
...Vote,like dan coment ya 🌹...
...🍹 Happy reading and keep health 🍹...
...Ketika kau bahkan tidak pernah bermimpi dan berharap...
...Apakah pernah ada seseorang yang datang tiba-tiba dan mencoba dekat?...
...Mencintaimu dalam tiba-tiba?...
...Merasa hatimu bergetar ketika bertatap?...
...Bukan saint yang bisa kau pelajari...
...Itu jelas ketika dia tersenyum dan memeluk...
...Dan itu mempengaruhi dengan tidak wajar...
...Dan jantungmu tak berdetak biasa...
...kau merasakan di aliran darahmu...
...Tak ada pertanyaan...
...Hanya jawaban...
......🍁......
Seravina memasang helm miliknya,menatap sekilas pada cahaya redup yang terlihat dari dalam vilanya.
Sebenarnya ini sudah pukul 2 malam,tapi sesuatu terjadi dan dia harus rela meninggalkan kenyamanan ranjang empuknya untuk segera mengurus hal itu.
Motor sport miliknya akhirnya bergerak dengan kecepatan yang semula perlahan,lalu naik pada kecepatan tinggi begitu motor itu meninggalkan kompleks vila.
Digelapnya malam,keheningan dan sepinya jalanan.
Motor perlahan memasuki kawasan hiburan malam.
Mengapa dirinya kemari lagi? tentu saja ada sesuatu yang harus dirinya urus.
Meski dirinya berteman dengan anak-anak sebuah geng,namun dunia malam bukan tempat mereka bermain,tanpa terkecuali!.
Lebih baik terlihat berandalan,dibanding seseorang yang terlihat baik dan polos diluar.Namun siapa yang tau saat malam mereka berganti wajah? dunia hiburan malam yang penuh hinggar bingar menjadi tempat dimana topeng-topeng rusak manusia terlihat jelas.
Earphone ditelinga berbunyi dengan nada bip.
"Kak Biru?...." Seravina segera menjawab.
"Bukan....Derick ! kamu sudah dimana? cepat Sera,Langit sudah hampir saling bunuh dengan Mikhael!"
Seravina mendaftarkan wajahnya,pria itu selalu mencari ribut dengan teman-teman nya!.
Yah,Sera adalah yang termuda didalam perkumpulan mereka dan gadis satu-satunya disana.
Sebenarnya teman-temannya mampu mengurus masalah ini,namun pria yang bernama Michael adalah kekasih dari Aubrie,wanita picik yang selalu membuat segala sesuatu yang buruk jatuh pada Sera akhirnya nanti.
Langit,pemuda yang menjadi pemimpin geng Alfalous!.
Dan pria yang sudah menjadikan Sera sebagai adik dan anggota mereka.
Sera tak ingin hal buruk terjadi akibat ulah mulut licik Aubrie.
"i'm coming !" Sera memutuskan sambungan,motor berhenti didepan sebuah club malam terbesar disana.
Paradise!..
Sera menarik nafasnya panjang,berusaha agar emosinya sedikit terkontrol.
Turun dari motor,gadis berusia 16 tahun blasteran Indonesia-Belanda itu berjalan memasuki club dengan salah satu inti dari Alfalous yang sudah menunggu didepan pintu club.
"Kak Tiger...." Sera menyapa dengan anggukan kepala samar Tiger.
"Apa masalahnya kak?" Sera bertanya sembari melangkah cepat.
Gadis dengan jaket kulit berlambang kepala singa itu mengepalkan kedua tangannya erat.
Langit adalah pria pertama yang merangkul dirinya layaknya seorang kakak kandung!.
Dan dia tak ingin masalah yang tidak penting membuat kakak angkatnya itu kesal.
Hingar musik langsung menghantam kendang telinga mereka saat memasuki club.
Club yang didirikan oleh para tuan muda kaya yang memegang kendali lingkaran ekonomi London.
...( Paradise club milik Rayga dan para inti! ini dibangun saat mereka masih lajang dan belum menikah,tentu saja! )...
"Mikhael menuduh langit menyewa beberapa pria untuk menyesatkan Aubrie diclub saat kasus penculikan waktu itu....entah bagaimana ular betina itu memainkan kata! kami sedang berunding disini dengan geng dari Berfennar school tentang batas wilayah, tiba-tiba saja keparat itu main menyeruduk dan memukul tanpa bertanya dulu!" Tiger menjelaskan dengan wajah geram.
Sera memasuki club dibawah tatapan lapar para pria penikmat dunia malam,tatapan mereka seperti para pe*ofil yang menatap calon mangsa mereka.
Beruntung Sera tidak menyadarinya karena tengah sibuk menahan emosinya,Tiger disisi gadis itu melempar tatapan buas kesegala mata yang menatap adik dari Alfalous itu dengan penuh ancaman.
Meski pria muda itu baru berusia 17 tahun,tubuhnya yang tinggi dan padat oleh otot-otot yang terbentuk akibat rajin melakukan Gym.
BRAKHHH....!
Sera berhenti dengan geramam tajam kala melihat tubuh langit dan Mikhael sama-sama terhempas dan menghantam meja.
Mikhael,pria itu juga tidak kalah kuat dari langit.
Sama-sama terlahir dari keluarga kaya yang dituntun untuk sempurna dalam segala hal.
__ADS_1
Bedanya Mikhael selalu menjaga image dengan tetap menjadi kebanggaan sekolah disegala bidang.
Dan langit,pria itu yang tetap menjaga low profile meski tanpa siapapun sadari selain Mikhael,dirinya lebih dari mampu.
Teman-teman langit berdiri sudah berusaha melerai,namun kekuatan kedua pemuda ini bak banteng besar yang tengah mengamuk.
Sera mengepalkan tangan dengan wajah murka begitu melihat Aubrie yang sibuk menangis drama tanpa niat melerai keributan oleh kata-katanya!.
"SIALAN!!!"
Bukh....
"AKHHH....." Mata semua pria itu segera berlari menatap kearah dimana Sera menghempas wanita drama itu kearah lantai.
Tanpa aba-aba!.
Aubrie yang tak bisa mempersiapkan diri menjerit keras.
"SERA! HOW DARE YOU...." Mikhael melepaskan kuncian langit dari kedua tangannya,bangkit cepat dan menarik tubuh Sera menjauh dari Aubrie .
Menunjuk Sera dengan manik berkilat saat melihat dahi Aubrie sudah mengeluarkan darah.
"Kenapa? dia suka drama menjadi korban bukan? apa salahnya jika kujadikan dia korban nyata?" Sera berucap sembari sibuk mencari sapu tangan untuk mengelap darah disudut bibir langit.
Inti Alfalous tertawa serentak.
Adik mereka ini kalau bicara selalu telak!.
"Dia saudaramu Sera! kenapa kau lakukan ini?!" Mikhael memeluk tubuh Aubrie yang sudah menangis keras sembari memegang kepalanya.
Sera merotasi bola matanya malas.
"Saudara? are you kidding me? darimana kau lihat dia lahir dari rahim ibuku? kapan ayahku berselingkuh hingga ular betina itu lahir? jangan membuat lelucon wahai tuan muda Mikhael..." Sera berucap dengan senyum menghina.
"SERA!!!!"
Tangan Mikhael sudah terulur hendak menampar mulut kasar Sera.
Taph.....
Langit mundur saat langkahnya kalah cepat.
Semua orang terdiam mematung.
Mikhel merasa tulang lengannya hampir remuk!.
Sera terbelalak horor.
Pria ini lagi!....
"Beraninya kau menaikan tanganmu pada seorang gadis muda?! jika tanganmu terlalu tak berguna hingga berani mendarat pada perempuan..aku dengan senang hati memotong dan menghancurkan tanganmu!'
Deggggg...
Pria didepanya ini sungguh menganggu mata!.
Arshen menaikan satu alisnya dengan wajah yang sangat tampan dan postur tubuh tinggi tegap sukses membuat Sera untuk sesaat merasa bahwa pria dengan status militer ini cukup menyenangkan untuk dilihat,yah jika pertemuan awal mereka tidak dalam kondisi buruk!.
Mungkin saja mereka bisa menjadi teman,yah mungkin?.
Arshen merasakan tatapan panas dari sampingnya,menghempas tangan Mikhael kemudian menatap kesisi Sera dengan seringainya.
" Kau selalu terlibat masalah ya saat kita bertemu? kali ini apa lagi kelinci kecil?" Arshen berucap dengan senyum jenaka,alis Sera mengerut tersinggung wajahnya merenggut dengan senyum paksa menatap pria tinggi menjulang itu.
"Siapa yang kau sebut kelinci kecil?!" Sera menghardik dengan manik melotot penuh ancaman.
Sudut bibir arshen berdenyut.
Mengapa seperti dia melihat seekor kelinci yang menatap garang saat seseorang merampas wortelnya?!.
"Cute....ingin sekali kugigit pipinya itu!! tahan arshen! jadilah pria sejati..." Batin Arshenio gemas dan frustasi.
"Khem..maaf anda siapa?" Langit merasakan aura pria yang berdiri disisi Sera itu begitu menekan.
Terlalu kuat,meski pakaian pria itu terkesan santai.Namun langit tau,pria itu memiliki latar belakang yang kuat.
Manik jenaka arshenio seketika berganti menjadi lebih dingin.
Menatap kebelakang tubuh Sera.
"Bagaimana kalian para lelaki bisa meminta seorang gadis datang ke sebuah club pada waktu seperti ini?" Terdengar diucapkan dalam nada santai,namun Sera tau.
Jendral muda itu tengah bergelut dengan emosinya.
Dengan licik Sera menunjuk Aubrie yang sudah berhenti menangis dan menatap arshenio penuh binar.
"Wanita ular ini akan kuberi pelajaran! tentu saja menggunakan dia sebagai perantara kelihatannya seru..." Arshenio melirik kilatan licik dimata Sera dengan gelengan geli.
Kali ini apa lagi rencana licik di otak kecil kelinci liar ini?...
"Dia.....dia membuat kakakku berkelahi...dan dia juga yang memaksaku datang!" Sera menunjuk Aubrie yang sudah membelalakkan matanya horor.
"Ja*ang ini?! sejak kapan aku menelpon dia?! berani sekali dia ingin membuat hancur image ku di depan pria gagah itu ?!!" Batin Aubrie dengan senyum terpampang getir diwajahnya.
"Hiks..Sera...aku tidak pernah memintamu datang! hiks..aku juga tidak pernah ingin membuat Mikhael berkelahi dengan langit! lagipula langit itu bukan kakak kita! hiks..mengapa kamu berbohong Sera?" Aubrie menangis terisak-isak.
Arshenio bahkan tak memandang Aubrie, tapi wanita itu menangis dengan begitu sedih!.
Sera ingin terbahak, sepertinya tipuan Aubrie tak bekerja pada arshenio!.
"Sera..bukankah aku yang menelepon dia? sejak kapan adik kecil kami pandai main peran?" Derick,pria muda yang berdiri di kanan langit itu menatap punggung Sera geli.
"Sudah cukup! apa aku bertanya padamu?" Arshen berbalik,telinganya berdengung oleh tangis Aubrie dan itu sangat menganggu!.
__ADS_1
Sera tersentak saat pinggangnya di tarik erat dan tubuhnya seketika merasa kaku.
"Relax...." Bisikan itu membawa rasa yang begitu luar biasa.
Sensasi bak sesuatu mengaduk hati layaknya ribuan kepompong berubah menjadi kupu-kupu, yang bergerak ria didalam tubuhnya!.
"Sudah kukatakan terakhir kali...jangan injakan kakimu ditempat seperti ini lagi...apa hukuman saat itu kurang? Little rabit?"
Deggggg
Jantung Sera bertalu keras,bisikan ini seperti bisikan setan!.
Merinding dan takut dalam sekali waktu,namun reaksi tubuhnya tak mendukung.
Kakinya lemas dan wajahnya panas.
Arshenio gemas saat tubuh loli manisnya melembut dan hampir jatuh jika tak dirinya rengkuh.
"Sera....!" Para inti Alfalous memekik saat adik mereka hampiri jatuh lemas.
Tapi pria itu bergerak cepat dan mengangkat tubuh sera dalam gendongan ala bridal.
"Ku peringatkan,jangan bawa Sera ketempat seperti ini lagi! jika tidak..." Arshenio menatap wajah-wajah para lelaki muda itu dengan dagu terangkat angkuh dan aura menindas.
"Akan kubuat kalian menerima hukuman militer!"
Langit dan teman-teman mundur dengan perasaan tertekan.
Meski mereka anak geng,mereka hanya terbiasa akan pertarungan jalanan! bukan dengan pria beraura berat dengan beberapa orang pria dengan wajah tegas berdiri tak jauh darinya.
Dapat para remaja itu lihat,dibalik jaket yang para pria itu kenakan ada senjata api disana!.
Dan senjata api tidak bisa dibawa sembarangan oleh masyarakat biasa,mereka bukan hal remeh!.
"Tunggu! tapi tolong katakan pada kami,anda ingin membawa kemana Sera? dan sepertinya dia tidak nyaman...jadi tolong turunkan adik kami!" Gibran,salah seorang inti Alfalous dengan senyum formal mencoba menghentikan langkah arshenio yang perlahan meninggalkan area.
Arshenio berbalik,cukup terkesan oleh keberanian bicara laki-laki yang lebih muda darinya itu.
"Sebaiknya kalian pulang...tempat ini bukanlah tempat dimana anak sekolah bisa berada!" Dengan senyum main-main,Arsen menjawab dengan tatapan mata penuh ancaman.
Gibran melangkah mundur dengan menatap Sera penuh sesal.
Sera yang ingin bicara urung saat ekspresi Arshen nampak begitu dingin tak tersentuh,semua ucapan jenakanya bak fatamorgana.
Sena menatap teman-temannya dengan senyum teduh,memberi tau mereka bahwa semua baik-baik saja.
Langit dan teman-temannya akhirnya pasrah dan melihat Sera dibawa pergi dengan tanpa disadari siapapun Aubrie mengambil gambar keadaan Sera yang digendong Arshen dan mengirimkannya pada Carol.
"Baik Sera..kali ini kamu menang,tapi lihat saja saat kau kembali pulang nanti!" Aubrie menyerigai dingin,wanita itu segera mengganti ekspresi wajahnya begitu melihat Mikhael yang sudah kembali bangkit dari yang sebelumnya terjatuh oleh sedikit hempasan arshenio saja.
"Aubrie.. sebaiknya kamu kuantar pulang.. bibi Carol akan cemas saat tau kamu tak dirumah dan berada di sini" Mikhael dengan sedikit tertatih meraih lengan Aubrie dan tersenyum lembut pada kekasihnya itu.
"Apa kau bodoh?" Mikhael segera berbalik dan menatap sinis pada laki-laki yang baru saja melempar ucapan sarkas padanya.
"Apa maksudmu,biru?" Mikhel berucap sembari tersenyum formal.
"Bibi Carol cemas? disini...kau lupa siapa yang menjadi putri sebenarnya Sebasta? Meski wanita ular ini mati sekalipun...selain Carol...tak ada lagi dari mereka yang akan perduli! Sera....pusat perhatian mereka hanya boleh pada Sera! bukan Aubrie jadi ingat apa identitas kekasihmu itu di vila Sebasta! " biru berucap dengan wajah menghina yang tergambar jelas.
"KAU!!! HARUSKAH KUROBEK MULUTMU ITU?! MENGAPA KALIAN SEMUA SANGAT MEMBENCI KEKASIHKU?" Mikhael meraung emosi.
"Guys.... kembali!" Langit menginterupsi,berbalik dan pergi diikuti teman-temannya tanpa perduli ekspresi wajah menghitam Mikhael.
Biru berbalik,menatap dengan jari tengah terangkat jijik.
"Fool man!" Ejekan jatuh diikuti tawa renyah para inti Alfalous.
"Sudah kak Mikhael,Aubrie tidak apa kita pulang saja ya..." Aubrie dengan memasang wajah lemah lembut mengusap lengan Mikhael ,helaan pria itu terdengar keras dan dengan menelan kemarahan,Mikhael akhirnya membawa Aubrie pulang.
Pulang ke tempat dimana seharusnya sera-lah yang menjadi putri kesayangan semua orang!.
Takdir akan segera berputar dan penyesalan akan tersenyum lebar penuh kemenangan.
.........
Ditaman dengan cahaya bulan yang bergerak semakin samar.
"Siapa yang membuat pipimu memerah dan bengkak seperti ini?" Arshenio yang duduk dikursi kemudi mobilnya,mobil yang terparkir disisi lain taman.
Wajah pria itu terlihat menggelap bak awal sebuah badai akan datang.
Sera bungkam,tak tau harus berkata apa.
Haruskan ia bilang bahwa ini karena ibunya? tapi apa hubungan mereka hingga Sera harus melapor segalanya pada arshenio?!.
"Apa hubungan de-"
Deggggg....
Gerak bibir Sera terhenti saat tangan besar nan kasar itu menyentuh pipinya yang memar.
"Jangan terluka Sera.....kamu tidak tau bukan? bahwa entah bagaimana akulah yang merasakan sakitnya!"
Saat suara rendah itu jatuh,Sera mematung dengan manik memanas.
Kenapa?.
...🍁...
......TBC......
El mau kasih tau kalian,mungkin beberapa part kedepannya El akan fokus sama arshen dan Sera dulu.
Jadi tolong jangan hujat ya kalau merasa tidak puas.....
__ADS_1