
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan coment ya...
...🍹 Happy reading 🍹...
Raino turun dari kuda besinya,menatap rumah berlantai dua dimana sang calon istrinya tinggal.
"Masalah ini disebabkan karena aku bersikap terlalu baik! aku harus segera memberi tau ria agar jika terjadi sesuatu dengan dia,ria sudah siap dan tidak mudah terhasut! " Raino berucap dengan wajah dingin,sulit untuk menemukan satu gadis yang begitu cocok dengan kepribadiannya,mampu melewati suka dan dukanya,menopang bersama .
Bukan hanya gadis yang tau menangis dan berlindung di bawah sayap laki-laki dan memiliki wajah lebih dari satu!.
Raino mencibir,dia mencoba untuk kembali setelah dirinya buang? berfikir kemasa lalu,saat bahkan itu tidak bisa disebut sebagai sebuah hubungan!.
Gadis ini,bukan.
Wanita ini,dengan banyak topeng wajah dan sikap yang berubah-ubah.
terlalu picik dan juga manipulatif!.
Raino membenci wanita itu,tapi wanita itu memang tidak memiliki rasa malu hingga terus menempel padanya seperti lintah!.
Hingga ayah dari wanita itu sendiri yang mengirimnya pergi,namun entah bagaimana dia bisa kembali?
Raino menekan bel pintu,namun tak ada sahutan cukup lama.
Menghela nafas,pria itu meraih ponselnya dan mendial nama Victoria.
"Kemana kamu Ria?" Raino menghela nafas gusar,meraih kunci cadangan di saku jaketnya.
Ponsel tak terjawab.
Masuk dan hanya menemui keheningan.
Yah, Victoria tidak menyukai jasa asisten rumah tangga hingga gadis itu berakhir tinggal sendiri dan mengurus dirinya sendiri.
Untuk makan Victoria biasa memesan take in lewat jasa restoran yang biasa mengirimkan paket delivery.
Raino akhirnya naik ke lantai dua,masuk kekamar Victoria dan berbaring disana.
Ranjang gadisnya sangat hangat,beraroma Jasmine dengan dekorasi yang sangat Victoria sekali.
"Aku akan tidur sejenak" Raino menutup mata dan perlahan tertidur.
.........
Sementara itu dilain tempat...
Disebuah lokasi salah satu toko perhiasan di distrik perbelanjaan kota.
"Siapa anda? tidak bisakah anda lihat bahwa sahabat saya yang menunjuk gelang itu terlebih dahulu?" Asline menarik Victoria yang sudah terlihat diam,menahan emosi.
Wanita didepan mereka tersenyum miring,menatap dari atas kebawah asline juga Victoria dan raels.
"Kamu tidak tau siapa aku? bahkan wajahku sudah jadi ikon majalah Secret! dan kau....mengapa wanita seperti dirimu yang bahkan tidak bisa menyesuaikan mode bisa dilirik oleh tuan muda Wiguna? tuan sulung Rayganta! dan kau...kau pasti Victoria...?"
Wanita itu menunjukkan dengan jari telunjuknya,wajah Victoria mendatar dengan manik berkilat dingin.
"Tenyata aku cukup terkenal hingga kau bahkan tau namaku? tapi sayang sekali...secret atau apa? kami tidak kenal dan tidak ingin kenal siapa kau?!" Wanita dengan dress ketat terbalut wol rubah melilit lehernya itu mengeram rendah.
Victoria ini sungguh pandai bersilat lidah!.
"Bagaimana raino bisa tergoda oleh perempuan kasar juga urakan seperti dirimu? kau seperti gembel yang dipungut dijalan! ini toko perhiasan para hi-"
Plakkkkkk....!
Wanita itu tercengang,wajahnya tertoreh kesamping dengan keras dan sudut bibirnya berdarah.
"KAU?!!!!"
"kenapa?mulutmu bahkan lebih busuk dari gembel! Rayga dan para tuan muda Wiguna itu memilih siapa apa itu urusanmu? " Asline menepuk telapak tangannya,seakan menghilangkan noda buruk yang mengotori bagian dari dirinya.
"AKU ADALAH SALAH SATU PUTRI DARI LUKSIUS! AKU ADALAH BAGIAN DARI WIGUNA BERANINYA KAMU YANG HANYA MENANTU MENAMPARKU?!!!!" wanita itu memekik dan mulai menunjuk wajah dingin Asline dengan murka.
"Putri? anak pungut dari mana ini mengaku-ngaku?" Raels ikut menyahut menambah bahan bakar.
"Diam kau! ini bukan bagianmu bicara?! Ini adalah nona Margaretha! putri dari nyonya Samantha dan tuan Silvester! kamu harusnya menunduk hormat!" Salah satu wanita disisi wanita yang ternyata bernama Margaret itu menyahuti sinis.
Raels melirik asline dengan wajah dipenuhi tanda tanya.
"Lalu? " Asline berucap jengah.
Semua penonton pertunjukan drama itu bergidik.
__ADS_1
Istri tuan muda Wiguna itu adalah wanita yang paling tidak bisa diprovokasi!.
Tidak ada yang berakhir baik setelah memprovokasi istri dari Zeus itu!.
Siapapun mereka!.
Para penjaga toko itu menatap dua sisi berlawanan ini.
Gadis yang ditunjuk oleh actrees dan model Margaretha itu cukup acuh dalam berpenampilan,namun siapa yang tidak tau harga jam tangan,anting juga kalung yang gadis cantik itu pakai?.
Itu semua setara dengan jumlah barang yang dipakai Margaret dan kedua temannya!.
"Yah...Margareth right? kau tau...terkadang ambisi bisa lebih dalam dari samudra dan lebih luas dari mata yang memandang langit! kau bisa menilai penampilan orang lain dan kau bisa memanjat siapapun dengan penampilan juga! kau bisa hilangkan moralmu demi terlihat sebagai wanita high class...tapi apa para Wiguna perduli? buka matamu lebar dan lihat.....jangan bermain trik menjatuhkan harga diri kami! kau butuh waktu 100 tahun lagi untuk merangkak keranjang tuan muda itu hanya jika mereka menjadi bodoh,buta dan tuli!"
Para karyawan toko bergidik,hanya nyonya muda ini yang berani mengatai buruk tentang para pewaris itu!.
Jika yang lain,sudah pasti akan mati!.
"Aku tidak perduli! ku peringatkan...aku adalah cinta sejati dari Raino, kau...suruh temanmu ini untuk menjauh dari Raino! "Margaret menatap Victoria yang berjalan menuju kursi tamu toko dengan santai.
Duduk dan meraih cangkir teh yang sudah disediakan bagi tamu VIP.
Asline memandang Margaret dengan senyum mengasihani.
"Kenapa kau menatapku? apakah kamu tidak mengerti arti dari kata-kata asline? semua orang juga tau para tuan muda itu pintar.. Raino bahkan mungkin lebih tau wajah asli dari wanita-wanita sepertimu! Kamu hanya menganggap dirimu bagian dari mereka..tapi mereka tidak! bagaimana masa lalu raino dengan dirimu,apa aku perduli? kau hanya sampah yang dibuang dibelakang dan aku yang akan menjadi tujuan akhir masa lajangnya! perlu kubuktikan siapa yang akan terpilih? kau...atau aku!!" Victoria berucap sembari tersenyum geli,memutar jemarinya diatas cangkir dengan raels dan asline yang ikut duduk dengan santai.
Wushhhh...
Grephhh..!
Wajah cantik itu mendingin dengan cepat,raut geli tadi hilang seketika.
Lengan Margaret dicengkeram kuat hingga kulit putih itu membiru.
"Jangan main tangan dihadapanku! kau bahkan belum tau siapa aku? jika aku mau ..kau bahkan akan terbang keluar dari toko ini...."
Pufttt....
Raels menahan tawa mendengar ucapan main-main Victoria.
Sahabatnya itu sangat picik sedari kecil...
Bahkan bertambah parah saat dia dewasa.
Ancaman itu sangat luar biasa hingga membuat wajah Margaret yang begitu sombong langsung jatuh dengan hidung kembang-kempis!.
Grephhh...
Keduanya menatap satu lagi tangan kokoh yang berada diantara telapak tangan Victoria yang mencengkram tangan Margareth.
Manik Margareth membulat sempurna,berbinar saat pria yang sangat ia rindukan datang!.
Apa dia datang untuk menolong dan membela dirinya seperti saat mereka cukup dekat dulu?.
Namun tak lama, ekspektasi tak seindah realita!.
Brukhhhhh...
AKHHHHHHHH!!!
"ANO! KAMU TEGA SAMA AKU?!" Margaret menjerit saat tubuhnya didorong menjauh,jatuh dengan begitu memalukan didepan banyak orang.
Raino panik saat melihat wajah datar Victoria.
"Sialan wanita gila ini! BERANINYA dia membuat Victoria menatapku seperti ini?! tunggu saja!" Batin raino gusar.
"Heh... kamu datang untuk menolong masa lalumu? tapi karena ada aku kamu dorong dia? " Victoria berucap sarkas.
Raino menghela nafas panjang dan melirik asline dan raels yang nampak santai mengunyah pop corn sembari menonton dengan senyum jenaka.
Tidak adakah yang ingin menolongnya dari kemarahan ria-nya?!.
Inikah definisi saudari ipar laknat?!.
Namun tak lama....
"HIKS...Huaaaa.. Rai...masa wanita itu mau menampar Ria?! hiks...masa dia bilang yang akan Rai nikahi bukan ria tapi dia?!"
Victoria menangis keras,manik Margareth terbelalak melihat betapa cepat gadis itu berganti wajah!.
Asline dan raels terkekeh geli.
Lihatlah putri drama ini?.
Jika kayra adalah pelopor ratu drama di clan Wiguna. Raino prince drama dari Be dan kini, Victoria adalah Princess dramanya!.
__ADS_1
Bukankah mertua dan menantu itu akan kompak nanti?!.
Raino tak kuasa menahan kedutan di bibirnya, senyum pasrah pria itu terbit.
Meraih tubuh Victoria dan mengusap pipi gadis banyak akal itu dengan sabar.
Menangis apa? air mata bahkan tidak jatuh setetes pun!.
"DASAR PEMBOHONG!" Victoria mengacuhkan Margaret dan memeluk manja lengan raino dengan senyum provokatif.
Atensi Raino beralih pada sosok Margaret.
Wanita itu sudah dibantu bangun oleh kedua temannya.
"Untuk apa kau kembali?" Raino bertanya dengan wajah dingin,merangkul pundak Victoria int*m.
"Ano! aku juga adalah bagian dari Luksius...itu artinya aku secara tidak langsung juga putri clan Wiguna! bukankah ayahku sudah menikahi bunda Samantha?! mengapa kamu tega sekali padaku?! bukankah kita juga dulu pernah menghabiskan waktu bersama?hanya karena kamu sudah dapat wanita kasar ini kamu lupa padaku? " Margaret mendekat dengan wajah memelas.
Wanita ini memiliki wajah kecil yang cantik dengan sedikit raut wajah tersakiti semua pria pasti akan langsung jatuh padanya!.
Victoria mencibir,apa kekasihnya ini buta djmasa lalu hingga bermain dengan wanita seperti ini?.
Raino memicing tajam.Langkah Margaret terhenti dengan kedua tangan meremat kuat.
"Yang diakui hanya keberadaan ayahmu...ayah Silvester! tapi kau...bahkan Luksius saja tidak mengakui dirimu lalu bagaimana clan Wiguna mau mengakui hal yang dianggap tabu? jangan sering bermimpi! dan....."
Raimi menekan dengan dingin,menatap Margaret sinis sebelum beralih pada Victoria yang menatapnya geli.
"Jauhi calon istriku! kau hanya satu dari mainanku! ingatlah dulu kau yang datang sendiri tanpa kusambut...sekarang sadar dirilah!" Raino berucap begitu tajam tak beriba.
Tubuh Margaret gemetar oleh rasa malu dan amarah.
Raino berbalik sembari merangkul Victoria yang tersenyum mengejek.
"Nah babe...lupakan dia....katakan padaku kamu mau beli apa di toko ini? tunjuk saja ! " Raino berucap sembari tersenyum lembut mengusap pipi halus Victoria.
Gadis itu memicing.
"Kau menganggapku sama seperti si Margaret itu?! mata hijau! materialis?" Victoria berbisik tajam namun wajah gadis itu terlihat manja,yah hanya raino yang tau sakitnya cubitan maut calon istrinya itu dibalik lengan centil yang melingkari pinggangnya!.
"Tidak babe! tentu saja tidak....kamu berbeda dari dia..dia sampah kamu permata!!" Raimi balas berbisik sembari meringis panik.
Jangan sampai rubah cantiknya ini merajuk!.
Bisa gagal nikah nanti!..
Asline dan raels yang berdiri dekat dengan pasangan lucu itu terkekeh geli.
"No..kalau ria tidak mau..tidak masalah kau traktir kami saja....nah..aku mau kalung safir itu no!! asline yang gelang emas dengan mata mutiara itu saja...." raels berseru heboh.
Raino menatap calon saudara kembarnya itu miris.
Kenapa rasanya dirinya dirampok di siang bolong begini ya?.
Ini dirinya yang bodoh atau mereka yang terlalu licik?.
"Raels...kau minta saja pada raider,saudari line... uang big bro bahkan lebih banyak dari deposit milikku...kalian bahkan tertawa melihatku jadi samsak hidup Ria,dan kini jangan harap aku berbaik hati!" Lirih Raino pada kalimat akhirnya.
Keduanya segera menatap Victoria dengan wajah tersakiti.
"Ohhh..jadi kau berat membelanjakan kedua sahabatku tapi dengan senang hati menguras dompetmu untuk para wanita penggoda diluar sana?!" Raino terbelalak horor.
Pria itu menggeleng panik,asline dan raels tertawa keras atas nelangsa raino.
"Aduh bukan sayang....ia..ia...kalian boleh ambil apa saja jangan lihat harga!!" Pasrah raino sembari melirik asline dan raels sinis.
"Wah... sepertinya tidak ikhlas ini kelihatannya!" Raels berucap dramatis, Victoria mendelik dan raino pundung.
"Ikhlas...ikhlas!! ambil...ambil saja bila perlu borong ini toko!!!" Raino berucap sembari tersenyum paksa.
Asline terbahak dengan raels yang sudah dengan girang berlari merampok semua isi toko!.
Kapan lagi bisa merampok isi dompet si perhitungan Raino?.
Dengan air mata imajiner,Raino menatap degit demi digit angka nol yang melambai riang padanya.
"Uangku.....maafkan papa nak! para wanita memang selalu benar....hiks...." batin raino nelangsa.
Rencana ingin menjadi pahlawan yang menyelamatkan wanitanya dari penyihir! Tapi mengapa ia berakhir sebagai ATM berjalan?!.
Nasib....nasib.....
Drama itu terlihat begitu cerah meninggalkan Margaret yang berdiri di belakang dengan wajah dipenuhi kemarahan!.
"*Tunggu saja kalian bertiga! perempuan sial!"
__ADS_1
.....TBC*.....