
...Vote,like dan komentar ya 🌹...
...♣️.....♣️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♣️.....♣️...
...# Flashback #...
Suasana terasa hening dengan aura terasa menggelikan.
Lima orang pria tampan itu duduk saling melirik dengan seringai licik.
"Apa dia akan segera memulai?" Maxim mengunyah buah anggur dengan piring buah yang berada dipangkuan pria itu,begitu fokus pada reaksi ryuga, hingga matanya bahkan tak melirik lawan bicaranya.
"Stttt..diam saja dan lihat dulu!"Alarik mendelik jengkel,sungguh.Dirinya bahkan sudah meretas cctv yang berada didekat meja bartender lewat ponselnya,Alarik ingin melihat bagaimana wajah cantik gadis yang telah membuat gusar saudaranya.
Bagaimana garis ekspresi Rubi? apakah dia memang pantas untuk cinta saudaranya?.
Alarik sang pengamat!.
"Sayang sekali xain tidak ada,jika dia ada disini sudah pasti Perusahaan berita milik keluarganya akan langsung naik rating dengan berita utama besok ' CEO Hara Speed telah menghabisi nyawa seorang pria akibat cinta!' How? fantastic right?!" Raino berbisik antusias di telinga Gion hingga dokter muda tampan itu mendelik horor.
Berbisik saja mengapa harus meniup telinganya? sinting Raino ini! dia masih normal right!.
Gion menggeser duduknya dengan wajah bak melihat penampakan makhluk halus!.
Horor!.
Raino mengendik acuh,menyesap kembali cocktail miliknya dengan seringai jahil.
"Apa yang akan kau lakukan Ryu?" Raider bertanya waras ditengah gibahan jahil para saudaranya yang lain.
"Hehehe..kau ingin antidot afrodisiak? yah..mungkin kau akan butuh nanti? siapa tau...?" Gion menaik turunkan kedua alisnya jenaka,memutar sebuah botol kecil dan satu perangkat jarum suntik diatas meja.
Alarik,Raino,Maxim,dan Raider menoleh seketika pada sisi Gion yang tersenyum menjengkelkan!.
Ryuga menatap dingin kedua benda yang terletak apik diatas meja yang penuh gelas minuman,piring buah juga beberapa jenis piring berisi kacang almond panggang.
"RYU...JANGAN MELAMUN BODOH! LIHAR RUBI SUDAH HILANG...SHE'S GONE!" Pekik Maxim heboh sendiri.
Degggg...
Ryu berdiri mematung,tubuhnya segera bergerak sendiri tanpa ia sadari.Meraih sembarang kunci mobil entah milik siapa,dia sudah lupa yang mana mobil miliknya!.
Berlari meninggalkan kursi tamu VIP, meninggalkan lima orang saudaranya yang duduk tersenyum simpul.
"Well....aku rasa jika tak bergerak cepat,aku akan tertinggal oleh Ryu!" Maxim berdiri,merapikan kemejanya yang nampak kusut.
"Ck...lagakmu! dia sudah punya pelabuhan hati,kau....? kekasihmu saja bertebaran kayaknya debu di udara,cobalah setia pada satu saja max! Ingat...tak selamanya perempuan akan memaklumi kelakuan laki-laki,jika kau sudah bertemu seseorang yang membuatmu gila seperti Ryu...maka,aku pastikan kau akan menderita jika perempuan itu tau masa lalu perjalanan romansamu yang begitu luar biasa!" Sarkas Gion telak.
Maxim yang semula ingin meraih kunci mobilnya terhenti.
Pupil matanya bergetar,namun ekspresi itu tak lama sebelum wajah itu kembali tenang.Seorang playboy yang gigih!
"Aku bahkan ingin tau seperti apa rasanya memiliki gadis yang tak melihat siapa diriku,tak tertarik pada harta maupun latar belakangku.Dan yang penting...punya harga diri! dengar..." Maxim menatap Gion jenaka.
"Aku ingin melihat gadis yang punya harga diri,bukan wanita murahan yang begitu murah melempar diri mereka di atas ranjangku! lalu..dimana salahku jika aku bermain-main? bukankah mereka yang memancing duluan? apa salahku jika ikut menikmati? lagipula Gion, nektar mereka sudah hampir basi kucicipi,disini mereka tak merugi sama sekali jika aku permainkan" Maxim berucap tak merasakan getaran apapun dihatinya setelah mengatakan hal itu.
Gion menggeleng lelah,keras kepala!.
"Entah sudah berapa wanita yang datang dan membuat pusing mama Jessy.. kau tau sendiri...yah,masih baik jika mereka berkata mereka adalah kekasih yang dicampakkan,nah ini...mereka selalu membawa kabar mereka hamil anaknya Maxim.. Bagaimana mama Jessy tidak darah tinggi? beruntung papa Marcel sabar..." Raino berucap penuh rasa simpati.
Kasihan ibu mereka satu itu.
Punya putra satu,tapi kelakuannya benar-benar tidak tertolong lagi.
"Dan kau brother, kapan kau akan mengajak gadis itu kerumah? setidaknya bertemu mami...atau..nenek mungkin?" Raider melirik Raino yang menatapnya dengan manik memicing.
"Tidak tau..dia lebih sulit dari Rubi..kedua gadis itu bersahabat.Gadisku dan gadis Ryu,entah bagaimana caraku untuk meyakinkanya,entah mengapa sepertinya belakangan ini raels...dia menghindari diriku" Raider berucap dengan wajah tertekan.
"Cinta...cinta dan cinta...Aku bosan mendengar kalian bicara tentang perempuan! si Zeus..si Yama...kau..dan kau,Raino...kalian seperti bajingan yang melimpahkan semua tugas padaku sejak mengenal kata cinta! come on...i need time to my self oke! and you all guys never give me time!" Kesal Alarik berucap sinis.
Bangkit kesal meninggalkan ketiga saudaranya yang duduk linglung.
"Dia Pms?" Gion berucap dengan ekspresi wajah begitu bodoh.
__ADS_1
"Hm.. sepertinya sindrom techno-nya kambuh!" balas Raino ikut tertular bodoh.
"Kau... Raino...kau berhutang penjelasan padaku!" Raider bangkit meninggalkan Raino yang melongo linglung sendiri.
"Memang aku punya hutang apa padanya?" Raino menatap Gion yang sibuk merapikan ponsel juga kunci mobilnya yang berserak diatas meja.Menyerigai licik kala sebersit ide menyapa otaknya.
"Tidak tau..dan tidak perduli!" Balas Gion berlalu pergi meninggalkan Raino yang terduduk berfikir sendiri.
Tapi....
Sepertinya ada yang janggal disini!.
Raino yang setengah mabuk pengaruh tiga gelas cocktail beralkohol tinggi yang ia minum.
"Eh...tapi...1,2,3,4,5,6......kemana semua kunci mobil itu?! " Raino yang setengah waras akibat alcohol terus menghitung jarinya sembari menatap seluruh bagian meja hingga kolong kursi.
"ARKHHHH..WHERE IS MY KEY?!! DAMN YOU BROTHER!!" Entahlah dia memaki siapa, tapi Raino,pria muda itu benar murka mengetahui dirinya ditinggal sendiri tanpa kendaraan juga dompet!.
Hei....
Dia seorang tuan muda,dan tanpa dompet, ponsel, juga kunci mobil.
Apa mereka menyuruhnya jajan kaki pulang dalam keadaan setengah mabuk?!.
Meminta tumpangan? maaf saja....
Gengsi lebih tinggi!.
Mau ditaruh dimana wajahnya jika kedapatan paparazi sedang meminta tumpangan?.
Dan yah,Raino dengan gaya cool,menyimpan ribuan dendam berjalan keluar dari club.Memasukan tangan kedalam saku dan memakai kaca mata hitamnya.
"I will kill you brother..all of you!!" Berjalan sedikit terhuyung keluar dari club,meski tak jarang ada beberapa wanita bahkan pria yang menyembunyikan tawa mereka melihat gaya berjalan sang tuan muda Ketiga Wiguna!.
Berpura-pura tegak,meski tubuhnya beberapa kali terhuyung ke depan.
Damn it!....
...#Back off#...
"Hiks..panas...hiks...sakit......aku..aku..tidak kuat lagi!" Rubi menangis,merintih dan mengerang dengan peluh membasahi wajah putihnya.
Empat orang pria berbadan kekar juga berwajah kejam berdiri mematung,mematung kala menatap siapa yang berdiri memeluk mangsa bos mereka.
CEO Hara!.
Siapa yang tak kenal dewa Super car itu?.
"Tenang Rubi...ini aku,Ryu...tenang dan tarik nafasmu hm" Ryuga berucap lembut,melirik sebuah suntikan dari balik jaketnya.
" Kalian..bawa empat orang itu!" Ryu berucap dingin,sorotnya berkilat penuh bara api.
Beberapa orang pria muda,berwajah tampan dengan rompi berlambang elang keluar dari balik kegelapan malam.
"BENAR.. LEPASKAN KAMI..MAAFKAN KAMI,KAMI TAK TAU GADIS ITU ADALAH ORANG ANDA!"
"AMPUNI KAMI TUAN RYUGA!"
Ryuga menutup telinga akan suara putus asa keempat orang itu, membenarkan posisi Rubi yang semakin mengkhawatirkan ditengah banyaknya tamu motel yang mulai beraksi.
Manik ryuga menajam menatap sekeliling.
Mundur teratur dengan wajah tegang.
Semua orang bergidik ngeri.
Pria tampan berwajah oriental ini terlalu tinggi!.
Grephhh...
"Ahhh..Ryu..hah..ryuga?" Rubi menajamkan penglihatannya yang mulai mengabur kabur.
Degggg...
Tubuh atletis Ryu menegang,seluruh darahnya seakan mendidih dan tubuhnya meremang akan kulit lembut nan panas itu yang kini menempel pada tubuhnya.
"Ketua...area sudah kami bersihkan,tamu telah kami bungkam..ada perintah?" Ryu melirik anggotanya yang berbicara dengan mata menunduk tak berani melihat sosok gadis yang dipeluk erat oleh ketua mereka.
Cristian...
Anggota delta yang bertugas menjadi kaki tangan Ryu sendiri.
Hingga...
"HAH..KALIAN..SUDAH KALIAN TANGKAP JAL*NG ITU?! MANA..BAW-"
Degggg..
Pria paruh baya yang terlihat memakai piyama hotel itu berdiri tegang.
Menatap lobby yang seluruh tamunya berdiri dipinggir tak berani maju lebih jauh untuk melihat.
"A..ada apa?! mengapa ada orang-orang dengan lambang organisasi mafia ,Blood Eagle?! siapa? ketua bagian mana yang ada disini?! " Batin pria itu gusar,hingga...
"CEO HARA...STEVANO HARA...TUAN MUDA RYUGA!!!" Pria paruh baya itu memekik panik,maniknya bergetar horor dan berlari cepat mendekat.Bersimpuh kala maniknya tak sengaja menatap sosok perempuan yang berada dalam pelukan pria kelas atas dari clan Hara itu!.
Ryu menoleh dingin.
Satu alisnya naik dengan gurat wajah penuh niat terselubung.
"Habislah kau tuan bangka! Ryu sudah kau buat murka!"
__ADS_1
Criatian menatap dingin wajah-wajah para korban malang Ryu selanjutnya.
"Cristian...Kau pasti tau,apa yang harus kau lakukan sebelum aku memberi waktuku?!" Ryu mengangkat tubuh lemas Rubi ala bridal,memastikan tubuh yang bergerak gelisah itu terbungkus sempurna oleh selimut.
Grephhh...
Degggg..
"Ahh..Ryu..Ryu... tubuhmu sangat dingin.. sejuk sekali ahh..aku..aku peluk aku!"
Tubuh Ryu membeku,nafasnya tercekat kala wjaah Rubi mendusel diceruk lehernya.
Bibir ranum itu....
"Damn it!!" Umpat Ryu kala nafasnya terasa berat,Rubi terus mengecup leher kokohnya dengan hisapan ganas!.
"R...Rubi...jang..engg..kau akan menyesal nanti!" Ryuga mengerang diantara kesulitan menyeimbangkan tubuh Rubi yang terus bergerak liar dalam gendongannya.
Para anggota berdiri dengan ekspresi canggung,bergidik sekaligus panas melihat sosok se*si didekapan ketua mereka.
"Aku merasa menjadi pria paling menyedihkan"
"Sayang sekali aku penganut no se*s before marriage,yah... pengecualian untuk tuan muda Houston!"
"Aku merasa iri!"
Cristian menggeleng geli akan ucapan para kawan-kawannya.
Yah, seperti inilah kebersamaan para anggota!.
..........♣️...........
Brukhhhh..
"Hiks...."
Ryu masuk,menendang pintu sebuah vila besar yang berada cukup dekat dari lokasi dirinya berada
"ASTAGA...YA AMPUN RYU...SIAPA INI YANG KAMU BAWA?!" Seorang wanita paruh baya memekik begitu terkejut akan kedatangan salah satu putranya itu.
"Ah....hiks..panas...panas...sekali!!" Rubi terus menangis,merontak dengan kalut.
"Mami...papi Gabriel,Gion? dimana?" Ryu berucap gusar,tubuh Rubi yang panas menyulut akal sehatnya.
Daisy,yah.
Ibu dari Gion juga istri dari Gabriel itu melotot horor.
"Ryu...kau harus memberi mami penjelasan! sekarang bawa gadis ini ke kamar tamu,adakah yang mami bisa tolong?" Daisy berucap panik,mengikuti langkah tergesa-gesa Ryu yang menuju satu kamar tamu di Vila Gabriel.
"Minta pelayan membawa wadah berisi es batu saja mi,bawa yang banyak!" Ucap Ryu cepat.
Brukhhh....
"DAMN!!" Ryu mengumpat kala niat awal membaringkan Rubi justru kini dirinyalah yang jatuh bersama gadis itu diatas ranjang.
"Rubi!" Pekik Ryu kala Rubi bangkit dan duduk diatas perutnya tanpa sadar.
Gadis itu benar-benar lost control.
"Ahh.. panas...Ryu.. tolong please...." rengekan terdengar putus asa.
Blam...
"Sudah cukup!"
Ryu membalik tubuh Rubi,mengangkat kembali gadis itu dengan tubuh telah toples sepenuhnya.
Hingga....
Prankkkk....
"OH MY GOD!! WHAT ARE DOING BROTHER?!! YOU MAKING LOVE, DISINI...DI RUMAH KEDUA ORANGTUAKU?! ARE YOU CRAZY?!!" Gion menjatuhkan wadah berisi es,berteriak dengan wajah terbelalak horor kala Ryu dengan reflek menutupi tubuh Rubi dengan tubuhnya.
Blammmm...
Gion membanting pintu.
Dan Ryu...
Selimut gadis itu jatuh dan dengan nafas tercekik Ryu membawa gadis itu memasuki kamar mandi.
TRASSS....
Shower mengguyur,memenuhi bathup.
Es yang terjatuh terpaksa dikumpulkan Ryu kembali,mengisi bathup itu dengan es batu dan merendam tubuh Rubi disana.
"Ahhh..panas Ryu...panas...hiks...aku ingin air...es lebih banyak" Rubi meracau gelisah.
Ryu meraup wajahnya putus asa.
Tidak ada cara lain....
Tessss...
"AKHHH..." Rubi berteriak kesakitan saat sebuah jarum kecil nan tajam menusuk kulitnya.
Ryu menghela nafas berat,menangkap tubuh Rubi yang limbung bersiap menghantam tepi bathup.
Dengan tangan gemetar,Ryu mengangkat tubuh polos itu keluar dari bathup,membalut tubuh gadisnya dengan bathrope.
__ADS_1
...TBC...