
...Vote,like dan komentar ya...
Ps : Ada yang tanya kenapa Liora bisa meninggalkan padahal sudah bangun dari koma,tenang El akan kasih penjelasan nanti saat novel ini end di ekstra chapter-nya.
So ditahan dulu penasarannya...
...🍃...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🍃...
Degggg...
Raino menatap ruang tamu rumah minimalis itu dengan jantung berdegup kencang.
"Ria........RIA...."
Raino dengan manik meliar menatap kearah lantai dua,kakinya melangkah cepat menaiki tangga.
Brakhhh..
Begitu pintu kamar sang kekasih terbuka,manik Raino terperangah,kakinya melangkah lemas kearah satu tubuh yang tergeletak dilantai dengan selimut membalut bagian atas tubuhnya,tubuh kekasihnya.
"Ria....ria..hei honey..say something!" Raino mengangkat kepala Victoria keatas pahanya.
"Ra.. Raino...please...help.. i'm sc-"
"RIA...HONEY.. OPEN YOUR EYES!!" raino berteriak panik saat Victoria akhirnya menutup mata dan kehilangan kesadaran.
Raino menutup mata mencoba tenang,saat seperti ini tidak dibutuhkan emosi,namun akal sehat!.
Menempatkan tangan diantara punggung juga paha sang gadis,Raino mengangkat tubuh Victoria dan membawanya kearah ranjang.
Namun....
Degggg..
Raino menegang merasakan kulitnya bersentuhan dengan punggung gadisnya.
"Kemana pakaianmu honey? apa yang terjadi padamu?!!!" Raino menutup mata sakit mencelos hatinya.
Manik pria itu yang telah memerah kini berkilat bak badai topan!.
"This is not my love scent!" Raino mengeram murka,menatap wajah sembab Victoria dengan perasaan campur aduk.
Siapa yang bisa menyakiti gadis sebrutal kekasihnya?...
Siapa yang mampu membuat seorang pembunuh kejam seperti gadisnya begitu lemah berderai air mata?...
Raino akhirnya urung membaringkan tubuh Victoria pada ranjang gadis itu.
Dia membawa Victoria kekamar tamu.
Dengan lembut setelah berhasil membuat pintu kamar tamu terbuka, Victoria dibaringkan dan Raino memperbaiki selimut gadisnya menutupi tubuh atas Victoria dengan benar.
Berlari kearah dapur,meraih sebuah wadah, mengisinya dengan air hangat dan sebuah handuk diambilnya dari salah satu laci wastafel.
Raino bergerak cepat dengan wajah dipenuhi kemarahan.
Namun dia akan berusaha membuat Victoria tidak takut..
Amarahnya harus disalurkan langsung ketempat yang benar!.
Nanti....
Membasuh wajah Victoria yang sudah dipenuhi jejak air mata,dahi gadisnya terlihat terhias keringat dingin.
"Don't ...please stop...papa...kakak.. Vivi tidak sanggup hiks...."
Gerak tangannya terhenti,Raino menatap wajah yang dipenuhi kesakitan dan beban itu dengan kedua tangan terkepal erat.
"Ria...siapa Vivi? ada-apa sebenarnya dengan dirimu? jangan buat aku menjadi tidak berguna..bantu aku membantu dirimu honey. beri aku jalan sedikit saja..." Raino berbaring memeluk tubuh terbungkus selimut itu dengan nanar.
Sakit sekali saat melihat orang yang dirinya cintai begitu terpuruk,namun ia tak tahu bagaimana cara membantu sementara sang gadis masih begitu sulit terbuka.
Raino merasa waktu seakan mengejek!.
"Hiks...sakit....tolong...tolong Vivi..."
Victoria terus meracau.
__ADS_1
"Vivi......aku disini tenang...aku disini akan melindungi dirimu sayang... Victoria-ku..." Bisik Raino lembut,meski dia tak tau siapa vivi namun dirinya menebak bahwa itu mungkin saja salah satu nama lain dari Victoria,dan yah.
Sepertinya berhasil, Victoria tertidur pulas dengan wajah lebih tenang .
"Siapa kau...siapa kau yang begitu ditakuti oleh ria-ku?! beraninya....mari lihat bagaimana aku atau kau yang akan binasa!" Raino menyerigai bengis.
Tidak ada lagi sosok jenaka sang super model,kini yang ada hanya sosok iblis wakil Blood Eagle!.
Mereka meminta dan dirinya akan memberi!..
Raino.....
Pria yang dijuluki sebagai Racknarok!..
Penghancur.....
......🍃......
BE,Wipon factory.....
Rayga tengah duduk tenang sembari membaca sebuah email yang baru saja dikirim oleh alarik.
Matanya begitu dingin menatap informasi yang kini tengah ia baca.
Tak lama maniknya melirik kearah jam dinding didalam ruang pribadi dimarkasnya itu.
"Hah..rasanya waktu berjalan sangat lambat! jika saja kakek tidak mengirim pergi raider..sudah pasti aku tidak perlu duduk disini!" Rayga bermonolog geram,gusar.Dirinya benar-benar gusar,memikirkan istri cantik yang menunggunya pulang dan dirinya yang begitu merasa dahaga besar atas diri istrinya itu, Asline.Istrinya benar-benar layaknya sebuah morfin yang begitu candu hingga mengganggu akal sehatnya.
Rayga yang biasanya tenang dalam bekerja tak perduli waktu,kini hanya merasakan perasaan ingin cepat pulang dan kembali hanya agar bisa memeluk dan mencium istrinya lagi,dia rindu.Sangat candu!.
Ting....
Alarm peringatan pada ponselnya berbunyi.
Wajah suram Rayga berangsur meningkat cerah meski ekspresi wajah tampan itu tetap datar.
Hanya saja manik yang biasanya tajam kini berkilat penuh bintang.
"Damn it!! kenapa jantungku jadi seperti ini?!! " Rayga bangkit,berjalan cepat menuju kamar mandi di ruang pribadinya.
BRAKHHH..
"Big bos.... Raino di-"
"Kau handle semuanya malam ini aku akan pulang untuk makan besar!" Seru Rayga tanpa sadar nada bicaranya begitu bersemangat.
Bahkan ia tak memperhatikan seringai nakal yang alarik keluarkan dari ekspresi liciknya.
"Wow...apakah aku bisa memberi request?" Alarik berucap jahil sembari mengejar langkah Rayga yang menuju bathroom.
"Big bro a-"
BLAM.....
Alarik mendengus kesal saat pintu kamar mandi itu tertutup keras tepat didepan hidungnya!.
"Great!! ini akan jadi tranding topik heboh di markas besar!! malam penuh cinta antara monster Zeus dan dewi-nya!! khe..khe..khe..berapa uang yang aku bisa dapat jika berhasil menyadap suara panas mereka?! " Jiwa lambe alarik bangkit dengan akal liciknya.
Hingga..
"Alarik......jaga kepalamu tetap utuh!"
Degggg..
"Damn it! tajam sekali pendengaran raja iblis itu!!" Umpat alarik yang segera berbalik pergi meninggalkan ruang pribadi Rayga di markas cabang itu.
Kesal, uang yang ia hitung raib dalam sekejap mata!.
Disisi lain...
Rayga menuangkan satu botol sabun penuh pada tubuhnya.
Sabun dengan aroma kuat pohon pinus itu menguar keseluruhan kamar mandi.
Dengan wajah sumringah,rayga menggosok setiap jengkal kulitnya.
"Hanya istriku yang bisa melihat tubuh yang kubentuk ini! pertama kali harus begitu meninggalkan kesan...aku akan membuatmu tidak berkedip sayangku....astaga kenapa jadi gila begini?!!" Rayga terkekeh dibawah guyuran shower.
Dan diluar kamar mandi ruang pribadi,sudah duduk lima orang pria tampan,para inti!.
"Bedebah itu mandi selama 3 jam?!! yang benar saja?!!!!" Raung Maxim sembari menatap jam tangan rolex hitam mewah ditangannya.
"Aku sangsi... jangan-jangan si Zeus itu sudah mati didalam sana!" Ryu berucap jengkel.
Matanya menatap tajam pintu bercat hitam gelap itu dengan gusar.
"Ayolah waktu ekspedisi tidak lama lagi,dan sekarang Raino belum kembali juga!!alarik apa yang harus kita lakukan?!!!" Frustasi Gion,dokter tampan itu mengusak rambutnya emosi.
"Mana aku tau!! coba kalian fikirkan,aku bisa apa dengan kelakuan aneh nan ajaib Zeus itu sekarang?!! masa iya aku harus mendobrak pintu itu dan menyeretnya keluar?!" kesal Alarik menatap saudara-saudaranya emosi.
Bagaimana tidak?..
Sebenarnya yang terjadi adalah,Rayga didalam sana sudah melakukan ritual mandi lebih dari satu kali,bahkan dua botol sabun sudah habis dipakainya.
Sungguh,pria tampan pemimpin BE itu benar-benar tak perduli kekacauan pikiran para saudaranya yang menunggu dirinya.
Ceklek.....
Mata para pria tampan itu seketika menatap kearah datangnya suara.
Manik mereka melotot horor.
"Hey!!apa kau mandi atau bertapa?! lihat aroma sabunmu bahkan begitu pekat!!" Maxim berseru jengkel.
Rayga yang keluar hanya dengan handuk hitam membalut tubuh bagian bawahnya saja itu mendengus dan berlalu acuh.
__ADS_1
Kelima pria tampan itu mengelus dada sabar,percuma marah yang ada mereka hanya diberi wajah poker!.
Pria itu memasuki walk in closet dan keluar tak lama dengan celana hitam kain panjang juga tiga buah kemeja yang menggantung ditanganya.
"Rik....katakan aku harus pakai kemeja yang mana? Abu-abu,hitam,atau putih?" Rayga bertanya tanpa memandang siapa yang dirinya ajak bicara.
Alarik mendengus.
"Pakai saja yang putih big bro..asline sudah pasti bosan melihat mu dengan segala pakaian berwarna surammu!" Celetuk Maxim begitu saja.
Rayga menatap kemeja putih itu,benarkah? sepertinya usulan Maxim boleh dicoba.
Rayga harus memastikan malam pembukaan pertama ini berkesan dimata istrinya.
Pria berusia 26 tahun itu berdiri menatap pantulan dirinya didepan cermin besar,memasang kemana putih ditubuhnya.
Kemeja itu belum terkancing memperlihatkan betapa indah otot perut dan dadanya terbentuk,tak lupa sebuah tato elang besar dibagian dada.
Ryu menatap Rayga dengan manik memicing horor.
Tiran ini benar-benar sudah keluar dari karakter nya yang workaholic,acuh juga tak tersentuh.Tak ada yang bisa membuatnya begitu cepat ingin berlalu pulang dan tidak pernah ada dalam sejarah seorang Zeus menghabiskan waktu hanya untuk mandi lebih dari 3 jam!.
Bahkan kini hanya untuk penampilan dia meminta saran?!.
Benar-benar horor!!...
Gion melirik alarik cepat.
Dulu,dari mereka anak-anak hingga remaja dan bahkan sebelum mengenal sosok asline.
Dia,sang Zeus hanya butuh waktu 20 menit membersihkan diri.Namun kini?.
Sungguh Ryu menatap keempat saudaranya yang kini memandang horor sosok Rayga yang tengah sibuk memakai kemejanya.
Speechless....
Yah,Ryu benar-benar kehilangan kata-kata!.
"Bagaimana aku harus berpenampilan saat pulang nanti?" Rayga entah bertanya pada siapa,pria tampan itu sukses membuat para saudaranya saling menatap linglung.
"Khem....." Maxim berdehem keras,dan kini semua mata terkecuali Rayga menatap alarik penuh tekanan.
"Rik..kau jawab dia karena aku malas..jika tidak dia akan membuat kita mati jengah didalam sini melihat dia terus menatap cermin!!' Maxim berucap samar,sungguh dia masih sayang nyawa dan tidak ingin membuat iblis itu mendengar ucapannya,cari aman right?.
"Kau adalah dewa pengetahuan diantara kami..cepat jawab big bro....aku tidak mau menunggu lebih lama!" Ryu menatap tajam alarik yang sudah mencibir sinis.
Menghela nafas jengkel,alarik berdiri dan menepuk bahu tegap sang big bos.
"Brother!!! penampilan kau selalu yang terbaik dalam kondisi apapun....bahkan jika saat ini asline ada disini...dia pasti sudah jatuh dalam pesona ketampanan dirimu....apapun yang kau pakai mampu membuat para wanita diluar sana menjerit histeris!! jadi berhenti menatap cermin...dan beri keputusan ekspedisi malam ini sebelum kau pulang ya...." ucap alarik dengan senyum menyeramkan penuh ancaman diwajah jengkelnya.
Gion menutup mulut menahan tawa,sedang Maxim sudah menunduk dengan bahu bergetar.
Sukses...
Ekspresi murka diwajah dengan senyum tertekan alarik sukses membuat Maxim tertawa dibawa wajahnya yang menatap lantai.
Sungguh putra Houston itu tak ingin tawanya pecah dengan frontal.
Karakter perubahan rayga benar-benar tak mampu ditanggung oleh jiwa gelap alarik,dia lebih baik melihat sosok iblis pembunuh kejam daripada sosok suami budak cinta!.
Rayga menyeringai puas,berbalik dan menepuk pundak alarik angkuh.
"Bagus..mulutmu semakin manis..kau kuberi tiket liburan kapal pesiar pasangan ke Malibu..take it with Aira!" Alarik melongo linglung.
Kapal pesiar.....
Hanya karena ucapan manis terpaksa dari mulutnya? Alarik speechless!.
"YAKHH..boss..mana bisa kau memberi libur Alarik...kami juga butuh liburan,kau memakan habis waktu kami!!" Maxim berseru tak terima,bukan.
Bukan masalah uang atau mereka tak mampu membeli kapal pesiar,namun disini masalah utamanya adalah waktu!.
Rayga tak pernah begitu murah hati dengan membiarkan para inti libur lebih dari satu hari!...
Dan kini tiran itu memberi alarik liburan pasangan? itu adalah liburan selama tujuh hari penuh!.
Sungguh Maxim memaki.
"Heh..iri bilang Brother!! aku liburan dengan kekasihku..kau tidak ya itu deritamu...hahaha..nasib orang tampan memang mulus!" Alarik berucap pongkah.
Maxim mencibir,dan membuang wajahnya jengkel.
" Baiklah cukup semua ini! big bro.. ekspedisi ini bagaimana? ada 100 peti kemas dalam 1000 proyektil senjata yang harus kita kirim..raider tidak pada posisi memantau..Raino tidak bisa karena terjadi sesuatu pada Victoria dan yah..kami menunggu!" Ryu bersuara, waktu mereka benar-benar mepet.
Rayga menatap dalam wajah kelima saudaranya yang ada.
"Ryu kau jalan menuju Sydney dengan Maxim..Gion bawa Cristian menuju Brazil kirim sisanya! Alarik pastikan jalur senjata malam ini aman...pakai ekspedisi laut!" Titah Rayga sebelum beranjak keluar diikuti para saudaranya yang lain.
Mengangguk paham,Ryu segera berlalu diikuti Maxim.
"Victoria?" Rayga berucap tanpa menatap siapapun.
Alarik menghela nafas,sial..
Sifat irit bicaranya kembali!..
Selain bukan masalah asline,pria ini tidak akan membuka mulutnya!..
Selain itu,tidak akan!.
"Ria..dia....."
...🍃...
__ADS_1
...TBC...