
...Vote,like dan komentar ya 🌹...
...♣️.....♣️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♣️.....♣️...
Pintu kamar hotel itu terbuka dengan perlahan.
Langkah kaki yang berjalan santai terdengar mengisi ruangan kosong dengan sebuah koper yang dapat pria itu lihat diletakkan diatas ranjang .
Raino terkekeh,menutup mata dan menghirup dalam wangi ini,tapi ada yang sedikit mengusik.
Mengapa wangi kali ini berubah? Ada samar aroma bunga mawar yang ditemani aroma samar darah.
Yah,Raino yang sudah terlalu biasa dengan aroma amis satu itu akan tetap sadar,meski bau darah itu telah disamarkan sebaik mungkin.
Berjalan menghampiri koper hitam dan langsung terbahak begitu membuka benda itu pertama kali.
"Bra heh?! hahah...astaga gadis ini sungguh unik! meletakkan barang pribadi ditumpukkan baju paling atas dan bukannya diselipkan tersembunyi! hahah..terlalu lucu!!" Raino tergelak,duduk diatas ranjang dan berbaring dengan kaki menjuntai kebawah.
Tangannya terangkat membawa bra berwarna hitam menantang itu berada tepat di atas wajahnya.
Pria tampan dengan seringai licik itu benar-benar tak kuasa menahan rasa menggelitik diperutnya.
"So hot.......kau sepertinya bukan gadis lemah gemulai seperti incaran para saudaraku yang lain...well...meski tidak lemah gemulai sekali juga!! asline....si introvert pemarah.Raels.....si tempramental.Ruby....hahaha..gadis itu tipe Ryu sekali,gadis kecil naif! hampir sebelas dua belas dengan Archa! dan aku.... sepertinya aku mendapat rival untuk mami kayra!" Raino bergumam geli,melepas kancing rompi dan melempar penahan peluru yang dirancang dengan gaya stylis itu sembarang arah.
Kemeja hitam dengan dua kancing atas terbuka kini menjadi tontonan menarik pada tubuh atletis model internasional majalah bisnis,fashion dan mode itu.
Raino membawa bra hitam milik gadis misterius-nya,menghirup dengan mata terpejam dan akhirnya tawa renyah pria tampan putra dari Arion itu pecah.
"Hah...apakah aku harus menjadi seperti papi untuk menaklukan gadis Cambridge itu? well...bermain dengan singa betina sebentar menarik juga" Raino bangkit,meski tidak sopan.
Siapa perduli?.
Koper berwarna silver itu kini terbuka dan sang Casanova BE sibuk mengacaukan isi dari koper yang terlihat telah dirapikan itu.
Mungkin calon mangsa cantiknya ini akan segera cek out.
"HAHAHAH... ASTAGA....AKU AKAN TERTAWA SAMPAI GILA DENGAN ISI KOPER AKWARD GADIS INI!!" Raino terbahak dan tak kuasa menahan tawa.
Bagaimana tidak?!.
Koper,terutama milik seorang gadis pasti akan berisi pakaian, kosmetik dan segala perlengkapan konyol lainya.
Tapi ini....
Pouch make up....
Benda itu justru bukan berisi peralatan kosmetik,tapi berbagai macam jarum dengan ujung dilapisi cairan berwarna hitam.
Berbagai pistol,peluru dengan diameter berbeda dan juga belati tajam.
Dan....
Sebuah granat!.
"Hahah...so impresif! i can't belive it" Raino menghela nafas lelah tertawa.
Seringai pria tampan itu terbit dengan begitu dalam.
"Apakah ini adalah saat yang tepat mengklaim calon wifey? hehehe...mari lihat seberapa hebat dirimu sweety!" Raino merapikan kembali isi koper seperti semula,namun.
Sepertinya ini akan menarik.
..........♣️..........
"Permisi.....saya akan cek out hari ini mrs,saya akan kembali ke kamar dan mengambil koper,tolong minta seseorang merapikan setelan saya pergi" Gadis cantik dengan rambut panjang dikuncir tinggi itu berbicara pada seorang resepsionis,meski dari manik indah itu ada sebuah kecurigaan yang tersembunyi.
"Apakah resepsionis wanita itu diganti? mengapa resepsionis nya berbeda,bahkan pagi tadi orangnya bukan ini" Wanita cantik dengan kemeja putih dengan lengan digulung hingga siku menatap intens wajah baru dimeja resepsionis.Batinya menyadari hal yang terasa aneh.
Tapi,dia adalah seorang gadis yang tidak suka mengurusi hal tidak penting,meski sedikit binggung ia memilih diam.
"Baiklah Miss Victoria,terima kasih telah menginap di hotel kami...selamat sore" Sang resepsionis membalas ramah,dan Victoria hanya mengangguk samar.
Yah.
Gadis dimalam penyerangan Raino adalah seorang agen dari CIA,agen yang selalu berpindah-pindah dalam melaksanakan misi pembersihan dari organisasinya.
Dan ini adalah hari terakhirnya di London sebelum pergi kenegara lain untuk misi baru setelah selesai menyelesaikan tugas membunuh atau membersihkan seseorang yang dianggap membahayakan pemerintah.
Setelah selesai mengirim tugas terakhir untuk atasannya, Victoria kembali ke hotel untuk bergegas mengurus misi barunya lagi.
Dia adalah gadis tanpa tempat tinggal,hidupnya selalu berpindah-pindah dari negara satu kenegara lain.
Berjalan santai memasuki lift menuju lantai 8 kamar 203.
Tingggg..
__ADS_1
Lift terbuka,Vixy.Berjalan dengan wajah dingin melewati kamar demi kamar disepanjang lorong.
Hening.....
Vixy,berdiri didepan pintu kamarnya dengan kening mengeryit dalam,maniknya berkilat dingin.
Naluri bahaya seketika berbunyi.
Terbiasa hidup dengan kewaspadaan tinggi,vixy langsung menyadari ada sesuatu dibalik pintu kamar ini!.
Menggesek card key dengan wajah dingin,membuka pintu dan memindai seluruh kamar hotel itu.
Kosong.....
Semua seperti bagaimana dirinya tinggalkan pagi tadi.
Berjalan menuju kamar mandi.
Ceklek.....
Kosong.....
Senyum sinis gadis cantik berdarah Spanyol itu terbit.
Berbalik dan menuju ranjang,membuka kopernya dan akhirnya terdiam dengan manik berkilat.
Wushhhh......
Belati tajam itu melesat cepat menuju kearah tirai balkon.
Tranggg...
Kedua benda tajam terdengar beradu di udara..
Pria tampan dengan kemeja atas terbuka setengah itu keluar dari sana dengan kekehan geli,berkedip jenaka sembari berjalan menuju sofa single didekat sebuah meja dengan lampu tidur disama.
"Mau apa kau?!" Tekan Vixy begitu melihat sosok yang menabrak tubuhnya pagi tadi kini terlihat berada di kamarnya.
Vixy berdiri,bersidekap dada dan menatap dingin wajah tampan yang kini melempar senyum main-main kearahnya.
Raino meneliti penampilan se*si gadis itu.
Kemeja yang bagian bawah perutnya diikat hingga pusar imut gadis itu terpampang jelas.
Sepatu boots juga celana jins hitam yang mempermanis penampilan gadis itu, sekali lihat saja sudah mampu membuat panas setiap mata Adam yang melihat lekuk tubuh gadis itu.
" Tentu saja untuk membuat gadis cantik yang sepertinya lupa padaku untuk ingat kembali,kau melupakanku....sayang sekali...." Raino menghela dramatis,berjalan mendekat dan kini keduanya berdiri saling melempar tatapan intens.
Vixy mengeram kala dirinya harus mengangkat wajahnya untuk menatap balik sosok pria tinggi nan tampan yang telah berani menerobos kamar hotelnya.
"Kau penting? sepertinya tidak! untuk apa aku mengingat dirimu? buang-buang ruang kapasitas otakku!" Vixy berucap dengan wajah acuh,menatap dengan senyum mengejek pada sosok tampan yang kini menaikan satu alisnya dengan seringai jahil.
"Kau yakin....."
Degggg..
Manik Vixy membola,pria itu tiba-tiba menunduk dan berbisik menggoda ditelinga ya!.
Raino terkekeh,daun telinga yang terlihat kini memerah itu nampak menggemaskan dimatanya.
Vixy mendorong kuat dada bidang Raino,mengusap telinganya kala merinding hebat menyerang tubuhnya.
Nafas hangat beraroma coklat itu!....
Entah mengapa sekejap membuat rasa terbakar pada tubuhnya!.
Raino mengangkat kedua tangannya mundur dengan jenaka.
Vixy,gadis cantik itu menatap Raino dengan tajam.
Wushhhh..
Bak slow motion,belati-belati didalam koper dilemparkan gadis itu pada Raino yang menyeringai licik,mengelak dari setiap lemparan belati tajam gadis cantik nan se*si itu.
Nafas gadis itu memburu, Victoria menatap nyalang.
Apa dia terlihat begitu remeh?!.
Victoria tak menyangka ternyata penyusup yang terlihat bak pria mesum itu ternyata sangat tangguh!.
"Sweety...jangan main-main dengan benda tajam itu...nanti kulit tanganmu yang mulus itu akan lecet! lebih baik tangan mulus itu kamu gunakan untuk membelai tubuhku, bagaimana?" Raino mengering jahil,frontal.
Sangat frontal....
Ia tak tahan untuk terus menggoda dan membuat marah gadis itu.
"Victoria Grisham....Secret Agent of CIA" Smirk Raino dalam kala melihat gerakan tangan yang bersiap meraih sebuah Glock Eagle itu akhirnya berhenti.
Tubuh gadis itu mematung.
Dapat Raino lihat punggung kecil gadis itu menegang.
Bukankah ini akan semakin menarik?!.
Alarik benar-benar God Eyes!...
Bahkan Situs tersembunyi para pembunuh CIA saja dapat pria itu tembus tanpa menimbulkan kekacauan.
Berjalan dengan satu tangan tersimpan didalam saku celana hitamnya.
Satu lagi terulur memeluk perut Vixy dan belakang.
"Kau sudah menolongku dimalam itu...bukankah baik jika aku datang dan membalas pertolongan dirimu? sweety..jangan pernah lupakan aku,bagaimana jika kita dinner?" Raino bertanya dengan jenaka,mengelus pipi putih Victoria Dengan posisi masih memeluk gadis itu dari belakang.
Tubuh gadis itu bergetar,dapat Raino rasakan dengan jelas.
Tapi kesenangan yang membara di mata putra Arion itu membuat segalanya terlalu menyenangkan hingga Raino tak berniat berhenti.
Telapak tangan besarnya mengelus perut Victoria yang terlihat ,melingkari pusar gadis itu dengan jarinya yang membawa kejutan listrik pada tubuh semampai gadis itu.
Menyeringai licik.....
Raino semakin senang kala wajah cantik itu terlihat memerah pekat.
__ADS_1
"Tidak!....jika tidak ada hal lain,pergi atau aku yang akan pergi!" Victoria menahan gemetar pada tubuhnya.
Posisi ini terlalu int*m!.
Victoria,dalam hidupnya selama 22 tahun ini.Tidak ada satupun laki-laki yang bisa berada dekat darinya.
Tidak lebih dari 1meter!.
Dan jika lebih,gadis itu tak sungkan untuk menghabisi para pria itu.Namun ini,bergerak saja dirinya tak bisa.
Pria ini terlalu kuat!.
Dapat Victoria rasakan cetakan otot perut Raino dari balik punggungnya, sangat kuat juga jantan!.
Memberontak kala jemari pria itu terus mengelus perutnya .
Raino menutup mata.
"Damn it! kenapa bawahku menjadi sesak begini?!!' Raino membatin jengkel.
Lekuk tubuh indah dengan aroma mawar berdarah ini sungguh membuat mabuk dan otak keduanya menjadi gila!.
Akhirnya,Raino melepas pelukannya meski tak rela.
Victoria Dengan cepat merapikan koper,berlarut lama bersama pria asing ini akan membuat dirinya dalam bahaya.
Karena bagi Victoria,pria yang tak bisa ia bunuh adalah bencana!.
Sebelum dirinya tau pasti siapa pria itu,lebih baik menjauh untuk meminimalisir bencana yang mungkin akan menimpa dirinya.
Raino menatap saat gadis itu berjalan cepat mulai menarik koper tanpa berbalik dan menatap dirinya.
Menyeringai licik.
"Mau kemana? apakah aku katakan pembicaraan ini telah selesai? berbalik!" Raino berucap dengan nada dingin.
Wajah jenaka pria itu lenyap,kini hanya ada senyuman bak pangeran iblis yang menjerat!.
Mengigil.....
Namun Victoria enggan berbalik.
"Kurasa kau tidak bodoh bukan?! aku katakan...aku atau kau yang pergi! karena kau tidak pergi,maka aku yang akan pergi!" Victoria berjalan kembali,melangkah lebih cepat namun.
DORRRRR.....
Manik Victoria membola kaget,sebuah peluru melesat cepat dan bersarang didinding tepat disamping tubuhnya!.
"Berbalik" Titah Raino dengan geraman tajam.
Meski otaknya menolak mengikuti perintah pria itu,namun tubuhnya bergerak dengan sendiri sadar akan bahaya dari sosok asing itu.
"Untuk apa kau menyuruhku disini?! aku akan segera take dan terserahmu mau apa!! jangan mengusikku...kita hanya orang asing! " Victoria berucap menahan amarahnya,Raino menggeleng santai dan mulai berjalan menaiki ranjang.
"Kau lihat diluar sudah gelap sweety....kemari dan temani aku istirahat sejenak,kamu seharian diluar dan kini kemari dan tidur disampingku!" Raino menepuk sisi kosong disamping posisinya kini berbaring.
Victoria melotot horor.
"Are you kidding me?!! ku rasa kau adalah pasien dari rumah sakit jiwa yang kabur! yah...kau memang pria gila!" Victoria memaki sarkas.
Baru mengenal dan pria itu sudah mengajak dirinya tidur di ranjang yang sama!
Rasanya ingin sekali Victoria menghujani kepala pria itu dengan peluru kesayangannya!.
"Hahah..kau berfikir apa? aku hanya menyuruhmu tidur menemaniku,biar kuperjelas.Pertama kau sudah menjadi milikku sejak malam itu,kedua aku masih waras dan ketiga kau harus menurut tanpa bantahan.Dan...jangan memaki dihadapanku!" Tegas Raino yang mulai membuka kemaja dan kini terpampang lah otot tubuh bagian atasnya.
Dada bidang,perut sixpack yang dipenuhi otot yang begitu jantan!.
Glek....
"Sialan pria ini!! di bilang hanya tidur,lalu mengapa ia membuka pakaiannya?! apa dia fikir aku bodoh?!' Batin Victoria geram.
"Tidak mau!" Victoria berbalik cepat membuka pintu dan pergi dengan suara bantingan keras.
Raino terkekeh geli,menyugar rambutnya santai dan menutup mata kala bayangan wajah emosi dari gadis cantik-nya terasa manis!.
"Well...larilah...kau akan tau saat sudah berada dalam pandanganku,tidak ada satupun mangsa yang kubiarkan lolos.Terutama,calon istriku...one day!" Raino bangkit,memakai kembali kemaja juga rompinya.
Ternyata pesona jantan miliknya tidak terlalu ampuh membuat gadia-nya memekik tertahan!.
Yah,calon para ratu generasi muda Wiguna memang harus berbeda dari yang lainnya.
Bip...
"APA?!! APA KAU TIDAK TAU AKU SEDANG SIBUK?!! JANGAN TERUS MENGHUBUNGIKU SEPERTI PENGANGGURAN!"
Raino meringis ngilu begitu mendengar suara amukan dari sebrang telfon.
"Sabar kenapa Rik? yah..aku tau kau sibuk,tapi menolong saudara sendiri itu sebuah perbuatan baik!" Raino berucap jenaka,terkekeh mendengar dengusan malas dari Alarik.
"Mau apa kau?! berbuat baik padamu itu tidak menguntungkan! buang-buang waktu!'
Balas Alarik menusuk.
Raino mengelus dada sabar.
"Carikan aku lokasi misi Victoria selanjutnya!" Ucap Raino menekan tak terbantah.
Alarik mengumpat,satu minta ini dan satu lainya minta itu!.
entah bagaimana,Alarik merasa keahlian hacker tinggi dari kejeniusannya adalah bencana!.
"Damn you dude!"
Tut..
Raino terbahak tau pasti Alarik akan lakukan apapun permintaannya,yah.
Alarik pria kalem yang tak pernah menolak membantu para saudaranya.
"Saat para saudaraku sudah menemukan target mereka....maka ini saat bagi diriku untuk berburu! well......mangsa kali ini akan semakin menarik!" Raino menyeringai licik,berjalan meninggalkan kamar dengan aroma Victoria yang masih tertinggal.
Mungkin kali ini Raino masih bermain-main,namun siapa yang tau boneka cantik kali ini akan membuat dirinya jatuh lebih dalam!.
__ADS_1
...🍁...
...TBC...