
...Vote,like dan komentar ya🍃...
...🍂...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🍂...
Matahari menyibak masuk,angin dingin yang menemani malam perlahan sirna terganti hangat sinar sang surga.
Tubuh tegap nan atletis itu pergerak perlahan ,tangan kokohnya meraba samping tempatnya berbaring.
Kosong!....
Mata itu terbuka dengan cepat,kantuk itu sirna kala tak mendapati sosok indah sang istri.
"Dear....." Rayga,pria tampan dengan tubuh bagian atas tanpa tertutup apapun itu duduk tegak di atas ranjang,menghela nafas.
Istrinya selalu saja seperti ini, pagi-pagi menghilang dan entah akan melakukan apa lagi!.
Tidak bisakah istri cantiknya itu hanya berbaring diam dipelukannya saja?!.
Sungguh!.
Rayga hanya ingin sekali saja melihat wajah bantal istrinya!.
Melirik jam dinding berlapis diamond didampingi kiri ranjangnya berada.
"Sial! sudah pukul 10.Hahah..astaga begini rasanya meniduri istri,waktu tidak terasa sama sekali! asline sayang..mantra apa yang telah kau gunakan untuk suami workaholic-mu ini...hahaha untung saja bosnya adalah aku!" Rayga terkekeh dengan gumaman yang sungguh sangat out of caracter sekali!.
Yah,meski belum bobol gawang selama bisa gerayangan tidak masalah bukan?!.
Yah,rayga dan otaknya yang sudah terkontaminasi pikirnya mesum Maxim!.
Mengusap wajahnya geli dan beranjak bangkit dari ranjang.
Tempat yang dimana dirinya membawa sang istri untuk tinggal adalah paviliun barat,sebuah tempat tinggal yang baru selesai ia bangun tepat disisi barat mansion Wiguna.
Rayga ingin tinggal hanya berdua bersama sang istri,menikmati masa-masa awal pernikahan sebelum memutuskan ingin honeymoon kemana nanti.
Tidak lucu bukan jika ia dan sang istri yang notabene adalah pengantin baru harus tinggal seatap di Mansion utama yang nantinya akan ricuh oleh ulah jahil raino juga archana maupun ibunya kayra!.
Menganggu keromantisan yang ingin ia berikan pada sang istri !.
Oh..
Sungguh rayga tak Sudi!...
Biarkan dirinya menepi sejenak dari keluarga besarnya,sungguh pengalaman membuatnya jera untuk tinggal dimansion utama!.
Ibunya yang jahil..
Raino dan archana yang suka menggoda asline kala dirinya ingin bermanja-manja dengan sang istri.
Rayga geram,mau marah tidak tega melihat wajah bahagia sang adik!.
Akhirnya mengalah dan menepi saja!.
Berjalan dengan senyum miring memasuki kamar mandi minimalis paviliun itu.
Yah, paviliun itu memanglah lebih kecil dan minimalis dibanding mansion utama.
Tentu saja,ini adalah permintaan sang istri yang ingin tinggal ditempat yang lebih kecil selama tempat itu terasa nyaman dan membaut kehidupan pernikahan mereka terasa damai.
"Well..mari lihat apa yang istriku itu lakukan diluar kamar ini..oh astaga... pagi-pagi little Z sudah menggembung saja!" Erang rayga menatap kebawah tubuhnya frustasi.
Nasib...nasib...
Kapan tamu istrinya itu pergi?! sangat menyiksa!.
.......🍃.......
Dapur paviliun barat.....
Wanita cantik dengan kemeja besar milik rayga yang menutupi seluruh tubuh dengan rambut panjang tergerai indah itu tengah sibuk mengaduk masakannya diantas penggorengan.
Bersenandung kecil dengan senyum manis yang terukir di bibir Cherry itu.
Begitu tengelam dalam kegiatannya,hingga bahkan tak menyadari sosok tampan yang bersandar acuh di pintu masuk dapur dengan kedua tangan bersedekap.
Senyum yang terlihat begitu lembut terukir di wajah tampan itu,dan hal yang membuat pria dewasa itu terlihat berbahaya adalah.
Tubuh polos bagian atas yang tercetak sebuah tato besar bergambar elang dibagian dada dan satu ukiran nama besar diatas gambar elang itu.
Dear Asline...
Yah,nama sosok cantik yang terlihat sibuk memasak itu.
"Astaga!!" Asline,gadis itu terpekik kala sepasang tangan dengan kokohnya menyalip memasuki kemeja bagian perutnya dan memeluk tubuh ramping itu dengan gerakan sen*ual.
"Masak apa hm?"
Deggg..
Tubuh asline meremang seketika.
Nafas hangat beraroma coklat mint itu menyapu leher jenjangnya,jil*tan panas menjalari leher jenjang itu kemudian.
Menggigil!..
Kaki asline terasa lemas layaknya jeli!.
Pegangan pada spatula bergetar hebat kala serangan panas itu datang tiba-tiba!.
"R..Rayga....." Sial!.
Asline merutuk kala mendengar bagaimana suaranya terdengar bergetar hebat!.
__ADS_1
"Yes amour......"
Damn it!!
Hening beberapa saat dengan rayga yang terus mengelus lembut perut rata istrinya.
Kulit yang begitu lembut sehalus sutra.
Meski,ada satu yang membuat manik tajam itu berkilat penuh badai.
Sebuah luka....
Luka panjang yang rayga tau pasti itu adalah hasil dari sebuah peluru!.
Tak masalah...
Akan ia kembalikan luka istrinya berkali lipat lebih kejam!.
Yah..
"Sampai kini aku masih tidak percaya ini..wajah gadis yang sekali pandang tak bisa kulupakan itu akhirnya menjadi istriku..bahkan hari ini... kehidupan kita saat ini seperti mimpi!" Asline terdiam dengan senyum teduh mendengar suara maskulin itu mengalun lembut penuh kasih sayang.
Tangannya yang lentik terulur dan mengelus tangan kokoh yang masih betah bermain-main di atas perutnya.
"Amour.....aku rasanya ingin terus menuliskan kembali awal kisah kita terjalin,kisah yang akan terus mekar tanpa akhir.Amour...kenapa pesonamu begitu kuat meresap dihatiku?" Rayga terkekeh renyah,menumpukan dagunya diatas bahu sempit sang istri.
"Tidak tau..aku memang penuh pesona dan aku tidak heran jika kamu terjerat..." Suara bernada centil itu terdengar membalas.
Rayga tertawa dengan begitu renyah juga penuh cinta.
"Yah..aku sudah terjerat,aku akan tulis kisah cinta kita di setiap hati anak-anak kita dimasa depan.Dimulai dari senyum bahagia kau dan aku,hanya ada kau dan aku diruang yang penuh cinta tanpa kegelapan..ruangan tanpa pintu untuk keluar...aku..tak bisa melupakan kehadiran dirimu yang begitu manis melebur banteng es yang ada selama 25 tahun hidupku dulu...." Pelukan itu semakin erat namun tidak menyakitkan.
Tubuh asline bersender pada dada bidang tak tertutup kain apapun.
Tubuh kekar dengan aroma hutan Pinus yang begitu menenangkan.
"Tak akan pernah ada kata akhir untuk kisah kita...aku seperti ini selama bersamamu,seperti hidup dalam dunia fiksi..penuh cinta tanpa kegelapan,aku akan pertahankan dirimu meski dengan nayawaku,aku akan melindungi dirimu di sisiku" Rayga menutup mata,menghirup aroma lavender lembut yang menguar dari tubuh istrinya.
Sangat candu!..
"Saat ini..hanya ada kisah bahagia kita...kau dan aku..akan kita tulis bersama, lembar demi lembar kosong akan kita isi bersama.Hanya kita berdua saja! aku memilihmu,aku hanya ingin pelukanmu...aku akan tetap dan pergi hanya jika kau ingin aku pergi...tak ada akhir untuk kisah kita!" Asline membalas dengan senyum teduh
"Hm..aku percaya itu... Asline.....aku.. mencintaimu..aku mencintaimu...dan aku mencintaimu bahkan hingga nanti nafas terakhir dihidupku, saat ini kita tengah menulis kisah kita,penuh harapan.Aku akan bahagia...kamu akan bahagia...aku janji amour!"
Deggg....deggg.....
Tubuh asline lemas seketika kala suara serak,berat begitu jantan penuh aura mendominasi terdengar menggetarkan sisi wanitanya!.
Godaan yang begitu berbahaya dipagi hari!.
Terlebih,saat tangan kokoh dan panas itu menjalari punggungnya mempermainkan kait br* yang ia kenakan.
Klik..
Rayga menyeringai dalam,tangannya terulur mematikan kompor listrik yang tengah menyala.
Meraih dan membalikkan tubuh istrinya.
"Ray..tunggu..tunggu..aku..aku sedang membuat sarapan untuk kita yang sudah terlambat....!" Asline seketika terserang panik kala tubuhnya dibalik cepat hingga kini mereka tengah berhadapan.
Tatapan panas yang penuh kabut!.
Asline merasakan seluruh tubuhnya menggigil hebat.
Seringai terukir dalam penuh makna.
Wajah tampan itu perlahan mendekat.
"Kamu tau amour....entah mengapa aku merasa...kamu terlihat lebih lezat dibanding makanan yang sudah berjejer itu! "
Deggg
Entah berapa kali dirinya harus merasakan spot jantung dipagi hari ini!.
Asline meremang....!
Apakah Zeus tampan ini sudah menjadi seorang pakar dalam menggoda?!.
Rayga terkekeh melihat wajah syok istri.
Dipeluknya tubuh indah itu dengan lembut.
"Jangan cemas amour...just..one kiss!" Rayga benar-benar gemas melihat setiap perubahan ekspresi wajah cantik itu.
"Aku tidak memaksa jika kamu tak siap..aku akan sabar menunggu amour..sabar sampai kamu rela lahir dan batin!" Asline tergugu.
Pria yang orang diluaran sana cap sebagai monster kejam,tiran,diktator dan tak punya belas kasih!.
Kini tak lebih hanya seorang suami yang begitu lembut memperlakukan istrinya.
Manik asline perlahan tertutup.
Bibir hangat itu terasa jatuh diatas kelopak mekar bibirnya.
Cuppp....
Lenguhan menggoda terdengar mengisi setiap jengkal bagian dapur paviliun itu.
"Terimakasih sayangku....." Rayga melepas ciumannya,mengecup kening asline dengan lembut.
Asline membuka mata,tatapan pertama yang jatuh dimatanya adalah.Sepasang mata gelap yang begitu menghipnotis,layaknya tatapan seekor predator yang tengah menatap minat mangsanya!.
Gadis cantik itu menyeringai nakal.
Sudahlah..
Lagipula mereka telah menikah bukan?
Pagi hari dengan sinar mentari yang masuk ,pemandangan sesosok gadis cantik dengan kemeja putih yang begitu longgar hingga bagian bahu terpampang menggoda!
Rayga tak bersuara.
Nafasnya terdengar memberat,melihat kilau dari kulit putih itu.
Seketika kegelapan kabut panas mengambil alih!.
"Aaaaaahhhh...rayga turunkan aku!!!" Asline terpekik,senyum nakalnya menghilang terganti riak panik.
Rayga tertawa dengan suara berat berbahaya.
"Kamu berani menggodaku dengan pakaian juga ekspresi wajahmu itu..maka terima konsekuensinya! aku..akan melahapmu!"
"Tidak!!!!!!" Asline menjerit kala tawa buas rayga pecah tanpa bisa dicegah.
Sang dominan membawa mangsanya yang empuk masuk kedalam sarang pribadi mereka!
Dan yah..
Siapa yang tau akan berakhir seperti apa?!.
........🍃.........
Gesekan roda ban sebuah motor sport yang beradu dengan jalan aspal berkerikil tak jauh dari sebuah rumah berlantai dua terdengar membawa hawa mencekam!.
__ADS_1
Pria tampan dengan rompi putih dibalut jaket kulit berwarna hitam itu menyerigai kala melihat kedua orang pria asing didepannya nampak sombong tak menampilkan rasa takut!.
Turun dari mobil mereka dengan ekspresi menantang!.
Sayangnya mereka tak tau saja tengah mengusik siapa!.
Pria tampan dengan rompi berwarna putih itu turun dari motornya,melepas helm full face dengan gerakan santai.Sayangnya ekspresi wajahnya terlihat berbahaya!.
"Kutanya sekali lagi....untuk apa kalian mengintai rumah gadisku?!" Pria tampan berdarah campuran Jepang dan Inggris itu bertanya dengan manik menyorot tajam.
"Apa urusanmu? siapa kau hingga kami harus menjawab?!"Pria yang duduk didepan stir kemudi menjawab congkak.
Keluar dari mobil dengan saling melirik licik.
"Tidak mau menjawab heh? rupanya kalian tidak bisa diajak bicara baik-baik..." pria dengan rompi anti peluru itu terkekeh sarkas.
Melirik kala kedua pria asing itu terlihat saling melempar kode.
Ryuga,yah.
Menyerigai licik dengan gerakan cepat melompat dari atas motornya kala kedua orang itu menerjang dengan dua belati ditangan masing-masing.
"Merepotkan!" Ryu bergerak cepat menarik katana miliknya yang terselip apik pada body motornya.
Yah,siapa yang tau bukan kapan dia akan butuh benda tajam yang sudah menjadi ciri khas clan Hara itu?.
"Come on...." Suara bernada ejekan itu terdengar.
Sringg......
Putaran cepat,Ryu menghempas belati salah seorang dengan jaket berwarna coklat gelap.
Memasang sarung tangan besi dengan cepat,Ryu menggunakan satu tangan memegang katana dan satu tangannya yang kosong terbungkus sarung tangan besi dengan Lengkungan jari-jari yang meruncing.
"No answer...maka matilah!"
Ryu menargetkan satu yang kini tak memiliki belati lagi namun terlihat panik merogoh saku bersiap meraih sebuah pistol.
Namun...
Sringg...
Zrashhhh...
"AKHHHH.....TOLONG AKU!!" pria itu terpekik kala Ryu dengan sadis memotong tangan pria itu dengan kejam.
Darah mengucur,dan pria yang berdiri terbelalak bergerak cepat menembak dengan kepala Ryu sebagai target.
Dorrr...
Tringgg..
Peluru itu terpental oleh katana milik Ryuga.
Wushhhh....
Meninggalkan pria yang tergeletak meraung dengan tangan terpotong.
Ryu bergerak cepat.
Perkelahian sengit terjadi.
Namun.
Kesabaran Putra Stevano hara itu sudah habis.
Dengan sarung tangan besi ia menghantam perut pria itu.
Berputar cepat dengan katana yang meluncur lurus.
"Matilah!!" Deru Ryuga dengan tawa buas.
Zrashhhh...
Dukkkhhh...
Dukkkhhh...
Pria dengan tangan buntung itu mematung dengan manik membola horor.
Kepala itu jatuh menggelinding dengan mata melotot penuh darah.
Ryu mengusap darah yang mengotori wajahnya.
Berbalik dengan senyum miring.
"I..iblis!! menjauh!!!!" Pria itu meraung ngeri.
Sungguh...
Wajah dan pakaian yang dipenuhi darah serta katana yang diseret diatas aspal.
Mengerikan!..
"Jawab...maka mungkin saja aku akan mengampunimu.." Ryuga terkekeh jenaka.
Pria itu menggeleng ribut.
"Baik..baik..di-"
Sebelum bahkan ucapan itu selesai.
Tubuh pria itu menggelepar dengan busa putih yang keluar dari mulutnya.
"Damn it!!" Ryuga menoleh dan mengedarkan matanya cepat mencari siapakah yang memata-matai disekelilingnya.
Manik itu memicing kala melihat siluet sebuah mobil berwarna hitam yang bergerak pergi.
Ryu menyerigai bengis,meraih ponselnya tak perduli seluruh tangannya penuh darah .
Berbalik dan menduduki motornya.
"Apa?"
Ryu mencibir kala balasnya singkat terkesan malas terdengar.
"Dengar no! jika aku tak mengingat disini hanya kau yang menganggur..aku tak Sudi menghubungi dirimu! jika alarik sudah pulih..katakan mereka sudah bergerak! Segera rekap semua cctv sebelum kita lapor pada brother Z! aku tak mau berakhir terkena lemparan lahar panasnya! cepat!!"
Klik..
Ryu menutup sambungan tanpa perduli balasan raino.
Yah,pria itu menghubungi raino karena bagaimanapun raino adalah second comand Blood Eagle.
Menyugar rambutnya dengan tawa rendah mengerikan.
"Well....sudah saatnya kami bergerak!"
Ryu menghidupkan motornya dan berlalu, keinginan hati menjemput Rubi batal.
Tak mungkin bukan menemui calon istrinya dengan keadaan penuh darah seperti ini?.
Ryu tertawa renyah.
Sialan memang!
__ADS_1
...🍃...
...TBC...