
...Vote,like dan komentar ya...
...🍃...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🍃...
Terpaan angin malam,membawa rasa beragam dengan sentuhan kebahagiaan yang terpancar jelas diwajah-wajah rupawan garis keturunan clan terbesar kedua di Eropa itu,Clan Wiguna.
Wanita dengan dress putih press body itu berjalan dengan wajah terpaku,menatap keindahan seluruh dekorasi yang terlihat sepanjang langkah memasuki hotel Blue Skylies,hotel yang berdiri di tepi pantai.Hotel yang baru saja diresmikan oleh sang Zeus sebagai tempat pernikahannya.
Yah,bangunan yang begitu megah bergaya Eropa abad pertengahan.
"Kenapa? kenapa bukan aku?.....aku memimpikan pernikahan bak putri raja seperti ini! tapi kenapa? kenapa asline yang mendapatkan semuanya?!!" Grizela,yah.Wanita dengan gaun putih bak malaikat namun tak sejalan dengan kegelapan hatinya.
Berjalan memasuki lorong hotel bersama para tamu lainya.
Ini terlalu fantastis!.
Lorong disulap dengan seluruh dinding berbingkai mawar berwarna biru keunguan,tirai sutra dengan Kristal tipis menghiasi langit-langit.
Para tamu benar-benar terperengah.
"Grizela..kondisikan wajahmu!" Desis Dante melihat wajah gelap putrinya.
Grizela menghela nafas,banyak mata para tamu wanita high class menatapnya intens,remeh!.
Benar, tatapan mata para wanita kaya itu menatap keluarganya dengan hinaan kental!.
Grizela mengepalkan kedua tangannya menahan amarah.
Kenapa? dan kenapa?.
Sesak dihatinya benar-benar seperti racun.
Degggg...
Langkah Grizela maupun gadis-gadis seusianya, anak-anak para taipan kaya itu terhenti.
Mata mereka terbelalak melihat aula dimana satu pintu lagi dan mereka akan melihat ballroom utama.
"Ini seperti negri dongeng!!"
"Tentu saja! ini putra sulung tuan Arkansas! tentu harus luar biasa!"
"Bahkan karpet alas kaki kita terbaru dari sutra beludru kwalitas tinggi!"
"Rasanya aku ingin melepas alas kakiku!!'
"Ini bunga mawar langka gradasi putih dan pink?! sungguh royal!"
Grizela mendengar suara pekikan kagum para gadis kaya itu jengkel,belum lagi matanya menatap kearah dinding.Disana terlihat sebuah figura besar dengan wajah tampan Rayga yang merangkul mesra Asline yang terlihat tersenyum bahagia.
Rayga terlihat benar-benar bak putra mahkota yang keluar dari sebuah lukisan dengan kecantikan indah yang berada dalam rangkulannya.
"Tidak..ini..ini harusnya posisiku!! bukan j*lang ini!!" Grizela berbalik dan langkahnya menuju sebuah tempat,dimana dia bisa melepaskan makian-nya.
........🍃..........
Grizela memasuki sebuah ruangan dengan pintu berwarna putih.
"Kau puas ?!" Wanita itu berucap sarkas pada seorang gadis cantik dengan gaun pengantin elegan yang membalut tubuhnya.
Gadis cantik itu berbalik dari arah cermin dan menatap kearah wanita yang berdiri menatap dirinya tajam ,mata itu penuh keiri-an juga kebencian!.
Asline,tersenyum.Gadis cantik dengan surai coklat madu itu berdiri anggun layaknya seorang ratu hanya saja kini Tiara-nya belum terpasang.
"Berbahagialah sekarang sampai tiba waktunya habis !" Grizela berucap dengan manik tajam menatap wajah bak pahatan Dewi itu dengan senyuman remeh.
Asline menarik seulas senyum tipis,kaki jenjangnya perlahan turun dari undukan tangga kecil dan berjalan menuju Grizela dengan aura bak seorang putri bangsawan.
"Aku menunggu....Grizela...10 tahun lebih aku melihat keserakahan keluargamu...kini aku tidak sendiri..maka,mari lihat bagaimana kau menembus benteng takdir yang semesta kirim untukku!" Asline melangkah melewati tubuh Grizela yang bergetar akan kemarahan.
Wushhhh...
Grephh.....
__ADS_1
"How you dare?!" Grizela mematung dengan lengan tercengkram kuat oleh sosok cantik yang entah sejak kapan memasuki ruang tunggu pengantin.
"Ria?" Asline berucap geli menatap wajah dingin Victoria yang kini mencengkram kuat lengan Grizela yang berniat menarik ekor gaun pengantin asline.
"Lepaskan aku bi*ch!!" geram Grizela yang merasa tulang lenganya remuk oleh cengkraman gadis asing itu.
"Dengar ya Line....jika saja kau tidak sedang menggunakan gaun pengantin dan cantik seperti ini..aku lebih suka membiarkanmu mengurus ular betina ini! sayang sekali Rayga sudah memintaku menjaga calon istrinya !" Victoria berucap jenaka,asline terkekeh melihat raut wajah sahabat barunya itu.
Yah,meski baru beberapa waktu mereka mengenal.Namun asline merasa hangat berada disamping Victoria,aura gadis itu sama seperti raels.
"Sudah ria lepaskan saja ular ini sebelum dia mematukmu..." Gelak Asline jenaka.
Victoria berdecak malas dan menghempas tangan grizela kuat hingga tangan wanita itu terantuk tepi nakas dan terlihat setelah itu perlahan mulai membiru.
"Berani kau mengganggu calon istri Zeus itu..kau akan mati! hati-hatilah jal*ng ...kurasa nyawamu tidak lebih dari 1!" Sinis Victoria dan mulai membawa asline keluar karena acara telah dimulai.
Gemeretuk gigi Grizela terdengar keras dikeheningan ruang yang kini hanya tersisa dirinya saja.
" Brengs*k!!!" Maki Grizela sebelum berlalu keluar dari sana.
.......🍃........
"Tenang bisa tidak?!! aku pening melihat kelakuanmu!!" Raung Xain melihat kelakuan Raino.
Yah,Raino.
"Yang menikah itu big bro,bukan kau! mengapa jadi kau yang terlihat gelisah kebakaran jenggot seperti itu?!! " Sarkas Maxim pada raino yang memang sedari tadi berjalan bolak-balik,wajah tampan pria itu terlihat panik.
"Mati aku Max...ini lebih bahaya dari latihan maut kakek!!" Raino berucap gusar,Maxim mengeryit bingung.
Rayga,pria tampan itu berdiri dengan dua orang stylish membantunya memakai toksedo pernikahannya.
Terlihat tak perduli akan kelakuan para saudaranya.
"Memangnya kenapa no? kau baru dengar berita Thunder-mu dibakar mommy ?" raider berucap jengah.
Raino menatap wajah saudaranya yang mengisi ruangan itu dengan wajah melas dramatis.
"Raider...Max.....Gion.....Kalian tau tidak..mami...." Raino berucap dengan wajah penuh tekanan berat,Maxim menatap penuh penasaran dengan wajah jengah raider yang terlihat tak perduli namun memasang telinga tajam.
Gion sibuk mengelus kepala spix,kucing kesayangannya.
"Mami kayra kenapa no?! kau kalau bicara yang jelas!!" Sembur Maxim gemas.
Raino menarik nafas panjang.
"Mami suruh Victoria duet sama acella buat bawa lagu pengiring! bagaimana kalau kecantikan kekasihku dilihat pria lain lalu Victoria berpaling? tidak rela...aku tidak rela!!" Ucap Raino dramatis.
"Si bang*at!!" Maki Maxim kesal,dirinya kira berita penting apa,tenyata hanya omong kosong!.
"Mati sajalah kau no! " Sarkas raider menatap wajah saudara kembarnya jengkel.
Raino terkekeh kikuk.
"Tega kau...saudara laknat!" Raino menggeleng dramatis menyentuh dadanya dengan wajah memelas.
Gion terkekeh dan menggeleng geli.
Hingga
Brakhhh..
"Astaga!!"Pekik Raino kaget begitu pintu didobrak kasar dengan wajah congkak sang ayah masuk dengan tanpa dosanya.
"Papi bisa tidak buka pintunya biasa saja?! kalau kami jantungan bagaimana?!!" Maxim mengoceh sarkas.
Rion terkekeh tak perduli dan menatap wajah Rayga dengan seringai iblis.
"Times up! go..." Rion berucap dengan sudut bibir Rayga tertarik tipis.
Pria paruh baya itu kemudian menatap wajah keempat pria tampan putranya yang lain.
Gion ,Raider.Kedua pria tampan itu menatap rion aneh.
Kenapa dengan senyum licik pria paruh baya itu?!.
"Kalau kalian jantungan ya tinggal mati..papi buat lagi anak baru sama mami kalian!!" Ucap Rion santai dan berlalu pergi meninggalkan para pria muda itu dengan wajah melongo mereka.
"SI PAPI MESUM!!" Raino memekik horor.
"SI TUA TIDAK TAU DIRI!!"Maxim berteriak sinis.
"sabar...semoga mami diberi kekuatan oleh Tuhan!" Raider masih dengan kewarasannya berucap samar.
" Papi tidak punya akhlak!" Gion menatap si kembar R dengan miris,untung ayahnya Gabriel masih waras dibanding Rion ayah si kembar.
"Ayo!" Titah Rayga begitu persiapannya selesai.
........🍃.........
"Aku merasa sesak nafas!!" Maxim berdiri dengan jas serupa dengan yang dikenakan para saudaranya.
Para pria tampan itu berdiri di pintu masuk ballroom menunggu para gadis mereka.
"Tenang saja max..bukankah ini terlihat hebat..kita berjalan masuk dengan menggandeng para gadis kita!" Celetuk Diego enteng.
"Kau enak saja bicara! kalian itu sudah punya gandengan! nah aku...mau gandeng siapa?! tidak lucu bukan jika aku menggandeng mamiku,bisa mati aku di hajar pawangnya!" Maxim terus menggerutu kala melihat senyum lebar para saudaranya semakin menjadi saat wajah-wajah cantik pemilik hati mereka perlahan terlihat dari ujung lorong.
Bahkan tak ada satupun yang menanggapi keluhannya!.
Nasib..nasib...
"Siapa suruh kau tidak setia dengan satu perempuan..sekarang siapa yang tau nasibmu nanti.. mengaku single..nyatanya partner-mu dimana-mana!" Sinis Gion menatap wajah bertekuk Maxim sinis.
Maxim mendelik dan melotot pada wajah jengah Gion.
"Diamkan kau jones! kau bahkan tidak pernah dekat dengan wanita sejak kita remaja! jangan mengatai aku kau ya!" Delik Maxim sinis.
__ADS_1
Gion mencibir dan fokus membelai kucing kesayangannya dari pada menjadi obat nyamuk para saudaranya.
"Tidak apa,bukankah baby spix Daddy Gion ada? baby mana suaranya?" Ucap Gion sembari mencium gemas wajah gembul kucing kesayangannya.
"Meoww..." Spix,kucing cantik itu menyahut semangat dengan mendusel wajah-nya di pipi Gion.
"Uluhhh..sayangnya Daddy pintar ya...kiss dulu" Gion terus bergurau asik sendiri bersama kucing kesayangannya tanpa perduli wajah horor para saudaranya.
"Dia memang gila..."Maxim bergerak sedikit menjauh dari dokter muda tampan itu.
"Kasihan terlalu lama jomblo jadi kucing pun dijadikan kekasih!"Raino menggeleng miris.
" Miris sudah gila ilmu pengetahuan kini diapun semakin gila karena bermanja ria dengan seekor kucing!"Diego bahkan mengelus dada sabar.
Raider,Ryuga.Kedua pria tampan itu hanya menghela nafas lelah.
Tak....tak...tak...
Suara ketukan hills terdengar semakin jelas.
Degggg.....
Mata tajam para pria tampan itu bergetar terpaku,sedang Rayga.
Pria tampan berwajah bak dewa Yunani itu terkunci pada sosok cantik yang berjalan paling depan dengan ekor gaun dipegang oleh Aira juga Archa yang menatap polos nan berbinar para kakak laki-lakinya.
"Begitu indahnya calon istriku...aku tidak pernah berterimakasih padamu sebelumnya Tuhan! namun ... terimakasih kuucapkan untuk hawa cantik yang kau ciptakan sebagai pendamping hidupku..." Rayga menatap sosok yang juga kini menatapnya dengan senyum teduh,rona merah di pipi halus gadis itu sukses membuat darahnya bergejolak.
"Darling...." Raider maju,merangkul posesif pinggang ramping raels yang sudah menunduk dengan wajah memerah pekat.
"Sayang sekali Victoria dan acella sudah dipanggung duluan.." Raino menghela nafas panjang.
Merasa ditinggalkan dia!.
Aira menatap sekeliling.
"Aira cantik...kalau cari alarik dia sudah didalam memasang set kamera untuk acara ini..." Maxim berucap dengan kedipan mata jahil.
"Kau mau perusahaanmu habis dikirimi virus data base oleh iblis bermata empat itu? goda saja terus calon istrinya..." Jenaka Gion dengan seringai mautnya.
Maxim mundur dengan bulu kuduk berdiri seketika.
Bukan apa-apa!.
Jika soal fisik baku hantam tentu dia akan seimbang dengan jenius IT itu,namun soal kelicikan otak sudah pasti dia,bahkan para inti selain Zeus sendiri pasti akan kalah dari alarik itu!.
Baiklah sebaiknya mundur sebelum terlambat..
Niatnya hanya melancarkan rayuan mautnya untuk mnggombali Aira,namun mengingat pawang gadis itu Maxim mendengus kesal sendiri.
"Siap dear?" Rayga meraih pinggang asline dan menarik tubuh indah itu merapat padanya.
Asline mengangguk malu,dan pria itu dengan gemas mengecup pipi halus itu berkali-kali tak peduli wajah jengah para saudaranya.
"Ingat masih ada yang jomblo disini... tolong ya tuan muda Rayga dan nona asline untuk jangan mengobral kemesraan disini..!!" Sinis Maxim jengkel.
Gion tergelak dengan kekehan geli Ryu juga raider .
Rayga melangkah acuh dan semakin mencium seluruh wajah calon istrinya gemas.
"Hedeh....Bucin terus....sampai mam*us!!" Kesal Raino pada tingkah out of caracter saudaranya itu.
Kemana sisi Tiran juga dingin Zeus itu!.
Kenapa jadi begini?!...
"Kakak..archa lelah berdiri terus..ini kapan kita masuk ballroom nya?!"
Duar.....
Seketika kepala para pria dan gadis mereka menoleh patah-patah pada sisi dibelakang tubuh Asline.
"Mampus kita!! kenapa tidak ada yang ingat disini ada bocil?!!!" pekik Raino horor.
Sungguh mereka bermesraan didepan mata adik bungsu nan polos mereka!.
Jika para ibu suri maupun permaisuri sekaligus para raja tua itu tau,entah bagaimana nasib telinga dan mental mereka nanti jika putri kecil itu mengatakan hal yang tidak-tidak berbau 21+?.
"A..archa lihat apa tadi?" Gagap Maxim horor.
Bahkan Rayga sudah berdiri mematung dengan helaan malu luar biasa.
"Banyak...." Jawab gadis remaja itu polos.
"Matilah....aku!" Batin Raider meringis ngilu.
"Jangan archa..lupakan semuanya!!!tuhan buat adikku amnesia!" Batin Rayga,sungguh kakak yang baik hati sekali bukan?.
"Jika para permaisuri itu tau..terutama bunda..bisa tuli aku diceramahi siang malam.." Batin Ryu nelangsa, bagaimana tidak?.
Ryu adakah orang yang paling ganas memperlihatkan adegan dewasa didepan mata adik polosnya,yah.Dia dengan tidak tau malu meraup bibir Rubi hingga bengkak tanpa perduli tempat dan kini barulah dia sadari ada adik kecil polos mereka disini.
"Banyak a..apa archa sayang?" Baiklah kini Ryu dengan keberanian penuh bertanya.
Archa mengangkat jari-jari lentiknya dan mulai menghitung.
"1,kak Rayga cium pipi dan kening kak asline sampai bunyi Muahhh begitu..." Rayga meringis malu.
Beruntung wajah datarnya membuat rasa malunya tidak terlihat .
"2,kak raider memeluk kak Rael dan mengecup telapak tangan kak raels!" Raider mengelus dada lega adiknya tak melihat kelakuan lebihnya.
"Terus yang paling banyak.....kak Ryu! cium bibir,cium leher,ci-"
"TIDAK...STOP ARCHA..." Pekik Ryu horor, hingga.
" RYU....BUNDA JAHIT BIBIRMU YA LAMA-LAMA!!" nah kan,entah darimana datangnya istri dari dewa Yama itu.
__ADS_1
...🍃...
...TBC...