
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan coment...
...🍹 Happy reading 🍹...
Manik kian memerah, deru nafas perlahan menderu.Kedua tangan mengepal begitu erat berusaha menjaga batas kesabaran agar tetap seimbang.
Silver duduk dengan satu fokus pandangan tajam nan menusuk yang kini terarah pada satu tujuan.
Putrinya....!
"Apa kau tidak malu dengan sikapmu itu?!"
"Dan....untuk apa kamu datang?! kau.....tidak disambut disini!"
Silver,pria berdarah campuran Eropa dan Amerika itu menatap bengis pada sosok wanita yang baru saja melangkah masuk kedalam kediamannya bersama sang istri..
Sedang wanita yang tersambut oleh deru kemarahan itu hanya berdecih tak perduli.
"Untuk apa aku malu? papa....memangnya aku telah berbuat dosa?" Margaretha menyahut santai.
"Dan tentu saja aku datang....untuk melihat kehidupan bahagia papaku....dan istrinya yang kaya...."
Nada terkesan tak perduli itu sukses membuat silver berdiri dan menendang meja didepanya hingga terbalik.
Dosa apa yang sudah dia lakukan hingga memiliki keturunan seperti ini?!.
Margaretha sedikit mundur,takut namun ambisi membuat wanita itu abai.
Samantha berlari turun dengan cepat dari lantai dua,memeluk suaminya dengan wajah nanar.
"Sudah pa...jangan marah atau darah tinggi papa akan kambuh! tenang pa...ada mama disini..." Samantha mengusap dada silver yang memburu,wajah suaminya itu memerah menekan amarah.
"Untuk apa kau kembali?! bukankan keluarga mendiang ibumu begitu memanjakan dirimu?! jangan kembali dan pergi dari sini!" Tekan silver mengusir putri kandungnya itu dengan wajah dingin.
Margaretha mengepalkan tangannya erat,urat leher wanita itu tercetak menatap kembali pasangan paruh baya itu dengan senyum jenaka.
"Mama Samantha....kau tau aku mencintai raino bukan? kau harusnya jangan membiarkan gadis lain disisi pria-ku!Percuma aku membiarkan papa menikahi dirimu,kau tidak bergun-"
Plakkkkkk....!
Brukhhhhh.....
Samantha tercengang,entah bagaimana tangan silver sudah mendarat begitu kuat di pipi Margaret.Wanita itu jatuh tersungkur.
"Jangan...jangan sekali-kali kau berani menghina dan merendahkan istriku!!!!" Geram silver,jangan remehkan kuatnya pukulan pria itu.
Mantan kaki tangan Rayga kecil,yah.
Silver bekerja pada Rayga kecil saat pria itu masih begitu muda!.
__ADS_1
Kini bahkan meski waktu telah berlalu,jejak aura bos kecilnya dulu masih berpengaruh pada stamina tubuh baya-nya!.
Margaret bangun dengan senyum remeh,mengusap darah di sudut bibirnya yang telah robek.
Rahangnya terasa kebas dan giginya terasa ngilu.
"Oh papaku....harusnya kau tau mengapa dulu aku setuju membiarkan kamu menikahi dia... tapi sekarang aku sedikit menyesal! memang benar bukan?! dia tidak berguna! dia bahkan tak bisa membujuk raino agar mau menerimaku! bukannya aku...tapi dia bahkan lebih bahagia untuk gadis tak jelas seperti Victoria itu! apa kurangnya aku?! nyonya Samantha....harusnya kau lebih mendukung aku...meski aku hanya putri sambungmu....bukannya begitu bahagia membuat gaun untuk jal*ng itu...wanita busuk yang merebut raino-ku!!!!!!" Margaret menjerit geram,Samantha menggeleng miris.
Wanita muda ini sudah kehilangan akal?!.
"Jal*ng? Margaretha...sadarkah kau seperti apa dirimu? kau dan Victoria bagai burung bangkai dan seekor merak! meski kau bersolek menggunakan seluruh perhiasan terbaik dunia...kau...tidak berarti bagi tuan muda ketiga! mengapa kau harus salahkan istriku?" Silver menghina,rasa kecewa dan amarah telah membuatnya tak merasa lagi kasih sayang kebapakan!.
Margaretha sudah melewati batas toleransinya sebagai ayah juga kepala keluarga!
"KALIAN MEMANG ORANG TUA TIDAK BERGUNA! LEBIH BAGUS AKU TINGGAL DENGAN KELUARGA IBU TIFANIE... BIBI CLARISA LEBIH BAIK DARI ISTRI KAYAMU INI!!" Margaretha menyahut dengan intonasi tinggi,silver mengeram murka.
Prankkkkk...
"Pergi kau dari sini! dasar anak tidak tau diri! kau membuatku malu dihadapan tuan Rion dan nyonya kayra! kau adalah aib dan noda bagi mendiang istriku! Tifanie begitu sial melahirkan anak seperti dirimu! kau wanita kurang ajar!!" Silver melempar lampu duduk disamping nakas kecil sofa,Margaret menghindar dengan senyum sinis.
Dia bahkan sudah melenyapkan banyak wanita yang mendekati Raino di masa lalu,apakah tindakan ayah tak berguna-nya itu berpengaruh? Margaretha tertawa sarkas.
"Pergi Margaret! kau tidak diterima sampai kau merubah dirimu menjadi lebih baik! aku dan papamu tidak sanggup menghadapi sifat menyimpang dan pemberontak darimu...kau anak perempuan,tapi tingkahmu membuat siapapun merasa malu! cinta bukan untuk dikejar... tapi datang saat memang itu adalah takdirnya..." Samantha berucap sabar,wanita paruh baya anggun itu berusaha menjadi penengah antara ayah dan anak ini.
"Ingat baik-baik! Aku tidak akan mundur semudah ini....dia...atau aku....." Margaret berlalu keluar dari kediaman Luksius yang kini ditempati silver dan Samantha sementara Xander dan starla memilih menepi di kota kecil pesisir Irlandia bersama Xavier yang sudah menduda sejak selenia pergi meninggalkan pria tua itu,kembali pada sang pencipta.
Samantha menatap intens punggung yang perlahan mulai terlihat samar.
" Kamu tau dia nekat Mantha? Aku tidak perduli meski dia mati ditangan para tuan muda...tapi aku hanya takut...betapa tuan besar dan tuan muda Rayga kecewa padaku nanti! pengabdian ku serasa tak berharga lagi oleh perbuatan Margaret! aku tidak bisa mengecewakan keluarga yang begitu baik menaikan derajat hidupku,Mantha? maafkan aku yang tak berguna ini...terkadang aku menyesal..mengapa Tifanie menukar hidupnya demi melahirkan gadis rusak seperti dia?! " Samantha memeluk tubuh silver yang meluruh dilantai,pria itu menangis penuh penyesalan.
Samantha mengerti,silver begitu menjaga hubungan harmonis antara dia dan clan Wiguna,terlebih setelah silver menikahi dirinya.
"Tidak papa..percaya pada mama...kak Rion juga kakak ipar kayra dan seluruh keluarga kita bukan orang-orang dengan pemikiran dangkal! Mereka tau bagaimana sifatmu...terlepas dari sikap Margaretha,kamu tetaplah bagian keluarga ini.Margaret sudah dewasa...dan bukan tanggung jawabmu lagi merubah sifatnya yang sudah mendarah daging! kita sudah berusaha papa...dan inilah jalan yang diambil Margaretha! dia tidak lagi mau mendengar siapapun,biarkan takdir membawa nasibmya.Jika dia mau berubah maka pasti ada jalan,namun jika dia tetap seperti sekarang...maka kita hanya bisa menerima apa yang nanti akan terjadi"
Samantha berucap sembari tersenyum lembut,mengusap wajah suaminya dengan sabar dan merapikan surai hitam bergradasi abu-abu itu.
Mengangguk,silver memeluk tubuh Samantha dengan senyum syukur.
Dia mendapat istri yang tepat,baik hati dan sangat lemah lembut.
Meski berasal dari keluarga kaya dengan penghasilan lebih besar darinya, Samantha tak pernah memandang remeh silver sebagai suami.
Wanita cantik itu justru begitu hormat dan patuh.
Silver bersyukur,dibalik kemalangan Tuhan memberikan cinta Samantha sebagai gantinya .
.........
"Aduh...tidak menyangka waktu berlalu cepat! dan lucu rasanya saat kita semua dikumpulkan nenek di bungalow ini sampai hari pernikahan !!" Raels menyeru heboh sendiri,gadis yang tengah berbaring menikmati paket spa itu menoleh kesisi kiri dimana asline tengah duduk menikmati perawatan kuku.
"Hm..benar kak! apa itu istilahnya?! ah...kita dipingit! para pria tidak boleh menemui kita sampai hari pernikahan...hihih..tidak terbayang bagaimana nelangsanya para pria itu .. terutama si mesum Maxim! Jihan rasanya sedikit menyesal menerima dia!" Jihan berucap sembari menarik sebutir anggur dari atas meja.
Gadis itu baru saja memotong sedikit rambutnya,rambutnya terlalu panjang hingga hampir melewati punggung.
__ADS_1
Dan Anggi ingin gadis itu sendiri, memangkas rambutnya agar terlihat rapi .
Dan yah,Jihan terpaksa harus merelakan rambut panjang itu sedikit terpotong.
"Hahaha..memang kenapa sampai kamu sebut si max itu mesum?" Gelak Victoria yang terlihat menikmati perawatan rambut,rambutnya tengah di warnai sedikit coklat dari rambut aslinya yang sedikit pirang pucat.
"Ya bagaimana Jihan tidak mengatakan si Maxim itu mesum? setiap detik main sosor saja bibirnya itu! mana tidak lihat tempat lagi...aku saja bergidik! untung raider tidak begitu ..kalau dia berani sudah kuhajar!" Raels menyahuti pertanyaan Victoria,para gadis itu tertawa renyah.
"Itu masih mending...Maxim hanya cium..ini si Gion,nao suka di Grape-grape sama dia! hiks..dokter itu sangat ca*ul! " Asline, Victoria ,Acella,Archana bahkan Rubi.
Para perempuan cantik itu seketika tergelak dengan tawa pecah.
Aira dan raels mengeleng iba dengan Naomi yang sudah menunduk malu.
"Eh..tapi.. Grape-grape itu apa?"
Krik..krik..
Seketika hening,para pekerja salon yang dipanggil nyonya besar Wiguna menatap putri bungsu clan Wiguna itu tidak percaya .
Asline meringis dan para gadis lainya terkekeh kikuk.
"Kenapa diam? Cha tanya ini?! kak Line.. Grape-grape itu apa?" Archana bertanya dengan senyum binar.
"Ja..jadi tadi Cha ikut tertawa kenapa?Sera kira Cha mengerti...?" Sera yang duduk sembari menikmati facial wajah itu seketika menegakkan tubuhnya menatap Archana miris.
"Entah? kalian tertawa Cha ikut saja...tapi jawab dulu pertanyaan yang Cha tanya !" Victoria meringis.
bisa habis kena ceramah mereka ini oleh ibu Suri dan para permaisuri jika ketahuan merusak otak si bungsu polos.
"Em..itu...line jawab!" Raels menyikut asline mendesak,asline mendelik jengkel.
Kenapa jadi dia yang dikambing hitamkan ?!.
Semua mata terarah pada istri cantik Rayga itu .
Asline sudah merapal doa semoga suaminya tidak tau hingga memberi hukuman panas lagi!.
"Haha... Grape-grape ya?....em...ahhh...tanya sama Brixton ya Cha! dia paling tau soal itu dari kita semua yang ada disini! tanya saja padanya!" Asline berucap tertekan.
"Brixton maafkan kakak iparmu ini....semoga kau bisa menjawab jangan sampai lidahmu terpeleset atau kuping kita semua akan panas oleh ceramah ilahi kakek dan Daddy!" Batin asline pias.
Archana mengangguk binar, Brixton memang pintar! bahkan dia lebih pintar dari para kakak iparnya ini!.
"Okey! Cha akan tanya nanti setelah pingit berakhir! hihihi...." Para gadis muda itu mengelus dada sabar.
Yah, sementara Brixton yang tengah rapat bersama Arkansas juga Rayga dan para investor bersin dengan keras.
Dibawah tatapan mata dingin para pria Wiguna, Brixton menggaruk tengkuknya canggung.
"Siapa yang sedang membicarakan diriku?"
__ADS_1
.....TBC.....