewat di mulutku papi James! aku butuh makan berat!!" Elak Raino menatap James sengit.
"Sudahlah diam atau para rubah betina itu akan melihat kearah sini dan mulai mengomel karena kita tak membantu!" Arshenio berucap dengan nada tertahan.
Mereka ini ceritanya tengah bersembunyi dari mata para wanita keluarga mereka!.
Bukan apa-apa,mereka para pria bukan hal biasa bangun pukul 3 pagi dan disuruh mengerjakan hal remeh seperti mendekor dan membantu mengawasi catering!.
Mereka ini para pria dengan wajah raja rimba! bagaimana jadinya jika mereka disuruh merangkai bunga dan menghiasi dinding resto?.
Tidak bisa!.
__ADS_1
Maka dari itu,mereka menjejerkan pot-pot besar Cemara demi menutupi area mereka dari para wanita.
Sementara...
"Aduh mami!! kak max sudah sampai kota kita punya waktu 1 jam mempersiapkan diri!!" Archana meraung panik menyebabkan para wanita paruh baya dan para wanita muda calon-calon istri para pewaris itu panik.
"Tenang!!!! semua serahkan sisa pada para pekerja dan kita segera bersiap aduh!! Mana belum mandi lagi....." Jessy terpekik sendiri.
"Eh..by the way,dimana papi dan para pria yang lain? bukankah tadi kita meminta mereka menggantung tanaman rambat?..." Amber termenung sejenak.
Hingga..
" PAPI!!!!!!!!!" amber yang melihat sekotak besar hiasan rambat dinding masih tergeletak tak tersentuh akhirnya meraung memanggil suaminya dan para pria Wiguna lainya.
Yah,tentu saja para pria yang sibuk bersembunyi sembari membawa para putra mereka ikut akhirnya ketar-ketir sendiri.
Dan yah...
Dengan terpaksa para pria itu menurunkan harga diri dan menyingsingkan lengan baju demi ikut bekerja.
Salahkan saja mengapa semua mendadak!.
Hingga mereka tak punya waktu memanggil pekerja profesional ekstra.
..........
Mobil berhenti disebuah jalan.
Dan didepan mobil itu sudah ada sebuah mobil Alphard putih dengan tiga orang gadis remaja berdiri melambai riang.
Jihan termenung menatap ketiganya.
Tok....tok...
Pintu mobil diketuk dari luar oleh Archana yang terlihat melambai riang dengan masih memakai piyama tidur lucu.
Maxim hampir terbahak melihat ketiga gadis muda itu.
Apakah waktunya terlalu cepat hingga adiknya bahkan tak punya waktu bersiap.
Maxim keluar terlebih dahulu setelah menahan Jihan.
"Kenapa begini coba dek?" Maxim terkekeh mengacak rambut Archana gemas.
Gadis manis itu mendelik tajam.
"Ck..salahkan saja Daddy juga para papi dan kakak-kakak Archana bukanya membantu justru sibuk sendiri! jadi archa harus mengalah dengan para ibu dan akhirnya tinggal dan membantu para ayah dulu!" Archana berucap sengit,max terkekeh geli .
"Maaf ya dek.. gara-gara urusan kak max kalian jadi repot ha-"
"Sttt..kakak tidak boleh bicara seperti itu! kakak,archa dan semuanya tak masalah selama akhirnya kakak menemukan bahagia sejati kakak! seperti kak Rayga,kak Diego juga kak Ryuga! hanya saja para ayah memang malas! jangan cemas ya kak,nanti archa akan bersiap bersama Jihan! kakak duluan saja biar Jihan sama Cha!" Maxim mengangguk dan mengecup kening adikmu penuh terimakasih.
Akhirnya,Erika membawa Jihan memasuki Alphard dalam keadaan linglung.
"Gila...kakakmu yang satu itu seperti pembalap saja!" Naomi berucap horor.
"Ini belum apa-apa! kamu belum tau saja kakakku yang bernama Ryuga! dia bisa lebih cepat dari itu! bahkan mobilnya seakan terbang karena begitu cepatnya !" Ucap Archana dengan wajah horor.
"Kakakmu memang tidak ada yang waras Cha!" Erika menimpali ngeri.
"Sudah cepat masuk mobil jangan buang waktu!."
Dan akhirnya mobil berisi empat gadis muda itu melaju dengan morio yang sabar sebagai obat nyamuk,lagi!.
..........
Jihan turun dari mobil Alphard yang sebelumnya membawanya kesebuah salon kecantikan bersama ketiga sahabatnya,namun sejak dari salon itu tidak lagi nampak ketiga gadis itu lagi.
Kini dirinya berdiri seorang diri didepan sebuah restoran besar dengan tulisan closed.
"Nona Jihan..silahkan masuk!" Pria asing yang sedari awal menjadi sopir dadakan itu berucap dengan wajah tanpa ekspresi.
Jihan mengangguk kaku meski tak yakin.
Resto ini tutup lalu mengapa dirinya disuruh masuk? lalu kemana ketiga sahabatnya?!.
Deg...
Tak ada satupun manusia didalamnya.
Tempat ini begitu mewah dan terkesan romantis.
Hingga...
...Akhirnya ku menemukanmu...
...Saat hati ini meragu...
...Akhirnya ku menemukanmu...
...Saat raga ini mulai merapuh...
...Kuberharap engkaukah jawaban segala risau hatiku...
...Dan biarkan diriku mencintaimu hingga ujung usiaku...
...Jika nanti ku sanding dirimu...
...Miliki aku dengan seluruh kelemahan ku...
__ADS_1
...Dan bila nanti engkau di sampingku...
...Jangan pernah letih tuk mencintaiku...
Deggg...
Jihan terdiam saat tirai lampu tambler itu bergerak naik dan panggung mini itu memperlihatkan seorang pria dengan kemeja putih dengan sebuah gitar tengah melantunkan sebuah lagu yang Jihan tahu jelas itu berasal dari negara mana.
Awalnya Jihan tak menyadari ada seseorang dibalik tirai itu karena cahaya yang rendah serta pakaian putih yang menyamarkan sosok itu.
Itu..
Maxim....
Pria dengan wajah yang terlihat begitu memukau,tampan juga sangat tenang.
...Akhirnya ku menemukanmu...
...Saat hati ini mulai meragu...
...Kuberharap engkaulah jawaban segala risau hatiku...
...Dan biarkan diriku mencintaimu hingga ujung usiaku...
Jihan berdiri dengan kedua tangan membekap mulutnya,bibir gadis itu bergetar kala sebuah tangan hangat menggenggam tanganya.
Seorang wanita paruh baya yang memiliki wajah hampir mirip dengan sosok Maxim namun versi wanita.
"Putraku mencintai dirimu"
Jihan tak mampu berkata-kata.
Lidahnya kelu.
...Jika nanti ku sanding dirimu...
...Miliki aku dengan segala kelemahan ku...
...Dan bila nanti kau disampingku...
...Jangan pernah letih tuk mencintaiku...
Tatapan Maxim yang lembut mengunci manik hitam Jihan,gadis yang sudah membuatnya sadar bahwa cinta tidaklah untuk dipermainkan.
Begitu permainan gitar dan bibir max berhenti bergerak,lampu mati total.
Dan...
Jihan terhuyung mundur kala sebuah tulisan besar bercahaya terang ditengah gelap.
"I...ini...?" Jihan tak mampu berkata,entah bagaimana air matanya jatuh perlahan dengan kepala yang menggeleng cepat.
Ini terlalu cepat dan tiba-tiba! otak dan hatinya bekerja saling berlawanan.
Maxim tersenyum penuh pengertian.
Turun dan meraih telapak tangan Jihan yang dingin .
"Aku tau ini terlalu cepat...kamu bisa minta apapun sebagai bentuk kesungguhanku.Jihan bahkan jika kamu memintaku menunggu,aku tak apa selama kamu beri aku sedikit harapan! aku tau sudah terlalu kotor dimatamu,rekam jejakku dengan para wanita diluar sana tapi aku pastikan untukmu aku bersungguh-sungguh" Maxim meremat telapak tangan yang lebih kecil darinya itu dengan senyum simpul.
Gadis itu menatapnya dengan sorot mata redup .
"Kamu mempermainkan diriku ditengah begitu banyak keluargamu? kamu anggap aku ini apa? setelah kamu mengeluarkan aku dari sana, baiklah aku berterima kasih! namun apakah itu menjadi layak bagimu melihat aku begitu mudah seperti para wanitamu yang lain? bahkan kamu menggunakan ibumu membujukku? tuan muda Houston...apakah aku mainanmu? " Jihan berucap lirih penuh kekecewaan.
Hening....
Maxim mematung dengan kepala menggeleng kaku.
"Aku butuh bukti..bukan panggung sandiwara!" Jihan berbalik dan pergi.
Bukan...
Bukan dirinya tak tersentuh,namun mengingat kembali rekam jejak romansa seorang Maximus Lee Houston dimasa lalu,berapa kali pria itu berganti wanita setiap bulan dan berapa banyak skandal yang ditulis mengenai sifat buruknya sebagai seorang pemimpin grup Houston terhadap wanita!.
Jihan tak berani bermimpi terlalu tinggi,dirinya takut jatuh lebih dalam!.
Sepeninggalan Jihan,seluruh tempat jatuh dalam keheningan.
Maxim terjatuh dengan Jessy yang memeluk putranya iba.
Marsel menghela nafas panjang mendekat dan menepuk bahu putranya tegas.
"Son...waktu akan memberi bukti,pria tak meratap apalagi menangis! buktikan hingga gadis itu akan tau cinta seperti apa yang pria Houston punya!" Marsel berucap tegas.
"Come on boy! don't be sad!" Kayra maju dan menepuk bahu Maxim menyemangati.
Meski gagal sudah usaha mereka,namun mereka bangga!.
Jihan,gadis itu tidak memandang harta hingga langsung setuju begitu menerima lamaran clan Houston!.
Gadis itu tegas dan punya pendirian!.
Jessy menatap puas sosok Jihan yang menghilang dari balik pintu.
Inilah calon menantunya!.
__ADS_1
...TBC...