
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...🍁...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...🍁 Reading 🍁...
Penampakan yang sangat terlihat lucu kini dapat disaksikan di ruang santai Resident Alzeus.
Archana tengah terlelap diatas sebuah sofa yang bisa dijadikan sebagai tempat tidur ukuran kecil bersama seekor bayi panda milik asline,yah.Panda kecil hasil pajak jadian dari Arshenio,tentu saja.
Bukan dua,tapi empat ekor sekaligus lengkap dengan induknya!.
Asline berdecak frustasi,bayi panda imut itu akan mati karena dipeluk begitu erat oleh adik iparnya!.
"Ini Cici.... Coco,momo sama Lala mana?" Asline bergumam saat menatap pita merah yang menghiasi leher si bayi panda,itu artinya panda ini adalah yang betina.
Memang, asline sengaja melepaskan bebas para bayi pandanya berkeliaran didalam manor.
Yah,selama istri Zeus itu mau siapa yang bisa membantah?.
"Butler...."Asline memanggil Imanuel yang nampak sibuk memeriksa pekerjaan para maid.
"Ya Mrs..." Imanuel mendekat dengan raut wajah bertanya.
"Mana bayi-bayi pandaku?" Asline bertanya sembari mendekati Archana dan meraih lembut bayi pandanya dari pelukan maut adik iparnya itu.
"Bayi-bayi panda itu.....Itu ..." Tunjuk Imanuel dan diikuti oleh pandangan asline.
"Imut sekali....itu Coco sama momo pasti!" Asline memekik dimana kedua bayi panda itu sibuk bermain bersama sembari berguling kearah dapur.
"Pasti bayi-bayiku mau cari makan lagi?! "Asline terkekeh geli dengan gelengan frustasi Imanuel.
Sekarang pekerjaaan menjadi ekstra akibat kenakalan bayi-bayi panda asal China itu.
Tak lama,sesuatu menggaruk celana jins yang tengah dipakai asline .
"Ughhh..Lala ?" Asline menunduk dan mendapati satu bayi pandanya berada dibawah sembari menatapnya dengan kedua cakar imut memelas.
"Arshen benar-benar pintar memilih panda-panda untukku! hihihi.. tidak sia-sia mengerjai anak muda itu,padahal aku dan para ibu kemarin hanya bercanda,sayangnya dompetnya terlalu tebal jadi yah...." Asline terkekeh mengingat kembali kejadian dimana godaan para ibu dan dirinya dianggap serius bak titah raja oleh arshenio,dan sore itu setelahnya sebuah kotak kayu besar,besarnya hampir menyamai sebuah mobil datang dibawa dengan helikopter ke Resident Alzeus,dan yah.
Isi kotak itu ternyata empat bayi panda kembar!.
"Butler..tolong masukan bayi-bayi panda ini ke kandang mereka,sekarang sudah hampir tengah hari biarkan mereka bersama induknya dulu..." Asline menyerahkan Cici yang memang tengah ia gendong,Imanuel mengangguk dan bersama tiga lagi penjaga membawa empat panda imut itu ke kandang mereka.
Kini Asline menatap Archana,gadis ini masih saja terlelap dalam mimpi.
"Cha..bangun tidak ada tidur lagi! ini sudah siang dan kakak mau pergi ke kantor kakakmu!" Asline menepuk pipi Archana dengan wajah frustasi.
Adik iparnya ini tidur atau cosplay mati?!.
"Enghhh..nanti kak...archa lagi ketemu Rixton ihhhh!" Asline terbelalak,bahkan sudut bibirnya berkedut ,bahkan dalam mimpi adik iparnya ini tetap ada nama Brixton?!.
Luar biasa..adiknya sudah tidak polos lagi!.
"Bagaimana Line? Cha belum bangun?" Asline menoleh kesamping, disana masuk raider,raino,juga arshenio.
Raider nampak menggeleng lelah,adiknya ini kalau sudah tidur memang sulit untuk dibuat bangun kecuali gadis itu bangun sendiri.
"Kalian ada-apa kesini? tidak biasanya?" Asline duduk di sofa tunggal.
Raider dan kedua saudaranya saling melirik.
"Ingat ya..aku mendengar sendiri si pencuri itu berniat mengunjungi Cha! halangi dia..aku akan terus memata-matai pria licik itu! "
Sepenggal kalimat dari Gion sukses teringat.
Jadi ketiga putra Wiguna itu segera bergegas melihat adik mereka yang mereka telah tau sebelumnya tengah menginap di kediaman Rayga.
Asline memicing curiga,sudah tau jelas apa yang ada didalam fikiran para pria ini.
Hingga....
"Mrs...Tuan muda Brixton datang....."
Begitu kata-kata Imanuel jatuh,Archana yang masih setengah sadar dari tidurnya segera melompat dari sofa.
"Kakak Brixton datang?! sudah datang?! kenapa kak asline dan semua orang tidak bangunkan Cha dari tadi?! aduh pasti rambut Cha sudah seperti singa milik Daddy! HUAAAAA..Cha harus mandi! Butler tahan dulu kak Brixton jangan suruh dia masuk sampai Cha sampai kamar!!"
Archana memekik panik,wajah lucu itu sukses membuat asline terbahak dengan dengusan Raider dan kedua saudaranya.
Mereka datang dan reaksi adiknya tidak seantusias itu! lalu saat pencuri itu datang dan adiknya bahkan melompat begitu takut dengan penampilannya?! sial!.
"Sudahlah buat apa marah...Daddy dan kakek sudah memberi izin lagipula ingatkah pengorbanan apa yang Brixton lakukan....?!" Ucap asline menatap wajah-wajah suram itu lelah .
"Ck...! pengorbanan apa? dia mangkat juga atas keinginannya! lalu apa salah kami?!" Raino berucap tak mau kalah,arshenio mengangguk setuju.
"Kakak ipar...."
"SIAPA KAKAK IPARMU?!!" asline tersentak kaget saat ketiga Wiguna muda itu menyahut bersamaan.
Brixton yang masuk mengangkat bahu acuh.
Percuma melawan!.
"Kakak bicaranya kenapa begitu?! jangan bentak pacar Cha!" Brixton menatap ketiganya miring,kedatangan Archana tepat waktu.
__ADS_1
Tapi...
"Cha kenapa masih pakai piyamanya? bukankah tadi naik mau bersih diri?" Asline bertanya geli melihat betapa posesif Archana pada Brixton,lihatlah bagaimana gadis manis itu menatap tajam para kakaknya.Dan mereka hanya bisa mengelus dada sabar.
" Pacar..pacar...masih kecil juga! ini,terlalu lama bergaul sama mama Daisy! " raino mendengar jengkel.
Archana memeletkan lidahnya acuh,gadis itu tersenyum saat rambutnya diacak gemas oleh prianya,ya prianya!.
"Kak arshen jangan begitu tatap pacar Cha! matanya keluar baru tau rasa!" Archana maju dan menutupi mata tajam Arshen yang melotot geram pada Brixton dengan tangan kecilnya.
Brixton menarik tubuh Archana menjauh memeluk gadis itu posesive.
"Ck..ck...ck.....Berasa nonton Drakor ya,butler...?" Asline meraih mangkuk berisi popcorn yang dibawa seorang maid,duduk bersisi dengan Imanuel dan menonton pertengkaran adik kakak itu dengan senyum jenaka.
"KAU...! PENCUR...-"
"IHHH KAKAK DIBILANG JANGAN TERIAK SAMA PACAR CHA! " Raino bungkam seketika.Senyum miring Brixton terbit saat merasa betapa gadis mungilnya membela dirinya.
" Kau..jangan terlalu dekat!" Raider maju,menarik tubuh Archana duduk disisinya.
Brixton mendengus jengkel atas tingkah sengit raider dan senyum culas Arshen .
Belum lagi saat jari tengah raino terangkat saat Archana sibuk memarahi raider.
Tiga vs satu,asline menggeleng iba.
"Kak Brixton tunggu Cha di kamar saja ya..disini banyak setan ih seram...." Archana menggandeng tangan Brixton menuju lift kearah kamar pribadinya di Zeus manor.
"Sudahlah Brixton bukan pria tidak bertanggung jawab! jangan kekanakan..!" Asline menghentikan saat ketiga pria itu hendak bangkit menyusul.
Raino menatap seekor puppy yang dirinya bawa,hewan kecil itu masih tertidur didalam tas kandang miliknya.
Raino,dengan kesal membuka tas kandang itu.Mengguncang hewan mungil itu dengan sadis.
"Kau...makhluk kecil tidak berguna! aku membawamu itu sebagai alat agar Cha mau ikut kami! kau malah tidur seperti ba*i?!" Raino memaki binatang kecil yang kini telah bangun dengan wajah mengantuk.
Sudut bibir asline kembali berkedut menahan tawa.
Apa lagi yang kini hendak dilakukan pria putus asa ini?!.
Hingga...
Wushhhh...
"Amol.....!!!!" Raino mematung saat sosok adiknya kembali lagi,gadis itu menjerit kesal saat puppy kesayangannya dilempar tinggi ke langit-langit!.
Huphhh...
Brixton berhasil menangkap puppy putih malang itu.
Sebenarnya raino tidak berniat juga menganiaya hewan malang itu,terlebih puppy itu adalah hadiah ultah tahun dari kakak sulung mereka untuk Archana.
Dia hanya iseng!.
Tapi....
Damn it...!
Brixton menyerahkan puppy yang nampak menguap tak sadar itu pada Archana.
Dengan tangis drama,Archana mendekati raino yang nampak berdiri salah tingkah.
"Hiks...kak raino jahat! kalau amol mati bagaimana?! hiks...pokoknya archa musuhan sama kakak!!" Archana mencebik,hingga sebuah silver Queen ekstra besar keluar dari saku Raino.
Harus keluarkan jurus ini!.
"Ia..kakak salah kakak minta maaf, sebagai permintaan maaf coklat ini buat Adek! di maafkan?" Raino menahan tawa begitu melihat manik berbinar itu .
Lihat? mudah bukan membuat adiknya luluh!.
Brixton menghela nafas,mengapa kekasih kecilnya ini begitu maniak coklat?!.
Menang banyak itu raino!.
"Ya Cha maafkan...tapi jangan begitu lagi!" Raino menyerigai begitu bungkus coklat itu dibuka oleh adiknya.
Chup....
Dengan senyum miring,raino mengecup pipi bulat penuh coklat itu dihadapan Brixton yang nampak kesal
"Ini baru raja drama!" Gerak bibir Raino disambut kekehan geli raider juga arshenio.
Brixton mendengus dan asline menggeleng iba.
" Ya sudah..Cha kalau mau jalan sama Brixton ingat waktu! Brixton saya minta tolong sama kamu jaga archa jika sudah waktunya tolong kembali! " Asline bangkit dan menatap ketiga saudara iparnya dengan senyum jenaka.
"Mau jadi penjaga tambahan? kalau mau boleh masih ada lowongan..."
Asline menaikan kedua alisnya menggoda ketiga pria dengan aura berbeda itu.
Wajah datar raider...
Dengusan kesal Raino ....
Dan,Wajah marah Arshenio...
Bukankah menyenangkan menganggu ketiga pria muda itu?!.
"Kami bukan pengangguran ya saudari ipar asline...." Balas raino sengit.
Asline mengangkat bahu acuh dan berlalu.
Ketiganya ditinggalkan dengan wajah suram,Raider bangkit.
Lebih baik mengajak raels luch berdua.
Raino menggerutu,lebih baik menganggu tidur siang Victoria!.
Dan arshenio.
"Sebaiknya menjemput Sera....punya adik perempuan satu sudah dicuri orang..nasib...nasib..." Ratap Arshenio nelangsa.
__ADS_1
Raino menatap pria itu jijik.
"Jangan drama kamu Shen! wajahmu yang kaku itu tidak cocok... oh benar....minggu nanti saat pesta tujuh bulanan Aira,nenek memintamu membawa gadis itu datang! "Raino berlalu sembari memikirkan benda apa yang akan dirinya pakai untuk menjahili calon istrinya itu.
"Harus?" Arshen bergumam rendah.
Pukhh...
"Harus!" Setelah menepuk pundak arshenio,raider ikut berlalu.
..........
Asline melepas celemek-nya.
"Hm...tinggal membuat jus dan makanan hubby siap!" Asline berdecak kagum melihat kreasi masakannya.
Waktu sudah pukul 11,asline tinggal naik dan membersihkan diri sebelum nanti berangkat ke Z'industries.
Yah,Rayga memintanya datang dengan membawa makan siang rumahan.
Pria itu tak suka dengan olahan fast food.
Setelah menata semua sendiri didalam kotak bekal, asline memasukan box lunch itu kedalam sebuah bag berukuran cukup besar.
"Butler...tolong minta morio siapkan mobil...saya akan kekantor hubby..." Asline melepas celemek-nya,masuk kedalam lift setelah Imanuel terlihat mengangguk paham.
Setelah satu jam lamanya,asline yang sudah tertutupi mantel bulu turun dengan cepat.
"Butler....sudah siap?" asline bertanya sembari melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 12 tepat.
"Sudah Mrs...." Imanuel berdecak kagum,dalam balutan pakaian model apapun.Nyonya muda ini selalu terlihat cantik!.
"Baiklah terima kasih butler saya pergi..." Asline melangkah keluar dari manor besar itu.
Memasuki mobil dimana morio sudah menunggu.
"Baiklah..cari jalur tercepat morio..aku tak mau sampai suamiku terlambat makan!" ujar asline sembari menatap paper bag berisi kotak bekal untuk suaminya.
"Tentu Mrs...kita akan sampai dalam waktu 20 menit!" Morio berujar mantap .
Mobil Alphard hitam itu melaju cepat meninggalkan tanah pribadi Wiguna famili.
...........
Mobil Alphard itu akhirnya tiba dijalan utama menuju Z'industries.
"Morio....berhenti saja disini...saya lupa memberitahumu,tolong jemput mami kayra di butik bunda Samantha setelah ini...." Morio hendak menolak karena jalanan ini masih cukup jauh dari kantor sang pemimpin.
"Tapi Mrs...biarkan saya pesankan anda taxi dul...."
Morio menghela nafas,bahkan belum selesai menolak nyonya mudanya itu sudah keluar sembari menenteng paper bag berisi kotak makan itu.
Yah,berharap saja semoga tuan muda mereka nanti tidak akan marah karena dirinya membiarkan nyonya mereka turun dan jalan kaki!.
Mobil Alphard segera berbelok,menuju pusat ritel industry fashion.
Asline berjalan dengan senyum tipis menatap lalu lalang keramaian dibawah kepingan salju.
Mantel-mantel tebal itu membuat orang-orang terlihat lebih gemuk dari aslinya.
Hingga.....
Kening halus itu mengernyit dalam saat seorang,bukan.
Tepatnya tiga orang pria asing berdiri didepan jalan yang ingin dirinya lalui.
"Permisi jalanan masih lebar dan anda bertiga menghalangi jalan saya..." Asline berucap dengan wajah tanpa ekspresi.
Masih menjaga tutur kata karena dirinya dan orang-orang ini tidaklah saling kenal.
Terlebih ini merupakan jalan umum.
Asline dapat melihat ekspresi hitam diwajah pria-pria dengan wajah terdistorsi ini.
"Kamu saudara dari idola kami bukan? actress Grizela?! mengapa anda melukai idola kami?! Malaikat cantik kami sudah dirumah sakit hampir sebulan penuh! kau bahkan lolos begitu saja hanya karena kau punya suami kaya? percaya tidak jika kau tidak datang dan bersujud pada malaikat kami? kami akan memukulmu meski kau adalah perempuan!"
Pria dengan mantel hitam dan bibir yang terlihat menghitam karena rokok itu menunjuk wajah asline dengan provokasi.
Tatapan acuh asline berubah dingin.
Wanita cantik itu meletakkan paper bag yang dirinya bawa kesebuah kursi jalan yang tepat berada beberapa langkah darinya.
Menatap kembali pada fans fanatik ini,atau.
Fans dengan fantasi liar pada idola mereka sendiri?!.
"Jadi?" asline bertanya sembari menatap para pejalan kaki yang mulai menepi.
Mereka seperti nya tau siapa orang-orang ini!.
"SOMBONG SEKALI WANITA INI! TEMAN-TEMAN SERET DI-"
BUKH...
KYAAAAAA...
jeritan heboh seketika.
Sebelum pria dengan mantel hitam itu berucap, asline sudah lebih dulu menendang perutnya dengan kick off telak menuju ulu hati.
"Aku sudah terlalu biasa oleh serangan fans gila dari actress tak seberapa itu...menjadi bintang blue movie saja begitu bangga!" Ucap asline dengan senyum jenaka.
Gadis itu mengikat rambut panjangnya dan mulai mengambil posisi.
"Well.....take it or live it...?" asline menjulurkan tangannya pose menantang,wajah -wajah suram itu semakin murka.
.....TBC.....
__ADS_1