Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Prince mine


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...


Nah part ini El akan mengajak kalian menyelami kisah awal dua putri clan Wiguna..


Hope you like it!.



...🍃...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍃...


Pria tampan dengan surai hitam legam itu duduk dikursi penumpang mobilnya,bibir tipisnya menarik senyum simpul.


Satu tangannya naik dan hidungnya yang mancung mulai menghirup.


Jasmine lembut yang begitu manis!.


"Cari data gadis yang menabrak diriku di bandara tadi,berikan hasilnya malam ini aku mau semua sudah lengkap sebelum aku kembali ke New York" Pria tampan dengan penampilan bisnis high class itu berucap rendah.


Dan pria dengan surai pirang pucat di kursi depan samping kursi kemudi mengangguk paham.


"Baik tuan!"


Pria berdarah bangsawan itu tersenyum samar,puas akan jawaban yang ia dengar.


Menatap telapak tangannya sekali lagi.


Lembut surai sebahu itu..


Wangi yang begitu menyenangkan saat dihirup dari tubuhnya..


Dan penampilan sedikit tomboy darinya...


Terkekeh rendah,pria itu menutup mata mendapati degupan jantung yang menggila.


"Kurasa aku sudah gila!! bagaimana aku terus memikirkan gadis asing?!" Bergumam frustasi.


"Sangat mengesankan....kita akan bertemu lagi young lady...dan aku janjikan itu pasti terjadi!" Ucapnya penuh tekad.


Seringainya terbit,dan akalnya terus terbayang akan sosok putri dari Axel Lumiro itu.


Acella Lumiro Prameswari.


.......🍃.......


...# Brixton POV #...


Aku melihatnya,melihat dirinya yang tersenyum begitu cerah indah tanpa beban kotornya dunia.


Dia adalah gadis dari keluarga dengan latar belakang penuh kegelapan.


Jangan katakan aku sama seperti masyarakat Britania raya yang tak tau seperti apa Wiguna family itu.


Yah, masyarakat hanya mengetahui mereka adalah keluarga besar para pengusaha.Taipan kaya Eropa.


Tapi aku,aku adalah Brixton putra mahkota benua ini!.


Duduk aku didepan sebuah layar yang menampilkan cctv dimana wajah gadis manisku terlihat begitu menggemaskan dengan ekspresi kesal itu.


Dirinya bagai musim semi dimataku,aku bahkan tak memiliki keberanian untuk mengatakan langsung padanya aku mencintainya!.


Akankah aku bisa mengatakan aku mencintaimu padanya?.


Kepolosannya,aku takut mengotori itu dengan kata cinta!.


Dia gadis yang murni.


Banyaknya waktu yang dihabiskan hanya untuk membayangkan bisa bersama dengannya.


Aku ingin habiskan banyak waktu bersamanya dimana pun.


Bayangan seakan aku bisa selalu menyentuh dirinya,rasa ini membunuhku!.


Setiap kali dirinya muncul dimataku..


Bahkan meski hanya angan-angan saja,aku menikmati itu.


Suara halusnya menggema begitu indah merasuki,bertahta di hatiku yang begitu dingin.


Kulihat dirinya hari ini..


Wajahnya yang bersinar bak sinar mentari dimusim semi,dia adalah cahaya yang datang menyinari hari-hari yang membosankan bagiku.


Archana Angelica Wiguna.


Satu nama yang tak bisa kulupakan seumur hidupku .


Bahkan satu tingkah kecil darinya saja sudah membuatku gila! Setiap bagian darinya terekam jelas diingatkan ku.


Dimanakah perasaanku padamu ini akan berlabuh pada akhirnya?


Aku ingin mencoba,namun melihat betapa murni dirimu aku takut!.


Akankah aku bisa membuatmu bahagia sama seperti bagaimana keluargamu mampu membahagiakan dirimu?.


"Pangeran!! bukankah itu nona muda Wiguna?! astaga tasnya dicuri!!!"


Aku tersentak begitu suara keras Jacob menggema.


Menatap ke depan dengan manik berkilat,bangkit dari kursi ruang pribadiku di universitas ini.


"Percepat!" Berlari tanpa mengindahkan lagi etiket bangsawan ku.


"Simon..mengapa kau lemparkan kunci mobil padaku!!" Terlihat Jacob dan Simon sibuk berdebat dibelakangku,aku tak perduli.


Memasuki mobil dengan cepat.


"Percepat Jacob!!" Aku meraung kesal sekali saat kedua sahabatku ini tidak juga bergerak cepat.


Jacob berlari panik memasuki mobil duduk dikursi kemudi dengan langkah panik Simon disampingnya.


Mobil melaju cepat,hingga Jacob dengan sukses berhenti di samping sosok gadis kecilku berdiri terengah-engah mengejar pencuri kurang ajar itu.


"Masuk" Sial kenapa suaraku jadi begitu dingin?!.


Kemarahan pada pencuri itu tanpa sadar berdampak pada archana melalui suaraku,namun aku bersyukur saat gadis lugu itu tak menyadari intonasi suaraku.

__ADS_1


Dan akhirnya,Jacob melaju mengejar pencuri itu dibawah tatapan mata tajam ku.


...# POV end #...


Dengan kecepatan tinggi,mobil sport putih itu melaju membelah kepadatan jalanan ibu kota.


Archana menatap sengit sebuah motor yang melaju kencang tepat dideoan.


Mengeluarkan kepalanya tanpa sadar dari jendela mobil yang melaju kencang.


"Heiiii...pencuri kembalikan tasku!!!!!" Archana berteriak jengkel.


Simon tersentak kaget bahkan ponselnya jatuh seketika,sedang Jacob hampir saja kehilangan fokus kemudinya.


Dengan gemas, Brixton menarik lembut kepala gadis putri bungsu clan Wiguna itu.


"Archana!! kamu tidak tau itu berbahaya?! bagaimana jika ada kendaraan lain yang melaju dari arah lain? tenang dan biarkan Jacob mengemudi dengan tenang!" Brixton sungguh spot jantung melihat apa yang dilakukan gadis manis itu tadi,sungguh dirinya tak ingin gadis manis itu celaka.


Dan begitu archana duduk dengan tenang.


Laju mobil itu melaju begitu cepat bak melawan arah angin.


"Woah..kau..dapatkan dia Jacob! lihat bagaimana orang bodoh itu mengejek kita!" Simon menatap ke depan pada dua orang pencuri yang berboncengan menghindari mobil mereka.


Kejar-kejaran terjadi dengan cepat,archana menggenggam erat tangan kokoh Brixton begitu suara keras decitan kuat ban aspal terdengar olehnya.


Jacob menatap dengan dingin dimana kini skill driver-nya tengah tertantang.


Menarik nafas dan menginjak pedal gas dengan cengkraman kuat pada stir.


Brixton disisi belakang,dibalik kaca mata hitam yang menutup sorot matanya.


Ada lonjakan kebahagiaan yang tergambar disana meski bibirnya tetap segaris lurus.


Hingga..


Brakhhh...


Motor itu menabrak sebuah peringatan tanda sebuah sirkuit.


"WAAAAAA.......KAKAK YANG DIDEPAN KITA MELAJU DIJALUR SIRKUIT PACUAN KUDA!!!!" archana memekik kala kini mobil sang pangeran dan motor sang pencuri tengah melaju diantara kuda-kuda balap yang tengah dijadikan sarana judi oleh para orang kaya yang tengah berada di podium penonton.


Jacob tak ambil pusing,mobil berputar sengit kala sebuah tikungan diantara belasan ekor kuda harus ia lewati.


"PENCURI SIAL!!!" umpat Jacob jengkel.


Keahlian pencuri itu dalam melajukan motornya sangat ahli!.


Para penonton memekik heboh.


Tontonan yang begitu menarik dan seru.


Dimana sebuah mobil dengan lambang istana tengah melaju dibelakang sebuah motor sport dengan dua orang pria berpakaian hitam.


Kuda-kuda pacu itu segera menjadi panik.


Arena dilanda kekacauan.


"Lihat bagaimana akhir dari pertandingan konyol ini akan terlihat!!" Seru Simon dengan senyum jenaka yang begitu menjengkelkan dimata Jacob.


Archana menatap kedua pria asing didepan dengan manik tak mengerti.


" Kak..kak Rixton apa..apa ini tidak akan masalah?" Gagap archana kala melihat mereka telah benar-benar mengacaukan arena pacuan kuda!.


Brixton tersenyum begitu mendengar bagaimana archana memanggil namanya dengan begitu intens.


Rixton?...


Rasanya dia telah menegak madu paling manis yang pernah ada!.


"Tidak masalah baby girl...jika kita sampai celaka...kakak akan memenggal Jacob....". Brixton berucap santai tanpa perduli wajah pias Jacob dan kekehan nista Simon.


"Jacob..lihat kuda hitam itu!! lewati dia!!!!!!!!" Heboh Simon dengan cepat,Jacob mengerang emosi.


Sungguh Jacob tertekan!.


"GOOOOOO JACOB...GOOOO!!" Simon berseru kala adrenalin berpacu.


Jacob melirik Simon sinis.


Mengapa pria triplek ini berubah menjadi ember bocor?!


Kuda itu berlari zig zag diikuti motor itu yang berada didepannya,sedang mobil sang pangeran berada di urutan ketiga.


Riuh semakin tak terkendali,semua memasang taruhan tanpa perduli lagi mereka bertaruh untuk kuda,motor atau mobil !.


Ckittt.....


"WAAAAAA....." archana memekik kala tubuhnya menyerong Kiri dengan sengit.


Brixton meraih pinggang gadis itu dan memeluknya agar tidak terantuk body mobil.


"Laju Jacob!! kenapa kau lambat sekali?!! naikkan batas!!" Seru Simon heboh...


"Here we go!! the finis line......." Jacob berseru dengan mobil berada di beberapa meter lagi dari garis akhir.


Sang joki mengeram kala mobil sang pangeran berhasil menyalip kuda tunggangan-nya.


Jacob beralih porsneling,menginjak pedal gas hingga mobil seakan terbang dengan kecepatan yang begitu tinggi.


Namun kedua pencuri itu tidak mau kalah,mereka menarik gas motornya lebih cepat.


Hingga kedua kendaraan itu berhasil meninggalkan kuda balap itu dibelakang.


"WHAT THE F***ING !!" Sang joki memaki .


Pencuri itu menggunakan keunggulan body motor mulai mengambil jalan sempit.


Masuk diantara gang-gang kecil .


Jacob tak kehabisan akal,pria itu melaju mencari jalur tikus lain yang bisa digunakan memotong jalur akhir motor si pencuri.


Ckittt...


Mobil berhenti kala motor itu dengan senyum mengejek pengendaranya berhasil memutus jalur kejaran Jacob pada mereka.


Diantara dua jembatan zebra cross.


"Ck...pencuri mana yang akan berhasil kau tangkap dengan keahlian mengemudimu yang begitu buruk Jacob? " ucap Simon nista saat mobil mereka terpaksa berhenti karena Jacob tak punya lagi akal menyusul kala kondisi jalur tak memungkinkan diatas batas keahlian mengemudinya.


"Ka..apa..apa..biarkan saja tas archa..nan..nanti archa akan minta Daddy belikan lagi...." Cicit archa tak enak hati.


Sungguh melihat bagaimana pria dibalik kemudi itu sudah berusaha dan tetap saja mendapat ejekan dari pria disamping kemudi itu,sungguh archa tidak enak hati.


"Alright..how about get a music?" Simon mulai mengutak-atik player musik di dalam mobil itu.


"And...keahlianmu sungguh bencana!" ucap Simon,acuh Jacob yang kembali melaju berusaha mencari jalur tikus lain lewat Google maps.


"Bagaimana jika kau terus menghina skill-ku,show how you're skill?!" balas Jacob kesal.


Ditengah mobil yang melaju kencang,archana sudah berdoa dengan getir melihat bagaimana mobil itu melaju tak stabil diantara perdebatan kedua pria dewasa itu.


Simon menatap Jacob remeh, inilah persahabatan mereka,saling menghina dibalik pengakuan.


"Fine! let me show you how the Gosht Booster Drive!!" Simon meraih stir mobil dibawah kendali Jacob yang sudah mengambil ancang-ancang mundur perlahan dari posisi duduknya .


Mobil melaju oleng,archana menutup mata ngeri.


Brixton tersenyum simpul.


Benar!...

__ADS_1


Di Eropa ini selain kemampuan driver Ryu sang CEO Hara sped yang setara dengan juara profesional, seorang juara dunia racing.Ada Simon Cowell yang diam-diam memiliki keahlian pengemudi yang sering dijuluki pengemudi setan di dalam balap liar.


Haph...


Jacob duduk cepat berganti posisi dengan Simon.


"Gila..kursi ini panas sekali! hei Jacob coba kurangi dosa-dosa mu itu...." ucap Simon jenaka.


Jacob mendengus dan mengambil nafas dengan segera meraih pegangan di body atas pintu mobil.


Simon menyerigai.


"One......."


Jacob tak memungkiri,jika Simon telah berada di balik kemudi,maka pria itu tak perduli masih hidup atau mati selama mobil masih melaju.


"Two...." Brixton tersenyum sembari iseng ikut menghitung.


"Ka..kalian menghitung apa?" Archana bertanya gusar,hatinya mulai merasa tak enak.


"Jangan cemas archa..semua akan aman dan tasmu akan kembali!' " Brixton mengusak rambut panjang gadis itu dengan senyum penuh makna.


Dan Begitu sisi ujung jembatan terlihat.


Wushhhh...


"AAAAAAA...."


Teriakan archana bersimphoni dengan hentakan music dari the script.


...Yeah.....


...You can be the greatest...


...You can be the best...


...You can be the king kong...


...Banging on your chest...


...You can beat the world...


...You can beat the war...


...You can talk to God go...


...Banging on his door...


Brakhhh..


Mobil melaju melewati sebuah polisi tidur yang cukup tinggi.


...You can throw your hand s up...


...You can beat the clock...


...You can move a mountain...


...You can break rocks...


Mobil naik dan turun, Brixton menaruh telapak tangannya diatas kepala archana dan tepat .


...You can be a master...


...Don't wait for luck...


...Dedicate yourself and you go find yourself...


Mobil melaju tak terkendali.


...Standing in the hell of fame...


...And the world gonna know you name...


...Cause you burn with the brightest flame...


Jacob menyenandungkan semangat, benar Simon adalah setan jalanan!.


...And the world gonna know your name...


...And You'll be on the wall of the hall of fame...


...You can go the distance...


...You can run the mile...


...You can walk strainght...


...Through hell with a smile...


...You can beat the hero...


...You can get the gold...


...Breaking all the records...


...They throught never could be broke...


"How it feel? bukankah ini luar biasa?! melaju secepat angin dan bergemuruh sekeras Guntur!!" Simon berseru kala raungan mesin mobil begitu memekak langit malam.


"The THIEFFFF!!!' Akhirnya bayangan motor pencuri itu terlihat.


Hebat...


Hanya dalam waktu sepersekian detik Simon berhasil menyusul motor pencuri itu.


Simon memutar kemudi,memasuki sebuah gang sempit.


Dan.


Brakhhh..


Mobil menghantam motor dari depan dengan keras.


Pengendara itu terhempas melayang dan jatuh tepat diatas mobil dengan keras.


"Hehehe..matilah kau!!!" Gumam Simon dengan senyum iblisnya.


"Lose...." Brixton keluar dari mobil, menghampiri pencuri yang duduk dibelakang dan merampas tas ransel milik gadis kecilnya.


"Pa....huks..pangeran!!!" Sang pencuri itu berseru panik ditengah darah yang keluar saat ia terbatuk.


Hantaman keras dari tabrakan itu sukses membuat seakan meremukkan seluruh tulangnya.


Archana masih diam mematung didalam mobil.


"Jacob..urus mereka,Simon bawa mobil ke Wiguna mansion!" Titah Brixton tanpa basa-basi.


"Baby girl..let's go home!" Ucap Brixton begitu masuk kembali kedalam mobil meninggalkan Jacob yang akan mengurus segalanya setelah menghubungi polisi setempat.


Dan tentu saja penjaga istana untuk menjemput dirinya kembali .


Archana meninggalkan tempat itu dengan tas yang kini berada dipangkuannya.


Mengerjap linglung.


Hingga...


Cup.....


...🍃...

__ADS_1


......TBC......



__ADS_2