
Hai semua jumpa lagi..
...E...
...N...
...J...
...O...
...Y...
...H...
...A...
...V...
...E...
...A...
...N...
...I...
...C...
...E...
...D...
...A...
...Y...
.........
Wanita dengan senyum miring menghiasi wajah cantiknya itu duduk dengan tenang,meraih sebutir apel dari meja saji dan mengigitnya dengan cara yang nakal.
Setelah melihat kondisi malang wanita yang tergeletak dilantai dibawah kakinya,asline segera mendial nomor yang sudah dirinya hafal luar kepala.
Asline menggenggam ponsel yang kini berada ditangannya,ponsel itu terus memanggil nomor yang sama.
"Rayga! angkat telpon ini,jika kamu tidak mengangkatnya aku berjanji akan menendang burungmu saat aku bebas dari sini! ya Tuhan bagaimana kau bisa memberiku suami seperti es kutub itu?! dia pasti menolak mengangkat kala melihat nomor asing yang aku pakai.Ya Tuhan,Rayga sekali saja cepat angkat!" Asline mulai menggerutu,senyum nakal yang semula tercermin kala melihat wanita malang akibat ulahnya hilang dalam sekejap,suaminya sungguh membuatnya jengkel!.
Asline akhirnya melirik kearah pintu,jika wanita ini keluar dalam waktu yang lama,maka para penjaga diluar kamarnya akan curiga.
Akhirnya dengan senyum paksa wanita cantik itu membuka kotak pesan.
To : 081Xxxxxx
...Rayga..ini aku asline,tolong aku... lacak lokasi pesan ini dikirim dan cepat datang...jika kau begitu lambat aku akan membuatmu menjadi duda!.....
Dan tolong jangan balas pesan ini,ini darurat!.
Send....
Setelah pesan terkirim,istri dari Rayga itu menghapus seluruh log panggilan juga pesan yang ia kirim.
Setelah mengembalikan kembali ponsel disaku pelayan wanita itu,asline segera memperbaiki raut wajahnya .
"Hei... bangun,sampai kapan kau mau tidur seperti gembel disini?!" Asline berujar dengan santainya menepuk keras pipi pelayan wanita yang sudah dirinya buat jatuh tak sadarkan diri
Benar-benar definisi wanita dari sosok Zeus!.
Memperlakukan seseorang yang tidak dirinya sukai dengan sesuka hati!.
Berdecak kala wanita itu tetap tak terbangun.
Asline mulai jengkel.
"Apa aku memukulnya terlalu keras? ahhh.. tidak-tidak! pasti pelayan ini saja yang begitu lemah,Raino saja yang kupukul dengan tongkat bisball terakhir kali tidak pingsan,lalu mengapa wanita ini jatuh hanya dengan tepukan tanganku?" Asline bermonolog tak tau diri, bagaimana seseorang tidak jatuh jika tengkuknya dipukul begitu kuat?!.
Terlebih orang itu hanyalah seorang wanita yang suka bersolek?.
Jelas-jelas Raino adalah seorang atlet bela diri juga seorang second lead sebuah organisasi Mafia,lalu bagaimana bisa pria seperti itu disamakan dengan tenaga seorang wanita pelayan?
Asline tertawa geli oleh ulahnya sendiri.
"Lemah sekali...begini kau berani sombong dihadapan ku? ck...ck...ck....malang sekali" Asline terkekeh dan sebuah ide nakal terbersit.
Asline menyeret wanita pelayan itu keatas ranjang,membuang seluruh makanan yang pelayan itu bawa ke dalam toilet dan berpura-pura telah menyantap semua itu dengan patuh.
Yah,jangan fikir dirinya tak tau apa yang ada didalam makanan itu .
Selama masa pendekatan sampai menikahi sosok pemimpin clan Wiguna generasi ketiga.
Rayga telah membuat asline belajar dari dua sosok dewa medis dan dewa racun didalam clan itu demi bertahan sebagai ratu sang Zeus.
Diego Wishnutama,dokter yang membuatnya mempelajari aneka bau dari racun.
Dan.
Gionandes Smith,dokter yang memberinya antibodi rutin guna menghambat efek racun kala tak sengaja tertelan.
Dan semua terbukti.
__ADS_1
Saat pertama kali bangun dimasa kurungan ini, asline tak menyadari tubuhnya diracuni.
Namun pada hari kedua,saat bangun dari tidurnya,asline merasa aneh hingga lemah pada seluruh tubuhnya terasa tak wajar.
Zergan membuatnya lemas dengan racun yang disuntik melalui infus,semua itu demi membuatnya tak bisa memikirkan untuk melarikan diri.
Dan begitu sadar,maka makananlah yang pria itu beri racun.
"Mau membuatku menjadi bonekamu? mimpi!" Asline melihat seluruh makanan beracun itu hingga habis tergerus air toilet.
Dan pelayan itulah yang selalu memberinya makan!.
Asline harus bersembunyi di suatu tempat di rumah besar ini hingga pesan itu ditanggapi oleh suaminya, bersembunyi dari seorang zergan hingga Rayga datang dan membawanya pergi.
"Tempat ini terlalu banyak cctv,penjaga bahkan anj*ng mereka buat sebagai penjaga! bagaimana caraku keluar dari kamar ini dan sembunyi?!" Asline berjalan gelisah mondar-mandir,melirik kearah jendela dimana sebentar lagi zergan pasti akan kembali dan masuk ke kamarnya dengan senyum menjijikan lagi!.
Asline memang bisa menghindari perilaku gila pria itu,tapi sampai kapan?.
Tok...tok...tok...
"HAI SANDRA, KENAPA KAU LAMA SEKALI? CEPAT KELUAR SETELAH SELESAI MEMBERI MAKAN NONA! TUAN AKAN KEMBALI DAN DIA TIDAK SUKA ADA ORANG LAIN YANG BERADA DIDALAM KAMAR NONA!"
Asline tersentak dan memelototi daun pintu itu dengan jengkal.
"Penjaga sialan! apa perlu dia berteriak seperti itu didepan kamar seorang wanita? tidak tau malu..tuan dan bawahan sama saja!" Asline menggerutu,melirik wanita yang tertidur akibat ulahnya itu dengan muram.
Hingga.
"Dokter flair...ada-apa anda datang kemari?"
"Haha..kau lupa ya kalau jam seperti ini aku biasanya akan datang dan memberi nona ini vitaminnya?"
"Ah..ya kau benar pak dokter! baik-baik masuklah dan sekalian minta wanita pelayan didalam agar cepat keluar jika sudah membereskan makan siang nona!"
" Baiklah,sekarang boleh aku masuk?""
"Ya..ya..masuklah dokter!'
Asline berlari cepat kebalik daun pintu setelah mendengar percakapan singkat diluar.
"Tuhan pun tau aku butuh bantuan!" Asline menyeringai,meraih pisau pemotong stik dinampan bekas makanan yang telah ia buang .
Sangat berguna!.
"1"
Terdengar suara kunci pintu diputar.
"2"
Knop pintu mulai bergerak.
Wush......
"Ap-!!!!!!" Flair mematung kala merasakan tubuhnya ditarik cepat masuk dan sesuatu yang terasa runcing juga dingin menyentuh kulit lehernya.
Beruntung saat flair hendak masuk para penjaga sudah menghadap depan hingga apa yang terjadi dibelakang tidak mereka ketahui
Reflek asline yang cepat dan keterkejutan flair membuat semua berjalan mulus.
"Diamlah dokter...jangan sampai tanganku tergelincir dan akhirnya memotong urat nadi lehermu..." Desis Asline penuh peringatan .
Flair terdiam,tak lama suara kekehan rendah terdengar dari bibirnya yang kini terulas senyum nakal.
"Wah..ternyata wanita dari seorang Rayganta memang sesuai rumor...pemberani,kasar,tak kenal takut juga...." Flair berbalik dengan arah pisau yang mengikuti.
"Cantik...pantas saja zergan yang berdarah dingin itu sampai menyamar menjadi orang lain demi membawamu!" Flair berucap dengan senyum miring,asline terpaku menatap mata geli pria berdarah Rusia Amerika itu.
"Kau...kau tau?" Asline bertanya tak percaya,flair mengangguk jenaka dan perlahan-lahan menurunkan pisau itu dari lehernya.
"Zergan bukan? yah....dia memang terkenal di Rusia,tapi ini London! aku ini dijuluki sebagai tangan dewa di pusat medis terbesar di Rusia,bahkan seorang presiden sekalipun harus memohon untuk perawatan ku! tapi Calvin...dia adalah sahabatku,jika bukan karena dia...aku tak akan kemari,asline.Dia membunuh Calvin! kau tau bagaimana perasaanku?" Asline terhenyak,wajah ramah jenaka itu hilang terganti raut mengerikan penuh kemarahan.
"Dulu...saat aku berusia 10 tahun,saat itu....."
Manik berwarna gandum itu bergetar,menerawang jauh.
...# Back of flair memory#...
Deras hujan tak membuat mobil berwarna putih itu melaju perlahan.
"Papa cepatlah! mereka datang.....hiks...papah!!!" Suara jeritan ketakutan teredam suara petir menyambar.
Sosok pria dengan mantel menutupi jas miliknya.
Mengemudi dengan panik,namun maniknya memerah kala melirik sosok anak laki-laki berusia 10 tahun yang dipeluk oleh sosok wanita,istrinya.
"Papah awas!!!" Wanita itu menjerit kala mobil Jeep dengan warna coklat menabrak mobil mereka dari belakang, jurang besar tepat berada ditikungan jika mobil putih itu tidak berbelok.
Brakhhhh....
Hantaman keras diterima dari dua mobil yang mendorong dari belakang terus menerus.
"Mamah...maafkan papah....jika saja papa tidak kekeh mengikuti pemilihan calon perdana menteri! orang itu tak akan mengirim para pembunuh itu untuk melenyapkan keluarga kita"Pria itu berucap dengan senyum nanar.
Sudah terpojok dan tak ada jalan keluar!.
Rumah telah dibakar habis dan mereka tak bisa lagi melarikan diri.
Pria itu tau jika mobil jatuh mereka akan mati dalam ledakan besar.
__ADS_1
Pria itu lalu menatap flair kecil,yah.
Sosok yang menatap kedua orang tuanya dengan air mata deras.
Anak laki-laki jenius yang telah belajar medis dari usia 7 tahun.
"Flair...dengar papa! Hell of death tak akan melepaskan keluarga kita...tapi mereka tak tau akan dirimu nak,jadi tolong hiduplah demi kami.." Pria itu membuka seat beltnya dan melihat hutan gelap dibawah sana.
Krakhhh...
Pintu mobil terbuka,sebelum jatuh lebih dalam tubuh kecil flair dilempar keluar dengan sebuah koper kecil yang dipeluk oleh anak itu.
"HIDUPLAH FLAIR...DAN INGAT..KAMI MENYAYANGI DIRIMU.. JANGAN BERSINGGUNGAN DENGAN HALL OF DEATH!"
Brakhhhh......
Manik flair kosong,tubuhnya yang memar terhantam pepohonan juga cabang-cabang tajam,tak merasakan apapun saat melihat mobil orang tuanya jatuh menghantam sebuah pohon besar dan hancur dengan percikan api yang mulai menyulut.
Flair kecil bahkan tak mampu mengeluarkan suara saat orang-orang dari mobil Jeep itu terlihat menuruni lereng memeriksa situasi.
Menangis pilu dalam diam dan keputusasaan hingga fajar.
Hingga satu hari berlalu sebelum pasangan Haris yang tengah bercamping tak jauh dari hutan disisi air terjun tak sengaja melihat tubuh kecil flair tergeletak miris didekat sebuah pohon tua.
Pasangan Haris akhirnya mengadopsi flair dengan Calvin kecil yang merangkul sebagai sahabat sekaligus saudara angkat.
...# Back of #...
"Calvin,dia pria yang teguh.Hidupnya dihabiskan untuk merawat kedua orang tuanya juga menjaga perusahaan industri milik kakeknya.Kami menjadi dekat hanya dalam waktu semalam karena kepribadian Calvin yang begitu ramah.Aku sudah menganggap dirinya seperti kakakku sendiri,tapi pria itu...pria yang mengambil wajah juga identitas Calvin....dia sudah membunuh saudaraku Mrs Wiguna! andai aku tau dari awal dia bukan Calvin,aku akan membantumu untuk pergi dari sini!" Suara rendah Flair terdengar bergetar serak.
Asline terdiam merasakan kesedihan dari dokter muda seusia suaminya itu.
"Zergan....dia sudah belajar membunuh dari kecil,ayahnya yang adalah pemimpin Hall of death telah membentuk pria itu menjadi monster sejak usia dini! aku ingin memberi tahumu..." Flair mendekat dan membawa asline menjauhi daun pintu.
Pria itu mendekatkan bibirnya ditelinga asline.
"Monster harus dilawan dengan monster juga! kita tidak bisa menghindari kenyataan!" Flair berbisik penuh kewaspadaan.
Asline mengangguk dengan manik indahnya yang menajam.
"Asline maafkan aku jika harus katakan ini.Rayganta.....siapa di benua ini tidak mengenal image suamimu?! Dia adalah Zeus! sebelum menikah tidak ada siapapun yang mengetahui rupa dari sosok pria itu! hingga pernikahan kalian dia terekspos! Asline...kita harus pergi dari sini sebelum dia kembali..aku mendengar kabar buruk!,hanya Zeus yang bisa melawan zergan!" Flair berbicara cepat sembari membawa tas medis miliknya keatas meja.
Membuka tas itu dengan cepat.
"Kabar apa?" Asline mendesak dengan cepat
"Pria itu tak akan menunggu kau pulih! sesuatu telah terjadi dari ucapan para penjaga! dia akan membawamu malam ini ke Rusia! dan saat itu terjadi akan sangat rumit!" Flair berucap sembari mengeluarkan sebuah jarum suntik dan satu botol kecil berisi cairan bening transparan.
Asline terkekeh geram,wanita cantik itu berdiri hingga.
"Kalian...kalian berusaha menghianati tuan kami?! akan kuadukan pada penjaga!" Asline dan flair menoleh cepat kearah ranjang.
Pelayan wanita itu telah bangun dan bersiap pergi dengan cepat.
Namun....
Wushhhh...
Zrashhhh...
Flair tercengang dengan manik membola horor.
Darah terciprat mengotori wajah cantik yang terlihat dingin itu.
Dengan pisau pemotong steak ditangannya ,asline menebas leher wanita itu sebelum pelayan itu mampu mencapai pintu dan bersuara lebih.
"Suamiku berkata...yang harus mati maka harus mati! lebih baik percaya pada tubuh tak bernyawa daripada sesuatu yang bernafas!" Asline berucap dengan senyum dingin diwajahnya yang cantik.
Flair mengangguk kaku,wanita ini sangat mengerikan dibalik wajahnya yang cantik!.
"Ba.. baiklah,sekarang aku harus menstimulasi kondisi tubuhmu! aku akan membawamu keluar dari sini!" Flair berucap setelah memperoleh kembali ketenangannya.
Asline mendekat dan duduk dengan tenang.
Flair memberi sebuah pil, asline mengangguk tanpa kata.
Begitu pil tertelan,Flair meraih lengan asline dan mengusap alkohol dengan cepat.
Taskkkk....
Mengeryit kala cairan itu terasa dingin menusuk kulit dan menyatu darah.
"Bagaimanapun,kau baru melewati operasi akibat tusukan zergan itu! kita perlu membuat imun tubuhmu stabil karena area ini adalah vila tepi pantai yang jauh dari pemukiman! aku tak ingin kau drop dan membuatku repot!' Flair berucap jenaka.
Asline terkekeh renyah dan mulai bangkit setelah rasa pusing sesaat.
"Cepat benahi dirimu,darah dimana-mana membuatku jijik!" Flair menggerutu, asline mendengus dan menuju kamar mandi demi membersihkan diri membiarkan flair mengurus tubuh pelayan wanita itu.
"Untung saja baju pelayan ini tidak kotor,darahnya disatu titik,wanita ganas itu benar-benar pandai membunuh orang!" Flair menggeleng takjub.
Sayatan pada leher itu rapi hingga darah hanya mengalir keatas kepala saat tubuh itu jatuh tak bernyawa.
Pakaiannya bersih meski masih ada beberapa noda jika dilihat jeli.
"Asline kau pakai pakaian pelayan ini...tutupi sebagian wajahmu dengan masker ini,aku akan membawamu keluar kita kelabui para penjaga itu! dan buat mereka tertidur lelap!" Flair berucap jenaka begitu asline keluar dari pintu kamar mandi.
Keduanya saling menatap dengan manik berkilat licik.
Saatnya memberontak!...
__ADS_1
...TBC...