
...Vote,like dan komentar ya 🌹...
...♣️.....♣️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♣️.....♣️...
POV Asline.....
Aku terbangun di pagi hari,saat fajar masih dengan malu-malu untuk menyingsing.
Senyumanku terbit kala untuk pertama kali aku membuka mata,dapat kulihat adanya cahaya ditengah rasa gelap dan kedinginan hatiku.
Selama 13 tahun aku hidup setelah kematian kedua orangtuaku, orang-orang yang begitu aku sayangi dan cintai lebih dari hidupku .
Kepergian mereka membawa hari-hari yang aku jalani terasa gelap tanpa cahaya lagi.
Hingga....
Pria berwajah dingin nan tampan bak pahatan dewa yang begitu agung,dipuja oleh seluruh kaum elit maupun masyarakat biasa datang.
Pria yang mereka bilang adalah seorang tiran,kejam dan tidak pernah mengampuni nyawa siapapun yang mengusiknya.
Namun....
Dia datang, dengan tangan terbuka dan senyum jenaka yang selalu membuat hatiku bergetar tak menentu.
Aku takut dengan cinta lagi.
Cinta yang membunuh orang tuaku,cinta yang membunuh kakek dan nenekku dan cinta yang menusuk diriku dengan pengkhianatan terselubung.
Dia, Rayganta Alzeus.
Dia,menanamkan sebuah ingatan manis untukku.
Ucapanya.
"Sabarlah,aku akan membawa masa depan cerah untukmu.Aku menyayangimu, mencintaimu bahkan dengan seluruh hidupku,apapun yang mereka katakan tentangmu.Aku masih akan selalu sayang dan cinta apa adanya dirimu.Meski aku tidak selalu disampingmu,jauh darimu sekalipun,percaya padaku!"
Aku terduduk menatap jendela besar yang menghadap langsung kearah kolam teratai yang entah kapan dibangun dihalaman depan manor megah ini.
"Kelak aku ingin terbang jauh,suatu hari saat langit memanggil namaku.Aku akan berbaring dengan tenang menunggu masaku,setiap malam kala aku ingin terpejam.apakah aku akan bangun esok harinya?"
Aku menghela nafasku yang terasa berat.
Angan ku dulu untuk mati mengikuti langkah kedua orang tuaku kini terasa sulit.
Sulit kala bayangan senyum teduh Rayga yang terarah untukku.
"Jangan pernah berfikir menyerah,karena aku disini.Aku akan memberi seluruh cinta yang kamu fikir adalah sebuah bencana! cintaku berbeda asline.Aku ....jangan katakan terlambat untuk percaya lagi,kelak tidak akan ada lagi perpisahan, kecuali salah satu dari kita mati! "
Tak terasa air mataku jatuh,Rayga membawa dampak besar hingga ketenangan dan dinding es yang selama 13 tahun ini aku bangun perlahan retak.
Kemanapun aku pergi,aku merasa.Sangat merasakan cintanya yang selaku bersamaku.
Apakah aku harus bertahan setelah semua itu kutuntaskan?.
Apakah aku bisa menyeret Dante beserta keluarga keji itu ingin berakhir lebih dari kedua orang tuaku?.
Aku tau,meski aku telah berusaha tak mudah menyeret Dante jatuh.
Hanya karena dia, Rayganta.Semua usahaku berjalan mudah.
Dia adalah bayang yang bekerja diam dibalik layar.
Aku
Ingin
mencoba
POV end
.........♣️..........
Great Mansion Wiguna.....
Dante dan Lucinda duduk berdiri dengan kaku,wajah mereka pucat.
Anak laki-laki kecil yang baru tiba bersama dengan kedua orang tuanya itu menatap mereka dengan manik memicing.
"Stttt.....kak Archa,siapa badut merah dan pria berwajah ular itu?!" Shura berbisik dengan suara yang cukup jelas didengar oleh semua orang.
Entah ada apa dengan anak ini?.
__ADS_1
"Mana kakak tau? mereka itu tukang bohong! jangan dekat-dekat!" Archana balas berbisik.
Tristan maupun Rion sibuk menahan tawa.
"Hai tante clown...mengapa memakai tepung untuk membuat kue diwajah? coba lihat wajah bunda dan mami Shura disana? mereka cantik bukan? wajah Tante jadi seperti penyihir!" Shura memekik dan berucap menatap wajah pias Lucinda.
"Ini adalah style make over! tau apa kedua setan kecil ini?!" Lucinda memaki dalam hati.
"Kak...wajahnya seperti penyihir di film Hansel and Gretel!" Bisik shura tak berdosa,suara yang mereka berdua si bungsu anggap kecil,ternyata lebih dari cukup untuk memenuhi seluruh ruangan dengan suara keduanya.
Archana mengunyah biscuit keju sambil mengangguk setuju.
Berbisik apa? mereka,kedua bungsu absurd itu justru terlihat seperti tengah bergosip.
Rayga menyeringai, Arkansas terkekeh melihat ekspresi picik putranya itu.
Manusia ini memang harus diberi hadiah mental! alih-alih hukuman fisik,siksaan mental lebih mengerikan jika putra sulungnya itu yang bekerja!.
"Ray...Daddy akan berangkat bersama kedua ayahmu ke Brazil untuk 2 pekan,bawa adikmu ke manor milikmu,kurasa hari ini Archana sudah bisa mengunjungi istana pribadimu bukan? Gadis itu sudah jadi yang pertama,pastikan adikmu adalah gadis kedua yang menginjak manor itu!" Arkansas bangkit,menarik tangan Archana untuk beranjak dan membiarkan Rayga bermain-main.
Kayra memicing,wanita paruh baya yang sedari awal berdiri diam disamping Arion menyerigai dalam.
Sudah lama tidak ada adegan berdarah di Mansion ini!.
Apakah hari itu akan datang saat ini?.
Kayra menatap suaminya yang terkekeh geli,mengangguk dan kayra menggangguk senang.
Mereka bisa melihatnya hari ini!.
"Shura...bunda akan pergi,bunda ada jurnal medis selama 5 hari,kamu disini jangan nakal sama kak Archana dan Daddy,papi serta mami kayra! ayah akan menjemput saat tugasnya selesai!" Tristan berjongkok menepuk kepala putra semata wayangnya sayang.
Shura mengangguk dan berlari riang setelah mengecup pipi kedua orang tuanya.
Kini semua anggota keluarga Wiguna telah bubar,tersisa Raino yang memindai calon mainan baru mereka.
Juga Rayga,pria berwajah minim ekspresi serta emosi.
Duduk bersilang angkuh menatap kedua orang dihadapannya itu.
"Apa yang kau katakan pada ayahku? aku... menyembunyikan putrimu?"
Suara dengan nada acuh tak acuh,bergema hingga kaki Dante dan Lucinda melemas seketika.
"Kau berkata untuk memberi kalian keadilan?! wah...lihat mereka brother?! mereka tak tau apa dampak keadilan yang kita lakukan!" Raino bercelatuk jenaka.
"Kau tau keadilan apa yang bisa aku berikan!" Smirk Rayga bengis kala melihat reaksi mengigil di tubuh kedua manusia itu.
Sampah busuk yang membuatnya jijik!.
Jika bukan untuk asline,apakah ia sudi bahkan dengan mendengar suara mereka saja?!
"Tuan muda Rayga,kami hanya meminta anda mengembalikan putri kami! jangan begitu percaya pada gadis seperti asline! dia bahkan tega menyakiti sepupunya yang jelas tengah mengandung! saya berjanji akan mendidik asline sebagai pamanya,saya berjanji akan melakukan apapun yang bisa membuat Asline tetap bahagia,saya tidak tau apa hubungan asline dengan tuan muda,tapi tolong pertimbangkan keadilan untuk putri kami,dia tengah hamil muda" Dante menghela nafas,wajah piciknya dibuat memelas dan sendu.
Rayga terkekeh dingin.
"Big boss!!"
Suara dingin mengintrupsi.
Ryuga,Dante mengenal pria muda berwajah oriental itu!.
CEO hara speed!.
Mengapa pria itu ada disini?.
Terlebih dengan dua orang pria bertubuh penuh luka yang diseret masuk oleh dua orang pria dengan rompi hitam berlambang elang.
"Kedua tikus ini mencoba mencuri cetak biru senjata baru yang akan Wiguna industries produksi ! mereka mata-mata dari Rusia " Ryu berucap dengan acuh tak acuh,menatap kearah Dante dan Lucinda dengan seringai licik.
"Hm...bukankah mereka kedua orang yang meminta keadilan akibat salah satu keluarga mereka yang mati akibat kecelakaan bekerja di proyek pembangunan resort di Hawai dulu? Ck..ck..bermain disini bukanlah tempat kalian...sudah membunuh menuduh orang! "Raino menimpali begitu mengingat kedua orang itu.
Yah,dulu saat resort baru mereka dibangun.
Ada dua orang pria paruh baya yang mati akibat tertimpa bangunan saat proses pembangunan .
Dan tak lama,kedua pria itu datang membuat keributan meminta keadilan,meski pihak WJC sendiri telah memberi kompensasi meski tau ini adalah sebuah rencana demi asuransi.
Kedua pemuda ini,membunuh orang tua mereka demi asuransi dan melempar semua tuduhan pada sistem keselamatan pekerja di pihak Wiguna.
Arkansas saat itu turun tangan,mengganti lebih dari seharusnya pihak mereka keluarkan.
Karena,pria itu tidak suka keributan yang tidak penting.
Mati ya mati saja,mengapa harus ribut sana sini?.
Mata Dante bergetar,perutnya seakan dikocok hingga ingin rasanya pria itu muntah saat itu juga!.
Jika saja tak mengingat situasi mereka, Dante sudah pasti akan mati jijik.
Sedangkan Lucinda,wanita itu mengigil hebat,pupil matanya menatap kosong dan roboh.
Brukhhh....
"LUCINDA!!" pekik Dante kala istrinya sudah jatuh terduduk lemas diatas dinginnya lantai marmer.
Wajahnya memucat,bibirnya kelu untuk bersuara.
Kedua pria yang dibawa oleh orang-orang Zeus itu.
Mereka diseret seperti hewan,wajahnya penuh lebam hingga sangat sulit untuk tau seperti apa rupa mereka lagi!.
Lucinda mengigil begitu melihat kearah belakang tubuh para anak buah Zeus.
Kedua anggota BE itu tersenyum jenaka menatap wajah pias Lucinda.
Darah mengotori lantai dingin,begitu amis hingga Lucinda menutup hidung dan mulutnya menahan gejolak seakan seluruh isi perutnya di aduk.
__ADS_1
Lucinda menatap senyum ramah Ryu dan juga Raino yang segera terbit juga seakan tak terjadi apapun.
Lutut Dante begitu lemas,kesadaranya hampir tumbang,namun ia tak bisa atau hidupnya akan habis bahkan sebelum bisa melangkah keluar .
"Big bro,kau ingin kami apakan dua orang tidak berguna ini?! kurasa aligator kakek belum diberi makan siang ini? " Raino berucap jenaka,meraih sebuah apel diatas meja dan memakannya dengan tenang seakan tak ada yang terjadi di ruangan ini.
"Kuliti mereka" ucap rayga dengan senyum jenaka.
Ryuga dengan senyum simpul berbalik,meraih belati dari anggotanya.
Srazhhhh......
Deeegggg....
Tubuh Dante langsung jatuh bersimpuh.
Ryuga,pria itu menancapkan belati dengan irisan demi irisan tipis dikuliti pria malang itu,mulai dari lengan kanan.
"ARKKKKHHH...SAKIT...HENTIKAN... AMPUNI AKU!! AKAN KUBAYAR SEMUA UANG YANG WIGUNA BERIKAN SEBAGAI KOMPENSASI DULU!! ARKHHHH..BERHEBTI!!"
Pria malang yang sudah lemas itu menjerit dan menangis ribut.
Sementara pria satu lagi sudah jatuh tak sadarkan diri.
Hingga...
"Astaga...apa yang kalian lakukan di mansion ini?!" Suara seorang pria mengintrupsi.
Gerakan tangan ryuga terhenti,pria itu tersenyum simpul menyambut salah satu ayahnya ,melirik rayga yang tidak menampilkan perubahan ekspresi apapun.
Raino mencibir sarkas melihat kedatangan saudara kembarnya juga ayah dari Alarik.
Papa Axel mereka!.
"Ck..papa jangan drama ya! Daddy bahkan lebih parah saat muda dulu !" Raino mencibir sarkas.
Axel terkekeh kecil menatap generasi putranya itu.
"Ada apa papa kemari? bukankah papa sedang honey moon di Jepang bersama mama amber?" Ryu bertanya sembari mengusap darah di belati juga tanganya dengan sapu tangan.
Tak sadarkah mereka ada empat nyawa yang hampir lepas akan ulah sadis itu?!.
"Ck..apalagi! mama kalian itu sangat merindukan Archana juga Shura! terlebih Kakek Lingga kalian itu mengacaukan liburan papa! jadi kami kembali cepat!" Jelas axel kesal.
Axel duduk tak jauh dari posisi Rayga berada.
Menatap kedua korban malang belati Ryu atas titah kejam Rayga.
"Dyazel...hei butler tua!! kemari dan bereskan kekacauan ini!!" Axel berteriak tidak tau diri.
Rayga merotasi bola matanya malas,Raino mendumel jengah dan Ryu memasang wajah ingin muntah.
"Tua..tua..kau sadar diri tidak?! umur kita itu hanya beda 2 tahun! kau bahkan lebih tua dariku!" Dyazel datang dan memaki jengkel.
Axel tertawa renyah.
Sungguh dia merindukan masa-masa muda mereka yang penuh darah juga canda!.
"Ohhh.. sepertinya ada tamu? " Axel terkekeh samar melihat wajah pucat nan tegang Dante juga Lucinda.
Tak dianggap ternyata!.
"Baiklah...Dyazel minta seseorang membereskan noda darah itu,ingat jangan sampai adik kalian turun dan melihat ini! ditempat lain kalian boleh main-main,tapi jangan di mansion ini! cepat...bawa desinfektan tinggi untuk membersihkan lantai hilangkan darah itu jangan tertinggal sedikitpun,kalian tau Archana itu benci kotor? " Axel berucap dengan tubuh bersandar malas pada kursi.
"Tapi papa,aku bahkan belum melepaskan kulit yang baru saja aku sayat tipis itu! kenapa kau datang menganggu sekali?!" Kesal Ryu menatap wajah melotot geram Axel.
"Hei..anak kurang ajar kamu ya! berani kau mengatakan papamu ini pengganggu! ku buat gadis cantik incaranmu mendapat pria lain baru tau rasa kau!" Sinis Axel mengejek.
Ryu melotot dan berdecak kesal.
Axel...
Pria pengacam tidak sadar umur!.
Jika saja ada amber disini,Ryu tidak perlu turun emosi menghadapi kelakuan menjadi ayah satunya ini!.
Wajah Dante dan Lucinda sudah pucat pasi,seakan darah disedot paksa keluar dari tubuh mereka.
Terlebih....
"Ah...ya benar! Tigeres baru saja kembali dari pelatihan para hewan pemburu! beri dia makan,Ryu kau pergilah karena kurasa tidak ada satupun anggota kalian yang mau mendekati hewan berdarah panas itu!" Axel terkekeh kecil,tak sadar ucapanya membawa dampak badai besar di hati pasangan Alfarezho juga kedua korban malang yang kini sibuk berteriak memohon.
Ryu mencibir,mengkode agar dua anggotanya menyeret keluar korban mereka seperti cara mereka membawa masuk.
Dante kini mengerti lebih jelas.
Inilah alasan semua orang mengatakan bahwa penerus Wiguna ini tidak bisa di usik.
Pria misterius yang meski tidak terlalu sering memperlihatkan wajah di depan publik,namun rumor yang menyertai pria itu bukanlah isapan jempol belaka!.
Dan kini ia melihat sendiri bagaimana kejamnya pria itu,juga keluarganya memerintahkan membunuh dengan wajah yang bahkan tanpa beban.
"Nah..karena tidak ada lagi alasan kalian disini,Mr Alfarezho.Mari saya antar keluar dari sini!"
Raino bangkit dengan senyum jenaka.
Meski wajah pria itu jelas ramah dan juga mudah didekati.
Namun,senyum itu terasa begitu tidak pada tempatnya!.
Fakta bahwa mereka semua,para tuan muda clan ini begitu tenang membunuh orang,sudah jelas mereka bukanlah pria normal!.
Dalam artian kemanusiaan!.
...🍁...
...TBC...
Maaf,jika ada ide bisa komen ya😅
__ADS_1