
...Vote,like dan komentar ya 🌹...
...♣️.....♣️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...I...
...N...
...G...
...♣️.....♣️...
Gadis cantik dengan rambut panjang diikat ponitail itu menatap tajam pada sosok tampan yang kini duduk bertopang dagu menatap dirinya dengan senyum bodoh.
Yah,tersenyum sejak mereka bertemu dua jam yang lalu.
"Ck..apa kau pria bodoh yang berotak kotor begitu melihat para gadis?!" Gadis itu bertambah sinis,berusaha bersabar menghadapi sosok menjengkelkan yang sayangnya begitu tampan dihadapannya itu,tak pernah dirinya melihat sosok pria yang begitu tampan sekaligus bermartabat seperti ini,dia terlihat seperti pria kaya,namun penampilan sangat sederhana.
Gadis itu menggeleng tak mampu abai akan sosok asing ini.
Diego terkekeh kecil,bertopang dagu sembari terus menatap lamat setiap jengkal garis wajah sosok gadis putri dari kepala desa itu.
Deliana Fort.
"Hm...mulut manismu cukup tajam juga ya! mengapa kau bisa mengatakan bahwa isi otakku ini sangat kotor?" Diego menyerigai dalam,menaikan alisnya turun naik main-main.
Gadis cantik itu mendengus.
"Semua sudah jelas! kau selalu ada di manapun aku berada! kau seperti penguntit cab*l...kau tau segalanya tentang rutinitasku,tapi aku bahkan tak tau siapa dirimu! lalu apa salahnya jika aku katakan otakmu itu kotor?! kau itu penguntit!" Tegas Deliana sinis.
HAHAHAH...
Gadis cantik dengan sweeter hitam itu mendelik kala tawa renyah Diego pecah.
"Baiklah...aku Deigo Wishutama Wiguna,aku seorang science dan juga pria yang beberapa kali menolong dirimu..Ingat?! jika tidak ada aku..malam itu kau sudah,yah..kamu fikir saja sendiri.Empat orang begundal yang mengincar putri kepala desa! " Diego berucap jenaka,namun sorot mata tajam penuh amarahnya cukup membuat Deliana bergidik.
"Em..baiklah...aku minta maaf karena belum sempat berterimakasih padamu,kau menghilang begitu saja dan aku tak punya kesempatan untuk itu" Deliana menunduk penuh sesal.
Yah,malam saat dia pulang berjalan kaki dari balai desa.
Ayahnya sakit,dan dia harus menggantikan posisi ayahnya sementara dalam memimpin rapat desa tentang musim panen yang akan datang.
Malam semakin larut saat itu,Deliana adalah bunga desa,wajahnya begitu cantik hingga siapapun pria muda berstatus lajang didesa white mountain begitu memimpikan dirinya.
Meski sebagai putri kepala desa,Deliana tak bisa menghentikan fikiran liar para laki-laki disekitar desa dan desa kecil sekelilingnya tentang dirinya.
Menjadi bunga desa tidak seindah yang gadis lain katakan.
Kerap kali pria-pria dengan fikiran kotor berusaha mendekati dirinya,menjadi anak tunggal dari kepala desa yang sudah cukup tua karena terlambat menikah,sungguh menjadi beban dihidup Deliana.
"Setelah tadi menghina dan berfikir buruk tentangku..sekarang kau bermulut manis padaku,well..nona Deliana cukup tidak berperasaan juga ternyata" Diego berucap jenaka,meraih gelas teh hijau yang disuguhkan oleh gadis itu padanya,yah.Kini Diego memang duduk di halaman rumah deliana.
"Baiklah maafkan aku..sekarang katakan padaku bagaimana aku membuat dirimu tidak marah lagi? tapi ingat jangan meminta hal yang mahal! aku tidak punya uang untuk itu!" Deliana berucap penuh penekanan,lihat saja semua barang branded mahal yang melekat di tubuh pria kota itu.
Sweeter rancangan jahitan tangan,jam tangan rolex,kaca mata bermerek serta motor sport yang Deliana tau harganya tidaklah murah!.
Gadis itu bergidik,Diego tersenyum.Tapi itu bukan senyuman!
Itu seringai licik!.
"Aku tidak meminta Deliana...tapi aku memaksa! jadi milikku....ayahmu sakit...ibumu telah lama pergi...kau hanya sendiri,siapa yang bisa kau andalkan disini? Deli...lihat aku....aku tidak main-main dengan kata-kata ku ini!" Diego menatap Deliana begitu dalam,penuh keseriusan.
Deliana mematung.
Tau dengan pasti itu semua benar adanya!.
"Apa maksudmu berkata seperti ini? ikut denganmu? kamu fikir aku ini apa?! kau hanya pria asing yang datang tiba-tiba,menolongku beberapa kali dan kau fikir aku wanita murahan yang akan pergi begitu saja menurut padamu,kau mau memelihara diriku di rumahmu?! ia begitu..kau anggap gadis desa kecil seperti diriku ini begitu rendah?!!" Deliana berucap dengan emosi tinggi.
Harga dirinya seakan tertampar oleh permintaan Deigo.
Meski ia tau itu benar,tapi dia ini seorang gadis baik-baik bukannya gadis yang ikut begitu saja dengan mudah bersama seorang pria asing, seperti gadis murahan yang ada di kota besar!.
Diego menghela nafas panjang,mengusak rambutnya putus asa.
Sungguh,dia bukan pria yang pandai merangkai kata.
"Bukan begitu Deliana...aku...aku jatuh cinta padamu sejak pertama kita bertemu! aku hanya ingin menjadi sandaran bagimu ,Deli...aku sudah memeriksa ayahmu! dia....dia sekarat! meski kau melihat dia sehat,tapi organ dalam tubuhnya telah rusak! Deli..hanya keberuntungan yang membuat ayahmu masih bisa bernafas hingga saat ini! aku mencintaimu Deli...makannya aku berbicara seperti ini! aku telah bicara pada ayahmu,menikahlah denganku ya,aku akan menggantikan ayahmu menjagamu..please be mine Deli...i really love you,with all my soul!" Diego bangkit bersujud dengan kedua tangan meraih telapak tangan Deliana penuh kelembutan.
__ADS_1
"A..apa.maksudmu?! ayahku baik-baik saja! setelah dia keluar dari rumah sakit dia akan sehat kembali...jangan bercanda denganku Diego!!" Sesak,Deliana merasakan sesak begitu mendengar ucapan Diego.
Kebenaran tentang ayahnya dan cinta pria itu !.
"Aku seorang dokter Deli...aku tau kondisi tubuh seorang pasien hanya dengan melihat perubahan kondisi kulit,kecerahan mata juga pernafasan mereka! aku tau..aku katakan ini karena permintaan ayahmu sendiri Deli..dia ingin aku menjagamu" Ucap Diego berucap dengan senyum teduh.
Deliana menggeleng lemah,Diego bangkit memeluk tubuh gadisnya itu.
Yah,gadisnya calon istri dimasa depan clan Wishutama!.
........♣️.........
Raider tersenyum simpul,melihat wajah kaget sekaligus kekaguman dari sosok cantik itu.
"Helikopter? kita akan kemana?!" Raels bertanya dengan binar penuh semangat.
Raider membawanya ke sebuah butik,disana mereka memaksanya berganti baju menjadi gaun casual yang begitu ringan dan nyaman.
Setelah dari butik,motor berganti sebuah mobil Pajero dan raels kembali tak mampu berkata-kata melihat sebuah helikopter dengan raider yang telah duduk di kursi pilot.
"Naik sweety!" Titah raider gemas melihat reaksi kekaguman raels hingga gadis itu hanya berdiri diam tak mampu bergerak cepat.
"Ah..i..ia!" Raels menaiki tangga memasuki helikopter yang mulai bergerak .
Raels hanya mampu mengigit bibirnya melihat keindahan pantai dengan warna biru yang cantik,pohon kelapa yang melambai dan warna-warna dari gangga laut yang terpantul dari bawah.
Helikopter terus bergerak menuju sebuah pulau kecil.
"Kau lihat itu...itu pulau milik keluargaku,tepatnya pulau papaku! aku akan mengajakmu berjalan-jalan disana" Raider berucap gemas melihat binar secerah kerlip bintang dimata gadia-nya.
Helikopter berhenti setelah menempuh waktu 2 jam lamanya dari ibu kota.
"Ini?!! " Raels menatap takjub sebuah baliho besar yang berada di pembatas masuk ke pusat pulau.
Neverland R.K Wiguna palace
Ini adalah pulau wisata romansa terpopuler sepanjang 5 tahun ini!.
Pulau pribadi dari tuan muda Arion!.
Raider menarik tangan raels.
Raels berlari dengan riang,ini seperti mimpi yang terwujud!.
"Kamu suka?!" Raider bertanya dengan senyum simpul,raels kini layaknya gadis kecil manis yang berlari riang tanpa beban.
Raels menjelajah di tengah keramaian para turis.
Kebanyakan dari mereka tidak memakai alas kaki, aspal lokasi tempat mereka berada terasa dingin dan sejuk,keindahan alam memenuhi setiap tempat dimana mata memandang.
Melihat sebuah jembatan klasik yang menuju sebuah bangunan tradisional Jepang.
Raels berbalik,menatap raider dengan binar harapan.
"Bisa kita kesana? aku ingin melihat bagaimana isi istana tua sesungguhnya!" Raels menatap raider memohon,pria itu tertawa renyah dan menarik tangan raels agar bergerak bersama.
"Sebenarnya ini tidak untuk umum..para turis hanya bisa masuk sampai aula depan,dan beberapa ruangan tidak dibuka untuk umum,tapi karena kamu datang bersamaku,aku bisa membawamu memasuki aula istana!" Raider menjelaskan dengan senyum geli melihat manik membola raels.
Memasuki gerbang istana...
Lorong tamaram yang terasa begitu kuno.
Raels menjelajah menatap dengan keingintahuan tinggi.
"Baiklah ini adalah pusat dari kegiatan istana dimasa lalu,yah.
gambaran besarnya bisa kamu lihat seperti ini" Raider membuka pintu besar dengan lambang naga kembar.
"Woahhhh...dari pada Jepang,ini seperti chinese arsitektur!" Raels melepas tautan tangan mereka bergerak dengan acak kesetiap sisi yang menurutnya luar biasa.
Raider tertawa,dirinya juga tidak paham apa maksud dari ibu Ryu mendesak gaya campuran seperti ini.
"Kamu suka?"
Degggg...
Raels yang semula sibuk akan dunianya sendiri tersentak.Gadis itu terkejut akan posisi mereka saat ini.
Raider berdiri dibelakangnya,dan saat dirinya berbalik posisi wajah mereka begitu dekat karena raider yang menunduk.
Mensejajarkan wajah mereka.
Grephhh...
Duakhhh..
"KAU KEN-"
cuppp....
Degggg...
Raels melotot dengan fikiran kosong.
__ADS_1
Raider menarik dan mengurungnya diantara dinding dan tubuh atletisnya sendiri.
Meraup ganas bibir ranumnya dengan mata tertutup.
"Raels..kamu terlalu kejam padaku,aku sudah tidak kuat lagi! Raels..aku memohon padamu di istana ini...jadilah istriku....aku tidak pernah merasa perasan tersiksa seperti ini! " Raider berucap dengan suara tinggi,putus asa.
"KAU..KAU MERENGGUT CIUMAN PERTAMAKU!! AKU TIDAK MAU JADI ISTRIMU!!" pekik raels murka.
Kurang ajar pria tampan satu ini!.
Bibir sucinya main direnggut paksa!.
Tidak terima!.
Raels begitu murka,ia marah.
Malu,terhina saat raider mencium dirinya tanpa izin dan kasar!.
"Maaf aku tidak terima lagi penolakanmu sweety! aku sudah lelah bermain tarik ulur ini! jika kamu tidak mau..maka akan kubuat perut ratamu itu berisi sekarang juga! ditempat ini!" Raider menyerigai licik,menyusupkan salah satu tangannya kedalam pakaian raels.
Gadis itu melotot kala jemari hangat raider mengusap kulit perutnya dengan liar.
"Ja.. jangan!!" Raels panik, wajahnya memerah kala telapak tangan itu merambat dari belakang punggungnya meraih pengait bra miliknya.
"Say yes...or...aku...." Raider menyerigai licik kala melihat wajah panik raels.
Menggoda dan menjahili sedikit gadis keras kepala ini tenyata adalah pilihan tepat untuk meraih hasil.
"Ia...ia... baiklah kau menang! bastard!!!" Amuk raels akan kekalahannya ini.
Dia dibawa tinggi lalu di dorong hingga jurang keputusasaan.
Dasar pria kejam!.
Raider tertawa puas.
Mengeluarkan tangan nakal yang masih belum puas merasakan kelembutan kulit cantik raels.
Cuppp...
"Good girl!! kita menikah dalam waktu dekat,kau tau Rubi,raels?..kita akan menikah setelan mereka,atau mungkin tanggal bisa berubah tergantung para tetua clan" Raider berucap setelah puas meraup bibir merekah raels.
"Kau merencanakan ini?! dasar pemaksa sinting!!" Amuk raels akan berita yang ia dengar.
Raider tertawa semakin renyah,menyelipkan rambut yang menghalangi wajah cantik gadisnya.
"Aku begini juga karena dirimu,siapa yang menyuruhmu menyelip masuk kedalam hatiku? siapa yang menyuruhmu berani menjadi begitu indah dimataku? raels...tidak ada perempuan lain yang kulihat begitu indah seperti dirimu.Senyummu,tingkahmu,amarahmu.
Bahkan jejak bayanganmu saja mampu membuatku melayang...." Raider berucap penuh arti,mengelus pipi mulus raels dengan posisi masih seperti semula,tidak beranjak!.
"Kamu menggombal padaku?" Ucap raels menahan tarikan di bibirnya,wajah garangnya membuat raider tak tahan menarik hidung mancung gadis itu gemas.
"Bukan gombalan sweety! tapi isi hati,kamu yang salah sudah menarik perhatianku.Jadi terimalah akibat terjerat disisiku selamanya!" Kekeh Raider yang mulai merapikan kembali pakaian raels yang ia singkap sebatas perut.
Raels menggerutu,namun sudut bibirnya berkedut dengan hati menghangat.
" Kenapa bisa jadi salahku?! kau sendiri yang jatuh pada pesona cantikku!" Balas raels tidak mau kalah.
Raider menggeleng geli,mengacak rambut raels dengan gemas.
"Ia..ia..aku yang salah karena jatuh oleh pesona kecantikan gadis garang sepertimu" putus raider mengalah.
Raels mengangguk puas,raider merangkul pinggang gadis itu dengan bahagia yang terpancar dari matanya.
Keduanya keluar dari aula istana,berjalan dengan wajah malu-malu raels dan wajah penuh kemenangan raider.
Pasangan yang manis!.
........♣️.........
Brakkk...
"No....Aku punya kabar buruk untukmu!! pergi ke Milan sekarang atau kau akan kehilangan gadis itu!" Nafas Alarik menderu,mendobrak pintu ruang kerja Raino di markas.
Raino tersentak,bangkit cepat hingga kursi duduknya terjatuh kebelakang.
"What are you talking about?!' Raino bertanya cepat,entah mengapa jantungnya bertalu keras.
Rasa takut....
Entah bagaimana menyusup.
Alarik mengatur nafasnya akibat melajukan mobilnya dengan panik,sampai markas ia harus berlari kelantai dua akibat kepanikan menyerang.
Bukan apa-apa,ini tentang perasaan yang nanti akan saudaranya rasakan.
Salahkan saja ponsel Raino susah dihubungi,dan para penghuni markas yang entah dikemanakan semua ponsel mereka hingga Alarik tak dapat menghubungi siapapun untuk memberi tahu Raino,hingga ia harus datang sendiri.
"Gadis itu...hah..yang kau suruh aku lacak! Dia di Milan...menerima misi menyusup di markas sebuah organisasi pengedar narkoba yang tersembunyi dibalik tempat hiburan malam...Star Club Milan,Paulo Cezusha! gadis itu Victoria mencari mati!" Terang Alarik dengan nafas terengah-engah.
Degggg....
Paulo Cezusha...
Kartel pengedar narkoba terbesar di Milan!
Petir seakan menyambar,Raino bukannya takut pada pria itu,namun Victoria.
Apa gadis itu akan baik-baik saja?!.
__ADS_1
...TBC...