
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...🍃 Happy reading and keep health 🍃...
Malam perlahan diterangi sinar sang rembulan,angin malam berhembus perlahan disertai langit yang bertabur bintang.
Yah,ketenangan yang begitu indah sampai.
"HUAAAA...SAKIT MAMI.....PAN*T REX SAKIT!!!"
"HUUU...DASAR PENYIKSA ANAK-ANAK! HIKS... SAKIT SEKALI......MAMA KEPALA RAIN SAKIT...."
"HUUUU...AKU BENCI PARA IBLIS BERMUKA DUA ITU!!
"HIKS....WAJAH IMUTKU.. PASTI MOM TIDAK AKAN MAU MENCIUM PIPIKU LAGI...HUAAAA....AKU AKAN BALAS DENDAM!!"
Dan yah,tangisan demi tangisan histeris terdengar saling bersahutan didalam mansion megah berusia hampir 100 tahun itu.
Victoria memijit pelipisnya pening.
Para ibu yang baru kembali dari klinik kecantikan sakura tercengang begitu kembali pulang.
Anak-anak tampan ini mengenaskan!
Wajah lebam,tubuh memar penuh cakaran juga keringat dan debu yang membuat anak-anak tampan itu terlihat seperti gembel!.
Bukan, Rayga dan para ayah lainya bukan memukul.
Tapi memberi hukuman berupa pelatihan bela diri dengan ancaman kalah akan menghadapi geng para serigala muda!.
Para ibu yang tak tega,juga tak begitu pintar membaca kelicikan anak-anak mereka akhirnya luluh.Yah, terkecuali Victoria yang memang tau betul akal picik putra-putranya.
Sayangnya saudarinya yang lain masihlah begitu lemah oleh kedipan polos juga air mata buaya itu!.
Mengobati anak mereka masing-masing.
Hingga.
Plakkk...
"RAIDER!!"
"HUAAAA...RAIN PAPAMU MEMUKULKU!!"Rexion meraung ngeri.
"Hiks dia juga papamu!!!" Raindres membalas jengah sembari tetap memainkan drama air mata buayanya.
Raider yang sudah gemas akhirnya memukul lagi bok*ng putra Raino itu.
Rexion meraung,mundur dengan horor.
Raider menatap kesembilan anak-anak nakal itu jengkel.
Menangis apa?.
Bahkan saat para demon mengerjar dengan gigi taring mereka, anak-anak ini hanya berteriak takut namun hanya menangis drama!.
Kini,didepan para ibu beraninya mereka menjatuhkan air mata buaya?!.
Para ayah berdiri sembari bertolak pinggang,menatap putra-putra mereka geram.
Susah payah mereka membujuk Zeus itu melepaskan putra-putra mereka dari jeratan para serigala! namun bukannya introspeksi diri, anak-anak ini semakin bertingkah!.
"Papa! dan kalian semua para ayah memang tidak sayang anak! hiks...andai saja nenek ada disini...siapa yang berani memukul kami?!" Danzuar sebagai kakak tertua berdiri menantang.
Meski tubuhnya remuk akibat harus melawan geng demon,bocah tampan nan manis itu tak mau mengaku kalah!.
Apalagi,Zeus itu sudah tak ada!.
Ayah mereka...bujuk saja ibu mereka dengan sedikit air mata,maka para ayah itu akan tidur diluar kamar!.
Hahahaha...
Danzuar tertawa setan didalam hati sembari melirik senyum licik para saudaranya.
Sudut bibir Diego berkedut menahan tawa nanar.
Mengapa,mengapa dan mengapa?!.
Dari mana anak ini belajar memainkan drama peran polos yang tersakiti?!.
"Baiklah kami akan pulang saja Victoria..sebaiknya anak-anak kami obati dikediaman masing-masing saja...sepertinya sangat menyakitkan " Jihan berucap sembari menggendong putra tunggalnya,Maiden.
Maxim mendengus.
Dapat dirinya lihat seringai picik putranya itu dibalik punggung istirnya.
"Sayang biarkan aku yang gendong saj-"
"TIDAK MAU!! PAPA BUKANYA MEMGGENDONGKU..PAPA AKAN LEMPAR IDEN LAGI PADA DEMON!!" Maiden meraung begitu melihat senyum aneh ayahnya itu.
Maxim bergidik saat melihat sorot tajam Jihan padanya.
Anak kurang ajar ini!.
..........
Rayga keluar dari ruang kerjanya di kediamannya.
Pasti istrinya sudah kembali.
Berjalan menuju kamar utama di lantai tiga.
Klik...
Rayga membuka pintu setelah mendial sidik jari pada sistem keamanan.
Kosong....
Keningnya mengeryit dalam.
Kemana istrinya? apakah belum pulang?.
"Yansen!" Rayga memanggil kepala butler.
Yah,Imanuel kini pindah dan menjadi kepala butler di mansion utama begitu Dyazel memilih pergi mengikuti Rafendra dan Anggi menetap di Swiss menikmati masa tua.
Kini Yansen, salah satu anggota delta yang mengganti posisi pria itu.
Yansen,pria bersurai pirang itu segera terlihat.
"Tuan muda butuh sesuatu?" Yansen bertanya dengan profesional.
__ADS_1
"Istriku?" Rayga bertanya tanpa menatap Yansen,pria itu melepas jam tangannya dan melemparkan asal keatas meja rias.
Kalau rusak beli lagi!.
Prinsipnya!.
"A...Nyonya muda sejak pulang dari klinik sudah ada di rumah kaca tuan..." Yansen menjawab lugas.
"Hm..kau boleh keluar..." Rayga berucap rendah,Yansen mengangguk dan segera keluar dari kamar sang majikan.
Benar.
Perbedaan sikap di markas dan kediaman pribadi cukup signifikan.
Jika di markas Yansen akan memanggil rayga dengan big bos,maka di rumah tentu saja harus memangil tuan muda!.
Rayga melepas kemejanya, otot-ototnya yang gagah dengan garis pinggang yang tegas juga tinggi yang tegap.
Siapa yang mampu menahan pesona tiran penerus Hades ini?!.
berjalan menuju walk in closed,mandi bisa ditunda namun pakaian harus diganti setelah seharian beraktivitas fisik memberi pelajaran pada kera-kera kecil itu.
Kaos hitam dan celana kain selutut berwarna senada melengkapi waktu santainya,rayga segera keluar untuk menemukan istri cantiknya itu.
..........
Srakhhh...
"hihihi...Rexion sangat imut waktu bayi....ughh...lihat kakak-kakak kalian ini baby..."
Asline terkekeh sembari membolak-balik halaman demi halaman album foto keluarga besar Wiguna.
"Hahaha...hubby dari kecil sampai sekarang selalu memasang wajah dingin! lihat sayang....diwajah Daddy kalian seakan tertulis ' Kalian berhutang satu juta dollar padaku,jangan berani mendekat atau mati!' Hihihi....wajah Daddy kalian itu sebenarnya imut..tapi sayang dingin sekali..." Asline tertawa,mengusap foto rayga kecil yang tengah menatap dingin kue ulang tahun yang kayra suapi kearahnya,sayang sekali anak laki-laki tampan itu membuang wajah dengan ekspresi jijik.
Benar,siapa di keluarga besar itu yang tidak tau kebencian rayga pada makanan berbentuk kue dan segala jenis creamnya?! dan kayra dengan jahilnya masih menyodorkan sesendok penuh kue tart itu.
Hasilnya,wajah dingin ditambah ekspresi jijik!.
Foto menunjukkan ekspresi masam kayra dan tawa lepas sosok cantik yang tengah dirangkul Arkansas dimasa muda.
"Ini mommy Liora...nenek kalian..cantik ya? " Asline mengusap perutnya.
Baru memasuki bulan ke tiga,namun perutnya begitu bulat seperti tengah hamil 5 bulan!.
"Hihihi... Lihatlah geng Daddy kalian saat muda...eh... dilihat-lihat Papa Xain ternyata tampan juga ya..hihihi...."
Asline fokus menatap foto-foto lama masa remaja Rayga dan saudara-saudaranya.
Sepoci teh melati dan sepiring cookies coklat menemani waktu santai nyonya muda Wiguna itu.
Rayga yang sedari awal berdiri bersidekap dada di belakang kursi gantung istrinya menatap foto-foto para saudaranya geram.
Apa-apaan dengan wajah riang istirnya itu?! apa wajahnya kalah tampan oleh sekumpulan berandal itu?!.
Sungguh,Rayga lupa siapa yang tengah ia maki didalam hati itu.
"Khem...!"
Rayga berdehem keras,jengkel dan gemas sekaligus melihat binar bening istrinya atas wajah-wajah muda para saudaranya dulu.
"Ughh...Lihat papi dan papa kalian... benar-benar mirip Rexion dan Raindres ya...? anak-anak itu sangat manis dan tampan!!!"
Sudah cukup...!
"Eh?!" Asline menoleh kebelakang dan mendapat wajah masam suaminya.
Alis cantik itu naik dengan ekspresi polos penuh kebingungan saat album foto itu sudah direbut paksa dari tanganya.
"Tampan?! aku lebih tampan dan kucing nakal ini masih berkata kera-kera kecil itu tampan?! darimana coba?! dan mengapa dia semakin mempesona dengan perut buncitnya?! Ya Tuhan beri aku kesabaran!! "
Batin Rayga nelangsa.
Asline yang tak sadar segera memeluk lengan suaminya riang.
"Hubby....mau makan seblak!"
Duar....
Rayga hampir terhuyung!
Apa lagi kini?!.
"Seb..seblak? mana ada seblak di London amour.....dan ini sudah hampir pukul 8 malam...yang lain ya..." Rayga membujuk frustasi.
Asline melepas rangkulan dari tangan suaminya.
Mengangkat wajahnya yang sudah merona padam dan mata berkaca-kaca.
Ughh...
Rayga terdiam mematung.
Panah cupid seakan melesat mengenai jantungnya!.
Kenapa?!...
Kenapa?!..
Dan kenapa?!..
Sangat menggemaskan dan menggoda iman!.
"Hiks..mau seblak....pokonya mau seblak Daddy..."
Deggg..
Rayga menyentuh jantungnya yang berdegup kencang, telinganya memerah bahkan sampai leher dan wajahnya!.
Daddy?...
Kenapa seperti panggilan penuh godaan rubah?!.
Perutnya tergelitik dan rasanya melayang sampai menembus awan!.
"Ba..baiklah amour.." Lihat,bahkan berbicara kini dirinya tergagap.
Rayga benar-benar kena serangan panah pesona istrinya!.
Dengan lembut mengusap air mata manja itu,mengecup kedua mata indah itu yang terlihat sembab dan segera mengambil tubuh istirnya mendekat,mengangkatnya ala pengantin dan Asline dengan senyum manis melingkari leher suaminya dengan wajah yang terbenam pada dada bidang beraroma hutan Pinus itu.
.........
Didepan set table kitchen.
__ADS_1
Rayga mengusak rambutnya frustasi.
Dia bisa sedikit memasak masakan western,namun untuk makanan Asia dirinya nol besar!.
"Seblak?! siapapun yang menciptakan makanan itu jika bertemu denganku akan kuhabisi!!! Gila..aku merasa gila!!" Rayga bergumam frustasi.
Pisau dapur ditangannya terus menggores table kitchen itu hingga menimbulkan bunyi memekakkan.
Hanya ada dirinya dan sang istri saat malam melewati pukul 8 pada maid akan kembali ke vila belakang.
Mengharapkan Yansen? omong kosong!.
Pria butler muda itu bahkan tak tau cara menggoreng telur!.
Rayga meraih ponselnya,melirik lift istirnya belum turun!.
Bagus...
Masih ada waktu!.
"Right google.. searching for Indonesian food,seblak!"
Tring...
Segera laman YouTube dipenuhi tutorial memasak seblak.
"Apa dapur punya bahan makanan ini?" Rayga berucap frustasi.
"Mi kering... ceker? untuk apa ceker saat kita bisa memakan dagingnya?! aneh sekali....? selama di Indonesia aku tidak pernah makan yang bernama seblak ini?" Rayga frustasi.
Ingin sekali dia membunuh seseorang kini!.
Tapi ini yang minta istrinya!.
"Bakso..hm..meat ball? baiklah.Sosis,sawi putih,daun bawang,seledri,bawang merah dan putih, kencur? What it that mean?! apa itu kencur?! " Rayga menjambak rambutnya frustasi sendiri.
Baru kali ini,Zeus raja bisnis Eropa begitu tertekan dan merasa tercekik sampai mati!.
Dan ini hanya karena seblak?!.
"Garam,kaldu,minyak goreng dan ebi? What it that mean?! ebi? sound likes name of girl? hahaha...i'm going crazy!!!"
Ting..
"Daddy....mommy lapar.....sudah belum?"
Deggg..
Rayga terhuyung terkejutnya,dalam lamunan keras penuh pemikiran dan suara si cantik memanggil tak sabar!.
Segera ponsel itu mencari sebuah grup.
To : Ayah-ayah muda.
...Cepat datang kemari! dalam lima menit!...
Send...
Pesan terkirim dengan tak lama pesan berisi sumpah serapah membanjiri grup.
"Amor 10 menit...tunggu ya.." Rayga berucap dengan suara tegas dari dapur.
Asline mendengus kesal,wanita hamil itu duduk dan mulai menyalakan televisi sembari membuka toples demi toples camilan demi mengganjal lapar.
Jika saja bayi-bayi manis didalam perutnya ini bisa diajak kompromi!.
Siapa suruh para calon bayi ini hanya ingin makan seblak buatan ayah mereka?!.
Tanpa Asline sadari,ricuh terjadi di area dapur.
"Ebi itu udang kecil big bro! masa tidak tau..6 tahun kita di Indonesia !" Geram Xain atas kelakuan tiran satu ini.
"Kencur ? aku juga tidak tau..." Kini giliran Raider berucap sesal.
"Lalu bagaimana?! percuma juga kalian datang kemari jika tak bisa membantu!" desis Rayga jengkel.
"Ya bukan salah kami! kau yang punya istri big bro...masa kami yang pusing...!" Sengit Maxim kesal.
Sungguh,sedetik lagi acara mari tanam benih bersama Jihan gagal!.
Dan itu semua akibat pesan laknat Zeus ini.
"Terus bagaimana?! masakan western setahuku tidak ada yang pakai kencur! didapuru sudah pasti tidak ada benda itu. " Gion berucap frustasi.
Jas dokternya bahkan masih terpasang akibat terlalu buru-buru menuju Z Residen.
"Aku ada ide!" Raino berceletuk tiba-tiba .
Rayga memicing.
"Jangan tatap aku begitu...istrimu sudah lapar..dia akan mengamuk jika terus tertunda! nah mari buat..."
Raino mulai membisiki pada saudaranya, wajah-wajah tampan itu segera terdistorsi buruk.
"Kalau istriku keracunan kubunuh kau " Rayga mendesis penuh ancaman.
Raino mundur horor.
"Mana ada keracunan! kita hanya buat seblak versi kw!"
"Ya sudah enyah..!"
Hening.....
Telunjuk maxim naik,gemetar menatap rayga penuh dendam.
"Kau..kau memanggil kami begitu saja dan setelah tak terpakai kau buang kami? tega..tega seka-"
"Jangan banyak drama! enyah...!" Rayga berucap dingin.
Raino mengapit leher Maxim dan menyeretnya keluar lewat jendela kembali.
Pulang sajalah tak berguna juga tetap disini, lagipula dikasih makan juga tidak!.
Akhirnya,rayga membuka laci tempat para maid biasa menyimpan mie instan.
Lalu....
.....TBC.....
I'm going crazy!!!
Please vote ya...yang vote El makasih banyak apalagi yang beri gift.... thank you so much guys🙏🙏
__ADS_1