Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Gumiho?


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya ❣️...



........🥀........


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


........🥀........


Seorang gadis dengan blouse putih dipadu rok sepan nampak berlari dengan wajah yang terlihat pucat terlihat kepanikan disana.


Setiap orang yang berlalu lalang menatapnya aneh, ada-apa dengan kepala HRD itu?.


Gadis cantik itu menormalkan detak jantungnya,duduk di kursi tamu lobby sembari mengelap keringat dingin dikeningnya dengan selembar tissue yang tersedia di meja tamu.


Menyugar rambut panjangnya dengan nafas terengah-engah.


"Sial!! kenapa aku bisa bertemu dengan pria psikopat sepagi ini? !! hah...hah....harusnya aku tidak meninggalkan mobilku disana!! tidak apa nanti kusuruh staf ob datang ambil mobil itu!!" Gadis itu merutuki sembari meremas bagian dada blouse putih yang ia kenakan.


Jantungnya masih bergemuruh hebat.


"Rubi....sedang apa kamu duduk disini? lihat jam!" Gadis itu tersentak kala mendengar suara manis terkesan garang dibalik tubuhnya.


Berbalik dan terkekeh canggung.


"Hehehe..maaf Asline,ada sedikit kendala saat berangkat tadi.Apakah aku sudah sangat terlambat?" Yah,gadis cantik dengan rambut panjang lurus itu bernama Rubi.


Dia,salah satu sahabat kecil Asline.


Benar,Asline yang kini memegang kendali atas perputaran kinerja hotel segera merombak besar-besaran seluruh staf dan karyawan hotel keluarganya.


Tidak ada orang-orang Dante disana, para karyawan maupun dewan yang tidak berkompeten dirinya pecat dengan kejam.


Dan kini,sedikit demi sedikit Asline mulai mencari orang-orang berpotensi yang ia mampu kendalikan dan jauh dari kata hianati.


Dan yah,tanpa disadari ternyata banyak dari teman-teman Asline sejak berkuliah hingga lulus belum mendapat pekerjaan yang sesuai.


Bukan mereka tidak mampu,namun kebanyakan para atasan tempat mereka pekerja tidak memiliki moralitas yang baiknya.


Hingga Asline datang, mengumpulkan para sahabatnya dengan otak cerdas mereka untuk bergabung menggembangkan hotel.


"Kau memang telat nona Rubi Sanders! sudah cepat aku akan tunggu hasil pengamatan kalian di ruang kerjaku!!" Asline mendengus jengkel melihat kekehan canggung Rubi.


Sahabatnya satu ini memang cukup ceroboh .


Maka dari itu Asline hanya mampu membuat gadis itu mengawasi bagian HRD.


Rubi gadis yang sangat cerdas dan jeli,cara pengamatan gadis itu sangat tinggi dan oleh sebab itu Asline menunjuk Rubi sebagai kepala HRD di hotelnya.


"Ia..ia...perasaanku kau semakin cerewet saja sejak terakhir kita bertemu! pasti karena si beruang Grizzly itu kan?!" Rubi memicing mengingat sosok sepupu polos-polos bangs*t sahabatnya itu.


"Itu salah satunya memang Rubi,tapi masih banyak alasan lainya.Kau saja yang tidak tau!!" Kedua gadis cantik itu menoleh kearah pintu masuk hotel,tempat dimana seorang gadis cantik lainya dengan setelan jas dan celana kain putih berjalan .


Benar-benar sesok perempuan karier!.


"Kau telat juga Raels?" Rubi bertanya pada gadis yang merupakan salah satu sahabat mereka itu.


Yah.


Asline dan Rubi bersahabat sejak kecil karena status keluarga mereka,sedang Raels.Gadis itu baru dekat dengan Asline kala Asline bersekolah di Indonesia dulu.


Raels,gadis itu mengangguk malas dan menunjuk sosok gadis berkuncir kuda yang terlihat berlari dibelakangnya.


"Salahkan saja Aira...dia sudah tau punya mobil sudah waktunya pensiun malah masih saja dipakai,jadi mogok dijalan !! mana jalan yang diambil macet parah lagi,setan tidak tuh!!" Maki Raels emosi.


Rubi dan Asline terkekeh geli, ada-apa saja tingkah sahabat imut mereka itu.


"Ini terus jadinya bagaimana? para pelamar sudah datang semua? perasaan cepat sekali waktu berlalu!!" Gadis manis berkuncir tinggi itu mengangguk sembari menormalkan nafasnya yang lelah sehabis berlari mengikuti langkah cepat Raels tadi.


"Bukan waktunya yang bermasalah...kalian saja yang lambat!! cepat...Aldo sama Jaiden sudah mengamuk menunggu kalian menyeleksi pelamar sebelum membawa yang terpilih untuk diwawancarai!!" Asline mengomel jengkel melihat ketiga sahabatnya itu.


Ketiga gadis cantik itu langsung membola horor.


Apakah mereka seterlambat itu?.

__ADS_1


Astaga...


Bisa mengomel tujuh turunan delapan tanjakan dua sahabat pria mereka!.


Segera ketiga gadis cantik itu berjalan cepat mengikuti Asline memasuki lift staf hotel.


"Eh ia...Rubi,kenapa wajah kamu pucat begitu? itu juga keringatan ? " Aira bertanya sembari menunjuk kening Rubi yang masih terlihat sedikit butiran keringat disana .


Rubi tersentak sebelum kembali tersenyum agar sahabat manisnya itu tidak terlalu cemas pada dirinya.


"Tidak apa,hanya sedikit lapar belum sarapan tadi..." Bohong Rubi dengan mimik wajah benar-benar meyakinkan.


Aira si gadis berdarah Indonesia-korea itu mengangguk begitu mudah percaya,mungkin?.


"Lain kali sarapan dulu Rubi,kamu tau punya maag, bagaimana kalau nanti sakit?! bandel sih!!" Omel Aira dengan wajah kesalnya.


Rubi terkekeh dan menyambar lengan Aira manja,sungguh Aira sosok bagai ibu di antara mereka.Yah,Rubi memang anak dari keluarga cukup berada,namun sosok ibunya sudah dipanggil oleh sang maha kuasa saat dirinya berusia 5 tahun.


Dan yah,hanya ayahnya saja kini satu-satunya keluarganya.


Meski bisnis tekstil mereka tak sebesar dulu namun itu sudah cukup untuk kehidupan Rubi dan ayahnya yang kini sudah tak lagi sekuat saat muda.


Tanpa para gadis itu sadari,dibalik pintu masuk kaca hotel,seorang pria muda dengan kemeja dibalut rompi hitam yang tertutupi oleh jaket sport. Tengah menatap kearah salah satu dari mereka dengan tatapan penuh arti,seringainya muncul hingga para wanita yang tak sengaja lewat memekik heboh.


Sangat tampan!.


Meraih ponsel dengan satu tangan dimasukan kedalam saku celana.


"Apa?" Ucap pria itu malas begitu sambungan terhubung.


"Setan kau ya!! cepat kemarkas dan cek peti kemas yang mau dikirim nanti malam!! kau tau Raider itu benar-benar bisa mengamuk jika pengiriman terlambat ! cepat kembali hanya tinggal menunggu dirimu saja tau !" Suara raungan kesal terdengar dari sebrang.


Sang pria meringis ngilu,telinganya berdengung mendengar suara bass salah satu sahabatnya itu.


" Ck... baiklah tunggu lima menit aku akan tiba,bikin tuli saja suaramu!!" Omelnya jengkel.


"RYU-"


Tut......


Sambungan diputuskan sepihak.


Yah, pria tampan berdarah oriental itu menyerigai.


Dia.


Ryuga putra tunggal dari Ryuiji!.


Berbalik dan menaiki motor sport hasil rancangannya,menaikan resleting jaketnya dan menoleh kembali sekilas menatap pada gedung hotel berbintang tiga itu dengan seringainya.


"Well...kita akan bertemu lagi,my Gumiho!!" Ryuga bergumam dengan senyum penuh arti.


Motor akhirnya menderu membelah jalan.


Dirinya masih memiliki tugas yang harus dilakukan,Ryu bukan seorang yang suka membuang waktu dan dirinya harus bergegas hingga bisa menemui lagi gumiho cantik yang sudah berani mengusik hatinya!.


...........🥀............


Malam kini telah menyambut dengan sinar terang sang rembulan.


Terlihat beberapa truck besar bermuatan penuh yang telah tiba di pelabuhan.


Sebuah motor sport berhenti dengan tiga buah mobil Bugatti yang mengikuti dibelakang.


Ryu turun bersamaan dengan pintu ketiga mobil yang terbuka.


"Kau sudah hitung jumlah peti senjata yang akan dikirim?" Ryu mengangguk mantap begitu melihat Raider keluar dari mobil miliknya.


"Diego bilang kau sibuk dengan big bos?" Ryu bertanya kala Raider kini terlihat mengambil map berisi data pengiriman.


"Sudah selesai....big bos ada di markas bersama Daddy Arkansas sekarang...selesaikan cepat,Archa sedang rewel di Mansion!" Raider menjawab Ryu dengan wajah datar.


Raino bersama Cristian segera naik keatas kapal yang akan mengirim senjata mereka ke Rusia.


"Ingat no...peti itu ada 100 dan kalibernya semua seri ketiga,hitung uangnya dan pastikan jangan lengah!" Raider mengingatkan begitu mesin uap kapal telah berbunyi nyaring bertanda siap.


"Gion kau katakan pada Alarik untuk memastikan uang digital sudah masuk dengan benar,ingat bagian Rusia jatah Raino dan Tian.Sedang untuk senjata yang dikirim menggunakan helikopter bagianmu juga Ryu!" Raider berseru melalui earphone yang menghubungkan mereka para inti yang bekerja malam itu.


Satu buah kapal bermuatan besar telah berlalu,diikuti Ryu yang telah menerbangkan sebuah helikopter bersama Gion.


Raider melihat para sahabatnya telah berangkat,menatap jam tangannya dan mulai menghitung waktu.


Setidaknya,jika tak ada halangan mereka akan kembali besok pukul 6-7 pagi.


Pelabuhan telah kosong begitu tim pengiriman BE berangkat.


........🥀.........


Asline mendesah kala seluruh kegiatan kerja hari ini berakhir, gadis itu berjalan bersama para sahabatnya menuju lobby.


"Bi...kau kenapa? sedari pagi kuperhatikan kau terlihat tidak sehat,wajahmu pucat!" Jaiden berucap dengan mimik menyelidik.


Rubi tersentak, sebenarnya dirinya tidak begitu memperhatikan apa yang dibicarakan sahabat-sahabatnya, sungguh fikirannya terus berputar akan apa yang ia lihat pagi tadi.


Keempat sahabatnya berhenti berjalan dan membalik kebelakang melihat sosok Rubi yang berdiri canggung.


"Benar sekali kawan-kawan!! aku juga sudah tanya tadi pagi, tapi Rubi tidak mau kasih tau dia itu kenapa.Jadi...yah begitulah!" Aira memicing tajam menatap wajah panik Rubi yang menatap dirinya jengkel.

__ADS_1


Apa,memangnya ucapanya salah apa? Aira balas memicing.


Rubi mendesah dibawah tatapan menyelidik para sahabatnya, gadis itu hanya bisa mencari akal untuk mengelabui,tidak mungkin ia memberi tahu apa yang ia lihat pagi tadi kepada pada sahabatnya!.


"Hah....Aira cantik....bukan aku sudah katakan tadi,aku itu hanya lelah dan tidak sempat sarapan pagi jadi lemas seperti ini!!" Rubi berucap dengan mimik meyakinkan.


Aldo maju menyentuh kening rubi sembari mengangguk seakan berfikir.


"Tidak panas....Rubi anak gadisnya bapak Sanders yang terhormat,sejak kapan tidak sarapan tubuh bertenaga badakmu menjadi lemah? cari alasan yang benar sedikit kenapa?! dasar bodoh!! kamu itu tidak bakat jadi pembohong Rubi,jadi ayo mengngaku saja,kau kenapa?!!" Cerca Aldo dengan senyum mengejeknya.


Rubi mendengus,apa pria ini tidak bisa menjadi bodoh sesaat? mengapa sulit sekali menipu seorang Geraldo Adamson?!.


" Sudahlah..kalau Rubi tidak mau memberi tahu jangan dipaksa,mungkin itu privasinya.Saat nanti dia siap pasti akan bicara juga pada kita! ayolah...pulang dan ini sudah sangat larut!!" Asline mengintrupsi tatapan tajam para sahabatnya pada Rubi.


Kasihan sekali sahabatnya itu!.


"Hah.. terimakasih Asline,kau memang paling pengertian dari para setan ini!!" Batin Rubi menatap Asline berkaca-kaca.


Asline bergidik!.


"Kau juga Rubi...jangan menatapku layaknya om-om pedofil kau!!" sembur Asline ngeri sendiri melihat mata berseri-seri rubi.


"Hehehe..Asline Cantik deh!!" Kekeh Rubi centil.


Dan sekitika bulu kuduk mereka berdiri.


"LARI.....RUBI KUMAT!!" Raels terbahak dan lari sekencang-kencangnya meninggalkan para sahabatnya yang sudah ketar-ketir.


Yah,sikap manjanya Rubi yang kambuh akan sangat merepotkan!.


"Ihhh..Raels jahat! Rubi mau sama Ai-" Rubi melongo melihat Aira yang sudah lari bersama Aldo menuju basemant parkir.


Tinggal Jaiden yang sudah ancang-ancang terlalu malas jika menghadapi sisi manja luar biasa Rubi.


Bukan hanya manja,Rubi itu akan menjadi sangat merepotkan dengan mulut yang selalu berceletuk tidak jelas.


"Yah...jahat!! tinggal Rubi sendiri...huuuuu...awas saja akan ku kuras dompet kalian nanti!! sahabat laknat........."Rubi mendumel kesal,berjalan kearah mobil Audi miliknya yang hanya tinggal sendiri di basemant parkir khusus staf petinggi hotel.


"IHHHH..kenapa jadi merinding ya?!" Rubi menatap basemant parkir dengan horor.


Seakan ada yang tengah mengamati setiap gerak geriknya sedari keluar dari ruang kepala HRD.


Klik.....


"AAAAAA!!! ADA AYAM MAKAN BAYAM...IHHHH SERAM!!! KENAPA LAMPU BASEMANT MATI?!! HUAAAA....." Rubi terpekik kala lampu penerangan basemant mati satu demi satu.


"Hantu....tolong jangan ganggu aku ya...nanti aku minta Aira buatkan nasi tumpeng! tolong jangan ganggu gadis malang ini....." Gadis itu meringkuk di belakang mobilnya,menutup wajahnya dengan kedua tangan putihnya dan terus meracau tidak karuan.


Sedangkan......


dibalik layar,sosok Ryu tengah terkekeh gemas melihat reaksi lucu rubah kecilnya.


Benar.


Ryu lah yang mengirim anggota delta untuk mengawasi gumiho cantiknya.


Selama dirinya pergi hingga esok hari,Gumiho cantik itu harus selalu berada dalam pengawasan-nya.


" Kenapa kau Ryu? senyum-senyum sendiri, gila ya?!" Sembur Gion bergidik melihat senyum layaknya pedofil tua dari wajah tampan sahabatnya itu.


Tumben sekali makhluk penggila kecepatan itu tersenyum tanpa sebab?.


Aneh!.


Ryu mendengus,meletakkan kembali ponsel pintarnya dan kembali fokus pada kemudi helikopter.


"Yeee...ini manusia ditanya malah diam! jadi bisu benar mampus!!" Umpat Gion jengkel sendiri.


" Diam kenapa Gion?! mulutmu seperti ibu-ibu!!" Sarkas Ryu jengah.


" Nye...Nye...Nye...." Balas Gion sinis.


Ryu menggeleng miris melihat kelakuan Sahabatnya itu,terkadang ia sampai heran sendiri.


Apakah Gabriel papa mereka tidak salah mencetak anak? Mengapa yang keluar pria model-an badut Ancol seperti Gion ini? sudah mulut lemas otaknya hanya terisi bagaimana cara mengembang biakkan spinx dengan kucing lain agar tercipta ras baru!.


Gila bukan?.


Ryu jadi miris sendiri mengingat mental Daisy sebagai ibu dari Gion!.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?! jangan berani-berani suka padaku ya,aku masih suka melon kembar besar dari terong!!" Sentak Gion melihat ngeri Ryu yang menatap dirinya intens.


Ryu mendengus.


"Dasar gila!!" Umpat Ryu jengkel.


"Kau yang gila!!" balas Gion sengit.


Dokter tampan itu menatap foto seekor kucing Ragdoll yang digantung di langit-langit helikopter.


"Spinx sayangnya papa...lihat papi Ryu kamu mengejek papa! pulang nanti kamu cakar dia oke....." Ryu benar-benar miris melihat kelakuan Gion yang begitu maniak kucing!.


"Kasihan papa Gabriel dan mama Daisy memiliki putra gila sepertimu..." Gumam Ryu melihat Gion yang asik tersenyum menatap sayang foto kucing peliharaannya itu.


...🥀...


...TBC...

__ADS_1


Kita lihat dulu kehidupan para inti lainya.


Dimulai dari anak papa Ryu dulu ya.....😂


__ADS_2